Hits
754
Tanggal Dimuat:2010/05/08
Ringkasan Pertanyaan
Apakah terdapat keyakinan seperti ini dalam Syiah bahwa penciptaan Adamn dilakukan oleh Amirul Mukminin As?
Pertanyaan
Sebuah hadis menjelaskan bahwa Imam Ali As bersabda bahwa beliau sendiri yang menjadikan Nabi Adam dengan tangannya sendiri yang diyakini oleh setiap orang, namun belakangan saya mendengar bahwa hadis ini bukan merupakan hadis yang standar. Karena itu, mengapa orang-orang memiliki keyakinan seperti ini? Tolong sebutkan siapa orang yang meriwayatkan hadis ini? Apakah orang yang meriwayatkan hadis ini adalah orang yang dapat dipercaya (muatstsaq) atau tidak?
Jawaban Global

Apabila ada orang yang meyakini bahwa Amirul Mukminin Ali As menciptakan Adam As secara mandiri maka keyakinan ini bertentangan dengan al-Quran dan termasuk perbuatan syirik kepada Allah Swt. Penciptaan Adam As dilakukan oleh badan material Amirul Mukminin Ali As juga tidak selaras dengan kenyataan-kenyataan yang ada; karena badan (jism) materialnya ada setelah terciptanya Adam dan Imam Ali As, dari sudut pandang ini, adalah tergolong sebagai salah seorang anak Adam.

Namun dengan memperhatikan bahwa Allah Swt terkadang menciptakan makhluk-makhluk melalui perantara-perantara dan dari sisi lain, terdapat beberapa riwayat yang mengetengahkan cahaya para maksum, yang ada sebelum penciptaan Adam, maka keyakinan bahwa penciptaan Adam dilakukan dengan perantara cahaya para maksum As bukan merupakan keyakinan yang mengandung noda syirik dan tidak bertentangan dengan prinsip pertama Islam.

Hanya saja keyakinan seperti ini bukan hal yang prinsip dalam ajaran Syiah dan tentang hal ini membutuhkan lebih banyak kajian dan penelitian.

Jawaban Detil

Yang pasti berdasarkan sebuah ayat al-Quran secara tegas menyatakan bahwa Allah Swt menciptakan Adam dengan tangannya sendiri.[1] Ayat al-Quran ini dan kandungan yang terpendam di dalamnya diterima oleh seluruh ulama dan ahli tafsir Syiah serta tidak terdapat keraguan dan syak di dalamnya.

Dari satu sisi, dengan menelusuri secara global pada sebagian riwayat, kita tidak menjumpai sebuah hadis yang persis seperti apa yang Anda kemukakan dalam pertanyaan yang apabila di suatu hari nanti kami menjumpai hadis seperti ini, kita akan mendiskusikan ihwal sanadnya dan juga sekiranya Anda memiliki teks Arab dari riwayat yang Anda maksud, silahkan kirimkan kepada kami sehingga kami dapat menyajikan jawaban yang lebih akurat.

Namun demikian, dalam sebuah pandangan universal dan dengan mengkaji beberapa ayat dan riwayat harus dikatakan bahwa dengan memperhatikan beberapa pendahuluan berikut ini, diciptakannya jasad lempung Adam oleh cahaya para maksum, dengan definisi dan eksplanasi khusus, akan memungkinkan penciptaan ini terjadi dan tidak bertentangan dengan ayat yang disebutkan di atas.

Kami harap Anda perhatikan beberapa pendahuluan berikut:

  1. Berdasarkan keyakinan Syiah dan juga kebanyakan Sunni, Allah Swt tidak memiliki jasmani sehingga Dia harus dipandang memiliki bagian-bagian jasmani dan membayangkannya sebagaimana makhluk-makhluk lainnya. Atas dasar itu, ayat-ayat yang secara lahir menunjukkan adanya bagian-bagian material seperti wajah,[2] tangan,[3] kaki,[4] mata,[5] telinga[6] dan lain sebagainya bagi Allah Swt bermakna batin seperti pengetahuan, kekuasaan, keberadaan dan lain sebagainya yang harus ditafsir dan ditakwil. Atas dasar itu, terciptanya Adam oleh tangan Tuhan, bukan bermakna Tuhan memiliki tangan yang dapat dilihat dan dengan tangan-Nya Adam pun tercipta, melainkan penafsirannya adalah bahwa tangan kekuasaan Tuhan yang menciptakan Adam As.
  2. Dalam banyak hal, pekerjaan-pekerjaan yang secara lahir dilakukan oleh tangan-tangan manusia disandarkan kepada diri-Nya dan sebagai contoh, Allah Swt menjelaskan bahwa Dia menganugerahkan bahtera-bahtera kepada manusia[7] padahal kita tahu bahwa bahtera-bahtera ini secara lahir dibuat oleh manusia.

Namun mengingat bahwa kekuasaan manusia juga merupakan salah satu bagian dari kekuasaan Tuhan, tidak sulit untuk memahami penyandaran ini. Artinya bahwa manusia dan seluruh yang diciptakannya adalah makhluk Tuhan.[8]

  1. Berdasarkan sebagian riwayat, penciptaan cahaya para imam dilakukan sebelum penciptaan Adam. Rasulullah Saw bersabda, “Aku adalah nabi Tatkala Adam berada di antara air dan tanah.” Juga terdapat riwayat seperti ini dalam kaitannya dengan terdahulunya imâmah Imam Ali As atas penciptaan Adam.[9] Di samping itu, terdapat riwayat-riwayat lainnya yang menyebutkan masalah ini dengan ungkapan yang berbeda-beda.[10]
  2. Tentu wujud suci Amirul Mukminin Ali As adalah salah satu tanda-tanda kekuasaan Allah Swt dan atas dasar itu juga disebut sebagai “yaduLlah” atau tangan Tuhan. Imam Ali As dalam sebuah riwayat bersabda, “Ana ‘ainuLlah wa ana Yadullah wa ana janbuLlah wa ana babullah.” (Aku adalah mata Tuhan, tangan Tuhan, panggul Tuhan dan pintu Tuhan [jalan untuk sampai pada Tuhan]).[11]

 

Dengan memperhatikan beberapa pendahuluan di atas, apabila terdapat keyakinan seperti yang menyatakan bahwa Nabi Adam As diciptakan oleh tangan Imam Ali As, maka hal itu berarti bahwa Allah Swt, jasmani lempung Adam diciptakan melalui salah satu manifestasi kekuasaan-Nya, yaitu cahaya Amirul Mukminin yang telah diciptakan sebelumnya, bukan jasmani material Imam Ali As yang secara mandiri menciptakan Adam.

Atas dasar itu, keyakinan ini sebagaimana sedemikian luas yang Anda jelaskan, tidak dapat dijumpai di tengah masyarakat, namun bahkan sekiranya terdapat keyakinan seperti ini, maka hal itu tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip pertama yang diterima dalam Islam dan meyakini hal tersebut tidak tergolong sebagai kafir dan musyrik.

Dengan demikian, keyakinan terhadap penciptaan Adam di tangan Amirul Mukminin Ali As bukanlah suatu hal yang dinafikan dalam ajaran Syiah dan dalam kaitannya dengan masalah tersebut membutuhkan kajian yang lebih ekstensif dan penelitian yang intensif.

Akhir kata kami ucapkan terima kasih kepada Anda dan sekiranya Anda memiliki teks Arab dari apa yang Anda kemukakan dalam pertanyaan kami meminta Anda untuk mengirimkanya kepada kami. [iQuest]

 


[1]. “Allah berfirman, “Hai iblis, apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Kuciptakan dengan kedua tangan-Ku? Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?” (Qs. Shad [38]:75)

[2]. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali wajah-Nya. Bagi-Nya-lah segala penentuan, dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (Qs. Al-Qashash [28]:88)  

[3].  “(Tidak demikian), tetapi kedua tangan (kekuasaan) Allah terbuka.” (Qs. Al-Maidah [5]:64); “Orang-orang yang berbaiat kepadamu, sesungguhnya mereka berbaiat kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka.” (Qs. Al-Fath [48]:10)  

[4].  “(Ingatlah) suatu hari betis tersingkap (lantaran rasa takut yang menguasai) dan mereka dipanggil untuk bersujud, tapi mereka tidak kuasa.” (Qs. Al-Qalam [68]:42)  

[5].  “Yaitu, ‘Letakkanlah ia (Musa) di dalam peti, kemudian lemparkanlah ia ke sungai (Nil), lalu sungai itu pasti membawanya ke tepi, supaya diambil oleh (Fira‘un) musuh-Ku dan musuhnya.’ Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku; dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku.” (Qs. Thaha [20]:39)

[6]. “Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan orang-orang yang mengatakan, “Sesungguhnya Allah miskin dan kami kaya.” Kami akan mencatat perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka), “Rasakanlah olehmu azab yang membakar.” (Qs. Ali Imran [3]:181); “Sungguh Allah telah mendengar ucapan wanita yang mengajukan gugatan kepadamu tentang suaminya dan mengadu kepada Allah. Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Qs. Mujadalah [58]:1)

[7].  “Allahlah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan sebagai rezeki untukmu, dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan perintah-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai.” (Qs. Ibrahim [14]:32)

[8]. “Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu.” (Qs. Shaffat [37]:96)

[9].  Ibn Abi Jumhur Ihsai, ‘Awâli al-Lailali, jil. 4, hal. 121, Hadis 200, Intisyarat-e Sayid al-Syuhadah, Qum, 1405 H.

[10]. Ibid, hal. 124, Hadis 208, “Kuntu washiyyan wa Adam bain al-Ma wa al-Thin.

[11]. Muhammad Ya’qub Kulaini, al-Kâfi, jil. 1, hal. 145, Hadis 8, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Teheran, 1365 H.

 

 

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Mengapa Imam Zaman tidak dilahirkan saja ketika ia harus muncul?
    1433 Teologi Klasik 2010/03/10
    Pertanyaan ini mungkin dapat dijawab dengan menjelaskan filsafat kegaiban, masalah penantian (intizhâr), pengaruh dan keberkahan yang dapat diraup atas keberadaan Imam Zaman Ajf pada masa kegaiban. Disebutkan bahwa falsafah kegaiban Imam Zaman Ajf tujuannya adalah supaya tiada satu pun baiat yang menggelayut di pundak Imam Zaman atau supaya Imam terhindar ...
  • Saya sedang mencari seorang guru irfan, seorang guru yang telah melintasi dan telah sampai di jalan ini (wâshil).
    555 Akhlak Praktis 2011/02/15
    Apa yang dianjurkan dalam hal ini oleh para arif besar secara pasti bukanlah masalah mencari dan menelusuri, melainkan perasaan mencari dan menuntut (thalab) yang akan menyampaikan manusia ke tujuan ini. Menuntut seorang guru washil (yang telah sampai) irfan adalah mencari cahaya Imam Zaman Ajf yang bersemayam di balik awan-awan.  Hal ...
  • Apa hikmah pelarangan pengucapan amin dalam salat?
    1392 Hukum dan Yurisprudensi 2012/05/19
    Tidak dibolehkan pengucapan amin dalam salat berdasarkan hadis Ahlulbait As dan mengucapkannya menyebabkan batalnya salat. Di samping itu, kita tidak membutuhkan dalil untuk menetapkan ketidakbolehannya. Hal itu berarti bahwa salat adalah sebuah perintah ibadah dan tidak dibolehkan bagi seseorang menambahkan sesuatu ke dalam salat, jika tidak ada penegasan pembolehan penambahan ...
  • Bagaimana menjawab salam ketika seseorang sementara mengerjakan salat?
    677 Hukum dan Yurisprudensi 2012/02/08
    Seseorang tidak dapat memberikan salam kepada orang lain selagi ia mengerjakan salat dan apabila seseorang memberikan salam kepadanya maka ia harus menjawab sedemikian sehingga ucapan salam harus terlebih dahulu yang disampaikan; misalnya berkata, “al-salam ‘alaikum” atau “salamun ‘alaikum” dan ia tidak boleh berkata, “alaikum al-salam.”[1] (mendahulukan alaikum atas salam)Patut untuk ...
  • Dalam beberapa buku irfan dan filsafat terdapat pembahasan yang mengulas masalah qaus nuzul wa shu’ud. Tolong jelaskan apa maksud dari dua istilah teknis ini? Dan apa perbedaan di antara keduanya?
    1133 Irfan Teoritis 2009/09/03
    Hakikat wujud itu memiliki dua sisi. Satu sisinya adalah berupa realitas hakiki (fi’liyyat mahdh) dan kesempurnaan mutlak. Sedangkan sisi lainnya adalah berujung kepada potensihakiki (quwwah mahdh) dan penerima belaka. Jarak antara kedua sisi dan ujung ini terdapat peringkat-peringkat wujud mutawassith (pertengahan).Cahaya wujud dari sumber wujudnya  tidak akan sampai kepada potensi ...
  • Shalat tarawih dengan ragam pelaksanaannya di kalangan Ahlusunnah apakah memiliki tempat di kalangan mazhab Ahlulbait As?
    1033 Teologi Klasik 2009/12/08
    Shalat tarawih disebut sebagai shalat-shalat nafilah yang dikerjakan pada malam-malam bulan Ramadhan selepas shalat Isya.[1] Ahlusunnah memulai shalat-shalat ini mengikut perintah Khalifah Kedua. Mereka mengerjakan shalat ini secara berjamaah.[2] Dan sebagaimana yang Anda katakan bahwa jumlah rakaat dalam shalat tarawih ini beragam dan berbeda-beda di kalangan Ahlusunnah.[3] Akan tetapi sesuai ...
  • Apakah hakikat ruh berdasarkan hadis-hadis Islam dan mengapa hal ini tidak diutarakan secara komprehensif dalam al-Quran?
    4018 Tafsir 2012/07/17
    Kata ruh mempunyai maksud yang berbeda dalam berbagai disiplin ilmu. Kata ini dalam masing-masing ilmu memiliki makna istilah yang khas, begitu pula dalam al-Quran, terdapat makna tipikal yang yang diungkapkan dengan intepretasi-intepretasi yang berbeda. Terdapat beberapa asumsi mengenai hakikat dari makna ruh yang dipersoalkan pada ayat ini, di antaranya: ruh hewani, ...
  • Dalil-dalil yang Menyatakan bahwa al-Qur'an tidak mengalami penyimpangan?
    2077 Teologi Klasik 2009/12/20
    Perubahan dan penyimpangan al-Qur'an secara umum bermakna adanya kekurangan, penambahan, atau pergantian lafaz dan rangkapan kalimat dalam al-Qur'an. Ulama mengemukakan selaksa dalil atas tidak terjadinya penyimpangan (distorsi) dan perubahan dalam al-Qur'an yang akan kita jelaskan sebagian dalil-dalil rasional tentangnya: 1.     Al-Qur'an tatkala diturunkan memiliki beberapa karaktersistik: seperti susunan kalimatnya, tiadanya ...
  • Islam dan Teori Pemikiran Sistematis
    1823 Teologi Klasik 2011/11/08
    Islam adalah agama pamungkas dan agama paling sempurna yang pernah diturunkan untuk manusia. Karena itu, kita, pada setiap ranah kehidupan manusia, baik personal atau pun sosial, mengharapkan adanya sikap yang dapat ditunjukkan dan dijadikan panduan dari agama ini. Teori pemikiran sistematis Islam adalah sebuah teori moderat tentang inklusifitas agama Islam. ...
  • Saya ingin tahu atas dasar apa Ahlusunnah khususnya orang-orang Wahabi berkata bahwa Rasulullah Saw itu maksum hanya ketika menerima wahyu bukan dalam kondisi yang lain?
    1001 Teologi Klasik 2012/08/22
    Sebagian kelompok Ahlusunnah (seperti Haswiyyah dan Salafi) berpendapat bahwa para nabi itu maksum hanya ketika menerima wahyu dan menyampaikan risalah. Mereka bersandar dengan dalil-dalil yang bersumber dari al-Quran seperti ayat-ayat tentang Nabi Adam dan terusirnya dari surga. Mereka menyakini bahwa dalam kondisi-kondisi lainnya (selain menerima wahyu dan menyampaikan risalah) para ...

Populer Hits

Jejaring