Advanced Search
Hits
7444
Tanggal Dimuat: 2013/03/04
Ringkasan Pertanyaan
Apakah adanya guru dalam proses tazkiyah dan konstruksi diri itu diperlukan?
Pertanyaan
Seberapa pentingkah peran seorang guru dalam proses tazkiyah dan konstruksi diri?
Jawaban Global
Tentu saja menempuh jalan yang sangat penting dan pelik ini memerlukan guru. Guru pertama manusia adalah Allah Swt; karena di samping melalui jalan fitrah, membimbing manusia ke masalah ini, Tuhan juga mengutus para nabi untuk membing manusia.
Dalam proses tazkiyah ini, jika manusia beroleh karunia mendapatkan seorang guru bertakwa dan saleh, maka manusia dapat memperoleh banyak manfaat darinya. Namun apabila ia tidak mendapatkan karunia seperti ini, maka mengayunkan langkah kaki dan bergerak di jalan ini tidak boleh ditinggalkan begitu saja, melainkan dengan beramal atas segala apa yang diketahui, dengan demikian Allah Swt akan menambahkan ilmu kepadanya. Manusia dengan menunaikan segala kewajiban dan meninggalkan segala dosa, setiap harinya akan banyak menemukan ilmu baru dan kian matang dalam perjalanan penyucian jiwa dan kontruksi diri ini.
 
Jawaban Detil
Tentu saja tatkala ilmu-ilmu lahir dan empirik; seperti kedokteran fisikal memerlukan guru maka tentu saja kedokteran spiritual yang nota-bene lebih sulit dan pelik tentu memerlukan dokter dan guru.
Namun hal ini, merupakan sebuah jalan yang untuk melintasinya manusia dibimbing oleh guru terbesar. Guru pertama bagi seluruh manusia dan menjadi pembimbing mereka adalah Allah Swt. Dalam al-Quran disebutkan, “Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman).” (Qs. Al-Baqarah [2]:257) dan “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (Qs. Al-Ankabut [29]:99)
Karena itu dengan memohon pertolongan dan bersandar sepenuhnya kepada-Nya  akan membantu  manusia dapat memuluskan langkah kakinya di jalan tazkiyah ini dan apabila dalam perjalanan ini, Allah Swt mengaruniai seseorang saleh dan bertakwa (sebagai guru), maka hendaknya manusia memanfaatkannya sebaik mungkin. Namun apabila ia tidak memperoleh karunia seperti ini, maka ia tidak boleh berhenti melangkah dan berputus asa. Ia harus tetap melangkah dengan mengamalkan apa saja yang diketahuinya sehingga dengan demikian Allah Swt akan menganugerahkan kepadanya ilmu atas apa saja yang tidak diketahuinya.
Dalam sebuah hadis disebutkan, “Barang siapa yang mengamalkan apa yang diketahuinya, maka Allah Swt akan menganugerahkan ilmu yang tidak diketahuinya.”[1]
Dalam sebuah pertanyaan yang diajukan kepada Ayatullah Bahjat Ra, “Apakah guru diperlukan dalam proses tazkiyah dan perjalanan sair dan suluk? Ayatullah Bahjat Ra menjawab, “Gurumu adalah ilmumu. Amalkan apa yang engkau ketahui. Apa yang tidak engkau ketahui akan mencukupimu.” Demikian juga dalam menjawab pertanyaan seseorang, “Saya memutuskan untuk menjalankan proses sair dan suluk. Amalan apa saja yang harus saya lakukan?” “Meninggalkan maksiat untuk hidup seribu tahun sudah mencukupi (untuk proses sair dan suluk).”[2] Jawab Ayatullah Bahjat Ra.
Oleh itu, Guru Pertama adalah Allah Swt dan atas maksud ini, Allah Swt mengutus para nabi untuk menghidayahi seluruh manusia. Setelah para nabi adalah para Imam Maksum As dan setelah itu adalah manusia-manusia bertakwa dan saleh yang menjadi guru-guru bagi manusia.
Apabila ia tidak memiliki guru khusus maka ia dapat memohon pertolongan Allah Swt, ruh Rasulullah Saw dan para Imam Maksum As dan segera memulai dan melanjutkan perjalanan. Ia harus memandang ilmunya laksana guru yang akan membimbingnya dengan baik dan mencegahnya dari perbuatan maksiat. Meninggalkan maksiat dan menunaikan segala kewajiban akan menyebabkan kesempurnaan dalam perjalanan ini.
Akhir kata kiranya kami merasa perlu mengingatkan bahwa jawaban pertanyaan Anda masih bersifat umum. Sekiranya Anda ingin mengetahui secara lebih spesifik, dengan menyebutkan jenjang pendidikan Anda, silahkan ajukan kembali pertanyaan kepada kami. Terima kasih. [iQuest]
 

[1]. Mahajjat al-Baidhâ, jil. 6, hal. 24; Bihâr al-Anwâr, jil. 89, hal. 172; al-Kharâij, jil. 3, hal. 1058.  
[2]. Be Suye Mahbub, Dastur al-‘Amal-hâ wa Râhnemâi-hâ Hadhrat Ayatullah Bahjat, hal. 58.  
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    256903 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    244215 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    228097 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    212465 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    174283 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    169688 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    163309 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    156004 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    137771 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    132611 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...