Advanced Search
Hits
6417
Tanggal Dimuat: 2013/05/25
Ringkasan Pertanyaan
Menurut Fikih Islam, apa saja jalan penyaluran sedekah dan apakah bersedekah kepada sayid itu haram hukumnya?
Pertanyaan
Saya ingin tahu, misalnya saat berpergian, sakit, atau selainnya, saat saya ingin bersedekah, menurut Fikih Islam melalui jalan apa saja sedekah dapat diberikan? Apakah benar mereka berkata bahwa sedekah haram bagi sayid?
Jawaban Global
Dalam Fikih Islam, kita dapat menyalurkan zakat (sedekah) di delapan tempat:
Pertama: Fakir, yaitu orang yang tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya dalam setahun. Karena itu orang yang memiliki aset dan usaha yang bisa memenuhi kebutuhan hidup setahunnya bukanlah orang fakir.
Kedua: Miskin, yaitu orang yang lebih susah dari pada fakir dalam menjalani hidupnya.
Ketiga: Orang yang ditunjuk oleh imam atau wakil imam untuk mengumpulkan zakat lalu menyampaikannya kepada imam atau orang-orang fakir.
Keempat: Orang-orang kafir yang jika diberi zakat mereka condong untuk menerima Islam, atau membantu umat Islam dalam berperang.
Kelima: Untuk membeli budak lalu membebaskannya.
Keenam: Orang yang berhutang dan tak mampu menunaikan hutangnya.
Ketujuh: Fi Sabilillah, yakni pekerjaan-pekerjaan seperti membangun masjid yang berguna bagi umat Islam bersama-sama, atau membangun jembatan, memperbaiki jalan dan lain sebagainya yang merupakan kepentingan Muslimin bersama. Hal itu bisa meliputi apa saja asal untuk kepentingan Isalm dan Muslimin.
Kedelapan: Ibnu Sabil, yaitu musafir yang mendapat masalah di perjalanannya dan tak bisa pulang ke tempat tinggalnya.[1]
Perlu diketahui bahwa memberikan sedekah mustahab kepada Sayid tidak ada masalah, namun sedekah wajib seperti zakat, jika pemberi adalah bukan sayid, maka ia tidak bisa memberi zakat wajib kepada sayid (kecuali khumus atau beberapa pembayaran lainnya), juga dikecualikan jika ia tidak kecukupan hidupnya dan terpaksa menerimanya. Namun jika pembayar zakat adalah sayid, ia bisa membayarkan zakat wajib tersebut kepada sayid pula.[2] [iQuest]
 

[1]. Taudhihul Masail (Al-Muhassya lil Imam Khumaini), jil. 2, hal. 141, masalah ke-1925.
[2]. Imam Khomeini Rah berkata: Sayid tidak dapat menerima zakat dari selain sayid; jika ia tidak kecukupan hidupnya dan terpaksa menerimanya, maka ia boleh menerima zakat dari selain sayid. Namun mengikut prinsip ihtiyâth wâjib, hendaknya ia menerima zakat sekedar untuk kebutuhan sehari-harinya yang terpaksa saja.
Ayatullah Agung Fadhil Rah: Sayid dapat menerima zakat dari sayid, namun tidak bisa menerima zakat dari selain sayid.
Ayatullah Bahjat Rah: ...boleh menerima zakat untuk memenuhi kebutuhan tahunannya. Namun jika di pertengahan tahun ia kecukupan, maka ia harus mengembalikannya kepada pemberi zakat, atau dengan izin pemberi itu ia berikan zakat tersebut kepada orang lain yang berhak menerimanya, dan ia hanya menggunakan khumus saja. Taudhih al-Masail (Al-Muhassyâ lil Imâm Khomeini)  jil. 2, hal. 155, Masalah 1955; Tahrir al-Wasilah, jil. 1, hal. 341.
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Menu

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apakah ada di antara keturunan Rasulullah Saw yang sampai pada makam khalifah (bermakna Amirul Mukminin)? Mengapa?
    7238 Sejarah Para Pembesar 2010/09/05
    Kecuali Imam Hasan Mujtaba As dalam masa yang sangat singkat menduduki kursi khilafah tidak seorang pun dari keturunan Rasulullah Saw yang memangku jabatan khilafah. Alasannya lantaran pelbagai tindakan penipuan, aniaya dan kejahatan para penguasa tiran dari satu sisi dan gentarnya masyarakat ...
  • Bagaimana cara mendidik orang yang tak beradab?
    6211 Akhlak Praktis 2012/07/25
    Keberadaban adalah suatu sikap tertentu; sikap yang baik terhadap orang-orang yang berada di sekitar (baik besar, kecil, orang yang dikenal ataupun orang asing), yang tumbuh dari pendidikan yang benar. Tanda-tanda orang yang beradab di antaranya seperti: hidup secara rasional, berbicara santun, bersikap tenang, dan lain sebagainya. Sedangkan ...
  • Apa makna leksikal kata Allah itu?
    4962 Teologi Lama 2011/09/11
    Lafaz jalalah Allah yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai Tuhan adalah nama khusus dan yang paling inklusif di antara nama-nama Tuhan. Sayidina Ali As dalam menjelaskan makna Allah, bersabda, “Allah artinya sesembahan yang membuat makhluk terheran dan terhenyak padanya dan mencintai-Nya. Allah adalah sosok yang tertutup dari ...
  • Apakah Cat Kuku Menjadi Penghalang pada Mandi Junub
    3269 Hukum dan Yurisprudensi 2012/04/03
    Salah satu syarat sahnya wudu dan mandi adalah tiadanya sesuatu yang menjadi penghalang sampainya air ke anggota badan.[1] Tidak terdapat perbedaan dalam menjalankan syarat ini pada wudu dan mandi. Karena itu, apabila sesuatu menjadi penghalang, maka ia harus dihilangkan sebelum mandi, apabila ...
  • Mengapa Network Marketing dan QI Internasional di Iran dilarang dan diharamkan?
    4329 Hukum dan Yurisprudensi 2009/08/20
    Sebabnya adalah karena perusahaan-perusahaan seperti Gold Quest dan Goldmine -secara umum- merupakan perusahaan yang melakukan bisnis dalam bentuk Piramida untuk mengeruk keuntungan yang melimpah. Bisnis semacam ini secara resmi dilarang di Iran. Pelarangan ini dilakukan karena sangat membahayakan ekonomi negara. Bahaya yang ditimbulkan darinya adalah:
  • Apakah boleh shalat tarawih itu dikerjakan berdasarkan taqiyyah?
    3574 Hukum dan Yurisprudensi 2010/04/10
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah kita memiliki riwayat yang menjelaskan bahwa pada saat menyebut nama Imam Zaman Ajf kita harus menaruh tangan di atas kepala dan berdiri?
    2368 Teologi Lama 2012/06/09
    Sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan terkait dengan sandaran dalil mengapa kita menaruh tangan di atas kepala dan berdiri adalah dua riwayat berikut ini: Dalam riwayat makruf Da’bal Khazai penyair Ahlulbait As disebutkan bahwa tatkala ia membacakan kasidah masyuhr di hadapan Imam Ridha As, tatkala ...
  • Sejak kapan haram (makam suci) Sayidah Maksumah dibangun?
    3227 Sejarah Tempat-tempat Suci 2012/08/22
    Sayidah Maksumah As adalah putri Imam Ketujuh Syiah, Imam Musa bin Ja'far As dan ibunya adalah Najmah Khatun As. Beliau lahir pada tanggal 1 bulan Dzulqa'dah tahun 173 H di kota Madinah Munawarah. Pada tahun 200 H, disebabkan oleh ancaman-ancaman dan tekanan Khalifah Makmun Abbasi, ...
  • Tolong jelaskan tipologi para imam yang dijelaskan Al-Qur’an?
    5720 Kalam Jadid 2010/04/08
    Dalam Al-Qur’an, imâmah (yang bermakna kepemimpinan manusia di masyarakat) terdapat dua jenis: Pertama, para “imam nûr” yang merupakan para pemimpin Ilahi dan saleh. Kedua, para “imam nâr” yang merupakan para pemimpin kekafiran dan kesesatan. Dalam Al-Qur’an, disebutkan pelbagai tipologi untuk para “imam nûr” di antaranya, “kemaksuman, ...
  • Apakah sebab-sebab kemunculan berbagai aliran dan mazhab di kalangan kaum muslimin?
    13843 Teologi Lama 2009/08/09
    Terdapat faktor yang beragam terkait dengan kemunculan berbagai aliran dan mazhab dalam Islam. Di antaranya adalah ketidakpedulian sekelompok umat Islam terhadap wasiat-wasiat dan ucapan Rasulullah Saw sehubungan dengan masalah khilafah dan keimamahan Ali As, menyusupnya para pemeluk agama lain di kalangan umat Islam, percampuran dan pertukaran budaya ...

Populer Hits

Jejaring