Advanced Search
Hits
15970
Tanggal Dimuat: 2009/09/03
Ringkasan Pertanyaan
Apa tujuan adanya setan yang nota-bene merupakan makhluk pembangkang dan menyesatkan? Mengapa Tuhan menciptakan setan?
Pertanyaan
Apa tujuan adanya setan yang nota-bene merupakan makhluk pembangkang dan menyesatkan? Mengapa Tuhan menciptakan setan?
Jawaban Global

Pertama: Peran setan dalam menyimpangkan dan menyesatkan manusia hanya berada pada tataran mengajak dan menyeru. Kedua: Proses untuk meraih kesempurnaan senantiasa berlangsung di tengah pelbagai pertentangan dan paradoks. Atas dasar ini, penciptaan entitas dan makhluk sedemikian dalam sistem penciptaan tidak dapat disebut sebagai sebuah perbuatan sia-sia atau tanpa alasan. Melainkan hal itu merupakan manifestasi kemahapengasihan dan kebaikan mutlak Ilahi.

Jawaban Detil

Pertama: Tuhan tidak menciptakan setan sebagai setan. Dengan dalil bahwa selama beribu tahun (enam ribu tahun)[1] setan merupakan ahli ibadah dan sekedudukan dengan para malaikat. Akan tetapi setelah itu, sesuai dengan kehendaknya sendiri dan atas pengaruh kecongkakan, ia memilih untuk membangkang, menyimpang dan menjauh dari rahmat Tuhan.

Kedua: Keberadaan setan, tidaklah merugikan bagi orang beriman dan bagi yang ingin melintasi rel kebenaran. Bahkan keberadaannya merupakan media untuk melaju dan menyempurna; lantaran kemajuan, ketinggian dan kesempurnaan senantiasa berlangsung di tengah pelbagai pertentangan dan paradoks.[2]

Peran setan di alam semesta hanya sekedar penyeru dan pengajak saja; artinya setan hanya mengajak manusia untuk menyimpang dan tersesat. Allah Swt tidak memberikan kekuasaan kepadanya untuk menaklukkan jiwa-jiwa dan dominasi atasnya. "Sesungguhnya kekuasaan setan hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukanya dengan Allah." (Qs. Al-Nahl [16]:99)

Atas alasan ini di hari kiamat sebagian orang yang disesatkan berjumpa dengan setan, kemudian setan berdalih kepada mereka, "Dan setan berkata tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan, “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu, tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekadar) aku menyerumu, lalu kamu mematuhi seruanku. Oleh sebab itu janganlah kamu mencercaku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri." (Qs. Ibrahim [14]:22)

Ajaran-ajaran Quran menegaskan bahwa peran setan dalam menyimpangkan dan menyesatkan manusia hanya berada pada tataran menyeru dan mengajak. Ia sekali-kali tidak memaksa manusia untuk memilih jalan kesesatan; lantaran manusia merupakan obyek dari dua seruan. Pertama,obyek  seruan Tuhan dan kedua obyek seruan setan. Manusialah yang memilih salah satu dari dua seruan ini. Akan tetapi tatkala manusia, dengan selera dan kehendaknya sendiri, memenuhi seruan dan ajakan setan dan menjadikannya sebagai teladan dan mematuhi perintah-perintahnya, maka setan kemudian mendominasinya lalu menggiringnya kepada kebinasaan. "Sesungguhnya kekuasaan setan hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin." (Qs. Al-Nahl [16]:100)[]

 

Silahkan Anda lihat indeks berikut ini untuk info lebih jauh:

Setan dan Kematian, pertanyaan 398 (Site: 849); Bisikan dan Godaan Setan, pertanyaan 762 (Site: 805)

 



 

 

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    259614 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    245494 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    229395 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    214153 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    175493 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    170857 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    167234 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    157344 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    140159 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    133451 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...