Advanced Search
Hits
2716
Tanggal Dimuat: 2010/05/08
Ringkasan Pertanyaan
Apakah terdapat keyakinan seperti ini dalam Syiah bahwa penciptaan Adamn dilakukan oleh Amirul Mukminin As?
Pertanyaan
Sebuah hadis menjelaskan bahwa Imam Ali As bersabda bahwa beliau sendiri yang menjadikan Nabi Adam dengan tangannya sendiri yang diyakini oleh setiap orang, namun belakangan saya mendengar bahwa hadis ini bukan merupakan hadis yang standar. Karena itu, mengapa orang-orang memiliki keyakinan seperti ini? Tolong sebutkan siapa orang yang meriwayatkan hadis ini? Apakah orang yang meriwayatkan hadis ini adalah orang yang dapat dipercaya (muatstsaq) atau tidak?
Jawaban Global

Apabila ada orang yang meyakini bahwa Amirul Mukminin Ali As menciptakan Adam As secara mandiri maka keyakinan ini bertentangan dengan al-Quran dan termasuk perbuatan syirik kepada Allah Swt. Penciptaan Adam As dilakukan oleh badan material Amirul Mukminin Ali As juga tidak selaras dengan kenyataan-kenyataan yang ada; karena badan (jism) materialnya ada setelah terciptanya Adam dan Imam Ali As, dari sudut pandang ini, adalah tergolong sebagai salah seorang anak Adam.

Namun dengan memperhatikan bahwa Allah Swt terkadang menciptakan makhluk-makhluk melalui perantara-perantara dan dari sisi lain, terdapat beberapa riwayat yang mengetengahkan cahaya para maksum, yang ada sebelum penciptaan Adam, maka keyakinan bahwa penciptaan Adam dilakukan dengan perantara cahaya para maksum As bukan merupakan keyakinan yang mengandung noda syirik dan tidak bertentangan dengan prinsip pertama Islam.

Hanya saja keyakinan seperti ini bukan hal yang prinsip dalam ajaran Syiah dan tentang hal ini membutuhkan lebih banyak kajian dan penelitian.

Jawaban Detil

Yang pasti berdasarkan sebuah ayat al-Quran secara tegas menyatakan bahwa Allah Swt menciptakan Adam dengan tangannya sendiri.[1] Ayat al-Quran ini dan kandungan yang terpendam di dalamnya diterima oleh seluruh ulama dan ahli tafsir Syiah serta tidak terdapat keraguan dan syak di dalamnya.

Dari satu sisi, dengan menelusuri secara global pada sebagian riwayat, kita tidak menjumpai sebuah hadis yang persis seperti apa yang Anda kemukakan dalam pertanyaan yang apabila di suatu hari nanti kami menjumpai hadis seperti ini, kita akan mendiskusikan ihwal sanadnya dan juga sekiranya Anda memiliki teks Arab dari riwayat yang Anda maksud, silahkan kirimkan kepada kami sehingga kami dapat menyajikan jawaban yang lebih akurat.

Namun demikian, dalam sebuah pandangan universal dan dengan mengkaji beberapa ayat dan riwayat harus dikatakan bahwa dengan memperhatikan beberapa pendahuluan berikut ini, diciptakannya jasad lempung Adam oleh cahaya para maksum, dengan definisi dan eksplanasi khusus, akan memungkinkan penciptaan ini terjadi dan tidak bertentangan dengan ayat yang disebutkan di atas.

Kami harap Anda perhatikan beberapa pendahuluan berikut:

  1. Berdasarkan keyakinan Syiah dan juga kebanyakan Sunni, Allah Swt tidak memiliki jasmani sehingga Dia harus dipandang memiliki bagian-bagian jasmani dan membayangkannya sebagaimana makhluk-makhluk lainnya. Atas dasar itu, ayat-ayat yang secara lahir menunjukkan adanya bagian-bagian material seperti wajah,[2] tangan,[3] kaki,[4] mata,[5] telinga[6] dan lain sebagainya bagi Allah Swt bermakna batin seperti pengetahuan, kekuasaan, keberadaan dan lain sebagainya yang harus ditafsir dan ditakwil. Atas dasar itu, terciptanya Adam oleh tangan Tuhan, bukan bermakna Tuhan memiliki tangan yang dapat dilihat dan dengan tangan-Nya Adam pun tercipta, melainkan penafsirannya adalah bahwa tangan kekuasaan Tuhan yang menciptakan Adam As.
  2. Dalam banyak hal, pekerjaan-pekerjaan yang secara lahir dilakukan oleh tangan-tangan manusia disandarkan kepada diri-Nya dan sebagai contoh, Allah Swt menjelaskan bahwa Dia menganugerahkan bahtera-bahtera kepada manusia[7] padahal kita tahu bahwa bahtera-bahtera ini secara lahir dibuat oleh manusia.

Namun mengingat bahwa kekuasaan manusia juga merupakan salah satu bagian dari kekuasaan Tuhan, tidak sulit untuk memahami penyandaran ini. Artinya bahwa manusia dan seluruh yang diciptakannya adalah makhluk Tuhan.[8]

  1. Berdasarkan sebagian riwayat, penciptaan cahaya para imam dilakukan sebelum penciptaan Adam. Rasulullah Saw bersabda, “Aku adalah nabi Tatkala Adam berada di antara air dan tanah.” Juga terdapat riwayat seperti ini dalam kaitannya dengan terdahulunya imâmah Imam Ali As atas penciptaan Adam.[9] Di samping itu, terdapat riwayat-riwayat lainnya yang menyebutkan masalah ini dengan ungkapan yang berbeda-beda.[10]
  2. Tentu wujud suci Amirul Mukminin Ali As adalah salah satu tanda-tanda kekuasaan Allah Swt dan atas dasar itu juga disebut sebagai “yaduLlah” atau tangan Tuhan. Imam Ali As dalam sebuah riwayat bersabda, “Ana ‘ainuLlah wa ana Yadullah wa ana janbuLlah wa ana babullah.” (Aku adalah mata Tuhan, tangan Tuhan, panggul Tuhan dan pintu Tuhan [jalan untuk sampai pada Tuhan]).[11]

 

Dengan memperhatikan beberapa pendahuluan di atas, apabila terdapat keyakinan seperti yang menyatakan bahwa Nabi Adam As diciptakan oleh tangan Imam Ali As, maka hal itu berarti bahwa Allah Swt, jasmani lempung Adam diciptakan melalui salah satu manifestasi kekuasaan-Nya, yaitu cahaya Amirul Mukminin yang telah diciptakan sebelumnya, bukan jasmani material Imam Ali As yang secara mandiri menciptakan Adam.

Atas dasar itu, keyakinan ini sebagaimana sedemikian luas yang Anda jelaskan, tidak dapat dijumpai di tengah masyarakat, namun bahkan sekiranya terdapat keyakinan seperti ini, maka hal itu tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip pertama yang diterima dalam Islam dan meyakini hal tersebut tidak tergolong sebagai kafir dan musyrik.

Dengan demikian, keyakinan terhadap penciptaan Adam di tangan Amirul Mukminin Ali As bukanlah suatu hal yang dinafikan dalam ajaran Syiah dan dalam kaitannya dengan masalah tersebut membutuhkan kajian yang lebih ekstensif dan penelitian yang intensif.

Akhir kata kami ucapkan terima kasih kepada Anda dan sekiranya Anda memiliki teks Arab dari apa yang Anda kemukakan dalam pertanyaan kami meminta Anda untuk mengirimkanya kepada kami. [iQuest]

 


[1]. “Allah berfirman, “Hai iblis, apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Kuciptakan dengan kedua tangan-Ku? Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?” (Qs. Shad [38]:75)

[2]. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali wajah-Nya. Bagi-Nya-lah segala penentuan, dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (Qs. Al-Qashash [28]:88)  

[3].  “(Tidak demikian), tetapi kedua tangan (kekuasaan) Allah terbuka.” (Qs. Al-Maidah [5]:64); “Orang-orang yang berbaiat kepadamu, sesungguhnya mereka berbaiat kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka.” (Qs. Al-Fath [48]:10)  

[4].  “(Ingatlah) suatu hari betis tersingkap (lantaran rasa takut yang menguasai) dan mereka dipanggil untuk bersujud, tapi mereka tidak kuasa.” (Qs. Al-Qalam [68]:42)  

[5].  “Yaitu, ‘Letakkanlah ia (Musa) di dalam peti, kemudian lemparkanlah ia ke sungai (Nil), lalu sungai itu pasti membawanya ke tepi, supaya diambil oleh (Fira‘un) musuh-Ku dan musuhnya.’ Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku; dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku.” (Qs. Thaha [20]:39)

[6]. “Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan orang-orang yang mengatakan, “Sesungguhnya Allah miskin dan kami kaya.” Kami akan mencatat perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka), “Rasakanlah olehmu azab yang membakar.” (Qs. Ali Imran [3]:181); “Sungguh Allah telah mendengar ucapan wanita yang mengajukan gugatan kepadamu tentang suaminya dan mengadu kepada Allah. Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Qs. Mujadalah [58]:1)

[7].  “Allahlah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan sebagai rezeki untukmu, dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan perintah-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai.” (Qs. Ibrahim [14]:32)

[8]. “Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu.” (Qs. Shaffat [37]:96)

[9].  Ibn Abi Jumhur Ihsai, ‘Awâli al-Lailali, jil. 4, hal. 121, Hadis 200, Intisyarat-e Sayid al-Syuhadah, Qum, 1405 H.

[10]. Ibid, hal. 124, Hadis 208, “Kuntu washiyyan wa Adam bain al-Ma wa al-Thin.

[11]. Muhammad Ya’qub Kulaini, al-Kâfi, jil. 1, hal. 145, Hadis 8, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Teheran, 1365 H.

 

 

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Menu

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apakah mungkin kita menjalin hubungan dengan Imam Zaman?
    4286 Hukum dan Yurisprudensi 2010/09/05
    Menjalin hubungan dan tautan antara dua orang tidak mungkin kalau keduanya sama sekali tidak saling mengenal. Hubungan dapat dibina dari satu pihak dan dengan mengenal serta mencintai pihak lainnya menjadi cikal-bakal bagi terciptanya hubungan kedua belah pihak.Sekaitan dengan hubungan kita dengan Imam Zaman Ajf, beliau adalah satu pihak dalam ...
  • Bagaimana peran perantara (wasilah) dalam upaya kita mendekatkan diri kepada Allah Swt?
    10413 Teologi Klasik 2009/11/14
    Wasilah (perantara) memiliki makna yang sangat luas. Termasuk apa saja dan perbuatan apa pun yang mendekatkan manusia kepada Tuhan Sang Pencipta. Alam semesta yang kita huni ini adalah alam yang berpijak di atas mekanisme sebab dan akibat, causes dan effects, serta hukum kausalitas yang diciptakan dan diadakan untuk ...
  • Siapakah nama ibu kandung Nabi Ibrahim As?
    15335 تاريخ بزرگان 2013/07/15
    Dalam beberapa literatur Syiah dan Sunni diriwayatkan nama ibunda Nabi Ibrahim secara berbeda dimana sebagian dari pendapat yang mengemuka dalam hal ini akan dijelaskan sebagai berikut: Literatur Syiah: Imam Shadiq As bersabda, “Tempat kelahiran Nabi Ibrahim di sebuah kota yang bernama Kautsi Ruba ...
  • Mengapa non-Muslim dilarang masuk ke kota Mekkah dan Masjid al-Haram?
    44333 Hukum dan Yurisprudensi 2011/05/18
    Seluruh nabi Ilahi menyeru seluruh manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa. Namun masa syariat masing-masing agama hanya berlaku hingga datangnya syariat nabi baru setelahnya yang telah diberitakan pada agama sebelumnya. Setelah kedatangan agama baru dari sisi Tuhan dan diutusnya nabi baru disertai dengan mukjizat dan tanda-tanda kenabian ...
  • Mengingat bahwa Tuhan tidak dapat dikenal melalui pikiran lantas bagaimana kita mengenal-Nya namun tidak terjebak syirik?
    3053 Teologi Klasik 2011/11/20
    Sehubungan dengan jalan yang valid dan benar dalam mengenal Allah Swt harus dikatakan bahwa sesuai dengan riwayat-riwayat kriteria utamanya adalah menjauhi penyerupaan (tamtsil) dan peniadaan (ta’thil) sifat-sifat pada Tuhan. Untuk penjelasan lebih jauh, kami persilahkan Anda untuk merujuk pada jawaban detil. ...
  • Apakah ayat, “Famastamta’tum bih minhunna fa’tuhunna ujurahunna faridhatun” dapat dijadikan dalil atas nikah mut’ah? Mengapa pada ayat ini tidak digunakan kata kerja perintah?
    3828 Hukum dan Yurisprudensi 2012/02/06
    Yang dimaksud dengan istimtâ’ pada ayat, “famastamta’tum bihi minhunna fa’tuhunna ujurahunna faridhatun” (Maka istri-istri yang telah kamu nikahi secara mut‘ah di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna) sebagai suatu kewajiban) adalah bahwa bahwa kapan saja engkau mendapatkan kenikmatan dari istri-istri maka hendaklah engkau menyerahkan mahar kepada mereka. ...
  • Bagaimana manusia dapat menjadi kekasih Allah Swt?
    9337 Akhlak Praktis 2011/07/19
    Mahabbah akar katanya adalah “hubb” yang bermakna kecintaan. Kecintaan Tuhan kepada para hamba tidak bermakna kecintaan yang dipahami secara umum oleh manusia; karena kemestian makna urf ini adalah reaksi kejiwaan yang tentu saja Tuhan suci dan terjauhkan dari sifat seperti ini. Kecintaan Tuhan kepada para hamba bersumber dari ...
  • Ayat 100 surah al-Taubah diturunkan untuk siapa?
    5030 Tafsir 2010/11/10
    Sekaitan dengan ayat ini yang menjelaskan “al-sâbiqun al-awwalûn” atau “orang-orang terdahulu” harus dikatakan bahwa kesimpulan lahir dan pertama yang dapat dipetik dari ayat ini adalah bahwa hanya menyangkut para sahabat yang beriman hingga masa perang Badar atau baiat Ridwan, akan tetapi dengan pandangan lebih cermat dan ...
  • Apa maksud diktum bahwa ibadah itu untuk manusia sendiri? Lantas bagaimana menyandingkan masalah ini dengan ibadah untuk Tuhan?
    6825 Filsafat Islam 2010/01/12
    Mengingat Allah Swt adalah Mahabijaksana dan tidak akan melakukan perbuatan sia-sia dan tiada guna, maka tentu saja seluruh ibadah yang diperintahkan untuk dikerjakan adalah memiliki pengaruh dan manfaat. Dan karena Allah Swt adalah Mahakaya secara zati (esensial) dan tidak membutuhkan seluruh ibadah yang kita kerjakan ...
  • Apa yang dimaksud dengan "Makhluk yang pertama kali diciptakan oleh Allah adalah akal?”
    12053 Filsafat Islam 2009/06/17
    Akal (akal dalam istilah filsafat yang mungkin tidak lain adalah apa yang dikatakan sebagai malaikat dalam istilah syar'i dan al-Qur'an) adalah sebuah substansi yang mujarrad (non materi) sempurna, baik secara esensial (dzati) maupun secara perbuatan (fi’li).Akal yang non materi dan non jasmani tidak membutuhkan badan atau jasmani untuk melakukan ...

Populer Hits

  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    182182 Teologi Klasik 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    148767 Teologi Klasik 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    132128 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    106363 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    104525 تاريخ بزرگان 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    102352 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    97429 تاريخ بزرگان 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    88021 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apakah ada ayat al-Quran yang menjelaskan tentang kaum Israel dan Palestina?
    68130 Tafsir 2013/10/26
    Sebagaimana yang Anda ketahui bahwa “negara” Israel tidak memiliki sejarah yang panjang. “Negara” Israel berdiri pada beberapa dasawarsa terakhir dengan mencaplok tanah Palestina. Kawasan ini bernama Palestina dan Suriah yang telah dikenal sebelumnya dalam sejarah. Adapun tentang wilayah Palestina sebagian ahli tafsir berkata, “Yang dimaksud dengan tanah ...
  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    67617 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...

Jejaring