Advanced Search
Hits
8672
Tanggal Dimuat: 2013/04/20
Ringkasan Pertanyaan
Apa saja yang menjadi ketentuan dan syarat-syarat talak khulu\' (gugat cerai) itu?
Pertanyaan
Tolong jelaskan Apa saja yang menjadi ketentuan dan syarat-syarat talak khulu\' (gugat cerai) itu?
Jawaban Global
Istri mengajukan gugatan cerai kepada suami karena tidak lagi tertarik dan tidak lagi menyukainya. Talak ini dapat diberlakukan setelah sang istri menyerahkan mahar atau harta lainnya kepada sang suami untuk menceraikannya. Talak seperti ini dalam fikih disebut sebagai talak khulu'.[1]  Dengan ungkapan yang lebih jelas; talak khulu' adalah talak yang diajukan oleh wanita, disebabkan berbagai alasan, yang tidak lagi ingin melanjutkan hidup rumah tangga bersama suaminya namun suaminya tidak sudi menceraikannya. Untuk membuat suaminya memberikan talak maka sang istri menyerahkan sejumlah uang kepadanya sehingga ia sudi dan rela menceraikannya.
Namun demikian terdapat perbedaan fatwa terkait dengan ketidaksukaan yang disyaratkan pada talak khulu' ini di antara para Marja Agung Taklid:
Sebagian berkata apabila wanita apa pun alasannya tidak lagi mau melanjutkan kehidupan suami-istri maka ia dapat menuntut talak dengan menyerahkan khulu' (tebusan)[2] dan sebagian lainnya memandang bahwa ketidaksukaan sudah mencukupi bagi istri untuk mengajukan talak khulu misalnya tidak lagi ada kecocokan, adanya perasaan takut melakukan dosa dan wanita terkadang  mengancam suaminya karena sang suami tidak menjalankan hak-hak suami-istri.[3]
Talak khulu' memiliki beberapa ketentuan, syarat-syarat dan tipologi yang akan disinggung beberapa di antaranya sebagai berikut:
  1. Dalam talak ini sepanjang wanita tidak menuntut harta yang telah diserahkan kepada suaminya maka si suami tidak dapat merujuk kepadanya.[4]
  2. Suami tidak dibenarkan memaksa istrinya untuk mengajukan talak khulu'.
  3. Formula talak khulu' harus dibaca seperti ini misalnya suami berkata kepada istrinya, "….khala'tuka" (Aku menalakmu dengan talak khulu').
  4. Istri harus segera menjawab menerima talak khulu' itu.
  5. Dalam talak khulu' kebencian dan tidak adanya kecendrungan hanya harus bersumber dari istri dan apabila tiadanya kecendrungan ini terdapat pada dua pihak maka talak tersebut disebut sebagai talak mubârat bukan khulu'.
  6. Formula dan lafaz khulu' ini harus didengar oleh dua orang adil baligh.[5] [iQuest]
 

[1]. Taudhih al-Masâil Marâji', jil. 2, hal. 533; Fiqh al-Ridhâ, hal. 244; al-Marâsim al-'Alawiyah wa al-Ahkam al-Nabawiyah, hal. 162; Ibnu Hamzah Thusi, al-Wasilah ila Nail al-Fadhilah, hal. 331.
[2]. Taudhih al-Masâil (Muhassyâ Imâm Khomeini), jil. 2, hal. 533.
[3]. Ibid.
[4]. Fiqh al-Ridhâ, hal. 244.
[5]. Muhammad bin Husain Amili Bahai, Jâmi' Abbâsi wa Takmil Ân (Muhassyâ), jil. 2, hal. 317-318; al-Wasilah ila Nail al-Fadhilah, hal. 331.
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Menu

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apakah riwayat ini ada benarnya bahwa “Pada hari Kiamat setiap orang berdiri di belakang imam mereka dengan namanya masing-masing?”
    2236 Dirayah al-Hadis 2011/09/06
    Dengan mengkaji kumpulan riwayat kita temukan bahwa orang-orang yang mirip namanya dengan para nabi dan imam memiliki kedudukan khusus  namun hal ini tidak bermakna bahwa hanya karena semata-mata mirip nama sehingga menjadi dalil kekebalan dan imunitas sempurna orang-orang tersebut dari hukuman. ...
  • Apabila air kur tertumpah dan terpercik di tangan yang ternodai najis lalu apakah hukum air percikan tersebut?
    1568 Hukum dan Yurisprudensi 2011/09/21
    Sesuai dengan pendapat para marja apabila air kur bertemu dengan dengan benda najis itu sendiri (‘ain najâsah) atau bertemu dengan sesuatu yang ternodai benda najis tersebut, apabila tidak disertai dengan ain najasah, bau, warna dan rasanya tidak berubah maka air tersebut tidak najis.[1] Karena itu, percikan-percikan air yang yang berasal ...
  • Apakahmanusiadapatmengatur (tasharruf) alampenciptaansebagaimanapara Imam Maksum As?
    1752 Irfan Teoritis 2011/01/16
    Di antaraseluruhentitasdanmakhluk di alamsemestamanusiamemilikikedudukandanposisiunggulsedemikiansehinggaapabilaiamembinaseluruhpotensidanfakultaspotensialnyakemudianmengaktualisasikannya – yang hanyadapatdiraihdengankedekatan (qurb) kepada Allah Swtdenganmematuhisegalaperintah-Nya –makaiaakansampaikepadamaqamwilâyahdandapatmengaturalampenciptaanseukurandenganusahadanupayanyayang dilakukanselamaini. Atasdasaritu, Imam HasanMujtaba As bersabda, “Barangsiapa yang telahmenjadihambaTuhanmakaTuhanakanmenjadikansegalasesuatunya di bawahtitahdanmenghambakepadanya.” ...
  • Perbedaan Irfan teoritis dan Irfan praktis?
    3063 Irfan Teoritis 2009/09/22
    Terdapat dua makna yang digunakan dalam bidang Irfan praktis:Suluk itu sendiri dan segala perbuatan yang dilakukan. Ajaran-ajarannya yang mengandung tentang metode suluk. Irfan teoritis terkadang digunakan sebagai lawan kata dari makna pertama. Dan terkadang kebalikan dari makna kedua dari dua makna Irfan praktis di atas. Artinya Irfan teoritis adalah menjelaskan ...
  • Apa saja yang menjadi tanda-tanda zhuhur (kehadiran, kemunculan) Imam Zaman Ajf?
    3002 Neo-Teologi 2009/03/02
    Pembahasan mengenai zhuhur (kehadiran, kemunculan) Imam Zaman Ajf memang merupakan pembahasan yang agak rumit sehingga memerlukan penelitian secara seksama atas seluruh riwayat yang berkaitan dengan tema mahdawiyah (Imam Mahdi Ajf). Secara global berbagai riwayat yang menjelaskan tanda-tanda kehadiran Imam Zaman ajf -dari satu dimensi- dapat dibagi menjadi dua bagian:Tanda-tanda yang ...
  • Apakah Anda punya tips bagaimana caranya untuk menghindar supaya tidak banyak tertawa khususnya pada bulan Muharram dan Shafar?
    1639 Akhlak Praktis 2012/05/10
    Menangis dan tertawa adalah sejenis luapan perasaan dan afeksi batin manusia. Hal ini merupakan tanda-tanda natural dan proses keseimbangan mental manusia. Karena itu, setiap orang harus sampai pada tingkatan matang dan mempelajari adab-adab tertawa dan mengekspresikan kebahagian sehingga tertawa dan luapan kegembiraan menjadi sebuah sifat mulia bagi seseorang bukan sifat ...
  • Mengapa dalam ziarah Asyura terlebih dahulu dimulai dengan seratus laknat dan kemudian seratus salam?
    2173 Dirayah al-Hadis 2011/08/14
    Laknat (la’an) secara leksikal bermakna menjauhkan dan mengusir. Tatkala laknat ini berasal dari Allah Swt maka hal itu bermakna siksaan dan azab ukhrawi. Salam bermakna permohonan sebuah jenis kehidupan dengan keselamatan dari Allah Swt bagi yang mendengarkannya. Terdapat beberapa kemungkinan terkait dengan dalil dan alasan mengapa laknat didahulukan atas salam: ...
  • Apakah adanya bulu-bulu tambahan pada badan manusia dapat menciderai keabsahan salat, puasa dan taklif-taklif syariat lainnya?
    1486 Akhlak Praktis 2011/10/02
    Menyukur bulu tambahan pada badan seperti bulu-bulu badan dan ketiak adalah berkaitan dengan masalah medis. Dalam pandangan Islam mustahab hukumnya mencukur bulu-bulu tambahan yang terdapat pada badan sebagaimana hal tersebut banyak dianjurkan dalam riwayat.[1] Dengan demikian hal ini tidak wajib hukumnya.Memelihara bulu-bulu seperti ini meski banyak tidak akan menciderai keabsahan ...
  • Apakah apabila seseorang tidak menangis tatkala berziarah ke kuburan para Imam Maksum As menunjukkan bahwa ziarahnya tidak dikabulkan?
    1575 Akhlak Praktis 2012/07/18
    Ziarah para Imam Maksum As memiliki beragam falsafah dan hikmah yang terkandung di dalamnya. Barang siapa yang secara tulus dan dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt (taqarrub) pergi berziarah maka ziarahnya akan diterima di sisi Allah Swt meski ia tidak begitu memperoleh manfaat dari ziarahnya dan air matanya ...
  • Bagaimana Tuhan itu telah ada semenjak awal tanpa ada yang menciptakan-Nya?
    3235 Teologi Klasik 2012/09/15
    Terkait dengan bagaimana Tuhan telah ada semenjak awal sejatinya merupakan penjelasan lain dari pertanyaan mengapa keberadaan Tuhan itu bersifat esensial sementara setiap makhluk memiliki pencipta dan pengada. Pada hakikatnya, isi pertanyaan ini adalah bahwa bagaimana Tuhan itu mengada dan siapakah yang menciptakan Tuhan? Untuk menjawab pertanyaan ini ada baiknya Anda mencermati ...

Populer Hits

Jejaring