Advanced Search
Hits
1828
Tanggal Dimuat: 2009/07/05
Ringkasan Pertanyaan
Dimanakah sumber-sumber riwayat yang mengabarkan tentang peristiwa-peristiwa dan kezaliman-kezaliman mendatang terhadap Amirul Mukminin As?
Pertanyaan
Saya telah mencari riwayat-riwayat yang di dalamnya mengatakan bahwa Rasulullah Saw mengabarkan tentang kezaliman-kezaliman yang mendatang akan terjadi pada Amirul Mukminin As. Misalnya saya banyak mendengar bahwa beliau telah memprediksikan tiga perang Ali As atau saat perdamaian Hudaibiyyah beliau bersabda bahwa “suatu hari namamu pasti akan bersih” dan ... Bisakah Anda memberikan sumber-sumber kitab yang di dalamnya mencantumkan berita-berita ini?
Jawaban Global

Terdapat riwayat-riwayat dalam kitab-kitab riwayat dan sejarah dimana Rasulullah mengabarkan sebagian dari peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang (pada masa Imam Ali As). Di bawah ini, kami akan menyinggung sebagian dari riwayat-riwayat ini:

  1. Prediksi Rasulullah dalam Perdamaian Hudaibiyyah. Setelah terjadi kesepakatan terhadap asli perdamaian, saat Imam Ali As menuliskan teks perjanjian dengan dikte dari Rasulullah, perwakilan Quraish menentang penulisan bismillahirrahmanirrahim di atas surat perjanjian, demikian juga penulisan Rasulullah yang mengakhiri penulisan nama nabi. Negosiasi mengenai masalah ini memakan waktu yang lama. Akhirnya, dikarenakan kebaikan yang terdapat dalam perjanjian ini, Rasulullah Saw pun terpaksa menyepakatinya, kepada Ali As yang keberatan untuk menghapus kata Rasulullah, beliau bersabda, “Keadaan seperti ini juga akan terjadi atasmu dan engkau terpaksa akan menyerah karenanya.”[1] Prediksi ini, yaitu penghapusan nama Amirul Mukminin di akhir nama Ali As terjadi dalam peristiwa perang Shiffin, atas desakan Muawiyyah.[2]
  2. Rasulullah Saw dalam sebuah riwayat yang ditujukan kepada Ummu Salamah, istri beliau, menyebutkan nama-nama para penentang dan mereka yang melakukan peperangan dengan Imam Ali As, demikian, “Ya Ummu Salamah! Ini Ali, demi Allah, akan menjadi pembunuh Qashitin, Nakitsin dan Mariqin setelahku.”[3]

Pada riwayat lain, Rasulullah Saw menyebutkan lebih jauh nama-nama di atas, dan dalam menjawab pertanyaan Ummu Salamah yang bertanya tentang siapakah ketiga kelompok penentang ini, beliau bersabda, “Nakitsin adalah mereka yang melakukan baiat dengan Ali di Madinah, akan tetapi membatalkannya di Bashrah, Qasithin adalah Muawiyah dan sahabat-sahabatnya di Syam, sedangkan Mariqin adalah kelompok Nahrawan.”[4]

Riwayat-riwayat dengan pemahaman yang serupa juga telah disampaikan dari Ammar Yassir dan Abu Ayyub Anshari.[5]

  1. Rasulullah Saw, dengan tegas dan secara khusus memperingatkan tentang pemerintahan Muawiyyah, duduknya lelaki ini di atas mimbar beliau, dan permintaan beliau kepada umat untuk membunuh Muawiyyah jika keadaan ini  terjadi.[6]
  2. Saat Rasulullah Saw membagi ghanimah perang, untuk memberikan semangat kepada para musyrik yang baru menjadi Muslim, beliau memberikan saham lebih banyak kepada mereka. Pembagian ini telah dikritik keras oleh Harqush, salah seorang dari peletak Khawarij, dan ia menuduh Rasulullah sebagai tidak memperhatikan masalah keadilan. Dalam menjawab perkataannya ini, Rasulullah bersabda, “Jika keadilan tidak berada dalam diriku, maka akan berada dimanakah ia?.” Poin yang penting di sini adalah peringatan dari Rasulullah yang bersabda, “Ia (Harqush) akan mempunyai para pengikut yang memiliki fanatisme bodoh dalam masalah agama. Mereka ini akan keluar dari agama seperti keluarnya anak panah dari busurnya”[7], dimana hal ini menyinggung tentang perang Nahrawan (yang diletuskan oleh Khawarij). [iQuest]

 

 

 

Beberapa Literatur untuk Telaah Lebih Jauh:

  1. Majlisi, Muhammad Baqir, Bihâr al-Anwâr, jil. 20;
  2. Abdul Husain Ahmad, Al-Ghadîr, jil. 3;
  3. Syaikh Thusi, Al-Amâli;
  4. Târîkh Ya’qûbi, jil. 2;
  5. Shahîh Bukhâri, jil. 3;
  6. Shahîh Muslim, jil. 2;
  7. Ibnu Atsir, Al-Kâmil fî al-Tarîkh, jil. 3;
  8. Ahmad Miyaniji, Ali, Makâtib al-Rasûl, jil. 1.

 


[1]. Muhammad Baqir Al-Majlisi, Bihâr al-Anwâr, jil. 20, hal 334-350, Muasasah Wafa, Beirut; Ahmadi Miyanji, Ali, Makâtib al-Rasûl, jil. 1, hal 275 dan 287.

[2]. Ibnu Wadhih Ya’qubi, Ahmad bin Abi Ya’qub, Tarîkh Ya’qûbi, jil. 2, hal 179, al-Maktabah al-Haidariyah, Najaf; Ibnu Atsir, Abu al-Hasan Ali bin Abdul Wahid, al-Kamil fî al-Tarîkh, jil. 3, hal 32, Dar Shadr, Beirut.

[3]. Ibnu Asakir, Tarîkh Dimâsyq, jil. 42, hal 470, Beirut; al-Hafizd abi al-Fida Ismail bin Katsir ad-Damsyiqi, al-Bidâyah wa al-Nihâyah, jil. 7, hal 360, Dar Ahya at-Tirats al-Arabi; Arbili, Ali bin Isa, Kasyf al-Ghummah, jil. 1, hal 126, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, Teheran; Allamah Amini, al-Ghadîr, jil. 3, hal 188, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, Teheran.

[4]. Syaikh Thusi, Al-Amâli, hal 425 dan 464; Thabarsi, Ahmad bin Ali, Ihtijâj, jil. 1, hal 462, Dar an-Nu’man; Ma’ani al-Akhbâr, hal 204.

[5]. Târikh Dimâsyq, jil. 42, hal 472.

[6]. Ibid., jil. 59, hal 157.

[7]. Al-Bukhari, Abu Abdullah Muhammad bin Ismail, Shahîh Bukhâri, jil. 3, hal 1321, Dar al-Ma’rifat, Beirut; Al-Qayiri Neisyaburi, Muslim bin Hujaj, Shahîh Muslim, jil. 2, hal 774, Dar al-Kitab al-Arabi, Beirut.

 

Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Menu

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apa batasan dan kriteria keharaman dan kenajisan minuman beralkohol menurut fikih Ja’fari?
    3150 Hukum dan Yurisprudensi 2009/08/17
    Alkohol putih dan medis yang merupakan alkohol murni dan banyak digunakan pada praktik-praktik kedokteran adalah suci. Kecuali alkohol tersebut diambil dari khamar atau bir dimana dalam hal ini alkohol tersebut adalah najis. Adapun bahan pembersih yang lainnya yang mengandung alkohol dan banyak digunakan pada pusat-pusat medis adalah suci. Demikian juga ...
  • Apa pengaruh qanâ’ah (merasa cukup) dalam kehidupan dan bagaimana cara mengidentifikasi antara qanâ’ah (merasa cukup) dan sifat kikir dalam hidup?
    4498 Akhlak Praktis 2012/04/14
    Secara leksikal qana’ah berarti merasa cukup dengan apa yang ada (sedikit) atas barang-barang yang dibutuhkan dan kerelaan seseorang atas segala sesuatu yang diperoleh dan diberikan kepadanya. Dalam beberapa hadis, terkadang kata qanâ’ah digunakan untuk segala bentuk kerelaan dan keridhaan. Perbedaan antara qanâ’ah dan sifat kikir, cukup menarik untuk diungkapkan, yaitu qana’ah ...
  • Apa ciri-ciri dan tanda-tandanya orang-orang yang memiliki pandangan barzakhi dan visi bashirat?
    14284 Irfan Praktis 2012/03/14
    Untuk dapat mengenal lingkungan sekitar kita memerlukan beberapa media. Ulama Islam memandang beberapa media pasti yang dapat digunakan mengenal lingkungan sekitar. Pertama, indra; seperti indra penglihatan, indra pendengaran dan lain sebagianya. Kedua, akal. Ketiga, hati. Seluruh media untuk memperoleh pengetahuan, melalui jalan penyingkapan intrinsik, penyingkapan-penyingkapan dan pandangan barzakhi yang merupakan jenis ...
  • Apakah puasa diwajibkan bagi seorang pasien yang apabila ia berpuasa akan membahayakan keselamatan jiwanya?
    1570 Hukum dan Yurisprudensi 2011/09/11
    Sesuai dengan fatwa para marja taklid dan ulama yang menyatakan bahwa puasa tidak diwajibkan bagi seorang pasien apabila puasa tersebut membahayakan keselamatan jiwanya.[1] Al-Qur’an dalam hal ini menyatakan, “Maka jika salah seorang di antara kamu sakit atau berada dalam perjalanan, maka (wajib baginya mengganti puasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu ...
  • Apakah dalam Islam kita juga terdapat bab yang disebut sebagai wudhu irtimasi?
    1365 Hukum dan Yurisprudensi 2013/04/20
    Wudhu irtimasi artinya adalah seseorang membenamkan wajah dan tangannya dalam air dengan niat wudhu dengan memperhatikan tata-cara wudhu dari atas ke bawah; adapun untuk mengusap kepala dan kaki dengan air wudhu, (Anda) dalam membasuh tangan secara irtimasi (dibenamkan) harus disertai dengan niat wudhu tatkala tangan dikeluarkan dari air atau menyisakan ...
  • Apa yang dimaksud dengan shaf pada ayat “Jaa Rabbuka wa al-malaku shaffân shaffâ?”
    2633 Tafsir 2012/02/13
    Kata ini berikut derivasinya juga digunakan pada ayat-ayat al-Qur’an lainnya.[1] Makna “shaf” adalah meletakkan segala sesuatu pada garis berbaris lurus seperti barisan orang-orang dan barisan pepohonan.[2] “Shaffân” pada ayat dari sudut pandang kesustraan Arab (Adâbiyat) memiliki fungsi hal (kondisi) bagi para malaikat. Adapun dari sudut pandang makna, para ahli tafsir ...
  • Jika seseorang berbuat buruk terhadap hak orang lain dan merusak hidup orang lain, apakah diperbolehkan menggibahnya?
    1803 Akhlak Praktis 2013/08/19
    Mengenai definisi ghibah, syarat keterwujudan dan pengecualiannya, cobalah Anda kaji Pertanyaan 714 (situs 756). Jika orang yang Anda maksud, benar-benar mengganggu dan menekan orang lain dan ia bangga dengan perbuatannya ini, maka memperkenalkannya dan menyampaikan masalah orang ini kepada orang lain dalam ketidakhadirannya, bukanlah termasuk ghibah yang haram. Setiap keburukan yang dilakukan ...
  • Apakah maksud dari qaulan tsaqila (firman yang berat) dalam ayat “Inna sanulqi ‘alaika qaulan tsaqila?”
    4013 Tafsir 2012/03/14
    Yang dimaksud dengan “firman yang berat” pada ayat “Inna sanulqi ‘alaika qaulân tsaqila” adalah al-Qur’an. Meski para mufasir berbeda pendapat tentang tafsir “firman yang berat” berdasarkan sisi tinjauan yang berbeda, namun nampaknya, jika ditinjau dari berbagai sudut yang beragam, tidak diragukan lagi bahwa yang dimaksud dengan firman yang berat ini ...
  • Siapakah dan bagaimanakah sosok Mansur Hallaj itu?
    2878 Tafsir 2011/12/13
    Husain bin Mansur Hallaj lahir di Baidha (salah satu daerah di bilangan Syiraz) namun kemudian tumbuh besar di Irak. Hallaj merupakan sosok arif paling kontroversial dalam dunia Islam dan banyak mengungkapkan syathiyyât. Para juris banyak mengkafirkannya dan memvonis hukuman gantung bagi Hallaj pada masa kekuasaan Bani Abbasiyah. ...
  • Bagian mana dahulu yang harus diletakkan pada tanah ketika kita melakukan sujud?
    1435 Hukum dan Yurisprudensi 2012/03/05
    Sujud merupakan salah satu dari kewajiban-kewajiban salat. Sujud terdiri dari beberapa bagian dan syarat-syarat wajib dan mustahab. Di antara beberapa hal yang termasuk bagian-bagian yang dianjurkan (mustahab) ketika bersujud, adalah meletakkan tangan terlebih dahulu bagi laki-laki dan meletakkan lutut bagi wanita terlebih dahulu di tanah.[1] [iQuest] [1]. Imam Khomeini, Taudhih al-Mâsail ...

Populer Hits

  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    150273 Teologi Klasik 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia yang disebut sebagai “insan atau Nsnas” ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    122542 Teologi Klasik 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga permulaan kiamat ia ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    110447 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    86229 تاريخ بزرگان 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan maqam penghambaan, ilmu ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    79226 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik nikah daim (tetap) ataupun mut’ah (sementara). Hal itu dapat dilakukan dengan syarat-syaratnya ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    65405 تاريخ بزرگان 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa. Buntut dari pengepungan ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    64972 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    60969 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya (musytaq) dalam Al-Qur’an digunakan sebanyak 13 makna.Doa merupakan sebuah bentuk ibadah, karena itu ia juga memiliki syarat-syarat positif ...
  • Apakah ada ayat al-Quran yang menjelaskan tentang kaum Israel dan Palestina?
    50964 Tafsir 2013/10/26
    Sebagaimana yang Anda ketahui bahwa “negara” Israel tidak memiliki sejarah yang panjang. “Negara” Israel berdiri pada beberapa dasawarsa terakhir dengan mencaplok tanah Palestina. Kawasan ini bernama Palestina dan Suriah yang telah dikenal sebelumnya dalam sejarah. Adapun tentang wilayah Palestina sebagian ahli tafsir berkata, “Yang dimaksud dengan tanah suci pada ayat berikut ...
  • Apakah suami dan isteri diwajibkan mengenakan pakaian ketika melakukan senggama?
    45582 Akhlak Praktis 2010/10/12
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda memilih jawaban detil. ...

Jejaring