Carian Terperinci
Pengunjung
38636
Tarikh Kemaskini 2012/11/20
Ringkasan pertanyaan
Dapatkah Anda jelaskan ciri-ciri rasm al-Usmani itu apa saja?
soalan
Dapatkah Anda jelaskan ciri-ciri rasm al-Usmani itu apa saja?
Jawaban Global

Utsman Thaha adalah kaligrafer (khattât) terkenal dari Suriah yang hidup pada abad kontemporer. Naskah kaligrafinya memiliki banyak keunggulan seperti keteraturan, harmoni, tulisan yang sangat indah, dan tetap memperhatikan kaidah-kaidah rumit tajwid.

Jawaban Detil

Seni dan keahlian menulis tidak begitu memiliki akar sejarah dalam dunia Arab yang baru memeluk Islam. Mereka yang tergolong sebagai Ahlulkitab (Kristen atau Yahudi) juga tidak memiliki pengalaman yang cukup dalam menulis; karena itu usaha para penulis wahyu difokuskan hanya untuk menulis al-Quran dan tidak lebih dari itu; seperti seni kaligrafi dan lain sebagainya tidak dapat dijumpai.

Salah satu sebab utama dari tiadanya perhatian terhadap seni kaligrafi seperti ini adalah ketidaktahuan orang-orang Arab terhadap seni ini, khususnya volume pekerjaan-pekerjaan lainnya yang belum dilakukan sangat banyak sehingga tidak menyisakan waktu bagi mereka untuk memikirkan aktifitas-aktifitas seperti kaligrafi atau menulis indah huruf-huruf Arab.

Di samping beberapa kekurangan ini, tulisan-tulisan pada masa itu, berhadapan dengan beberapa persoalan lainnya, seperti bahwa tulisan-tulisan tersebut tidak memiliki tanda baca seperti titik, baris dan harakat. Meski hal ini tidak menjadi penghalang bagi mereka dalam membaca al-Quran; karena pada masa-masa awal kedatangan Islam, kebanyakan kaum Muslimin adalah orang-orang yang berbahasa Arab dan tidak sedikit dari mereka menghafal ayat-ayat atau bahkan seluruh al-Quran. Pada umumnya mereka akrab dan familiar dengan al-Quran; karena itu mereka tidak bermasalah dalam membaca al-Quran. Artinya mereka dapat mengenali dengan baik huruf-huruf dan kata-kata, baik bentuk, harakat, kondisi-kondisi huruf dengan memperhatikan indikasi setiap kalimat yang ada sehingga mereka dapat membacanya dengan baik dan benar.[1] Sebagaimana pada pada sebagian bahasa seperti bahasa Persia yang pada mulanya disertai dengan tanda baca, namun setelah itu, ditulis dan dibaca tanpa tanda baca.

Jenis tulisan disebabkan oleh masalah-masalah yang disebutkan di atas dan seiring dengan kemajuan Islam di kalangan kaum-kaum lainnya, memerlukan perbaikan yang pada akhirnya setelah berlalunya beberapa dekade terjadi perubahan serius pada tulisan-tulisan berbahasa Arab sehingga kekurangan-kekurangan ini dapat teratasi.

Dalam sebuah pandangan global, perbedaan jenis tulisan pada masa itu dengan tulisan Arab pada masa sekarang ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Tulisan-tulisan pada masa itu, tidak memiliki titik, baris dan tanda baca. Tipologi tulisan Arab seperti ini pada masa itu dapat kita saksikan pada manuskrip-manuskrip kuno berbahasa Arab pada hari ini.
  2. Kebanyakan huruf, khususnya huruf-huruf alif belum lagi ditulis; seperti kata-kata seperti al-rahmân (الرحمان), al-‘âlamîn (العالمین), mâlik (مالک), shirât (صراط) yang ditulis dalam bentuk “al-rahman (الرحمن), al-‘alamîn (العلمین), malik (ملک), shirat (صرط).”
  3. Sebagian huruf ditulis sama dengan bentuk huruf laiinnya; seperti alif pada kata-kata “shalat (صلاة), zakat (زکاة), hayat (حیاة),…” ditulis dengan menyertakan huruf wâw; seperti shalat (صلوة), zakat (زکوة), hayat (حیوة) atau alif pada kata-kata seperti idrâk (ادراک), dhuhâhâ (ضحاها), yagsyâhâ (یغشاها) yang ditulis dalam bentuk ya (یاء); idrak (ادریک), dhuhahâ (ضحیها), yagsyâha (یغشیها).
  4. Sebagian huruf dalam bentuk tambahan yang ditulis pada pelafalan; seperti pada kata-kata, “yad’un (یدعون), yatlu (یتلو), miat (مئة), ji (جی‏ء), lisyai (لشی‏ء)…. Yang ditulis dalam bentuk huruf alif tambahan seperti “yad’un (یدعون), yatlû (یتلوا), miata (مائة), jaa (جای‏ء), lisyai (لشای‏ء) atau waw pada kalimat ulaika (اولئک), awla (اولی), ulu (اولوا) yang ditulis dalam bentuk tambahan pada pelafalan.[2]

 

Seiring dengan berlalunya waktu, banyak penulis indah dan kaligrafer yang bermunculan dan mereka mulai menulis al-Quran. Sebagian dari mereka pada masanya juga memperoleh ketenaran atas karya seni kaligrafi.

Dewasa ini, kaligrafer dan penulis indah (khattath) besar Suriah, Usman Thaha adalah sosok yang sangat tenar dalam menulis indah dan kaligrafi, meski dengan adanya sebagian kritikan yang dialamatkan kepadanya, namun disebabkan oleh sebagian privilij dan juga dukungan finansial negara-negara Arab seperti Arab Saudi di dunia Islam, sehingga khat dan rasm Usman Thahai ini mendulang ketenaran dan kemasyhuran.

Sebelum membahas tentang Usman Thaha dan naskahnya, kiranya kita perlu mengingat bahwa dalam pembahasan ini, terdapat dua terma dan penyebutan yang mirip-mirip satu sama lain dan masing-masing memiliki makna khusus. Pertama mushaf Usmani,[3] penyebutan ini terkait dengan pengumpulan al-Quran yang dilakukan oleh Usman bin Affan dan naskah yang dikumpulkannya serta ditulis dengan khat khusus disebut sebagai mushaf Usmani yang juga  memiliki para penentang serius.[4]

Terma dan penyebutan lainnya adalah Quran Usman Thaha yang berkenaan dengan tulisan al-Quran yang ditulis oleh seseorang bernama Usman Thaha yang menjadi obyek bahasan kita sekarang ini.

Usman Thaha adalah salah seorang kaligrafer (khattâth) tenar berkebangsaan Suriah yang hidup pada masa sekarang ini. Naskah tulisannya memiliki beberapa keungulan di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Pada naskah Usman Thaha, di akhir setiap halaman disertai dengan akhir ayat, sedemikian pada akhir setiap halaman tidak tersisa setengah ayat pun dan berakhir pada ujung halaman tersebut. Di samping itu, telah diupayakan dalam satu nazhm (keteraturan) khusus, dimana setiap juz al-Quran ditempatkan dalam dua puluh halaman yang dalam hal ini naskah Usman Thaha berhasil melakukannya.
  2. Khat yang digunakan adalah khat yang sangat indah dan memiliki harmoni. Khat Usman Thaha seperti ini juga semakin menambah keunggulan karyanya dan jenis nazhm tulisannya juga telah diterapkan dalam penulisan.
  3. Menjaga prinsip dan hal-hal rumit dan subtil tajwid dalam naskah ini, adanya harakat, tanda baca, baris sangat berpengaruh dalam membaca secara baik dan benar al-Quran. Perbedaan dalam menulis sebagian kata yang menyoroti masalah-masalah akurat bacaan adalah salah satu keunggulan penting khat Usman Thaha ini.

Namun harap dicatat bahwa ketiga keunggulan khat Usman Thaha yang ditulis di atas tidak menafikan kritikan-kritikan yang dilontarkan terhadap khat Usman Thaha ini. [iQuest]

 


[1]. Sayid Mahdi Saif, Târikhce Rasm al-Khath Qur’ân wa Sair Tahawwul-e Ân, Majallah Rusyd Âmuzesy Ma’ârif Islâmi, Bahar 1380, No. 44, hal. 14-15.  

[2]. Ibid, hal. 14.  

[3]. Terdapat penyebutan lainnya dari makna ini seperti Rasm al-Mushhaf, al-Rasm al-Utsman dan lain sebagainya.

[4]. Silahkan lihat, beberapa indeks terkait, Pengumpulan al-Quran, Pertanyaan 5028, Pengumpulan al-Quran oleh Rasulullah Saw, Pertanyaan 1625.

 

Terjemahan pada Bahasa Lain
Opini
Bilangan komen 0
Sila masukkan nilai
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Sila masukkan nilai
Sila masukkan nilai

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Mengapa Imam Husain As tidak bangkit di zaman Muawiyah?
    8447 Sirah Para Maksumin a.s 2011/04/19
    Dalam menjelaskan alasan tiada kebangkitan dari sisi Imam Husain As di zaman Muawiyah dapat dijawab dengan beberapa perkara di bawah ini:1.     Penghormatan Imam Husain As terhadap perjanjian yang disepakati oleh saudara dan imam zamannya, iaitu Imam Hasan ...
  • Tolong jelaskan perbezaan antara akal pentadbir dan hati (iman dan cinta).
    17285 Irfan Teori 2012/11/22
    Institusi tubuh badan manusia mempunyai pusat kekuatan besar dan agung, iaitu “akal” dan “asyik” di mana masing-masing mempunyai peranan penting dalam melakar kehidupan manusia. “Akal” umpama pelita yang sarat dengan cahaya di mana ia memancarkan cahaya dalam hidup yang penuh berliku. Akal bukanlah jenis naluri kebinatangan dan ...
  • Apakah manusia dalam perbuatannya memiliki pilihan? Jika benar, sejauh manakah batas pilihan tersebut?
    11601 Teologi Klasik 2010/06/09
    Dalam hidup ini, seringkali kita temukan diri kita berada di jalanan seorang sendiri. Satu perjalanan yang kita tidak mempunyai pilihan selain bergerak ke hadapan. Jalan yang tetap yang telah ditentukan sebelumnya dalam kehidupan kita; iaitu perkara-perkara seperti suku, bangsa, keluarga, ketinggian tubuh badan dan sebagainya. Dan sebaliknya, seringkali juga kita ...
  • Perintah al-Qur'an yang manakah golongan minoriti yang tinggal di Iran dikehendaki mematuhi peraturan hijab?
    8124 Teologi Baru 2013/01/08
    Shubhah ini mungkin berada di dalam fikiran kebanyakan individu yang mempersoalkan apakah perlunya hijab bagi umat Islam?, menurut kaedah dan hukum manakah golongan minoriti agama di Iran (Kristian dan lain-lain lagi) juga diwajibkannya? Dalam kesempatan ini, terdapat beberapa prinsip perlu diberi perhatian: 1. ...
  • Bagaimana sikap Islam terhadap demokrasi?
    11701 Teologi Klasik 2013/03/30
    Demokrasi merupakan sebuah jalan untuk menyusun dan mengatur masyarakat. Penghormatan terhadap suara majoriti dan kebebasan peribadi, masyarakat dan sebagainya merupakan tipologi demokrasi yang jelas. Meskipun tidak terdapat kepastian antara majoriti (akthariyyah) dan kebenaran (haqqāniyah), [i] akan tetapi suara majoriti atau kebolehterimaan dapat menjadi bekal ...
  • Siapakah dajjāl itu? Berikanlah penjelasan tentangnya dan riwayat-riwayat yang berkaitan dengannya.
    11749 Teologi Klasik 2012/05/17
    Salah satu daripada tanda-tanda kemunculan Imam Zaman (a.f.s) adalah keluar dan munculnya sebuah makhluk yang menyesatkan yang bernama "Dajjāl". Dajjāl dari segi bahasa dapat dikatakan kepada setiap pendusta. Terdapat juga definisi sifat-sifat sangat aneh yang berkaitan dengannya yang biasanya ditemukan dalam sumber-sumber Ahlusunnah. Namun oleh kerana sumber-sumber ...
  • Apakah orang biasa boleh menjadi maksum atau tidak?
    14568 Teologi Klasik 2011/04/19
    “Kemaksuman” yang bermakna terpelihara dari perbuatan dosa dan lupa memiliki tingkatan-tingkatan dan darjat-darjatnya. Makam tertinggi kemaksuman hanya dikhususkan untuk para Nabi dan wasi mereka. Kemaksuman mereka ini dapat dibuktikan dengan adanya nas-nas al-Quran hadis dan pelantikan mereka untuk memimpin manusia sebagai “khalifatullah”. Adapun orang yang selain ...
  • Mengapa Anda membatasi dan mengkhususkan Ahlulbait a.s. untuk beberapa orang saja?
    7307 Teologi Klasik 2011/07/21
    Pengkhususan “Ahlulbait a.s.” untuk empat belas maksum bukanlah pengkhususan dan pembatasan manusiawi dan kemanusiaan. Pengkhususan dan pembatasan dapat disimpulkan dari kalam Ilahi pada ayat tathir dan riwayat Nabawi yang menjelaskan ayat ini.Dalam menetapkan dakwaan ini dapat disandarkan kepada dalil-dalil yang berbentuk ayat-ayat dan riwayat-riwayat.
  • Apakah terdapat syarat lain selain bersikap adil untuk melakukan poligami?
    13791 Huquq Dan Ahkam 2012/11/11
    Berdasarkan pelbagai kebutuhan dan kemaslahatan personal dan sosial, Islam membolehkan poligami. Dalam hal ini, Islam memberikan beberapa syarat bagi mereka yang ingin melakukan poligami: Pria harus bersikap adil kepada para istrinya. Jumlah istri permanen (dâim) tidak boleh lebih dari empat. Izin istri diperlukan ...
  • Apakah syurga dan neraka sekarang ini wujud?
    17617 Teologi Klasik 2011/04/19
    Menurut ayat dan riwayat, syurga dan neraka yang dijanjikan, sekarang ini ada kewujudannya. Dan pada hari kiamat kelak ia akan ditunjukkan secara sempurna dan manusia akan ditempati di kediaman abadinya masing-masing, sesuai dengan amal perbuatan, keyakinan, dan keikhlasan mereka. Terdapat sudut lain yang dapat digambarkan (tentang syurga dan ...

Populer Hits