Hits
25409
Tanggal Dimuat: 2011/05/18
Ringkasan Pertanyaan
Mana sajakah yang termasuk binatang-binatang yang haram dikonsumsi?
Pertanyaan
Mana sajakah yang termasuk binatang-binatang yang haram dikonsumsi? Tolong sebutkan nama-nama binatang tersebut!
Jawaban Global

Secara umum binatang-binatang yang haram dikonsumsi terbagi menjadi beberapa bagian:

1.     Seluruh binatang laut (adalah haram) selain ikan-ikan yang bersisik.

2.     Di antara binatang darat; anjing, babi, dan binatang-binatang buas yang bergigi tajam, bertaring dan memiliki cakar seperti harimau, rubah, srigala, kelinci, gajah dan lain sebagainya adalah termasuk sebagai binatang-binatang yang haram dikonsumsi. Namun binatang-binatang seperti kambing, sapi, unta, rusa, kerbau, domba, keledai liar adalah termasuk binatang-binatang yang dagingnya halal dikonsumsi. Adapun daging kuda dan keledai piaraan termasuk binatang yang makruh dikonsumsi.

3.     Burung-burung yang ketika terbang sayapnya lebih banyak terbuka dan sangat jarang mengepakkan sayapnya adalah burung-burung yang haram dikonsumsi. Burung-burung yang ketika terbang lebih banyak mengepakkan dan mengibaskan sayapnya serta jarang membuka sayapnya adalah burung-burung yang halal disantap. Demikian juga burung-burung yang memiliki tembolok,  ampela, bertaji adalah halal (Harap diperhatikan: burung-burung seperti elang dan yang memiliki taring adalah haram).

Mengkonsumsi seluruh jenis serangga selain belalang adalah haram hukumnya.

Jawaban Detil

Secara umum binatang-binatang yang haram dikonsumsi terbagi menjadi beberapa bagian:

1.     Seluruh binatang laut selain ikan-ikan yang bersisik.[1]

2.     Binatang-binatang darat terbagi menjadi dua bagian; binatang piaraan dan binatang liar:

A.    Binatang piaraan:

Di antara binatang-binatang piaraan yang dagingnya halal untuk dikonsumsi seperti kambing, sapi, dan unta. Adapun kuda dan keledai piaraan termasuk binatang yang makruh dikonsumsi dagingnya. Diantara binatang mamalia ini, kuda yang paling minim tingkat kemakruhannya. Dan yang termasuk binatang-binatang piaraan lainnya adalah seperti anjing, kucing dan lain sebagainya. Adapun binatang-binatang liar, diantaranya seperti rusa, sapi, keledai liar, kerbau adalah halal dikonsumsi. Dan memakan binatang-binatang buas adalah haram hukumnya. Binatang-binatang yang memiliki kebuasan dan mempunyai cakar dan taring yang kuat; seperti singa, harimau, macan tutul, srigala, atau binatang yang memiliki taring yang lemah seperti rubah, hyena, reynard dan demikian juga kancil meski tidak termasuk sebagai binatang buas namun haram untuk dikonsumsi. Dan demikian juga seluruh serangga, seperti ular, tikus, kadal, kecoa, kutu dan lain sebagainya yang tidak terhitung jumlahnya. Di samping itu,  binatang-binatang yang telah mengalami maskh (perubahan bentuk); seperti gajah, monyet, beruang dan lain sebagainya.[2] Dalil atau keharaman hewan-hewan ini adalah riwayat yang bersumber dari Rasulullah Saw.[3]

3.     Burung-burung:

Burung-burung halal memiliki dua tanda dan seluruh jenis burung selainnya adalah haram.

A.            Burung-burung yang ketika terbang sayapnya lebih banyak terbuka dan sangat jarang mengepakkan sayapnya adalah burung-burung yang haram dikonsumsi dagingnya. Dan burung-burung yang ketika terbang lebih banyak mengepakkan dan mengibaskan sayapnya serta jarang membuka sayapnya adalah burung-burung yang halal dikonsumsi dagingnya.

B.            Burung-burung yang memiliki tembolok, ampela dan bertaji adalah halal. (Harap diperhatikan: burung-burung seperti elang dan yang memiliki taring adalah haram). [4]

4.     Serangga-serangga. Seluruh jenis serangga adalah haram dagingnya.[5] (Catatan: Apabila belalang ditangkap dengan tangan atau dengan media lainnya, setelah belalang tersebut mati, maka halal untuk dikonsumsi).[6]

 

Berikut ini adalah binatang-binatang halal yang menjadi haram dikonsumsi dengan beberapa syarat:

1.     Apabila binatang tersebut memakan benda-benda najis, misalnya binatang yang menyantap kotoran manusia.[7] Namun apabila binatang-binatang tersebut menyantap kotoran selain kotoran manusia maka hal itu tidak akan menjadikannya haram.[8] Untuk mencari tahu bahwa seekor binatang memakan kotoran dan najis adalah bahwa makanan yang disantapnya hanyalah yang najis dan tidak memakan makanan lain.[9] (Catatan: Binatang yang telah menjadi haram karena memakan najis akan menjadi suci setelah istibra’)[10]

2.     Apabila manusia menggauli binatang tersebut.[11] Dalam sebuah riwayat yang dinukil dari Imam Ali As yang bersabda, bahwa haram memakan daging dan susu hewan yang telah digauli manusia.[12]

3.     Binatang yang meminum susu babi, sehingga dengan demikian tumbuhlah daging dan  tulang pada hewan tersebut.[13] [IQuest]



[1]. Imam Khomeini Ra, Tahrir al-Wasilah, jil. 2, hal. 137, Kitab al-Ath’imah wa al-Asyribah, Masalah 2; Al-Mukhtashar al-Nafi’, hal. 251. Syarai’ al-Islam, hal. 169.  

[2]. Ibid.  

[3]. Jawâhir al-Kalâm, jil. 36, hal. 294.  

[4]. Taudhih al-Masâil (al-Muhassyâ li al-Imâm al-Khomeini), jil. 2, hal. 594, Ahkam Khurdani-ha wa Asyamidani-ha, Tahrir al-Wasilah, jil. 2, hal. 139, Masalah 8.

[5]. Taudhih al-Masâil (al-Muhassyâ li al-Imâm al-Khomeini), jil. 2, hal. 603.  

[6]. Taudhih al-Masâil (al-Muhassyâ li al-Imâm al-Khomeini), jil. 2, hal. 593, Masalah 2622.  

[7]. Tahrir al-Wasilah, jil. 2, hal. 140, Masalah 15.  

[8]. Jawâhir al-Kalâm, jil. 36, hal. 271.  

[9]. Wasâil al-Syiah, jil. 24, Bab 24, Bab Ath’imah wa Asyribah Muharramah, Hadis 2, hal. 160.  

[10]. Taudhih al-Masâil (al-Muhassyâ li al-Imâm al-Khomeini), jil. 2, hal. 568, Masalah 583.  

[11]. Taudhih al-Masâil (al-Muhassyâ li al-Imâm al-Khomeini), jil. 2, hal. 601, Masalah 2632.  

[12]. Wasâil al-Syiah,  jil. 24, hal. 170, Hadis 3.  

[13]. Taudhih al-Masâil (al-Muhassyâ li al-Imâm al-Khomeini), jil. 1, hal. 69, Masalah 86.  

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat

Panduan

Mengingat bahwa pertanyaan yang diajukan tidak terbatas dan adanya keterbatasan orang-orang dan yayasan-yayasan, maka kami meminta Anda untuk memperhatikan beberapa poin di bawah ini yang akan banyak membantu kami untuk membuat skala prioritas dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.

Pertanyaan-pertanyaan yang tidak sesuai dengan pedoman dan petunjuk pengajuan pertanyaan boleh jadi semenjak awal telah terpental untuk dijawab. Namun  demikian kami akan menyampaikan beberapa alasannya kepada Anda sebagai berikut:

  1. Pertanyaan yang diajukan tidak boleh bersifat global yang memerlukan beberapa lembar buku untuk menjawabnya, misalnya, “Bagaimana pandangan Islam terkait dengan manusia?” Pertanyaan ini merupakan sebuah pertanyaan global yang meniscayakan penyusunan sebuah buku untuk menjawabnya atau hal ini merupakan sebuah permintaan untuk mengkritisi satu buku dan bahkan ...
Baca Selengkapnya

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits

  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    161763 Teologi Klasik 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia yang disebut sebagai “insan atau Nsnas” ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    129980 Teologi Klasik 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga permulaan kiamat ia ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    118896 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    92553 تاريخ بزرگان 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan maqam penghambaan, ilmu ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    87449 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik nikah daim (tetap) ataupun mut’ah (sementara). Hal itu dapat dilakukan dengan syarat-syaratnya ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    75850 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    71183 تاريخ بزرگان 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa. Buntut dari pengepungan ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    68329 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya (musytaq) dalam Al-Qur’an digunakan sebanyak 13 makna.Doa merupakan sebuah bentuk ibadah, karena itu ia juga memiliki syarat-syarat positif ...
  • Apakah ada ayat al-Quran yang menjelaskan tentang kaum Israel dan Palestina?
    60225 Tafsir 2013/10/26
    Sebagaimana yang Anda ketahui bahwa “negara” Israel tidak memiliki sejarah yang panjang. “Negara” Israel berdiri pada beberapa dasawarsa terakhir dengan mencaplok tanah Palestina. Kawasan ini bernama Palestina dan Suriah yang telah dikenal sebelumnya dalam sejarah. Adapun tentang wilayah Palestina sebagian ahli tafsir berkata, “Yang dimaksud dengan tanah suci pada ayat berikut ...
  • Apakah suami dan isteri diwajibkan mengenakan pakaian ketika melakukan senggama?
    50679 Akhlak Praktis 2010/10/12
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda memilih jawaban detil. ...

Jejaring