Advanced Search
Hits
1517
Tanggal Dimuat: 2012/04/14
Ringkasan Pertanyaan
Apakah Tuhan juga terpengaruh oleh hukum-hukum natural?
Pertanyaan
Sains kemanapun ia memandang terhadap fenomena, ia tidak memandangnya sebagai sihir dan magik! Pertanyaannya adalah apakah Tuhan juga berada di bawah pengaruh hukum-hukum natural? Dalam kehidupan kita sekarang, kita tidak lagi menyaksikan sihir dan perbuatan magik lainnya. Kita tidak lagi menyaksikan laut yang tersingkap. Kita tidak lagi mendapatkan seorang perawan yang melahirkan. Ikan yang terbelah dan mukjizat juga tidak lagi terjadi. Manusia senantiasa berpikiran magikal terkait dengan peristiwa-perstiwa masa lalu dan masa datang sehingga dengan demikian mereka dapat memberikan makna pada dunia yang mereka diami. Dengan kata lain, “Karena saya tidak melihat hal ini terjadi, maka saya dapat simpulkan bahwa terdapat seorang pria penyihir yang melakukan hal ini semua.” Apakah tidak demikian adanya?
Jawaban Global

Allah Swt adalah penetap seluruh hukum natural dan secara esensial tidak berada di bawah kendali apa dan siapa pun. Segala sesuatu berjalan dan terlaksana sesuai dengan kehendak-Nya berdasarkan pada sebab-sebabnya.

Di samping itu, tidak berlakunya sebuah hukum pada dunia yang lebih di bawah yang dilakukan oleh kekuatan yang lebih di atasnya merupakan satu hukum tipikal Ilahi dan merupakan sesuatu yang dapat terlaksana. Hukum seperti ini galibnya disebut sebagai mukjizat.

Hal ini  tidak terkhusus pada masa para nabi melainkan dapat terjadi pada setiap masa,  meski  hanya sebagian orang saja yang dapat melakukan hal itu.

Mungkin ada benarnya kiranya seseorang berkata bahwa ilmu yang terbatas pada setiap masa, dalam pelbagai definisinya yang diterima, tidak mendukung sihir dan magik. Namun yang lebih tepat adalah berkata bahwa para pemilik ilmu (mukjizat) ini, pada sebagian waktu, selain definisi-definisi yang telah diterima, memandang sihir dan magik sebagai dusta dan khurafat.

Jawaban Detil

Sebagaimana alam-alam penciptaan memiliki tingkatan perbuatan-perbuatan Allah Swt juga demikian adanya. Sebagian dari tingkatan ini berkuasa dan superlatif atas tingkatan-tingkatan lainnya. Tingkatan superlatif ini dapat menguasai dan membatalkan hukum-hukum yang berlaku padanya.

Pelanggaran aturan pada dunia-dunia yang lebih di bawah oleh kekuatan yang lebih besar dari dunia yang di atasnya merupakan sebuah aturan tipikal Ilahi dan sebuah perkara yang terjadi tidak senantiasa berlaku secara kasat mata. Dan para nabi hanya mengetahui kaidah-kaidah ini dan berdasarkan izin Allah Swt menampakkan sebagian darinya sedemikian sehingga tampak sebuah perbuatan adikodrati (ekstra ordinari);. perbuatan superlatif.  Dan bersikeras menolak setiap fenomena superlatif dan lebih unggul dari ilmu-ilmu material dan empirikal kemudian menyebutnya sebagai sihir merupakan tindakan yang tidak tepat dan mengandung muatan negatif.

Sebagai contoh bahwa dunia materi juga sebagian hukum-hukum natural didominasi oleh kekuatan superlatif yang lebih besar dan berkuasa atasnya. Kekuatan superlatif tersebut boleh jadi berbuat yang berbeda sebagaimana biasanya dan menampakkan tipologi yang lain sebagaimana seharusnya. Meski boleh jadi kondisi seperti ini dipandang sebagai sebuah sihir karena ketidaktahuan terhadap proses terjadinya. Tapi bukankah pelbagai ketidaktahuan ini tidak akan pernah habis.

Ada baiknya kita berkata bahwa terlepas dari pelbagai mukjizat yang didemonstrasikan para nabi sepanjang sejarah senantiasa terdapat beberapa fenomena yang terjadi yang tidak dapat diketahui masa sekarang ini dan mengikut hukum-hukum yang berada di atas hukum-hukum natural.

Hal ini sangat penting untuk diketahui bahwa seluruh tingkatan alam tidak bekerja di bawah satu tingkatan dari hukum-hukum atas ilmu dewasa ini dan ketelitian ilmu-ilmu material tidak hanya mampu menetapkan adanya hukum-hukum superlatif ini, bahkan setiap hari semakin mengetahui bahwa ilmu material tidak dapat digunakan untuk menganalisa seluruh realitas alam semesta dengan pengetahuan-pengetahuan terbatas yang dimiliki manusia. [iQuest]

Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Menu

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Bagaiamana Proses terjadinya Hari Kiamat menurut Filosofdan Teolog dan dalil-dalil apa saja yang digunakan oleh keduanya untuk menetapkan Hari Kiamat?
    3164 Filsafat Islam 2010/02/18
    Ma'âd bermakna dibangkitkannya manusia setelah kematian dimana manusia kembali hidup dan pada kehidupan baru seluruh amal perbuatannya akan diperhitungkan. Keyakinan ini secara umum, terlepas dari hal-hal detilnya, disepakati oleh seluruh teolog dan filosof Ilahi serta seluruh kaum Muslimin, sesuai dengan ayat al-Qur'an, memiliki keyakinan terhadap adanya hari kebangkitan (ma'âd).Adapun berkenaan dengan ...
  • Di manakah letak Saqifah Bani Sa’idah?
    2021 Situs-situs Bersejarah 2012/08/21
    Penulis buku Madina Syinasi (Mengenal Kota Madinah), terkait dengan letak geografis Saqifah Bani Sa’idah, menulis, “Apa yang pasti, tempat Saqifah Bani Sa’idah terletak di samping Masjid Bani Sa’idah dan dekat sumur Budha’i (sumur milik Bani Saidah). Masjid Bani Sa’idah – sesuai riwayat Ibnu Syubbah dan Imam Abu Ishaq Harbi dalam ...
  • Apa defenisi kemandirian ekonomi itu dalam satu negara?
    415 Hukum dan Yurisprudensi 2014/01/22
    Maksud dari mandiri ini adalah masyarakat umum dapat bereproduksi untuk memenuhi kebutuhan pribadi dalam batas mensejahterakan (diri), tidak membutuhkan dan tidak bergantung pada orang lain dalam menjalankan persoalan ekonomi. Oleh karena itu, kemandirian ekonomi (ekonomi mandiri) ini berarti swasembada dalam memenuhi kebutuhan pokok dan menghalangi dominasi negara lain atas ekonomi dalam ...
  • Apakah maksud hadis “Laulânâ Mâ ‘Ubidullâh wa Laulânâ ma ‘Urifallâh?”
    1818 Dirayah al-Hadis 2012/03/08
    Manusia secara fitrah merupakan entitas yang senantiasa mencari Tuhan dan selalu menginginkan makrifat kepada Allah Swt sehingga dengan perantara pengenalan kepada-Nya tujuan penciptaannya yaitu beribadah kepada Allah dapat terpenuhi. Dari sisi yang lain, (sebagaimana yang telah difirmankan sendiri oleh Allah Swt dalam berbagai tempat dalam al-Qur’an) firman Allah Swt yang dialamatkan ...
  • Apa tujuan adanya setan yang nota-bene merupakan makhluk pembangkang dan menyesatkan? Mengapa Tuhan menciptakan setan?
    2765 Teologi Klasik 2009/09/03
    Pertama: Peran setan dalam menyimpangkan dan menyesatkan manusia hanya berada pada tataran mengajak dan menyeru. Kedua: Proses untuk meraih kesempurnaan senantiasa berlangsung di tengah pelbagai pertentangan dan paradoks. Atas dasar ini, penciptaan entitas dan makhluk sedemikian dalam sistem penciptaan tidak dapat disebut sebagai sebuah perbuatan sia-sia atau tanpa alasan. Melainkan ...
  • Bagaimana pandangan Barat tentang wanita dan kebebasan wanita?
    1094 Hukum dan Yurisprudensi 2012/04/14
    Hari ini, masalah kebebasan wanita merupakan salah satu persoalan sosial yang dianggap penting di Barat. Di sepanjang sejarah, wanita senantiasa berada di bawah dominasi kaum laki-laki, ia senantiasa hidup di sebuah komunitas masyarakat yang hak-hak sosial dan individualnya selalu diinjak-injak dan dijadikan bulan-bulanan serta dilanggar. Bahkan pada sebagian masyarakat, ia ...
  • Apakah hewan kurban haji dapat disembelih selain di Mina?
    1439 Hukum dan Yurisprudensi 2011/11/28
    Jawaban Para Marja Agung Taklid: Hadhrat Ayatullah Agung Fadhil Langkarani Ra: Tidak. Menyembelih kambing kurban merupakan salah satu kewajiban haji yang harus disembelih di Mina atau tempat-tempat yang sekarang ini diadakan penyembelihan hewan kurban dan (penyembelihan itu diadakan) pada hari-hari haji. Hadhrat Ayatullah Agung Makarim Syirazi (Mudda Zhilluhu al-‘Ali):Kami telah ...
  • Apa hukumnya berdoa bagi orang murtad yang telah meninggal dunia?
    2764 Akhlak Praktis 2010/09/05
    Meski berdoa tidak memiliki batasan tertentu namun terkabulkannya doa memiliki syarat-syarat. Salah satu syarat terkabulkannya doa adalah kelayakan seseorang yang ingin kita doakan. Walaupun kita dapat berdoa bagi orang kafir dan munafik serta murtad pada masa hidupnya namun tatkala ia meninggal dunia dalam keadaan kafir maka ruang bagi terkabulkannya doa ...
  • Bagaimanakah cerita Aisyah meninggal dunia?
    1989 همسران و فرزندان پیامبر ص 2013/07/15
    Terdapat perbedaan pendapat terkait dengan bagaimana proses meninggalnya Aisyah. Literatur-literatur Ahlusunnah memandang kematiannya sebagai kematian natural dan berkata bahwa pada usia 58 tahun Aisyah wafat dan Abu Hurairah yang menyalatkan jenazahnya. Namun ada juga yang menulis bahwa Aisyah meninggal dunia sebelum itu dan Abu Hurairah sendiri tutup usia pada tahun ...
  • Kami berharap Anda dapat menjelaskan tentang kisah fitnah dan tanduk setan yang muncul dari rumah A'isyah sebagaimana hal ini disebutkan dalam kitab hadis Shahih al-Bukhâri!
    2656 Sirah Ulama 2010/02/18
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...

Populer Hits

Jejaring