Advanced Search
Hits
10357
Tanggal Dimuat: 2013/04/03
Ringkasan Pertanyaan
Apakah bahasa Arab lebih baik dari bahasa-bahasa yang lain?
Pertanyaan
Ahli linguistik manakah yang menganggap bahasa Arab merupakan bahasa yang paling sempurna? Baik dari kalangan Muslim maupun non Muslim.
Jawaban Global
Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah memperhatikan poin berikut, bahwa tidak ada urgensitas bahwa wahyu Ilahi itu harus diturunkan dengan bahasa yang paling sempurna, sebagaimana kita juga bisa menyaksikan sebagian dari kitab-kitab langit telah diturunkan dengan bahasa selain Arab.
Dari sisi lain, menganalisa secara jeluk struktur sebuah bahasa dan mengkomparasikannya dengan bahasa-bahasa yang lain, selain harus berada di bawah keahlian para cendekiawan ilmu-ilmu Islam, juga harus dianalisa dari perspektif para ahli linguistik. Secara sepintas dalam kitab-kitab dan dunia maya, kita bisa menyaksikan dengan baik adanya perbedaan-perbedaan teori di kalangan para ahli lingusitik berkaitan dengan masalah ini.
Sebagian menganggap kebergantungan makna bahasa Arab dengan perubahan-perubahan kalimatnya merupakan sebuah hal yang baik, sebagian yang lain menganggap bahwa peng-i’rab-an (pemberian tanda baca) yang ada dalam bahasa ini telah menempatkannya sebagai sebuah bahasa yang sulit.
Namun bagaimanapun, bahasa Arab memiliki karakteristik-karakteristik yang menarik dalam menyampaikan makna dan konteks sastra, oleh karena itu banyak kalangan penyair Arab dan Persia yang memanfaatkan bahasa yang tidak bisa diingkari kelayakan dan kapabilitasnya ini.
Dalam Al-Quran pun, pada banyak kasus yang mengisyarahkan pada ke-Arab-an al-Quran, menurut penjelasan para cendekiawan linguistik Arab[1], yang dimaksud dengan ke-Arab-an al-Quran di sini adalah kefasihan dan interpretasinya yang jelas: “(Ialah) Al-Qur’an dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa.”[2]
Sementara itu, dalam kaitannya dengan diturunnya Al-Quran dalam bahasa Arab, hal ini berkaitan dengan kondisi negeri tempat diturunannya wahyu ini dan karakteristik-karakteristik yang dimiliki oleh penduduknya. Karena demikianlah sunatullah, sebagaimana Dia berfirman, “Dan jika Kami jadikan Al-Qur’an itu suatu bacaan dalam selain bahasa Arab, tentulah mereka mengatakan, “Mengapa jelas ayat-ayatnya? Apakah (patut Al-Qur’an) dalam bahasa asing, sedang (rasul adalah orang) Arab?” Katakanlah, “Al-Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan pada telinga orang-orang yang tidak beriman terdapat sumbatan, sedang Al-Qur’an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh.”[3]
Dari perspektif riwayat pun tidak pernah ada anggapan bahwa bercakap dengan bahasa Arab dianggap sebagai sebuah kemuliaan, bahkan memperlihatkan kesombongan karena ke-Arab-an dianggap sebagai sebuah hal yang tercela[4], dan dijelaskan bahwa “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa”.[5]
Jikapun sebagian dari perspektif hadis, bahasa Arab dianggap sebagai sebuah bahasa yang lebih baik dari bahasa-bahasa lainnya, akan tetapi secara lahiriah hal ini dikarenakan bahasa ini merupakan bahasa yang dipergunakan oleh para penghuni surga. Kendati tidak ada pemahaman yang detail mengenai riwayat ini, akan tetapi tidak bisa dikatakan bahwa bahasa Arab sebagai sebuah bahasa dengan struktur yang lebih baik.[6] [iQuest]
 
 

[1]. Raghib Ishfahani, Mufradat Alfâzh Al-Qurân, hlm. 557, Darulqalam, Beirut, cetakan pertama; Mushtafawi, Hasan, At-Tahqîq fî Kalimati al-Qurân al-Karîm, jil. 8, hlm. 74, Dar al-Kutub al-‘Alamiyah, Markaz Nasyr Atsar Alamah Mushtafawi, Beirut – Kairo – London, cet. Ketiga.
[2]. (Qs. Al-Zumar [39]: 28)
[3]. (Qs. Fushilat [41]: 44)
[4]. Kulaini, Muhammad bin Ya’qub, Al-Kâfî, diedit oleh Ghaffari dan Akhundi, jil. 8, hlm. 246, Darul Kutub Al-Islamiyah, Teheran, 1407 H.
[5]. (Qs. Al-Hujurat  [49]: 13).
[6]. Hanya dalam satu riwayat marfu’ dalam kitab tertentu yang telah menukilkan dari Rasulullah Saw yang mengisyarahkan terhadap keungulan bahasa yang dipergunakan oleh Rasul, tentunya, tampaknya yang dimaksud di sini adalah dialek Quraish. Bagaimanapun dari riwayat ini tidak bisa diambil kesimpulan yang pasti seperti ini. Mufid, Muhammad bin Muhammad, Ikhtishâh, diedit oleh Ghaffari wa Muharrami, hlm. 187, Al-Mawatir al-‘Alimi Lialfiyah Al-Syaikh Al-Mufid, Qom, 1413 HQ.
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    256224 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    243871 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    227826 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    212099 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    173911 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    169302 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    161827 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    155767 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    137339 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    132449 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...