Advanced Search
Hits
4333
Tanggal Dimuat: 2010/02/17
Ringkasan Pertanyaan
Mengapa Qabil membunuh Habil?
Pertanyaan
Mengapa Qabil membunuh Habil?
Jawaban Global

Dari ayat-ayat al-Qur'an dapat disimpulka n bahwa sebab pembunuhan Habil oleh Qabil adalah adanya sifat tercela hasud yang membakar Qabil yang berujung pada terbunuhnya Habil dalam keadaan teraniaya.

Jawaban Detil

Al-Qur'an menuturkan kisah anak-anak Adam dan pembunuhan satu dengan yang lainnya sebagai berikut: "Ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, lalu diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil)."[1] Hal ini yang menjadi sebab saudara yang tidak diterima amalannya (Qabil), mengancam membunuh saudara yang lainnya (Habil) dan bersumpah "Ia (Qabil) berkata, “Aku pasti membunuhmu!”[2] Namun saudaranya (Habil) memberikan nasihat dan berkata, "Apabila demikian adanya, bukanlah salahku, melainkan salahnya berpulang kepadamu dimana perbuatanmu tidak disertai dengan takwa. “Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa."[3]

Kemudian Habil menambahkan: "Sungguh kalau kamu menjulurkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menjulurkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam."[4] (Qs. Al-Maidah [5]:28)

Di samping itu, saya tidak ingin memikul dosa orang lain, "Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri."[5] (Lantaran apabila engkau mengamalkan ancamanmu (dan membunuhku) maka beban dosa yang telah kulakukan pada masa lalu akan jatuh di pundakmu; karena engkau telah membunuhku dan engkau harus membayar tebusannya dan karena engkau tidak memiliki amal kebaikan maka engkau harus memikul beban dosa-dosaku). Dan tentu saja dengan menerima tanggung jawab besar ini, "maka engkau akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim.”[6]

Dari ayat-ayat ini dengan baik dapat disimpulkan bahwa sumber pertama perbedaan, pembunuhan dan pelanggaran dalam dunia kemanusiaan adalah masalah hasud. Dan masalah ini membuat kita mengenal pentingnya (untuk mengetahui dan menghindar dari) akhlak tercela ini dan pengaruh luar biasanya atas pelbagai kejadian dan peristiwa sosial dalam masyarakat umat manusia.[7][IQuest]



[1]. Qs. Al-Maidah (5):27

[2]. "Qala Laaqtulannaka." (Qs. Al-Maidah [5]:27)

[3]. "Qala Innama YataqabbaluLlah minal a-Muttaqin." (Qs. Al-Maidah [5]:27)

[4]. "Lain bastathta ilayya yadaka Litaqtulani ma Ana bibasith Yadaya Ilaika Liaqtulaka. nni AkhafaLlaha Rabbul Alamin." (Qs. Al-Maidah [5]:27)

[5]. "Inni uridu an tabua biitsmi wa itsmak." (Qs. Al-Maidah [5]:29)

[6]. "Fatakuna min ashabinnar wa dzalika jazau al-Zhalimin." (Qs. Al-Maidah [5]:29)

[7]. Silahkan lihat, Tafsir Nemune, jil. 4, hal. 346; Terjemahan Persia Tafsir al-Mizan, jil. 5, hal. 491; Min Huda al-Qur'an, jil. 2, hal. 353. Dalam Tafsir Min Huda al-Qur'an karya Sayid Muhammad Taqi Mudarrisi, kita membaca, "Sesungguhnya Qabil tidak membunuh saudaranya dikarenakan hukum pertarungan siapa yang kuat (struggle of the fittest) sebagaimana yang diklaim oleh mazhab Darwinisme, juga tidak dikarenakan ingin mendapatkan wanita yang jelita sebagaimana yang diklaim mazhab Freudisme, juga bukan karena adanya tarbiyah yang buruk dan tekanan sosial. Atau pertarungan kelas atau selainnya sebagiamana yang diklaim oleh mazhab-mazhab sosial. Tidak. Qabil membunuh Habil karena kecintaannya untuk meninggi (isti'la) dan lantaran hasud yang membakarnya.

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Menu

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apakah tampaknya keramat menunjukkan kebenaran pemiliknya?
    2734 Irfan Praktis 2012/04/03
    Salah satu pembahasan yang cukup luas dalam Irfan adalah masalah keramat (thaumaturgicgift) dan pelaksanaan aksi-aksi adikodrati. Dalam jalan irfan, sair dan suluk, menemukan keramat, mukasyafah dan perbuatan-perbuatan adikodrati, bukanlah hal-hal yang dapat membuat manusia sombong dan memandangnya sebagai sesuatu yang penting. Hal-hal ini merupakan efek dari langkah-langkah perdana dan tingkatan-tingkatan yang ...
  • Apakah akal dapat mengetahui sesuatu yang partikular qua partikular itu sendiri?
    3087 Filsafat Islam 2011/06/09
    Kedudukan dan posisi akal mencerap segala sesuatu yang bersifat universal. Adapun kedudukan dan posisi indra adalah mencerap segala sesuatu yang bersifat partikular. Karena itu akal tidak dapat mencerap “partikular qua partikular” secara langsung dan tanpa media. Tugas mencerap segala sesuatu yang partikular (juz’i) qua partikular (juz’i) berada di pundak indra ...
  • Bagaimana hukum menyemir rambut dengan warna hitam?
    4186 Hukum dan Yurisprudensi 2011/07/28
    Menyemir rambut kepala dan wajah (janggut) baik dengan perantara inai atau warna hitam adalah mustahab (dianjurkan). Menyemir rambut kepala dan wajah tidak hanya tidak bermasalah bahkan dianjurkan dalam beberapa riwayat:مُحَمَّدُ بْنُ یَعْقُوبَ عَنْ عَلِیِّ بْنِ إِبْرَاهِیمَ عَنْ أَبِیهِ عَنِ ابْنِ أَبِی عُمَیْرٍ عَنْ مُعَاوِیَةَ بْنِ عَمَّارٍ عَنْ حَفْصٍ الْأَعْوَرِ قَالَ ...
  • Apakah tayamum telah memadai apabila tangan kita terkena najis dan kita juga tidak memiliki air untuk menyucikannya?
    3522 Hukum dan Yurisprudensi 2011/12/19
    Pertanyaan ini masih kabur dan untuk menghilangkan kekaburan itu kita harus mengkaji pertanyaan ini dalam dua bagian: 1.     Apakah tayamum yang dimaksud adalah tayamum sebagai ganti wudhu untuk mengerjakan salat? 2.     Atau dengan bertayamum kita ingin tangan najis kita menjadi suci dan menyingkirkan kenajisannya.  Allah Swt menjadikan tayamum sebagai ganti ...
  • Apa kematian (ajal) itu? Dan apakah masa kematian (ajal) itu dapat ditunda?
    10120 Teologi Klasik 2009/04/07
    Kematian (ajal) dalam perspektif filsafat Islam adalah terlepasnya pengurusan dan pengaturan jiwa (nafs) atas badan dan terpisahnya jiwa dari badan. Tentu saja, pandangan ini bersumber dari al-Qur’an dan riwayat-riwayat yang tidak memandang kematian sebagai ketiadaan, kehancuran, dan kesirnaan.Dalam teks-teks Islam, terdapat ragam redaksi yang digunakan untuk kematian dimana dari redaksi-redaksi ...
  • Mengapa orang-orang Jamal (seperti Aisyah, Thalha, Zubair) mengangkat senjata melawan Imam Ali As?
    9762 تاريخ بزرگان 2009/06/17
    Dengan memperhatikan dokumen-dokumen sejarah, kita akan mengkaji sebab-sebab berkecamuknya perang Jamal dari kedua belah pihak dan kemudian memberikan penilaian atasnya:A.      Sebab-sebab terjadinya perang Jamal dalam pandangan orang-orang Jamal:1.       Dalam penggalan khutbah Aisyah dan Thalha ditegaskan bahwa sebab terpenting berkecamuknya perang Jalam adalah karena ingin menuntut darah Utsman. Di samping itu, ...
  • Apakah dalam al-Qur'an disebutkan bahwa mazhab minoritas harus mengenakan hijab (dalam pemerintahan Islam)?
    2663 Teologi Klasik 2009/09/22
    Syubha ini boleh jadi tersimpan dalam benak setiap orang bahwa apa perlunya aturan hijab bagi kaum Muslimin dan bagi agama minoritas (orang-orang Kristen dan Yahudi)? Apa yang menjadi dasar dan sesuai dengan kaidah apa aturan ini diterapkan bagi mereka? Dalam hal ini kami mengajak Anda untuk memperhatikan beberapa poin berikut ...
  • Apakah wahyu itu, dan bagaimanakah wahyu itu diturunkan kepada para nabi?
    19273 Ulumul Quran 2009/03/16
    Wahyu secara leksikal berarti isyarah cepat yang bisa dari jenis perkataan, kode-kode percakapan, suara yang "tunggal" dan tak berangkap, isyarah, dan semisalnya.Makna dan penggunaannya yang bervariasi dalam al-Quran telah mengajak kita untuk memperhatikan beberapa poin berikut ini:Pertama: Wahyu tidak hanya berkaitan khusus pada manusia melainkan berkaitan pula pada eksistensi-eksistensi non-organik, ...
  • Berapa banyak surah dalam al-Qur’an yang menggunakan nama-nama para Nabi Ilahi?
    4220 Tafsir 2012/01/30
    Terdapat enam surah dalam al-Qur’an yang menyebutkan nama-nama para nabi. Keenam surah tersebut adalah: Nuh, Ibrahim, Yunus, Yusuf, Hud dan Muhammad. Akan tetapi, para ahli tafsir, dengan mencermati sebagian riwayat, meyakini bahwa sebagian surah dalam al-Qur’an seperti Thaha, Yasin, Mudattsir, Muzammil menengarai pribadi Rasulullah Saw. Karena itu, surah-surah seperti Thaha, ...
  • Apa yang menjadi latar belakang penolakan kaum teolog atas doktrin wahdat al-wujud?
    4258 Irfan Teoritis 2009/07/22
    Wahdat al-wujud adalah gagasan yang paling fundamental dalam ranah irfan. Dalam pandangan dunia irfan seperti dalam mazhab Ibnu Arabi, wahdat al-wujud adalah doktrin yang paling mendasar. Doktrin ini mengatakan bahwa wujud hakiki, hakikat yang real adalah tunggal dan  azali dan wujud itu adalah wujud Allah Swt. Sementara wujud-wujud lain tidak real. ...

Populer Hits

  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    165544 Teologi Klasik 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia yang disebut sebagai “insan atau Nsnas” ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    132976 Teologi Klasik 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga permulaan kiamat ia ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    121556 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    95239 تاريخ بزرگان 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan maqam penghambaan, ilmu ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    90911 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik nikah daim (tetap) ataupun mut’ah (sementara). Hal itu dapat dilakukan dengan syarat-syaratnya ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    81241 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    73728 تاريخ بزرگان 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa. Buntut dari pengepungan ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    71787 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya (musytaq) dalam Al-Qur’an digunakan sebanyak 13 makna.Doa merupakan sebuah bentuk ibadah, karena itu ia juga memiliki syarat-syarat positif ...
  • Apakah ada ayat al-Quran yang menjelaskan tentang kaum Israel dan Palestina?
    62097 Tafsir 2013/10/26
    Sebagaimana yang Anda ketahui bahwa “negara” Israel tidak memiliki sejarah yang panjang. “Negara” Israel berdiri pada beberapa dasawarsa terakhir dengan mencaplok tanah Palestina. Kawasan ini bernama Palestina dan Suriah yang telah dikenal sebelumnya dalam sejarah. Adapun tentang wilayah Palestina sebagian ahli tafsir berkata, “Yang dimaksud dengan tanah suci pada ayat berikut ...
  • Apakah suami dan isteri diwajibkan mengenakan pakaian ketika melakukan senggama?
    52851 Akhlak Praktis 2010/10/12
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda memilih jawaban detil. ...

Jejaring