Advanced Search
Hits
2361
Tanggal Dimuat: 2012/04/14
Ringkasan Pertanyaan
Apakah Tuhan juga terpengaruh oleh hukum-hukum natural?
Pertanyaan
Sains kemanapun ia memandang terhadap fenomena, ia tidak memandangnya sebagai sihir dan magik! Pertanyaannya adalah apakah Tuhan juga berada di bawah pengaruh hukum-hukum natural? Dalam kehidupan kita sekarang, kita tidak lagi menyaksikan sihir dan perbuatan magik lainnya. Kita tidak lagi menyaksikan laut yang tersingkap. Kita tidak lagi mendapatkan seorang perawan yang melahirkan. Ikan yang terbelah dan mukjizat juga tidak lagi terjadi. Manusia senantiasa berpikiran magikal terkait dengan peristiwa-perstiwa masa lalu dan masa datang sehingga dengan demikian mereka dapat memberikan makna pada dunia yang mereka diami. Dengan kata lain, “Karena saya tidak melihat hal ini terjadi, maka saya dapat simpulkan bahwa terdapat seorang pria penyihir yang melakukan hal ini semua.” Apakah tidak demikian adanya?
Jawaban Global

Allah Swt adalah penetap seluruh hukum natural dan secara esensial tidak berada di bawah kendali apa dan siapa pun. Segala sesuatu berjalan dan terlaksana sesuai dengan kehendak-Nya berdasarkan pada sebab-sebabnya.

Di samping itu, tidak berlakunya sebuah hukum pada dunia yang lebih di bawah yang dilakukan oleh kekuatan yang lebih di atasnya merupakan satu hukum tipikal Ilahi dan merupakan sesuatu yang dapat terlaksana. Hukum seperti ini galibnya disebut sebagai mukjizat.

Hal ini  tidak terkhusus pada masa para nabi melainkan dapat terjadi pada setiap masa,  meski  hanya sebagian orang saja yang dapat melakukan hal itu.

Mungkin ada benarnya kiranya seseorang berkata bahwa ilmu yang terbatas pada setiap masa, dalam pelbagai definisinya yang diterima, tidak mendukung sihir dan magik. Namun yang lebih tepat adalah berkata bahwa para pemilik ilmu (mukjizat) ini, pada sebagian waktu, selain definisi-definisi yang telah diterima, memandang sihir dan magik sebagai dusta dan khurafat.

Jawaban Detil

Sebagaimana alam-alam penciptaan memiliki tingkatan perbuatan-perbuatan Allah Swt juga demikian adanya. Sebagian dari tingkatan ini berkuasa dan superlatif atas tingkatan-tingkatan lainnya. Tingkatan superlatif ini dapat menguasai dan membatalkan hukum-hukum yang berlaku padanya.

Pelanggaran aturan pada dunia-dunia yang lebih di bawah oleh kekuatan yang lebih besar dari dunia yang di atasnya merupakan sebuah aturan tipikal Ilahi dan sebuah perkara yang terjadi tidak senantiasa berlaku secara kasat mata. Dan para nabi hanya mengetahui kaidah-kaidah ini dan berdasarkan izin Allah Swt menampakkan sebagian darinya sedemikian sehingga tampak sebuah perbuatan adikodrati (ekstra ordinari);. perbuatan superlatif.  Dan bersikeras menolak setiap fenomena superlatif dan lebih unggul dari ilmu-ilmu material dan empirikal kemudian menyebutnya sebagai sihir merupakan tindakan yang tidak tepat dan mengandung muatan negatif.

Sebagai contoh bahwa dunia materi juga sebagian hukum-hukum natural didominasi oleh kekuatan superlatif yang lebih besar dan berkuasa atasnya. Kekuatan superlatif tersebut boleh jadi berbuat yang berbeda sebagaimana biasanya dan menampakkan tipologi yang lain sebagaimana seharusnya. Meski boleh jadi kondisi seperti ini dipandang sebagai sebuah sihir karena ketidaktahuan terhadap proses terjadinya. Tapi bukankah pelbagai ketidaktahuan ini tidak akan pernah habis.

Ada baiknya kita berkata bahwa terlepas dari pelbagai mukjizat yang didemonstrasikan para nabi sepanjang sejarah senantiasa terdapat beberapa fenomena yang terjadi yang tidak dapat diketahui masa sekarang ini dan mengikut hukum-hukum yang berada di atas hukum-hukum natural.

Hal ini sangat penting untuk diketahui bahwa seluruh tingkatan alam tidak bekerja di bawah satu tingkatan dari hukum-hukum atas ilmu dewasa ini dan ketelitian ilmu-ilmu material tidak hanya mampu menetapkan adanya hukum-hukum superlatif ini, bahkan setiap hari semakin mengetahui bahwa ilmu material tidak dapat digunakan untuk menganalisa seluruh realitas alam semesta dengan pengetahuan-pengetahuan terbatas yang dimiliki manusia. [iQuest]

Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Menu

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apakah ada hubungan antara akhlak dan kecerdasan?
    5172 Akhlak Praktis 2012/03/05
    Akhlak seperti kebanyakan ilmu terbagi menjadi dua bagian: Akhlak teoritis (nazhari) Akhlak praktis (‘amali) Mengetahui pelbagai hal dan kaidah-kaidah moral berhubungan langsung dengan kecerdasan manusia. Artinya semakin tinggi tingkat kecerdasan seseorang maka peluangnya untuk mempelajari ilmu semakin besar. Dan sebaliknya, ...
  • Apakah ajaran Zoroaster termasuk agama Ilahi?
    12287 Teologi Lama 2009/08/20
    Esensi ajaran Zoroaster, dengan memperhatikan nyanyian-nyanyian religiusnya, adalah esensi ajaran tauhid (monoteisme). Akan tetapi dengan menelisik pada ajaran-ajarannya dalam kitab “Avesta” terdapat pelbagai indikasi yang menandaskan pada dualisme. Penampakan pelbagai indikasi ini, dilakukan oleh para pengikut ajaran Zoroaster setelahnya dan “Mani”.
  • Orang yang sebagian dari anggota tubuhnya terluka dan air membahayakan dirinya bagaimana dia dapat melakukan wudhu, apakah ia harus mandi wajib atau bertayammum?
    1953 Hukum dan Yurisprudensi 2014/04/14
    Sesuatu yang ditutupi di atas luka atau obat yang diletakkan di atas luka dan yang seperti itu disebut sebagai jabirah. Wudhu dan mandi wajib dengannya disebut dengan wudhu dan mandi wajib jabirah. Pandangan para Marga Agung Taklid tentang wudhu jabirah adalah sebagai berikut: Jika luka atau bisul ...
  • Kapan haji mulai diwajibkan?
    2050 Tafsir 2014/05/08
    Berdasarkan riwayat, haji memiliki latar belakang yang sangat panjang dan sedemikian panjang sehingga sampai pada masa-masa sebelum penciptaan Nabi Adam As. Disebutkan bahwa setelah pelaksanaan haji Nabi Adam As usai, malaikat Jibril bersabda kepadanya, “Berbahagialah wahai Adam! Engkau telah dimaafkan. Aku bertawaf di sekeliling rumah (Ka’bah) ini ...
  • Apa yang dimaksud dengan mudhârabah?
    1252 System 2014/04/14
    Mudhârabah dalam istilah fikih adalah perjanjian dimana seseorang sebagai pemilik modal memberikan modalnya kepada orang lain untuk dipakai berdagang (membuka usaha), dan keuntungan yang mereka peroleh akan dibagi dua. Dengan ungkapan yang lebih jelas, mudhârabah diartikan sebagai akad (persetujuan) dan perjanjian di antara dua orang yang melakukan ...
  • Apakah Masjid al-Aqsha yang diisyaratkan dipermulaan di surah al-Isra adalah sebuah masjid yang berada di langit, bukan masjid yang ada di Baitul Muqadas?
    453 Tafsir 2015/05/13
    Masjid al-Aqsha adalah sebuah masjid yang namanya tercantum dalam al-Quran terkait dengan kisah Mikraj Nabi Muhammad Saw. Terkait dengan Masjid al-Aqsha, sangat banyak pendapat dan pernyataan tentang hal ini.
  • Dengan gaibnya Imam Keduabelas Syiah, seluruh konsepsi imamah menjadi diragukan?
    2867 Teologi Lama 2009/07/11
    Terkait pertanyaan yang mengemuka secara global tanpa menyebutkan contoh-contoh tentang  kontradiksinya masalah ghaibah dan konsepsi imamah, oleh itu di sini kita harus mengulas tugas-tugas imam kemudian sesuai atau tidak sesuainya dengan masalah ghaiba akan menjadi obyek analisa kita.Imamah – yang merupakan kelanjutan estafet kenabian dan yang ...
  • Apa yang dimaksud dengan wajib dalam hadis kewajiban mandi hari Jumat?
    3239 Jenis-jenis Mandi 2012/12/12
    Mandi Jumat; merupakan salah satu tradisi dan sunnah Rasulullah Saw dan Ahlulbaitnya. Terdapat banyak hadis dalam literatur Syiah dan Sunni yang menjelaskan masalah ini. Sebagian dari hadis tersebut menyebutkan tentang kewajiban mandi ini. Di antaranya, tatkala ditanya tentang mandi Jumat ini, Imam Ridha As menjawab, “Wâjibun ‘ala kulli ...
  • Apabila kita mengajarkan kebajikan kepada orang lain, kemudian mereka mengamalkan kebaikan-kebaikan yang kita ajarkan, apakah kita juga turut memperoleh pahala dalam amal perbuatan baik mereka?
    468 Akhlak Praktis 2015/05/03
    Ganjaran dan pahala ukhrawi setiap amal perbuatan baik, tergantung kepada niat seseorang. Apabila seseorang melakukan suatu perbuatan terpuji demi mendapatkan keridhaan Allah Swt, jelaslah bahwa Allah Swt akan mencatat pahala baginya dalam buku catatan amal baiknya. Tapi apabila ia mengerjakan suatu perbuatan bukan karena untuk meraih keridhaan-Nya, ...
  • Apakah metode filsafat jauh lebih mengakar ketimbang metode agamis?
    5203 Epistemologi 2012/08/05
    Agama merupakan sekumpulan keyakinan, moralitas, aturan-aturan dan hukum-hukum yang disediakan bagi manusia melalui jalan wahyu dan akal untuk mengatur manusia dan masyarakat serta membina manusia menjadi manusia-manusia unggul. Karena itu, agama tidak berseberangan dengan akal bahkan agama adalah sebuah realitas paripurna dan yang meliputi dimana ...

Populer Hits

Jejaring