Hits
1980
Tanggal Dimuat:2011/02/22
Ringkasan Pertanyaan
Dengan memperhatikan ayat, “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal…” apakah usaha untuk menghilangkan perbedaan-perbedaan ras berseberangan dengan kehendak Ilahi?
Pertanyaan
Salam. Dengan memperhatikan ayat, “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal…” apakah usaha untuk menghilangkan perbedaan-perbedaan ras atau dengan ungkapan lain akulturasi budaya-budaya berseberangan dengan kehendak Ilahi?
Jawaban Global

Dengan memperhatikan ajaran-ajaran Islam menjadi jelas bahwa menghilangkan perbedaan-perbedaan dan adanya perbedaan ras dan kergaman budaya sejalan dengan prinsip-prinsip Islam yang dibahas dalam al-Quran dan sebagian riwayat; karena itu ayat tidak berseberangan dengan masalah ini. Terlebih pada ayat terakhir adalah bukti atas persoalan ini dimana al-Quran menyatakan, Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Jawaban Detil

Kebanggaan pada nasab dan suku merupakan kebanggaan yang paling digandrungi di kalangan kaum jahiliyah sedemikian sehingga setiap suku memandang sukunya sebagai suku yang paling hebat dan setiap ras menilai rasnya yang paling unggul.

Kelompok lainnya memandang harta, kekayaan, memiliki istana, pelayan, dan semisalnya sebagai nilai, dan senantiasa berusaha untuk mendapatkannya. Sementara kelompok lainnya menganggap strata sosial dan politik sebagai kriteria kemuliaan. Dengan demikian, setiap kelompok melangkah untuk meraih sebanyak mungkin apa yang dipandangnya sebagai kemuliaan dan menambatkan hati padanya.

Namun mengingat bahwa hal-hal ini bersifat berubah-ubah, material, transient tentu saja ajaran samawi seperti Islam sekali-kali tidak akan menerima hal tersebut; karena itu Islam menarik garis tegas dan menampakkan kebatilan masalah ini.  Nilai faktual manusia terletak pada sifat-sifat takwa, beriman, committed, kesucian bahkan untuk hal-hal penting; seperti ilmu dan pengetahuan, apabila tidak berada pada jalan iman, takwa dan nilai-nilai moral maka keduanya tidak dipandang penting dalam Islam.

Menariknya sehubungan dengan sebab-sebab pewahyuan yang disebutkan atas ayat ini yang sejatinya mengisahkan tentang kedalaman ajaran Islam di antaranya bahwa setelah Fathu Mekkah, Rasulullah Saw memerintahkan supaya adzan dikumandangkan. Bilal naik di atas Ka’bah dan mengumandangkan adzan. Ithab bin Usaid berkata, “Aku bersyukur kepada Allah Swt karena ayahku telah wafat dan tidak melihat pemandangan seperti ini! Harits bin Hisyam juga menimpali, “Apakah Rasulullah Saw tidak menemukan orang selain “gagak hitam” seperti ini? Ayat di atas turun dan menjelaskan tentang kriteria nilai sejati dan kemuliaan ril.[1]

Dalam sebuah hadis kita membaca, “Suatu hari Rasulullah Saw menyampaikan khutbah kepada penduduk Mekah. Beliau bersabda, “Wahai Manusia! Allah Swt telah mencerabut dari kalian kejahatan jahiliyah dan kebanggaan atas nenek moyang. Manusia terdiri dari dua bagian; Pertama orang-orang budiman dan bertakwa serta bernilai di sisi Allah Swt. Kedua, orang-orang jahat dan rendah di sisi Allah Swt. Seluruh manusia adalah anak-anak Adam dan Allah Swt menciptakan Adam dari tanah sebagaimana Dia berfirman, “, Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.…[2]

Dalam buku Adab al-Nufus Thabari disebutkan bahwa Rasulullah Saw pada hari-hari tasyriq (hari-hari 11, 12 dan 13 Dzulhijjah) di kota Mina selagi beliau menunggangi seekor unta beliau mengarahkan wajahnya kepada orang-orang di tempat itu dan bersabda, “Ayyuhannas! Tuhan kalian adalah satu dan nenek moyang kalian adalah satu. Arab tidak lebih ungul atas Ajam dan juga Ajam tidak lebih superior atas Arab. Tidak kulit hitam atas kulit putih juga tidak kulit putih atas kulit hitam kecuali takwa. Apakah saya telah menyapaikan titah Ilahi?” Seluruh orang berkata, “Benar!” (Anda telah menyampaikan) Rasulullah Saw mengimbuhkan, “Hendaknya yang hadir menyampaikan kepada yang gaib.”[3]

Dengan memperhatikan masalah ini dan sebab pewahyuan yang telah diuraikan maka menjadi jelas bahwa menghilangkan pelbagai perbedaan, ras, keragaman budaya adalah bersumber dari ajaran Islam dan hal ini dapat dijumpai pada al-Quran dan beberapa riwayat.  Karena itu, ayat di atas tidak berseberangan dengan masalah ini, sebagaimana akhir ayat juga menandaskan masalah ini, Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Adapun masalah bahwa dunia dewasa ini bergerak pada satu titik yang mengarah kepada kesatuan (unity) atau apa yang disebut sebagai desa global (global village), atau sebuah negara dengan adanya beberapa bahasa yang kemudian salah satunya yang diperkenalkan sebagai bahasa resmi, kesemua ini tidak bermakna bahwa pelbagai perbedaan yang terdapat pada umat manusia akan berakhir sehingga tidak sesuai dengan ayat 13 surah al-Hujurat, melainkan perbedaan-perbedaan ini berada dalam bentuk-bentuk yang lain. [iQuest]

 


[1]. Ismail Haqqibursui, Ruh al-Bayân, jil. 9, hal. 90, Dar al-Fikr, Beirut, Tanpa Tahun; Muhammad bin Ahmad Qurthubi, al-Jâmi’ al-Ahkâm al-Qur’ân, jil. 9, hal. 6160, Intisyarat Nashir Khusruw, Cetakan Pertama, Teheran, 1364 S.

[2]. Al-Jâmi’ al-Ahkâm al-Qur’ân, jil. 9, hal. 6161.

[3]. Ibid, hal. 6162. Nasir Makarim Syirazi, Tafsir Nemune, jil. 22, hal. 198-203, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Cetakan Pertama, Teheran, 1374 S.

 

 

 

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apakah mandi irtimâsi di kolam renang sah sementara ia mengenakan pakaian renang?
    736 2011/12/19
    Mencermati dua masalah dari risalah-risalah amaliah para marja taklid dapat membantu Anda menemukan solusi dan jawaban atas pertanyaan Anda: 1.     Dalam masalah mandi irtimâsi apabila dilaksanakan dengan niat mandi itrimasi kemudian secara perlahan turun ke air (kolam) sampai seluruh badan terendam air maka mandinya sah[1] dan mengikut prinsip kehati-hatian (ihtiyath) ...
  • Apakah kiamat yang akan terjadi adalah kiamat jasmani atau ruhani?
    632 Teologi Klasik 2012/08/21
    Meski terdapat banyak dalil akal menunjukkan tentang kemestian terjadinya hari kebangkitan dan adanya dunia lain selain kehidupan dunia ini, namun bagaimana dan proses terjadinya hari kebangkitan, apakah yang akan terjadi kelak itu adalah kebangkitan (ma’âd) ruhani atau ruhani dan jasmani? Apakah dengan menerima kebangkitan jasmani maka jasmani yang dimaksud adalah ...
  • Apakah manusia dapat berharap supaya terbebas dari azab kiamat?
    717 Akhlak Praktis 2012/06/09
    Apa yang dapat disimpulkan dari ajaran-ajaran agama adalah bahwa berharap kepada rahmat Ilahi dan takut (khauf) kepada azab kiamat merupakan dua tipologi penting dan keduanya saling melengkapi satu sama lain. Dua hal ini harus terdapat secara seimbang dalam diri seorang hamba beriman; artinya manusia beriman harus menunaikan seluruh kewajibannya dan ...
  • Apa yang menjadi kriteria sehingga sebuah amalan itu disebut sebagai mustahab?
    725 Hukum dan Yurisprudensi 2010/12/07
    Hukum-hukum taklif terdiri dari lima bagian, wajib, haram, mustahab, makruh dan mubah. Namun pembagian ini berdasarkan kriteria khusus yang terdapat pada setiap hukum; artinya terdapat entitas kuat dan lemah pada maslahat (kemaslahatan) atau mafsadah (keburukan) dalam menjalankan atau meninggalkan sebuah perbuatan yang telah memunculkan pembagian dan klasifikasi ini. Jelas bahwa ...
  • Apabila yang haji wajib dalam tanggungannya namun ketika giliran harus berangkat ia jatuh sakit apakah kewajiban haji ini dapat digantikan dengan umrah dan beberapa orang berangkat haji?
    809 Hukum dan Yurisprudensi 2012/04/14
    Setiap mukallaf berakal (‘âqil) dan dewasa (bâligh) setelah dinyatakan mampu[1] untuk pergi menunaikan ibadah haji maka kewajiban haji menjadi tetap (mustaqar) dan harus baginya. Artinya ia harus menyiapkan pendahuluan-pendahuluan untuk berangkat menunaikan ibadah haji.[2] Misalnya apabila berangkat haji harus dilakukan dengan mendaftarkan nama maka ia harus segera mendaftarkan namanya sebagai ...
  • Perbedaan subyek epistemologi dan filsafat ilmu?
    2209 Filsafat Islam 2009/05/10
    A.      Subyek epistemologi adalah ilmu itu sendiri, pengetahuan (episte), media-media, cara-cara mengenal dan mengetahui. Namun subyek dalam filsafat ilmu adalah kuiditas ilmu karena ia memiliki identitas yang lebih menyeluruh.B.      Hubungan epistemologi dan filsafat ilmu; sebagaimana dalam buku-buku epistemologi komparatif dijelaskan sebagai umum dan khusus mutlak (complete inclusion). Artinya bahwa epistemologi ...
  • Apa saja tipologi dan nilai plus yang dimiliki oleh kitab Bihâr al-Anwâr? Kritikan apa saja yang dapat dilontarkan atas kitab ini?
    891 Dirayah al-Hadis 2012/05/10
    Kumpulan riwayat kitab Bihâr al-Anwâr merupakan karya magnum opus Allamah Muhammad Baqir Majlisi. Kitab ini merupakan ensiklopedia (Dairat al-Ma’ârif) besar hadis mazhab Syi’ah yang mencakup seluruh masalah-masalah agama, seperti tafsir al-Qur’an, Sejarah, Fikih, Teologi dan lain-lain. Di antara tipologi dan keunggulan paling penting kitab Bihâr al-Anwâr adalah sebagai berikut: Penyebutan ayat-ayat al-Qur’an ...
  • Apakah sebab-sebab kemunculan berbagai aliran dan mazhab di kalangan kaum muslimin?
    1677 Teologi Klasik 2009/08/09
    Terdapat faktor yang beragam terkait dengan kemunculan berbagai aliran dan mazhab dalam Islam. Di antaranya adalah ketidakpedulian sekelompok umat Islam terhadap wasiat-wasiat dan ucapan Rasulullah Saw sehubungan dengan masalah khilafah dan keimamahan Ali As, menyusupnya para pemeluk agama lain di kalangan umat Islam, percampuran dan pertukaran budaya dengan mereka, adanya ...
  • Apa hukumnya jual-beli barang-barang yang keuntungannya digunakan untuk mendukung Zionisme?
    694 Hukum dan Yurisprudensi 2012/09/08
    Imam Khomeini Qs dan para Marja Agung taklid lainnya berkata, “Wajib bagi setiap Muslim untuk tidak membeli dan menggunakan barang-barang yang keuntungan produksi dan belanjanya disalurkan ke para zionis yang memerangi Islam dan kaum Muslimin.” Demikian juga wajib bagi setiap orang untuk tidak mengimpor dan mendistribusi barang-barang yang dibuat oleh ...
  • Berapa lamakah para maksum As tidur sehari-semalam? Secara umum, seorang mukmin sejati kapan waktu yang terbaik untuk tidur dan berapa lama ia harus tidur?
    1366 Akhlak Praktis 2011/06/20
    Tidur adalah salah satu ayat-ayat Ilahi dan termasuk dari kebutuhan urgen kehidupan seluruh makhluk di alam semesta. Namun banyak tidur akan menyebabkan terbuang-buangnya usia manusia dan orang yang kebanyakan tidur, sebagaimana yang dinyatakan dalam beberapa riwayat, akan mengundang murka Ilahi.Adapun terkait dengan masa tidur para Imam Maksum As berapa lama? ...

Populer Hits

Jejaring