Advanced Search
Hits
8072
Tanggal Dimuat: 2011/02/22
Ringkasan Pertanyaan
Dengan memperhatikan ayat, “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal…” apakah usaha untuk menghilangkan perbedaan-perbedaan ras berseberangan dengan kehendak Ilahi?
Pertanyaan
Salam. Dengan memperhatikan ayat, “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal…” apakah usaha untuk menghilangkan perbedaan-perbedaan ras atau dengan ungkapan lain akulturasi budaya-budaya berseberangan dengan kehendak Ilahi?
Jawaban Global

Dengan memperhatikan ajaran-ajaran Islam menjadi jelas bahwa menghilangkan perbedaan-perbedaan dan adanya perbedaan ras dan kergaman budaya sejalan dengan prinsip-prinsip Islam yang dibahas dalam al-Quran dan sebagian riwayat; karena itu ayat tidak berseberangan dengan masalah ini. Terlebih pada ayat terakhir adalah bukti atas persoalan ini dimana al-Quran menyatakan, Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Jawaban Detil

Kebanggaan pada nasab dan suku merupakan kebanggaan yang paling digandrungi di kalangan kaum jahiliyah sedemikian sehingga setiap suku memandang sukunya sebagai suku yang paling hebat dan setiap ras menilai rasnya yang paling unggul.

Kelompok lainnya memandang harta, kekayaan, memiliki istana, pelayan, dan semisalnya sebagai nilai, dan senantiasa berusaha untuk mendapatkannya. Sementara kelompok lainnya menganggap strata sosial dan politik sebagai kriteria kemuliaan. Dengan demikian, setiap kelompok melangkah untuk meraih sebanyak mungkin apa yang dipandangnya sebagai kemuliaan dan menambatkan hati padanya.

Namun mengingat bahwa hal-hal ini bersifat berubah-ubah, material, transient tentu saja ajaran samawi seperti Islam sekali-kali tidak akan menerima hal tersebut; karena itu Islam menarik garis tegas dan menampakkan kebatilan masalah ini.  Nilai faktual manusia terletak pada sifat-sifat takwa, beriman, committed, kesucian bahkan untuk hal-hal penting; seperti ilmu dan pengetahuan, apabila tidak berada pada jalan iman, takwa dan nilai-nilai moral maka keduanya tidak dipandang penting dalam Islam.

Menariknya sehubungan dengan sebab-sebab pewahyuan yang disebutkan atas ayat ini yang sejatinya mengisahkan tentang kedalaman ajaran Islam di antaranya bahwa setelah Fathu Mekkah, Rasulullah Saw memerintahkan supaya adzan dikumandangkan. Bilal naik di atas Ka’bah dan mengumandangkan adzan. Ithab bin Usaid berkata, “Aku bersyukur kepada Allah Swt karena ayahku telah wafat dan tidak melihat pemandangan seperti ini! Harits bin Hisyam juga menimpali, “Apakah Rasulullah Saw tidak menemukan orang selain “gagak hitam” seperti ini? Ayat di atas turun dan menjelaskan tentang kriteria nilai sejati dan kemuliaan ril.[1]

Dalam sebuah hadis kita membaca, “Suatu hari Rasulullah Saw menyampaikan khutbah kepada penduduk Mekah. Beliau bersabda, “Wahai Manusia! Allah Swt telah mencerabut dari kalian kejahatan jahiliyah dan kebanggaan atas nenek moyang. Manusia terdiri dari dua bagian; Pertama orang-orang budiman dan bertakwa serta bernilai di sisi Allah Swt. Kedua, orang-orang jahat dan rendah di sisi Allah Swt. Seluruh manusia adalah anak-anak Adam dan Allah Swt menciptakan Adam dari tanah sebagaimana Dia berfirman, “, Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.…[2]

Dalam buku Adab al-Nufus Thabari disebutkan bahwa Rasulullah Saw pada hari-hari tasyriq (hari-hari 11, 12 dan 13 Dzulhijjah) di kota Mina selagi beliau menunggangi seekor unta beliau mengarahkan wajahnya kepada orang-orang di tempat itu dan bersabda, “Ayyuhannas! Tuhan kalian adalah satu dan nenek moyang kalian adalah satu. Arab tidak lebih ungul atas Ajam dan juga Ajam tidak lebih superior atas Arab. Tidak kulit hitam atas kulit putih juga tidak kulit putih atas kulit hitam kecuali takwa. Apakah saya telah menyapaikan titah Ilahi?” Seluruh orang berkata, “Benar!” (Anda telah menyampaikan) Rasulullah Saw mengimbuhkan, “Hendaknya yang hadir menyampaikan kepada yang gaib.”[3]

Dengan memperhatikan masalah ini dan sebab pewahyuan yang telah diuraikan maka menjadi jelas bahwa menghilangkan pelbagai perbedaan, ras, keragaman budaya adalah bersumber dari ajaran Islam dan hal ini dapat dijumpai pada al-Quran dan beberapa riwayat.  Karena itu, ayat di atas tidak berseberangan dengan masalah ini, sebagaimana akhir ayat juga menandaskan masalah ini, Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Adapun masalah bahwa dunia dewasa ini bergerak pada satu titik yang mengarah kepada kesatuan (unity) atau apa yang disebut sebagai desa global (global village), atau sebuah negara dengan adanya beberapa bahasa yang kemudian salah satunya yang diperkenalkan sebagai bahasa resmi, kesemua ini tidak bermakna bahwa pelbagai perbedaan yang terdapat pada umat manusia akan berakhir sehingga tidak sesuai dengan ayat 13 surah al-Hujurat, melainkan perbedaan-perbedaan ini berada dalam bentuk-bentuk yang lain. [iQuest]

 


[1]. Ismail Haqqibursui, Ruh al-Bayân, jil. 9, hal. 90, Dar al-Fikr, Beirut, Tanpa Tahun; Muhammad bin Ahmad Qurthubi, al-Jâmi’ al-Ahkâm al-Qur’ân, jil. 9, hal. 6160, Intisyarat Nashir Khusruw, Cetakan Pertama, Teheran, 1364 S.

[2]. Al-Jâmi’ al-Ahkâm al-Qur’ân, jil. 9, hal. 6161.

[3]. Ibid, hal. 6162. Nasir Makarim Syirazi, Tafsir Nemune, jil. 22, hal. 198-203, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Cetakan Pertama, Teheran, 1374 S.

 

 

 

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Menu

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits

  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    161697 Teologi Klasik 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia yang disebut sebagai “insan atau Nsnas” ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    129925 Teologi Klasik 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga permulaan kiamat ia ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    118843 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    92502 تاريخ بزرگان 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan maqam penghambaan, ilmu ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    87380 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik nikah daim (tetap) ataupun mut’ah (sementara). Hal itu dapat dilakukan dengan syarat-syaratnya ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    75756 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    71125 تاريخ بزرگان 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa. Buntut dari pengepungan ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    68269 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya (musytaq) dalam Al-Qur’an digunakan sebanyak 13 makna.Doa merupakan sebuah bentuk ibadah, karena itu ia juga memiliki syarat-syarat positif ...
  • Apakah ada ayat al-Quran yang menjelaskan tentang kaum Israel dan Palestina?
    60188 Tafsir 2013/10/26
    Sebagaimana yang Anda ketahui bahwa “negara” Israel tidak memiliki sejarah yang panjang. “Negara” Israel berdiri pada beberapa dasawarsa terakhir dengan mencaplok tanah Palestina. Kawasan ini bernama Palestina dan Suriah yang telah dikenal sebelumnya dalam sejarah. Adapun tentang wilayah Palestina sebagian ahli tafsir berkata, “Yang dimaksud dengan tanah suci pada ayat berikut ...
  • Apakah suami dan isteri diwajibkan mengenakan pakaian ketika melakukan senggama?
    50636 Akhlak Praktis 2010/10/12
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda memilih jawaban detil. ...

Jejaring