Advanced Search
Hits
9839
Tanggal Dimuat: 2011/12/21
Ringkasan Pertanyaan
Apakah kemiskinan eksistensial adalah kriteria kebutuhan akibat kepada sebab pelaku? Atau sebab final telah mencukupi? Mengapa konsep-konsep filosofis tidak memiliki genus dan differentia?
Pertanyaan
1. Dengan memperhatikan kriteria kebutuhan akibat kepada sebab, lemah dan kebutuhan tingkatan eksistensial, apakah secara keseluruhan sehubungan dengan kriteria kebutuhan akibat terhadap sebab final yang mencakup sebab-sebab pengada juga demikian adanya? 2. Mengapa konsep-konsep filosofis dan kategoris sekunder filosofis tidak memiliki genus dan differentia? 3. Apakah sebagaimana sebab pengada entitas-entitas material, memiliki ilmu presentif terhadap hal-hal material, apakah entitas-entitas material juga memiliki ilmu presentif terhadap sebab-sebab pengada?
4. Dengan memperhatikan tipologi seluruh benda ekstensial yang paling jelas (panjang, lebar dan tinggi) dan dari ekstensi volume benda-benda diperoleh dan tatkala volume benda-benda kita bandingkan dengan volume keseluruhan alam maka ruang benda-benda tersebut dapat diabstraksikan. Hal ini bermakna bahwa setiap benda yang mendiami ruang. Nah sekarang dengan menjadikan hal ini sebagai paradigma, bagaimana dapat ditetapkan bahwa setiap entitas jasmani dan materi mendiami zaman dan memiliki dimensi waktu?
Jawaban Global

Memperhatikan beberapa poin berikut ini dalam membantu Anda dalam memperoleh jawaban atas pertanyaan Anda:

1.             Karena kembalinya seluruh sebab berujung pada sebab nominatif (fa’ili). Dalam masalah ini tidak terdapat perbedaan antara sebab final dan sebab nominatif.

2.             Konsep-konsep filosofis tidak terdiri dari wujud kuiditas. Genus dan differentia adalah bagian-bagian kuiditas (mahiyyah). Sesuatu yang tidak memiliki kuiditas juga tidak memiliki bagian-bagian.

3.             Akibat memilki ilmu presentif terhadap sebabnya namun tidak seperti ilmu presentif sebab terhadap akibat.

4.             Sebagaimana ekstensi (imtidâd) merupakan keniscayaan entitas-entitas material, gerakan juga merupakan keniscayaan entitas-entitas material. Dan zaman adalah satuan gerakan; karena itu kapan saja terdapat materi maka akan senantiasa ada gerakan. Dan kapan saja gerakan ada maka zaman juga akan ada.

Jawaban Detil

1.             Kemiskinan eksistensial adalah kriteria kebutuhan akibat terhadap seluruh jenis sebab; karena Pertama: Kembalinya segala jenis sebab berujung pada sebab nominatif; karena sebab material dan formal pada hakikatnya adalah akibat itu sendiri yang melalui standar akal menjadi materi dan form; artinya tatkala ditinjau secara tunggal, materi dan form ini adalah akibat itu sendiri. Dan tatkala ditinjau secara mandiri ia adalah sebab material dan formal; karena itu perbedaan keduanya adalah perbedaan non-hakiki. Dan akibat bersumber dari sebab nominatif (illat fa’ili) dan sebab tujuan (illat ghai) meski secara sekilas kembalinya kepada selain pelaku, namun secara subtil pada seluruh hal, kembalinya tujuan (ghayat) kepada pelaku (fa’il) qua pelaku (fâ’il), bahkan pada pelaku hakiki tujuan adalah identik dengan pelaku (fâ’il) itu sendiri;[1] Dengan demikian dalam pembahasan ini tidak terdapat perbedaan antara sebab tujuan (illat ghai) dan sebab nominatif (illat fa’ili).[2] Kedua, kemiskinan eksistensial akibat terhadap sebab; artinya keberadaan akibat bergantung sepenuhnya kepada keberadaan sebab; dan ketergantungan ini terdapat pada seluruh bagian sebab-sebab; karena itu kriteria di atas berlaku pada seluruh bagian sebab-sebab.[3]

2.             Konsep-konsep filosofis adalah konsep-konsep yang apabila dipredikasikan pada seluruh entitas hal itu merupakan penjelas dimensi-dimensi eksistensinya (bukan batasan-batasan kuiditasnya). Karena entitas tidak memiliki kuiditas, sebuah konsep yang dipredikasikan kepadanya, dan penjelas dimensi-dimensinya, juga tidak memiliki kuiditas. Karena itu, kuiditas tidak memiliki kesesuaian dengan obyeknya. Ketika tidak terdapat konsep kuiditas maka sudah barang tentu tidak akan dijumpai genus dan differentia. Karena genus dan differentia adalah bagian-bagian kuiditas. [4]

3.             Akibat memiliki ilmu presentif terhadap sebabnya; namun tidak berbentuk shurat ilmiah sebab terhadap akibatnya sendiri; karena sebab memiliki seluruh tingkatan akibat dan hakikat akibat seluruhnya hadir padanya. Berbeda dengan akibat yang hanya memiliki sebab lemah yang hadir padanya, dan sebatas seukuran kapasitas eksistensialnya ia memiliki ilmu tentang sebabnya. Pada hakikatnya, ilmu akibat terhadap dirinya adalah identik dengan ilmu akibat terhadap sebab pada tingkatannya.[5]

4.             Waktu dengan memperhatikan definisinya akan kami tetapkan untuk materi-materi; karena waktu (zaman) adalah satuan yang memiliki ekstensi gerakan. Karena itu, manakala ada gerakan maka pasti ada waktu (zaman).[6] Entitas-entitas material laksana air yang terus bergerak (in flux), senantiasa keluar dari kosmos potensial menuju alam aktual dan gerakan (harâkah) adalah gerakan dari alam potensial menuju alam aktual; karena itu materi-materi memiliki gerakan dan gerakan memiliki ukuran dan ukuran gerakan adalah waktu (zaman); karena itu entitas-entitas material senantiasa memiliki waktu (zaman) dan berada dalam lingkup (zaman). [iQuest]



[1]. Allamah Thabathabai, Nihâyat al-Hikmah, Abdullah Nurani, hal. 183-184, Muasssah Nasyr Islami, Jamiat al-Mudarrisin, Qum.

[2]. Ibid, hal. 171-195.  

[3]. Ibid, hal. 170.  

[4]. Muhammad Taqi Mishbah Yazdi, Âmuzesy-e Falsafeh, jil. 1, hal. 200, Cetakan Keempat, Markaz-e Cap Nasyr Daftar Tablighat-e Islami, Tabestan, 1370 S.  

[5]. Nihâyat al-Hikmah, hal. 260.  

[6]. Ibid., 214.

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    260162 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    245839 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    229720 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    214507 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    175852 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    171223 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    167617 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    157679 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    140511 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    133685 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...