Advanced Search
Hits
18843
Tanggal Dimuat: 2012/02/06
Ringkasan Pertanyaan
Mengapa pada musim haji orang-orang harus mengenakan pakaian ihram?
Pertanyaan
Mengapa pada musim haji orang-orang harus mengenakan pakaian ihram?
Jawaban Global

Ritual haji adalah sebuah ritual yang sarat dengan rahasia dan tanda-tanda yang menuntut manusia untuk merenung dan berpikir serta dapat membimbing manusia kepada fitrahnya. Ada baiknya dalam pelaksanaan haji, selangkah demi selangkah manusia memperhatikan amalan-amalan eksoterik dan esoterik, lahir dan batin haji; karena secara lahir, hukum-hukum khusus haji harus ditunaikan dan di samping itu, dengan meninjau pada masalah esoterik haji akan dapat membantu manusia memahami sekelumit falsafah dan alasan amalan-amalan sarat rahasia ini.

Mengenakan pakaian ihram merupakan salah satu amalan haji. Ritual haji dimulai dengan mengenakan pakaian ihram. Pakaian ihram adalah pakaian khusus yang digunakan untuk ibadah khusus. Dalam tinjauan mata fisikal kita dapat mengambil kesimpulan bahwa Allah Swt mewajibkan orang-orang mengenakan pakaian ihram untuk pelaksanaan salah satu kewajiban terbesar kaum Muslimin yang harus dipenuhi syarat-syarat khususnya; di antaranya adalah bahwa pakaian ihram harus suci dan tidak berjahit.[1]

 

Seberkas Rahasia dan Sublimitas Mengenakan Pakaian Ihram

1.     Pakaian ihram: adalah ujian dalam masalah persaudaraan dan persamaan, wejangan bagi keterikatan dansebuah isyarat bahwa manusia telah keluar dari segala ornamen dan ketergantungan dan keterikatan duniawi. Orang yang berpakaian ihram (muhrim) kini berdiri di hadapan keagungan Tuhan dengan tabiat suci dan telah memasuki ranah fitrah tanpa ornamen insaniah.

2.     Dalam mengenakan pakaian ihram, antara orang-orang fakir dan orang-orang kaya setara dan sederajat. Dimanakah orang-orang yang menyombongkan diri sehingga dapat melihat dari dekat manifestasi menakjubkan kaum Muslimin dari pelbagai belahan dunia mengelilingi kediaman Tuhan (Ka’bah)? Perkumpulan mereka adalah perkumpulan akbar di hadapan Allah Swt di suatu negeri dengan satu pakaian tunggal dan menyaksikan tiada yang unggul atas yang lain kecuali ketakwaan.[2]

3.     Dua pakaian ihram mirip dengan kain kafan dan dianjurkan mengafani jenazah dengan kain yang dulu ia gunakan sebagai ihramnya[3] dan dengan mengenakan kain ihram akan mengingatkan manusia tentang kegaduhan tatkala kematian datang menjemput dan pelbagai kesukaran tingkatan-tingkatan pasca kematian dan hari kiamat.

4.     Seluruh manusia semenjak dahulu hingga dewasa ini dalam pelbagai bentuk dan warna pakaian tidak seragam dan tidak akan sama satu sama lain dan dalam pelbagai kualitas. Karena itu, apabila ia diseru untuk menunaikan haji dan menyambut undangan Allah Swt ini, dan mengantarkan diri pada tempat-tempat suci untuk mengamalkan amalan-amalan haji, maka dengan mengenakan pakaian ihram merupakan sebuah upaya untuk menjauhkan pelbagai kesombongan dan keangkuhan dari diri manusia; karena pakaian ihram adalah sejenis tanda penafian egoisme dan ananiyah manusia. [iQuest]

 

Pertanyaan ini Tidak Memiliki Jawaban Detil



[1]. Silahkan lihat, Sayid Ruhullah Imam Khomeini, Manâsik Haj (al-Muhassya), hal. 138-140, Nasyr Masy’ar, Teheran, Cetakan Keempat, 1416 H.  

[2]. “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Qs. Al-Hujurat [49]:13)  

[3]. Sayid Ruhullah, Imam Khomeini,  Tahrir al-Wasilah, jil. 1, hal. 75, Nasyr Muassasah Dar al-‘Ilm, Qum, Cetakan Pertama, Tanpa Tahun.

Jawaban Detil

Pertanyaan ini Tidak Memiliki Jawaban Detil

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    259828 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    245597 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    229502 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    214290 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    175597 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    170978 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    167396 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    157458 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    140309 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    133537 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...