Advanced Search
Hits
16410
Tanggal Dimuat: 2010/09/12
Ringkasan Pertanyaan
Apa makna hari syak (yaum al-syak) itu? Apakah dibenarkan melihat (rukyat) hilâl (awal bulan) dengan teleskop? Mengapa orang-orang hanya peduli dan sangat concern terkait dengan rukyat hilâl bulan Ramadhan saja?
Pertanyaan
Saya memiliki beberapa pertanyaan terkait dengan penentuan awal bulan Ramadhan dan bulan Syawal.
Mengapa harus ada hari syak (keraguan) sehingga bulan Sya'ban digenapkan sampai 30? Apakah hari syak itu menandakan bahwa tidak ada kepastian berapa hari bulan mengelilingi bumi? Mengapa? Karena harus melihat hilâl? Ataukah disebabkan teknologi yang belum ditemukan saat kenabian hingga harus bersandarkan cara-cara tradisional, yaitu melihat hilâl (bulan)? Apakah hal itu bertitik-tolak dari pemahaman dari ayat "Faman Syahida minkumusy syahra fal yashumhu (Mengapa bukan Faman Syahida minkumul Hilâl fal Yashumhu)? Jika di sini menggunakan "syahra" (artinya bulan dalam pengertian jumlah hari [29 atau 30 hari] bukan wujud bulan) apakah hal itu bisa berarti bahwa perputaran bulan, artinya jika telah masuk awal bulan (dalam pergertian bisa diketahui dengan cara melihat hilâl atau dengan cara yang lain (penemuan saintis)?" Dalam berpuasa kita bersandarkan melihat hilâl, tetapi dalam bulan-bulan lainnya sudah menggunakan penanggalan resmi (yang telah dibuat) tanpa harus memperhitungkan hilâl? Sementara dalam bulan-bulan yang lain ada yang berkaitan dengan waktu-waktu untuk menjalankan ritual tertentu? Mengenai bulan haji, umat Islam yang menunaikan ibadah haji hanya mengikuti penanggalan Saudi dalam penentuan wukuf di Arafah? Bagaimana dengan pertengahan Rajab, pertengahan Sya'ban, hari-hari wilâdah (milad) dan hari-hari syahâdah? Alasan yang mudah dijawab itu hanya sunnah bukan wajib? Apakah Allah sebagai Tuhan yang Mahakasih membeda-bedakan sunnah dan wajib? Maksudnya untuk amalan wajib harus lebih tepat hujjahnya (lebih teliti menentukan), sementara untuk amalan sunnah (mustahab) nggak tepat juga tidak masalah? Alasannya bagi amalan sunnah adalah "yang penting substansi acaranya bisa didapat" masalah tepat hujjah atau tidaknya tidak terlalu penting. Mengapa kita tidak mengatakan kepada bulan Ramadhan, "yang penting substansi bulannya bisa didapat bukan masalah tepat hujjah atau tidaknya"? Terima kasih.
Jawaban Global

Hari syak (yaum al-syak) bermakna suatu hari dimana manusia ragu (syak) apakah hari itu masih merupakan akhir Sya’ban atau sudah memasuki bulan Ramadhan yang tidak wajibkan puasa pada hari itu. Ayat “Faman Syahida minkumusy syahra fal yashumhu”  tidak berada pada tataran menjelaskan boleh atau tidak bolehnya menggunakan mata telanjang atau teleskop. (Awal) Bulan-bulan Qamariah ditetapkan dengan berlalunya tiga puluh hari dari bulan sebelumnya atau dengan melihat hilâl bulan baru dan berdasarkan hal ini tidak terdapat perbedaan di antara bulan-bulan Qamariah. Adapun terkait dengan bulan Ramadhan dan bulan Dzulhijjah, dikarenakan terdapat dua amalan wajib dan penting yang harus ditunaikan di dalamnya (puasa dan haji) maka dari itu signifikansi dan sensitifiasnya sangat tinggi.

Jawaban Detil

Beberapa pertanyaan Anda akan dijawab secara runut sebagai beriktu:

1.     Hari syak (yaum al-syak) bermakna suatu hari dimana manusia ragu (syak) apakah hari itu masih merupakan akhir Sya’ban atau sudah memasuki bulan Ramadhan yang tidak wajibkan puasa pada hari itu.[1] Bukan merupakan sebuah keniscayaan bahwa setiap hari syak dapat ditetapkan bahwa bulan Sya’ban terdiri dari tiga puluh hari. Dan boleh jadi akan ditetapkan nantinya bahwa hari syak (yaum al-syak) itu ternyata adalah hari pertama bulan suci Ramadhan.

2.     Dalam masalah rukyat hilâl apakah dilakukan dengan teleskop, kebolehan dan sandaran riwayat-riwayatnya, Anda dapat melihat jawaban atas pertanyaan No. 3195 (Site: 3455, Indeks: Penetapan Awal Bulan dengan Rukyat Hilâl dengan Menggunakan Teleskop).

3.     Kendati sebagian orang memaknai ayat 185 surah al-Baqarah, “Faman Syahida minkumusy syahra fal yashumhu” (Barang siapa yang melihat bulan maka hendaklah ia berpuasa) dengan bermukimnya dan tidak adanya perjalanan (safar) di bulan suci Ramadhan. Mereka berkata, “Maksud [ayat tersebut] adalah bahwa barang siapa yang tidak melakukan perjalanan di bulan suci Ramadhan maka ia harus berpuasa.”[2] Sebagian lainnya dengan bantuan riwayat memaknai ayat

Faman Syahida minkumusy syahra fal yashumhu” ini sebagai melihat (rukyat) hilâl (awal bulan).[3] Terdapat kemungkinan untuk menggabungkan dua makna dari ayat ini. Tentu saja masuknya bulan suci Ramadhan ditetapkan dengan rukyat hilâl bulan ini namun ayat terkait tidak berada pada tataran menjelaskan boleh tidaknya menggunakan teleskop atau mata telanjang untuk melihat awal bulan (hilâl).

4.     Bulan-bulan Qamariah ditetapkan dengan melihat awal bulan baru (hilâl) atau dengan berlalunya tiga puluh hari bulan-bulan sebelumnya. Berdasarkan hal ini, tidak terdapat perbedaan di antara bulan-bulan Qamariah. Namun terkait dengan bulan Ramadhan dan bulan Dzulhijjah lantaran terdapat dua amalan wajib dan penting yang harus ditunaikan di dalamnya (puasa dan haji) oleh itu signifikansi dan sensitifiasnya sangat tinggi dalam menetapkan awal bulan (hilâl). Bulan Syawal juga demikian adanya dimana pada hari pertama bulan tersebut (Idul Fitri) kaum Muslimin diharamkan berpuasa. Karena itu, diperlukan ketelitian ekstra untuk menetapkan awal bulan pada bulan tersebut.  Amalan-amalan mustahab yang dianjurkan untuk dilakukan pada waktu-waktu tertentu harus ditunaikan pada waktunya. Namun dengan memperhatikan esensi amalan-amalan mustahab, apabila dikerjakan berdasarkan kekeliruan dalam menentukan awal bulan Qamariah maka amalan-amalan mustahab pada waktu-waktu khususnya tidak akan menyebabkan gugurnya amalan-amalan wajib. [IQuest]

Indeks Terkait:

Pertanyaan 5971 (Site: 6158, Indeks: Keharusan Rukyat Hilâl pada Bulan Ramadhan).

Pertanyaan 3195 (Site: 3455, Indeks: Rukyat Hilâl di Iran).



[1]. Taudhi al-Masâil (al-Muhassyâ li al-Imâm Khomeini), jil. 1, hal. 889.

[2]. Mulla Muhsin Faidh Kasyani,  Tafsir al-Shâfi, jil. 1, hal. 221, Intisyarat al-Shadr, Teheran, 1415 H.

[3]. Yusuf bin Ahmad Bahrani, al-Hadâiq al-Nâdhirah fi Ahkâm al-‘Itrah al-Thâhirah, jil. 13, hal. 240, Intisyarat-e Jame’e Mudarrisin, Qum, 1405 H.

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Mengapa Imam Ali tidak memberlakukan qisas kepada para pembunuh Usman?
    5231 Imam Ali As dan Para Khalifah 2019/06/16
    Usman tidak dibunuh oleh satu orang sehingga harus diberlakukan qisas bagi pembunuhnya oleh khalifah yang berkuasa ketika itu. Pembunuhan Usman disebabkan oleh revolusi dari kalangan umat yang berujung pada kematian Usman; karena itu Imam Ali As tidak dapat menghukum ribuan orang dengan tuduhan melakukan revolusi dimana Usman ...
  • Apa yang menjadi sebab-sebab meletusnya perang Shiffin dan Nahrawan?
    62709 Sejarah Kalam 2011/07/18
    Faktor terpenting meletusnya perang Shiffin adalah penolakan Muawiyah untuk berbaiat kepada Baginda Ali As dengan dalih bahwa Baginda Ali As terlibat dalam kasus pembunuhan Usman. Tatkala perang nyaris berakhir dengan kemenangan sempurna Amirul Mukminin, dengan tipu-daya Amr bin Ash peperangan berakhir dan dengan peristiwa arbitrase (hakamain) yang mengharuskan ...
  • Apakah peranan akal dalam agama Islam? Apakah mungkin Islam dapat hadir dalam kehidupan manusia tanpa peran akal?
    37179 Ilmu Kehadiran dan Ilmu Perolehan 2014/02/06
    Dalam ajaran Islam akal memiliki tempat yang khusus. Akal menurut Islam, berada di samping wahyu yang termasuk salah satu dalil-dalil dan hujjah. Akal adalah hujjah internal manusia yang membawa mereka pada jalan menuju kesempurnaan dan syariat (agama) mereka, adalah hujjah eksternal yang untuk menyelamatkan manusia dari pusaran ...
  • Apakah mikraj itu? Apakah nabi-nabi lain selain Rasul Saw juga melakukan mikraj?
    15663 Teologi Lama 2013/10/17
    Mikraj dalam bahasa Arab memiliki makna alat atau perantara yang dengan bantuannya bisa menaik ke atas, akan tetapi dalam riwayat-riwayat dan tafsir, kata ini berkaitan dengan perjalanan jasmani Rasulullah Saw dari Mekah ke Baitul Muqaddas, dan dari sana ke langit, setelah itu kembali lagi ke negerinya sendiri.
  • Mengapa Imam Ali dijuluki dengan Abu Turab? Darimanakah Imam Ali As mendapatkan julukan ini?
    20871 Sejarah Para Pembesar 2012/04/04
    Nama-nama, gelar-gelar dan julukan-julukan Imam Ali sangatlah banyak dan disebutkan dalam literatur-literatur hadis. Salah satu julukan Imam Ali As adalah Abu Turab. Julukan ini disematkan oleh Rasulullah Saw tatkala melihat aba’a (semacam kain) Ali di masjid berlumuran tanah.[1] Demikian juga dalam riwayat ...
  • : Apa hukum syariatnya dan moralnya terkait dengan hubungan illegal antara anak gadis dan pemuda sebelum menikah?
    5844 Hukum dan Yurisprudensi 2014/09/18
    Pengguna Site Islam Quest Yang Budiman Masalah ini harus ditelusuri dan dikaji dari dua pandangan: Pertama: Fikih. Kedua: Etika dan mental. Dari Sudut Pandang Fikih Dalam menjelaskan hukum fikih atas persoalan yang dihadapi kami harus mengingatkan dua hal: Dari ...
  • Problem apa yang terdapat pada mazhab-mazhab seperti Maliki atau Hanafi?
    16087 Teologi Lama 2010/08/16
    Harus dijelaskan di sini bahwa ketertarikan Anda kepada Syiah semata-mata murni ketertarikan dan cinta atau memiliki pijakan kokoh argumentasi? Apabila ketertarikan Anda berpijak pada argumentasi dan penalaran, maka secara otomatis pelbagai kelemahan dan kekurangan mazhab-mazhab lainnya akan menjadi jelas.Perbedaan utama Syiah dan keunggulannya ...
  • Apakah para Imam Maksum As akan membantu orang-orang yang beriman kepadanya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan Mungkar dan Nakir
    5786 Hadis 2014/08/28
    Apa yang dapat dipahami dari beberapa riwayat adalah bahwa apabila seseorang dalam kehidupannya di dunia merupakan seorang yang senantiasa berbuat kebajikan dan terpendam kecintaan kepada Ahlulbait dalam dirinya, maka para Imam Ahlulbait akan datang menolong mereka pada masa-masa yang sangat sulit paska kematian manusia. Sebagian riwayat dan ...
  • Tolong Anda jelaskan tentang signifikansi puasa dan Ramadhan dalam al-Quran dan hadis.
    8734 Teologi Lama 2013/08/15
    Allah Swt, dalam al-Quran mengenai bulan Ramadhan berfirman bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan diturunkannya penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Mengenai kenapa bulan Ramadhan terpilih sebagai bulan puasa, adalah karena bulan ...
  • Apakah suami dapat memerintahkan istrinya untuk bekerja di luar rumah?
    16129 Akhlak Praktis 2014/08/23
    Dalam tatanan rumah tangga dan keluarga yang bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan hidup adalah suami dan ia tidak dapat melibatkan istrinya dalam urusan ini. Akan tetapi setiap pekerjaan yang dilakukan oleh sang istri untuk memperoleh keridhaan suami, sepanjang tidak berseberangan dengan ketentuan dan aturan syariat, tentu akan ...

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    260322 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    245910 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    229780 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    214588 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    175935 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    171307 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    167700 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    157763 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    140574 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    133776 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...