Advanced Search
Hits
1815
Tanggal Dimuat: 2009/07/05
Ringkasan Pertanyaan
Dimanakah sumber-sumber riwayat yang mengabarkan tentang peristiwa-peristiwa dan kezaliman-kezaliman mendatang terhadap Amirul Mukminin As?
Pertanyaan
Saya telah mencari riwayat-riwayat yang di dalamnya mengatakan bahwa Rasulullah Saw mengabarkan tentang kezaliman-kezaliman yang mendatang akan terjadi pada Amirul Mukminin As. Misalnya saya banyak mendengar bahwa beliau telah memprediksikan tiga perang Ali As atau saat perdamaian Hudaibiyyah beliau bersabda bahwa “suatu hari namamu pasti akan bersih” dan ... Bisakah Anda memberikan sumber-sumber kitab yang di dalamnya mencantumkan berita-berita ini?
Jawaban Global

Terdapat riwayat-riwayat dalam kitab-kitab riwayat dan sejarah dimana Rasulullah mengabarkan sebagian dari peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang (pada masa Imam Ali As). Di bawah ini, kami akan menyinggung sebagian dari riwayat-riwayat ini:

  1. Prediksi Rasulullah dalam Perdamaian Hudaibiyyah. Setelah terjadi kesepakatan terhadap asli perdamaian, saat Imam Ali As menuliskan teks perjanjian dengan dikte dari Rasulullah, perwakilan Quraish menentang penulisan bismillahirrahmanirrahim di atas surat perjanjian, demikian juga penulisan Rasulullah yang mengakhiri penulisan nama nabi. Negosiasi mengenai masalah ini memakan waktu yang lama. Akhirnya, dikarenakan kebaikan yang terdapat dalam perjanjian ini, Rasulullah Saw pun terpaksa menyepakatinya, kepada Ali As yang keberatan untuk menghapus kata Rasulullah, beliau bersabda, “Keadaan seperti ini juga akan terjadi atasmu dan engkau terpaksa akan menyerah karenanya.”[1] Prediksi ini, yaitu penghapusan nama Amirul Mukminin di akhir nama Ali As terjadi dalam peristiwa perang Shiffin, atas desakan Muawiyyah.[2]
  2. Rasulullah Saw dalam sebuah riwayat yang ditujukan kepada Ummu Salamah, istri beliau, menyebutkan nama-nama para penentang dan mereka yang melakukan peperangan dengan Imam Ali As, demikian, “Ya Ummu Salamah! Ini Ali, demi Allah, akan menjadi pembunuh Qashitin, Nakitsin dan Mariqin setelahku.”[3]

Pada riwayat lain, Rasulullah Saw menyebutkan lebih jauh nama-nama di atas, dan dalam menjawab pertanyaan Ummu Salamah yang bertanya tentang siapakah ketiga kelompok penentang ini, beliau bersabda, “Nakitsin adalah mereka yang melakukan baiat dengan Ali di Madinah, akan tetapi membatalkannya di Bashrah, Qasithin adalah Muawiyah dan sahabat-sahabatnya di Syam, sedangkan Mariqin adalah kelompok Nahrawan.”[4]

Riwayat-riwayat dengan pemahaman yang serupa juga telah disampaikan dari Ammar Yassir dan Abu Ayyub Anshari.[5]

  1. Rasulullah Saw, dengan tegas dan secara khusus memperingatkan tentang pemerintahan Muawiyyah, duduknya lelaki ini di atas mimbar beliau, dan permintaan beliau kepada umat untuk membunuh Muawiyyah jika keadaan ini  terjadi.[6]
  2. Saat Rasulullah Saw membagi ghanimah perang, untuk memberikan semangat kepada para musyrik yang baru menjadi Muslim, beliau memberikan saham lebih banyak kepada mereka. Pembagian ini telah dikritik keras oleh Harqush, salah seorang dari peletak Khawarij, dan ia menuduh Rasulullah sebagai tidak memperhatikan masalah keadilan. Dalam menjawab perkataannya ini, Rasulullah bersabda, “Jika keadilan tidak berada dalam diriku, maka akan berada dimanakah ia?.” Poin yang penting di sini adalah peringatan dari Rasulullah yang bersabda, “Ia (Harqush) akan mempunyai para pengikut yang memiliki fanatisme bodoh dalam masalah agama. Mereka ini akan keluar dari agama seperti keluarnya anak panah dari busurnya”[7], dimana hal ini menyinggung tentang perang Nahrawan (yang diletuskan oleh Khawarij). [iQuest]

 

 

 

Beberapa Literatur untuk Telaah Lebih Jauh:

  1. Majlisi, Muhammad Baqir, Bihâr al-Anwâr, jil. 20;
  2. Abdul Husain Ahmad, Al-Ghadîr, jil. 3;
  3. Syaikh Thusi, Al-Amâli;
  4. Târîkh Ya’qûbi, jil. 2;
  5. Shahîh Bukhâri, jil. 3;
  6. Shahîh Muslim, jil. 2;
  7. Ibnu Atsir, Al-Kâmil fî al-Tarîkh, jil. 3;
  8. Ahmad Miyaniji, Ali, Makâtib al-Rasûl, jil. 1.

 


[1]. Muhammad Baqir Al-Majlisi, Bihâr al-Anwâr, jil. 20, hal 334-350, Muasasah Wafa, Beirut; Ahmadi Miyanji, Ali, Makâtib al-Rasûl, jil. 1, hal 275 dan 287.

[2]. Ibnu Wadhih Ya’qubi, Ahmad bin Abi Ya’qub, Tarîkh Ya’qûbi, jil. 2, hal 179, al-Maktabah al-Haidariyah, Najaf; Ibnu Atsir, Abu al-Hasan Ali bin Abdul Wahid, al-Kamil fî al-Tarîkh, jil. 3, hal 32, Dar Shadr, Beirut.

[3]. Ibnu Asakir, Tarîkh Dimâsyq, jil. 42, hal 470, Beirut; al-Hafizd abi al-Fida Ismail bin Katsir ad-Damsyiqi, al-Bidâyah wa al-Nihâyah, jil. 7, hal 360, Dar Ahya at-Tirats al-Arabi; Arbili, Ali bin Isa, Kasyf al-Ghummah, jil. 1, hal 126, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, Teheran; Allamah Amini, al-Ghadîr, jil. 3, hal 188, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, Teheran.

[4]. Syaikh Thusi, Al-Amâli, hal 425 dan 464; Thabarsi, Ahmad bin Ali, Ihtijâj, jil. 1, hal 462, Dar an-Nu’man; Ma’ani al-Akhbâr, hal 204.

[5]. Târikh Dimâsyq, jil. 42, hal 472.

[6]. Ibid., jil. 59, hal 157.

[7]. Al-Bukhari, Abu Abdullah Muhammad bin Ismail, Shahîh Bukhâri, jil. 3, hal 1321, Dar al-Ma’rifat, Beirut; Al-Qayiri Neisyaburi, Muslim bin Hujaj, Shahîh Muslim, jil. 2, hal 774, Dar al-Kitab al-Arabi, Beirut.

 

Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Menu

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apakah Imam Shadiq As memiliki guru dari kalangan Ahlusunnah As?
    2027 تاريخ کلام 2012/02/13
    1.             Apa yang Anda kabarkan tidaklah demikian adanya; karena para Imam Maksum As memiliki seluruh ilmu[1] dan tidak perlu belajar ilmu-ilmu seperti ilmu hadis dari orang lain. Sebaliknya sebagian tokoh besar Ahlusunnah, baik secara langsung atau tidak langsung adalah murid-murid mereka seperti Abu Hanifah dan Malik bin Anas.[2] 2.             Apa ...
  • Bagaimanakah kepribadian Abu Darda? Bagaimana pandangan Ahlulbait As tentang Abu Darda? Bagaimana hukum riwayat yang dinukil darinya?
    2800 تاريخ بزرگان 2012/02/15
    Uwaimar bin Malik berasal dari suku Khazraj yang lebih sering dipanggil dengan julukannya sebagai Abu Darda adalah salah seorang sahabat Rasulullah Saw.  Ia adalah salah seorang dari suku Khazraj yang hidup di Madinah. Setelah beberapa bulan kehadiran Rasulullah Saw di Madinah, Abu Darda menyatakan diri masuk Islam. Abu Darda mengakui ...
  • Apa perbedaan antara imam dan khalifah?
    2023 Teologi Klasik 2013/08/19
    Kendati menurut pandangan sebagian cendekiawan Ahli Sunnah, seperti Ibnu Khaldun, tidak ada perbedaan antara imam dan khalifah, dan keduanya adalah satu makna yaitu pelanjut dari pemilik syariat dalam menjaga agama dan kebijakan atau politik dunia, akan tetapi, secara umum dan ringkas bisa dikatakan bahwa kedudukan imâmah, sebagaimana yang bisa disimpulkan ...
  • Apakah Bunda Imam Mahdi Ajf juga tergolong maksum?
    4014 تاريخ بزرگان 2009/08/09
    Dalam pandangan Syiah yang dapat mencapai makam maksum (mengikut istilah yang dikenal secara umum) hanyalah para nabi dan pengganti mereka. Arti maksum di sini adalah bahwa mereka suci dari segala kesalahan, kelupaan dan perbuatan dosa dalam masa hidupnya baik dalam tahapan pemahaman, penyampaian wahyu dan pelaksanaan hukum syar’i. Selain mereka, ...
  • Apabila saya meminjamkan uang kepada saudara saya dan bersepakat bahwa laba yang saya peroleh dari bank sekiranya saya menabung di bank akan ditanggung oleh saudara saya. Pertanyaan saya adalah apa hukumnya meminjamkan uang seperti ini?
    2394 Hukum dan Yurisprudensi 2012/10/08
    Apabila Anda meminjamkan uang Anda kepada seseorang atas nama pribadi (saudara atau orang lain) atau atas nama korporat (bank atau perusahaan), Anda tidak dapat menetapkan syarat supaya dia menyerahkan kelebihan dan bunga kepada Anda; karena kelebihan yang disyaratkan dalam pinjaman adalah riba dan haram hukumnya.[1] Benar bahwa tidak ada masalah apabila ...
  • : Apakah dalam pandangan ajaran-ajaran Islam juga menyoroti masalah hak-hak makhluk-makhluk lainnya selain manusia?
    2297 Dirayah al-Hadis 2012/01/30
    Dalam literatur-literatur agama, terdapat banyak riwayat yang dapat disimpulkan bahwa hak-hak tidak semata-mata menyangkut manusia, melainkan juga mencakup makhluk-makhluk Tuhan lainnya. Hak-hak tersebut harus dipenuhi sebagaimana hak-hak yang berhubungan dengan manusia. Sebagai contoh, pada “Man La Yahdhuruhu al-Faqih” dalam sebuah bagian dengan judul “Haq al-Dâbba ‘ala Shahibihi” (Hak-hak hewan atas ...
  • Apakah para fukaha mencapai konsensus (ijma) seputar kewajiban opsional (ikhtiari) shalat Jum’at?
    2142 Hukum dan Yurisprudensi 2010/08/22
    Hukum shalat Jum’at pada masa kehadiran para Imam Maksum dan terpenuhinya syarat-syarat lainnya serta tidak adanya taqiyyah adalah jelas (yaitu wajib dilaksanakan). Pada masa ghaibah (okultasi) dijelaskan pelbagai ragam hukum yang boleh jadi dapat dikatakan bahwa yang paling popular adalah kewajiban dan keharusan yang bersifat opsional terkait dengan shalat Jum’at. ...
  • Apakah haram mengkonsumsi permen karet-permen karet yang mencantumkan nama Sugar Alcohol dalam kemasannya?
    1916 Hukum dan Yurisprudensi 2012/01/19
    Kantor Ayatullah Agung Khamenei (Mudda Zhilluhu al-‘Ali):Apabila alkohol yang digunakan adalah alkohol yang memabukkan dan aslinya cair, mengikut prinsip ihtiyath, maka alkohol tersebut adalah najis dan apabila (Anda) ragu maka alkohol tersebut dihukum suci. Kantor Ayatullah Agung Siistani (Mudda Zhilluhu al-‘Ali):Tidak ada masalah apabila kadar alkohol sangat minim misalnya 2 %. Kantor ...
  • Mengapa orang-orang menyebut Imam Husain As sebagai Tsârallâh?
    1887 Akhlak Teoritis 2012/08/05
    Tsar di samping bermakna menuntut darah juga bermakna darah yang mengucur. Sesuai dengan makna pertama, Imam Husain As disebut sebagai Tsârallâh karena merupakan wali Darah dan orang yang menuntut darahnya adalah Allah Swt. Namun apabila Tsârallâh dimaknai sebagai darah Tuhan, berdasarkan beberapa dalil yang akan dijelaskan sebagai berikut, Imam Husain As disebut ...
  • Makna nuzûl al-Qur’an dan hikmah mengapa al-Qur’an diwahyukan secara berangsur-angsur?
    10561 Tafsir 2009/05/18
    1.       Derivasi kata nuzûl bermakna turun, sebagaimana hal ini disebutkan dalam Mufradat, Misbah dan Aqrab. Raghib Isfahani menyebutkan demikian, “al- nuzûl fil ashl: huwa intihatu min ‘ulu.” Tentang hujan disebutkan “Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan?"(Qs. Al-Waqi’ah [56]:69)2.       Tingkatan dan derajat pewahyuan dan nuzul al-Qur’an: Sebagaimana segala ...

Populer Hits

  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    148652 Teologi Klasik 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia yang disebut sebagai “insan atau Nsnas” ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    121770 Teologi Klasik 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga permulaan kiamat ia ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    109313 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    85345 تاريخ بزرگان 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan maqam penghambaan, ilmu ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    78167 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik nikah daim (tetap) ataupun mut’ah (sementara). Hal itu dapat dilakukan dengan syarat-syaratnya ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    64745 تاريخ بزرگان 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa. Buntut dari pengepungan ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    64307 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    60383 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya (musytaq) dalam Al-Qur’an digunakan sebanyak 13 makna.Doa merupakan sebuah bentuk ibadah, karena itu ia juga memiliki syarat-syarat positif ...
  • Apakah ada ayat al-Quran yang menjelaskan tentang kaum Israel dan Palestina?
    48242 Tafsir 2013/10/26
    Sebagaimana yang Anda ketahui bahwa “negara” Israel tidak memiliki sejarah yang panjang. “Negara” Israel berdiri pada beberapa dasawarsa terakhir dengan mencaplok tanah Palestina. Kawasan ini bernama Palestina dan Suriah yang telah dikenal sebelumnya dalam sejarah. Adapun tentang wilayah Palestina sebagian ahli tafsir berkata, “Yang dimaksud dengan tanah suci pada ayat berikut ...
  • Apakah suami dan isteri diwajibkan mengenakan pakaian ketika melakukan senggama?
    45069 Akhlak Praktis 2010/10/12
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda memilih jawaban detil. ...

Jejaring