Advanced Search
Hits
43019
Tanggal Dimuat: 2009/09/22
Ringkasan Pertanyaan
Mengapa orang-orang Syiah mengerjakan shalat dengan tangan terbuka? Dan mengapa orang-orang Sunni mengerjakan shalat mereka dengan tangan tertutup?
Pertanyaan
Mengapa orang-orang Syiah mengerjakan shalat dengan tangan terbuka? Dan mengapa orang-orang Sunni mengerjakan shalat mereka dengan tangan tertutup?
Jawaban Global

Islam adalah agama suci yang diturunkan Allah pada ummat manusia melalui Nabinya, Muhammad al-Musthafa Saw. Islam adalah agama yang satu, dan selama Nabi Muhammad Saw hidup, semua ajaran dan syari’at yang dibawa Islam masih murni dan tak memungkinkan bagi para musuh Islam mengutak-utiknya. Namun semua berubah ketika penjaga utama syari’at Ilahi ini meninggal dunia. Para musuh-musuh Islam menemukan cara untuk menggerogoti Islam dengan berbagai cara. Inilah yang membuat tak hanya persatuan umat Islam terkoyak, tapi juga ajaran-ajaran murninya terkotori. Hingga sampai saat ini. Ini berlaku pada semua ajaran Islam, bahkan pada syari’at Islam yang paling pertama dan utama, shalat!

Syiah Dua Belas Imam mengerjakan shalat mereka dengan tangan terbuka karena mengikuti tata-cara shalat Rasulullah Saw dan para Imam Maksum As yang merupakan orang terdekat dan paling mengerti tentang kehidupan Rasulullah karena mereka adalah keluarga Rasullah sendiri. Terdapat banyak sekali riwayat-riwayat yang dapat diandalkan yang menukil ihwal tata-cara shalat Nabi Saw semenjak awal hingga akhir dalam tradisi Syi’ah Dua Belas Imam. Yaitu bahwa Rasulullah Saw dan para Imam Maksum menunaikan shalatnya dengan tangan mereka terbuka dan menempelkan kedua tangan tersebut ke pinggang. Ini karena disebutkan bahwa menutup tangan ketika mengerjakan shalat adalah mirip dengan apa yang dilakukan oleh orang-orang Majusi dalam ibadah mereka.

Jawaban Detil

Lebih dari itu, sejarah menyebutkan bahwa sama sekali tidak terdapat riwayat yang menukil tentang Nabi Saw yang menutup tangan tatkala menunaikan shalat. Bagaimanapun, praktik menutup tangan tatkala shalat merupakan sebuah peristiwa yang  terjadi setelah wafatnya Rasulullah Saw pada masa khalifah kedua. Yang mana atas alasan inilah, orang-orang Sunni mengerjakan shalat mereka dengan tangan tertutup. Inipun tidak semua pengikut Ahlusunnah yang melakukannya, ada sebagian dari Ahlusunah yang tidak mengerjakan demikian. Sebagian dari mereka shalat dengan cara tidak menyedekapkan kedua tangannya.

Meletakkan tangan di atas tangan merupakan sebuah cara yang tidak terdapat pada masa Rasulullah Saw. Adapun Rasululah Saw menunaikan shalatnya dengan tangan terbuka.[1] Dan karena Syiah dalam seluruh shalat mengikuti Nabi Saw dan para Imam Maksum As maka mereka mengerjakan shalat mereka dengan cara seperti ini. Sementara menutup tangan tatkala mengerjakan shalat merupakan sebuah bid'ah yang dilakukan setelah wafatnya Rasulullah Saw; artinya bahwa praktik shalat sedemikian tidak terdapat pada masa Rasulullah Saw dan bermula pada masa khalifah kedua. Semenjak masa khalifah kedua, kondisi seperti ini berlaku[2] dan dewasa ini mayoritas Ahlusunnah mengerjakan shalat mereka mengikut kepada tata-cara shalat khalifah kedua.[3] Bukan mengikuti tatacara shalat yang diajarkan oleh Rasulullah saw.

Selain karena tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah, para Imam Maksum As menyebutkan bahwa tata-cara shalat seperti ini adalah tata-cara ibadah yang mirip dengan tata-cara ibadah orang-orang kafir dan kaum Majusi, karena itulah mereka melarangnya. Para Imam Maksum As bersabda kepada para Syiah untuk mengerjakan salat mereka mengikut tata-cara shalat Nabi Saw dan mengerjakan shalat dengan tangan terbuka.

Dalam sebuah hadis Abi Hamid Sa'idi disebutkan seluruh perbuatan Nabi Saw tatkala menunaikan shalat semenjak takbiratul ihram hingga salam, namun dalam riwayat tersebut tidak disebutkan satu pun hadis tentang praktik menutup tangan dalam shalat Nabi Saw. Abu Hamid Sa'idi menyebutkan bahwa selepas takbir, Rasulullah Saw menurunkan tangannya (lepas terbuka) dan menempelkannya ke dua pinggang beliau.[4] Jika pun disebutkan bahwa bersedekap tangan adalah amalan mustahab, kita sama tahu bahwa Nabi Saw yang mustahil meninggalkan amalan mustahab (dianjurkan) sama sekali tidak menyedekapkan tangannya sewaktu shalat selama masa hidupnya.

Demikian juga Himad bin 'Isa meminta Imam Shadiq As untuk mengajarkan tata-cara shalat yang benar dan sempurna kepadanya. Saat itu, Imam Shadiq As berdiri menghadap kiblat dan mengerjakan seluruh amalan mustahab. Setelah beliau melakukan takbiratul ihram dan memulai bacaan shalat dan seterusnya, beliau mengerjakan shalat sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang Syiah hari ini, dan akhirnya mengucapkan salam untuk menyudahi shalatnya.[5] Dalam riwayat ini, Imam Shadiq As mengajarkan tata-cara shalat Rasulullah Saw kepada Himad bin Isa dan tidak disebutkan kondisi tangan yang tertutup atau tangan di atas tangan. Dan sekiranya praktik sedemikian merupakan sunnah, maka pastilah Imam Shadiq As menjelaskan masalah tersebut.

Demikian juga, banyak riwayat yang dinukil dari para Imam Maksum As yang bersabda: "Praktik (menutup tangan ini) adalah mirip dengan perbuatan orang Majusi dan orang-orang kafir. Praktik seperti ini tidak boleh dilakukan. Di sini kita akan menyebutkan beberapa riwayat lain untuk menegaskan hal tersebut:

1.     Diriwayatkan dari Muhammad bin Muslim dari Imam Shadiq As atau Imam Baqir As bersabda: "Aku berkata: Seseorang meletakkan tangannya dalam shalat – dan dikisahkan – tangan kanan di atas tangan kiri? Imam bersabda: "Perbuatan tersebut adalah menutup (al-takfir) dan tidak boleh dilakukan."[6]

2.     Diriwayatkan dari Zurarah dari Abi Ja'far sesungguhnya beliau bersabda: "Dan hendaklah tangan kalian terbuka dalam shalatmu dan janganlah engkau menutup (tanganmu) karena orang-orang Majusi melakukan hal tersebut (dalam ibadah mereka).[7]

3.     Diriwayatkan dari Shaduq dengan menyandarkannya kepada Ali As sesungguhnya beliau bersabda: "Hendaknya kaum muslim tidak menggabungkan tangannya dalam shalatnya sementara ia berdiri di antara tangan Tuhan dan (perbuatan ini) mirip dengan orang kafir yaitu Majusi.[8][]

 

 

 

 

Untuk telaah lebih jauh kami persilahkan Anda untuk merujuk pada:

Al-Inshaf fii Masâil Dama fiha al-Khilâf, Ayatullah Syaikh Ja'far Subhani, jil. 1, hal. 169-193

 

 



[1]. Hadis yang berkenaan dengan masalah ini segera akan dijelaskan pada bagian berikutnya.  

[2]. Bukti dari perkara ini adalah hadis Sahl bin Sa'ad yang diriwayatkan oleh Bukhari: "Dulu orang-orang diperintahkan untuk meletakkan tangan kananya di atas lengan tangan kirinya dalam shalat (Fath al-Bâri fii Syarh Shahîh al-Bukhâri, jil. 2, hal. 224). Sekarang apabila Nabi Saw memerintahkan untuk menutup tangan maka tidak ada maknanya ketika disebutkan (dalam hadis tersebut): "Dulu orang-orang diperintahkan" tapi harus disebutkan: "Dulu Nabi Saw memerintahkan."  

[3]. Mazhab Hanafi, Syafi'i dan Hanbali memandang menutup tangan sebagai sunnah dan mustahab (dianjurkan) akan tetapi Maliki menganggap bahwa tangan terbuka sebagai sunnah. Al-Fiqh 'ala al-Madzhâhib al-Khamsah, hal. 110.  

[4]. Sunan Baihaqî, jil. 2, hal. 72, 73, 101 dan 102; Sunan Abî Daud, jil. 1, hal. 194.  

[5]. Syaikh Hurr al-Amili, Al-Wasâ'il, jil. 4, bab 1, Min Abwâb Af'âl al-Shalat, hadis pertama.

[6]. Syaikh Hurr al-Amili, Al-Wasâ'i, jil. 4, bab 15, Min Abwâb Qawâthi' al-Shalat, hadis pertama.

[7]. Syaikh Hurr al-Amili, Al-Wasâ'il, jil. 4, bab 15, Min Abwâb Qawâthi' al-Shalat hadis 2, 3, dan 7.

[8]. Ja'far Subhani, Fiqh al-Syiah al-Imâmiyah wa Mawâdhi' al-Khilâf Bainahu wa baina al-Madzhâib al-Arba', hal. 183.  

Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Menu

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apa makna makar Tuhan yang disebutkan dalam al-Qur'an?
    6427 Tafsir 2009/02/22
    "Makar" bermakna pengaturan (perencanaan) dan pencarian alternatif dalam perbuatan-perbuatan baik atau buruk. Dan atas alasan ini penggunaan redaksi ini dalam al-Qur'an disebutkan beserta ajektif (sifat) "as-sayyi’u."Makar Ilahi: Terdapat banyak ayat yang menyandarkan "makar" kepada Tuhan dan maksud ayat-ayat tersebut adalah pengaturan universal Ilahi. Lantaran Dia merupakan pemilik pengaturan dan tiada ...
  • Apakah uang yang kami pinjamkan juga harus dikeluarkan khumusnya?
    1766 Hukum dan Yurisprudensi 2011/03/05
    Pandangan (fatwa) seluruh marja dalam hal ini bahwa sekiranya uang tersebut diperoleh dari penghasilan dan tahun khumusnya telah lewat adalah sebagai berikut:  Apabila uang tersebut  terima (tanpa kesusahan) pada awal tahun khumus  maka uang tersebut harus dikeluarkan khumusnya. Dan apabila tidak demikian, kapan saja ia menerima uang tersebut maka ia ...
  • Apakah orang-orang yang mendiami barzakh juga mengalami peristiwa Kiamat? Bagiamanakah kondisi mereka pada waktu itu?
    8851 Teologi Klasik 2010/03/02
    Di antara sesuatu yang pasti disebutkan dalam al-Qur’an adalah bahwa di alam (pasca kehidupan dunia) terdapat dua kali tiupan. Tiupan pertama terjadi ketika usia dunia telah usai dan akibat tiupan ini seluruh makhluk hidup di muka bumi akan binasa. Pada tiupan selanjutnya adalah tiupan kehidupan dimana seluruh manusia akan hidup ...
  • Apa yang menjadi argumen dan dalil kaum Sekular atas konsep pemisahan agama dari politik?
    2958 Hukum dan Yurisprudensi 2011/11/02
    Dengan menyodorkan jawaban atas argumen-argumen orang-orang yang mengklaim adanya pemisahan agama dari politik maka intervensi agama dalam masalah politik dapat ditetapkan. Dalam menjawab argumen ini, kepada mereka yang memandang bahwa terdapat perbedaan antara esensi politik dan agama (yang atas dalil ini agama dan politik dianggap tidak dapat bertemu pada satu ...
  • Apakah mungkin menggunakan metodologi Barat untuk mengenal epistemologi Islam?
    3504 Teologi Klasik 2010/05/20
    Islam adalah agama makrifat dan pengetahuan tentang hakikat. Islam sebagai agama makfirat tidak dapat bersikap reaktif dan ekstrem terhadap pelbagai isme dan pemahaman seperti rasionalisme, empirisme dan setiap metode umum lainnya. Namun demikian, tidak mengenal kedudukan masing-masing metode pemikiran, metode keilmuan dan upaya untuk mengkaji Islam dengan menggunakan pelbagai pandangan ...
  • Apakah yang dimaksud dengan ‘arsy dan kursi itu?
    2634 Tafsir 2010/03/06
    Dengan menggunakan ayat-ayat dan hadis, para penafsir al-Quran memberikan beberapa  kemungkinan makna terhadap ‘arsy dan kursi. Sebagian mengatakan, ‘arsy dan kursi adalah satu sesuatu yang memiliki dua nama, keduanya merupakan makna kiasan yang muncul dari sebuah maqam dimana masalah pengaturan dunia bersumber darinya.Sebagian lainnya meyakini bahwa:1.     Yang dimaksud dengan kursi ...
  • Mengingat bahwa dalam doa-doa al-Qur’an yang harus dikedepankan adalah orang itu sendiri kemudian orang lain. Namun demikian terdapat ayat yang menyatakan, “alaikum anfusakum.” (jagalah dirimu) Sementara kita saksikan Sayidah Zahra dalam doa-doanya beliau mendahulukan orang lain. Bagaimana hal ini dapat dijelaskan?
    3194 Akhlak Praktis 2012/02/02
    Pada makam tazkiyah (penyucian jiwa) dan perbaikan diri, manusia harus mendahulukan dirinya atas orang lain. Hal ini merupakan instruksi lugas al-Qur’an dan riwayat; karena tanpa melakukan tazkiyah nafs, maka mustahil ia dapat memberikan petunjuk kepada orang lain. Namun tatkala ia berada pada makam doa dan bermohon hajat kepada Allah Swt, ...
  • Apa perbedaan antara setan dan nafs ammarah?
    2964 Akhlak Praktis 2012/10/11
    Identitas hakiki manusia yang disebut sebagai nafs (jiwa) memiliki beberapa dimensi dan lapisan beragam yang disinggung sebanyak tiga kali dalam al-Quran (ammârah, lawwamah dan muthmainnah) Nafs ammârah adalah nafs yang memiliki pelbagai kecendrungan hewan yang menguasai diri manusia. Nafs ammârah adalah sebuah kondisi kejiwaan yang senantiasa memerintah manusia ke arah keburukan ...
  • Apa yang menjadi sebab Rasulullah Saw mati diracun?
    10279 تاريخ بزرگان 2010/01/03
    Banyak dalil yang termaktub dalam kitab-kitab hadis dan sejarah, baik Syiah atau pun Sunni yang menegaskan ihwal kesyahidan Nabi Saw akibat diracun. Namun poin berikut ini juga harus diperhatikan bahwa apabila kesyahidan kita definisikan yang bermakna terbunuh di jalan Allah dan rasul sebagaimana yang dijelaskan dalam al-Qur’an, maka akan menjadi ...

Populer Hits

  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    161137 Teologi Klasik 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia yang disebut sebagai “insan atau Nsnas” ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    129509 Teologi Klasik 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga permulaan kiamat ia ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    118482 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    92178 تاريخ بزرگان 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan maqam penghambaan, ilmu ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    86922 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik nikah daim (tetap) ataupun mut’ah (sementara). Hal itu dapat dilakukan dengan syarat-syaratnya ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    75031 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    70741 تاريخ بزرگان 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa. Buntut dari pengepungan ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    67773 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya (musytaq) dalam Al-Qur’an digunakan sebanyak 13 makna.Doa merupakan sebuah bentuk ibadah, karena itu ia juga memiliki syarat-syarat positif ...
  • Apakah ada ayat al-Quran yang menjelaskan tentang kaum Israel dan Palestina?
    59872 Tafsir 2013/10/26
    Sebagaimana yang Anda ketahui bahwa “negara” Israel tidak memiliki sejarah yang panjang. “Negara” Israel berdiri pada beberapa dasawarsa terakhir dengan mencaplok tanah Palestina. Kawasan ini bernama Palestina dan Suriah yang telah dikenal sebelumnya dalam sejarah. Adapun tentang wilayah Palestina sebagian ahli tafsir berkata, “Yang dimaksud dengan tanah suci pada ayat berikut ...
  • Apakah suami dan isteri diwajibkan mengenakan pakaian ketika melakukan senggama?
    50318 Akhlak Praktis 2010/10/12
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda memilih jawaban detil. ...

Jejaring