Advanced Search
Hits
5546
Tanggal Dimuat: 2010/02/17
Ringkasan Pertanyaan
Mengapa Qabil membunuh Habil?
Pertanyaan
Mengapa Qabil membunuh Habil?
Jawaban Global

Dari ayat-ayat al-Qur'an dapat disimpulka n bahwa sebab pembunuhan Habil oleh Qabil adalah adanya sifat tercela hasud yang membakar Qabil yang berujung pada terbunuhnya Habil dalam keadaan teraniaya.

Jawaban Detil

Al-Qur'an menuturkan kisah anak-anak Adam dan pembunuhan satu dengan yang lainnya sebagai berikut: "Ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, lalu diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil)."[1] Hal ini yang menjadi sebab saudara yang tidak diterima amalannya (Qabil), mengancam membunuh saudara yang lainnya (Habil) dan bersumpah "Ia (Qabil) berkata, “Aku pasti membunuhmu!”[2] Namun saudaranya (Habil) memberikan nasihat dan berkata, "Apabila demikian adanya, bukanlah salahku, melainkan salahnya berpulang kepadamu dimana perbuatanmu tidak disertai dengan takwa. “Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa."[3]

Kemudian Habil menambahkan: "Sungguh kalau kamu menjulurkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menjulurkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam."[4] (Qs. Al-Maidah [5]:28)

Di samping itu, saya tidak ingin memikul dosa orang lain, "Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri."[5] (Lantaran apabila engkau mengamalkan ancamanmu (dan membunuhku) maka beban dosa yang telah kulakukan pada masa lalu akan jatuh di pundakmu; karena engkau telah membunuhku dan engkau harus membayar tebusannya dan karena engkau tidak memiliki amal kebaikan maka engkau harus memikul beban dosa-dosaku). Dan tentu saja dengan menerima tanggung jawab besar ini, "maka engkau akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim.”[6]

Dari ayat-ayat ini dengan baik dapat disimpulkan bahwa sumber pertama perbedaan, pembunuhan dan pelanggaran dalam dunia kemanusiaan adalah masalah hasud. Dan masalah ini membuat kita mengenal pentingnya (untuk mengetahui dan menghindar dari) akhlak tercela ini dan pengaruh luar biasanya atas pelbagai kejadian dan peristiwa sosial dalam masyarakat umat manusia.[7][IQuest]



[1]. Qs. Al-Maidah (5):27

[2]. "Qala Laaqtulannaka." (Qs. Al-Maidah [5]:27)

[3]. "Qala Innama YataqabbaluLlah minal a-Muttaqin." (Qs. Al-Maidah [5]:27)

[4]. "Lain bastathta ilayya yadaka Litaqtulani ma Ana bibasith Yadaya Ilaika Liaqtulaka. nni AkhafaLlaha Rabbul Alamin." (Qs. Al-Maidah [5]:27)

[5]. "Inni uridu an tabua biitsmi wa itsmak." (Qs. Al-Maidah [5]:29)

[6]. "Fatakuna min ashabinnar wa dzalika jazau al-Zhalimin." (Qs. Al-Maidah [5]:29)

[7]. Silahkan lihat, Tafsir Nemune, jil. 4, hal. 346; Terjemahan Persia Tafsir al-Mizan, jil. 5, hal. 491; Min Huda al-Qur'an, jil. 2, hal. 353. Dalam Tafsir Min Huda al-Qur'an karya Sayid Muhammad Taqi Mudarrisi, kita membaca, "Sesungguhnya Qabil tidak membunuh saudaranya dikarenakan hukum pertarungan siapa yang kuat (struggle of the fittest) sebagaimana yang diklaim oleh mazhab Darwinisme, juga tidak dikarenakan ingin mendapatkan wanita yang jelita sebagaimana yang diklaim mazhab Freudisme, juga bukan karena adanya tarbiyah yang buruk dan tekanan sosial. Atau pertarungan kelas atau selainnya sebagiamana yang diklaim oleh mazhab-mazhab sosial. Tidak. Qabil membunuh Habil karena kecintaannya untuk meninggi (isti'la) dan lantaran hasud yang membakarnya.

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Menu

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apakah hikmah dan falsafah tawassul kepada Ahlulbait As? Apakah tawassul sedemikian termasuk jenis “kolusi”?
    7115 Teologi Lama 2010/04/05
    Tawassul secara leksikal bermakna mendekat kepada sesuatu dengan sebuah media dan perantara praktis. Yang harus diperhatikan dan dipahami terkait dengan tawassul kepada para wali Tuhan adalah bahwa tujuan tawassul adalah untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Dan tawassul kepada para wali Tuhan tidak berseberangan sama ...
  • Untuk tujuan apa Tuhan menciptakan manusia?
    14702 Teologi Lama 2009/09/22
    Tuhan adalah Dzat yang Maha Sempurna Mutlak. Sama sekali suci dari semua kekurangan dan kecacatan. Ia Maha Kaya dan Sumber dari semua Wujud di alam semesta ini. Ia tak Membutuhkan apapun selainnya, makhluk-makhluk-Nyalah yang butuh dan berhajat kepada-Nya. Di sisi lain, dalam kesempurnaan-Nya Allah adalah ...
  • Doa apa yang harus dibaca supaya menjadi orang kaya?
    60472 Akhlak Praktis 2011/09/20
    Seorang beriman pada seluruh dimensi hidupnya harus bekerja sama dengan orang lain dalam interaksi sosial atau berusaha maksimal dalam memperoleh kekayaan legal dan halal. Dalam pada itu, ia harus senantiasa menjalin hubungannya dengan Tuhan atau tidak lalai mengingat Tuhan dan memohon kepada Allah Swt supaya terkabulkan permintaannya. Harap ...
  • Apa hukumnya pasar forex?
    3232 Hukum dan Yurisprudensi 2012/08/05
    Pasar forex adalah sebuah pasar yang di dalamnya orang-orang melakukan transaksi ragam valuta asing (Rial, Dolar, Poundsterling, Yen, Dinar dan lain sebagainya). Pada pasar ini satu mata uang asing diperdagangkan dengan mata uang asing lain dan seseorang yang bermaksud mengadakan transaksi apabila ia merasa bahwa nilai sebuah ...
  • Apakah boleh shalat tarawih itu dikerjakan berdasarkan taqiyyah?
    3638 Hukum dan Yurisprudensi 2010/04/10
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Siapakah yang memiliki hadiah dan buah tangan yang diberikan kepada bayi saat merayakan hari ulang tahun?
    2610 Hukum dan Yurisprudensi 2011/12/17
    Kepemilikan hadiah dan buah tangan yang diberikan kepada anak pada saat perayaan hari ulang tahun tergantung pada niat orang yang memberikan hadiah tersebut. Apabila niatnya hadiah untuk ayah atau ibunya maka mereka yang akan menjadi pemilik hadiah tersebut. Apabila niatnya ...
  • Dahulu saya pernah kecanduan narkotik, apakah darah yang terdapat di badan saya itu haram (najis)?
    2441 Akhlak 2010/04/15
    Darah seluruh manusia dan setiap hewan yang ketika disembelih darahnya mengalir (yakni ketika urat leher hewan itu dipotong darahnya mengalir keluar) adalah najis.[1] Karena itu, darah setiap manusia (baik yang kecanduan narkotik ...
  • Tolong jelaskan pahala salat awal waktu menurut para Imam Maksum As dan ulama?
    3740 Dirayah al-Hadits 2012/04/07
    Pahala dan ganjaran banyak telah dijanjikan sehubungan dengan salat di awal waktu; seperti dilipat gandakannya ganjaran salat, orang yang melakukannya akan menjadi obyek kecintaan Ilahi dan lain sebagainya. Ulama juga dengan menekankan masalah ini menganjurkan masyarakat untuk mengerjakan salat di awal waktu dan menjadikannya sebagai ...
  • Apakah selain maksum dapat menjadi personifikasi dan obyek luaran (mishdaq) khalifatullah?
    1406 Teologi Lama 2013/11/25
    Sebelum membahas siapa saja yang menjadi personifikasi dan obyek luaran khalifatullah kiranya perlu kita uraikan terlebih dahulu siapakah khalifatullah itu dan sifat apa saja yang harus disandang oleh seorang khalifatullah. Pada batin kata khilâfah dan pengganti terpendam makna ini bahwa khilâfah tampak pada mustakhlif ‘anhu (pengganti darinya) ...
  • Bagaimana para khalifah kok bisa sukses memimpin pemerintahan sementara Imam Ali As tidak sukses?
    4338 Sejarah Kalam 2011/04/19
    Dalam pertanyaan ini terdapat pernyataan-pernyataan klaimitis yang tidak dapat diterima yang akan disebutkan sebagaimana berikut ini: 1.     Harap diketahui bahwa dengan asumsi riwayat-riwayat yang menghukum kekufuran dan kemunafikan sahabat di dalamnya kita terima namun hukum kekufuran dan ...

Populer Hits

Jejaring