Advanced Search
Hits
9247
Tanggal Dimuat: 2010/03/20
Ringkasan Pertanyaan
Apakah apabila seseorang tidak menangis tatkala berziarah ke kuburan para Imam Maksum As menunjukkan bahwa ziarahnya tidak dikabulkan?
Pertanyaan
Tatkala berziarah kuburan para Imam Maksum As khususnya Imam Ridha As, meski sebelum ziarah saya sangat merindukannya namun ketika saya memasuki pelataran pusara suci saya tidak merasakan sesuatu yang khusus. Saya merasakan ketenangan yang disertai dengan perasaan damai! Namun saya ingin merasakan sesuatu yang lain sehingga saya dapat menangis atau perasaan berkecamuk dan merasakan kehadiran Imam Ridha As. Namun perasaan tersebut tidak kunjung datang. Apakah hal ini menunjukkan lemahnya iman saya? Pada prinsipnya menangis tatkala berziarah tergolong sebagai keutamana dan pertanda diterimanya ziarah seseorang? Tolong berikan jawaban atas masalah ini karena sangat menyita perhatian saya.
Jawaban Global

Ziarah para Imam Maksum As memiliki beragam falsafah dan hikmah yang terkandung di dalamnya. Barang siapa yang secara tulus dan dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt (taqarrub) pergi berziarah maka ziarahnya akan diterima di sisi Allah Swt meski ia tidak begitu memperoleh manfaat dari ziarahnya dan air matanya tidak mengalir. Untuk memperoleh manfaat yang besar dari ziarah pusara para Imam Maksum As kiranya perlu memperhatikan dan mengamalkan beberapa poin berikut:

  1. Mengenal dan makrifat terhadap Imam As
  2. Kesucian batin
  3. Kesucian lahir
  4. Kesiapan ruh dan afeksi
  5. Ziarah dan berucap salam
  6. Salat di haribaan Allah Swt
  7. Berdoa dan munajat di haribaan Allah Swt
  8. Berikrar tulus dan menghamba di haribaan Allah Swt

 

Barang siapa yang mengamalkan adab-adab ini di hadapan pusara seorang Imam Maksum As dan memandangnya dirinya membutuhkan perhatian dan kepedulian Imam Maksum As maka tentu saja air mata akan mengalir kendati apabila air mata tidak luruh maka hal itu tidak dapat menjadi dalil bahwa ziarahnya tidak diterima.

Jawaban Detil

Program-program ritual Islam memiliki pengaruh dan manfaat yang banyak sedemikian sehingga seseorang dapat memanfaatkannya seukuran kapasitas dan kapabilitasnya.

Untuk dapat meraup manfaat yang banyak dari program-program ritual seperti ini maka setiap orang harus mengenal dan mengamalkan adab-adab dari program-program ritual ini.

Ziarah ke pusara para Imam Suci As memiliki falsafah-falsafah dan hikmah-hikmah yang tertimbun di dalamnya di antaranya adalah memperbaharui baiat kepada Imam Maksum, menjadikan mereka sebagai pemberi syafa’at (syafi’) di haribaan Ilahi, berperantara (tawassul) dan lain sebagainya.

Barang siapa yang secara tulus dan dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt (taqarrub) pergi berziarah maka ziarahnya akan diterima di sisi Allah Swt meski ia tidak begitu memperoleh manfaat dari ziarahnya dan air matanya tidak mengalir.

Untuk memperoleh manfaat yang besar dari ziarah pusara (haram) para Imam Maksum As kiranya perlu memperhatikan dan mengamalkan beberapa poin berikut:

  1. Mengenal dan makrifat terhadap Imam As

Barang siapa yang masuk pada sebuah mata air, maka ia dapat memperoleh manfaat dari mata air ini seukuran kapasitas yang dimilikinya dan peziarah yang datang kepada Imam Maksum As maka ia akan meraup manfaat dari ziarah yang dilakukannya, seukuran dengan pengenalan dan makrifatnya kepada Imam Maksum. Karena itu, sebelum segala sesuatu, kita tingkatkan kadar pengenalan dan makrifat kita kepada imam dan sebelum masuk ke perjamuan, kita harus mengenal karakter moral, perilaku, segala harapan  dan keinginan tuan rumah.

 

  1. Kesucian batin

Salah satu tipologi terbesar Ahlulbait As adalah kesucian dan kekudusan mereka dari segala dosa dan kekurangan. Mereka suka kalau para tamunya juga tersucikan dari dosa. Ada baiknya orang-orang yang datang berziarah kepada imam, sebelum memasuki haram, berusaha semaksimal mungkin untuk memperoleh kesucian dan kekudusan ruh. Sebagian noda manusia berkaitan dengan kelemahan dalam menjalankan kewajiban-kewajiban, memandang enteng puasa dan salat, mengerjakan sebagian perbuatan haram yang membuatnya harus bertaubat di haribaan Tuhan dan mengambil keputusan yang serius untuk menebus apa yang telah berlalu dan tidak melakukan dosa dan perbuatan-perbuatan maksiat lainnya di masa mendatang.

Bagian lainnya yang menyangkut pelbagai keternodaan dan kontaminasi dosa manusia adalah mengabaikan hak-hak orang lain, tidak menghormati kedua orang tua, melanggar hak saudara dan saudari, memutuskan hubungan kekerabataan dan silaturahmi, menggunakan harta anak-anak yatim, mengacuhkan hak-hak istri dan anak-anak dan sebagainya yang membuatnya harus bertaubat dari dosa-dosa seperti ini – di samping adanya rasa sesal dalam hati dan batin – hak-hak orang lain yang telah dilanggar harus ditebus dan memutuskan untuk memperoleh kerelaan orang-orang yang telah dilanggar haknya tersebut.

 

  1. Kesucian lahir

Pakaian dan badan suci merupakan salah satu adab amalan-amalan ritual dan karena haram para imam merupakan sebuah tempat yang disediakan untuk beribadah dan mengekspresikan penghambaan kepada Tuhan dan di hadapan imam, di hadapan seorang wali Allah, harus menjaga secara maksimal kesucian dan di samping itu, sebelum masuk ke haram imam, ia terlebih dahulu mandi (untuk ziarah) dan mengambil wudhu.

Mandi dilakukan dengan niat menyucikan diri dari segala noda dan kotoran dan juga dengan niat mempersiapkan diri untuk berziarah kepada imam dan bermunajat di haribaan Allah Swt.

 

  1. Kesiapan ruh dan afeksi

Di samping kesucian raga dan jiwa, sebagian amalan dianjurkan untuk mempersiapkan ruh peziarah untuk melakukan ziarah. Di antaranya adalah membantu orang-orang miskin dan menolong para peziarah lainnya. Salah satu jalan mempersiapkan ruh dan jiwa bagi mereka yang datang secara berkelompok pergi berziarah adalah menolong sesama teman sejalan dan menyiapkan kemudahan bagi para peziarah lainnya.

Terkait dengan kondisi-kondisi yang dialami oleh Imam Khomeini disebutkan bahwa tatkala masa mudanya beliau pergi berziarah ke pusara Imam Ridha As dengan sahabatnya, tatkala mereka pergi bersama ziarah, Imam Khomeini pulang lebih cepat dari yang lainnya ke kediaman tempat tinggal. Setibanya di tempat peristirahatan, Imam Khomeini membersihkan kamar dan menyiapkan makanan-makanan sehingga tatkala teman seperjalanannya pulang mereka melepas lelah dengan menyantap hidangan teh dan istirahat. Pelayanan kepada para peziarah dan sahabat-sahabat Imam Ridha As artinya sama dengan memberikan pelayanan kepada orang yang diziarahi itu sendiri (Imam Ridha As) dan merupakan jalan yang baik untuk menarik perhatian khusus Imam Ridha As.

 

  1. Ziarah dan berucap salam

Saat-saat yang paling menentukan pada masa ziarah adalah saat-saat peziarah setelah menunaikan adab-adab ziarah dan bersuci secara lahir dan batin, dengan niat tulus dan tujuan untuk menaati Allah Swt. Pada detik-detik syahdu seperti itu, ia dapat mengekspresikan kecintaannya kepada Ahlulbait As sambil berdiri atau duduk bersimpuh di hadapan pusaranya dengan menunaikan adab dan penghormatan.

Doa dapat dinyatakan dalam bahasa Indonesia dan juga dalam bahasa Arab. Sebaik-baik doa ziarah adalah doa ziarah yang diriwayatkan dari para Imam Maksum As seperti ziarah Aminullah atau ziarah Jâmi’ah Kabirah atau ziarah Khusus Imam Ridha As.

 

  1. Salat di haribaan Allah Swt

Setelah membaca doa dan ziarah Imam As, dianjurkan untuk mengerjakan dua rakaat salat sebagaimana dua rakaat salat Subuh. Salat hanyalah sebagai media untuk beribadah kepada Allah Swt dan melakukan taqarrub kepada-Nya namun ganjaran dan pahalanya dihadiahkan kepada imam yang diziarahi.

 

  1. Berdoa dan munajat di haribaan Allah Swt

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa doa dan bermunajat serta bermohon kepada Allah Swt supaya hajat-hajat dipenuhi merupakan ruh ibadah. Setelah ziarah dan salat, pikiran peziarah harus disiapkan secara sempurna untuk memohon supaya seluruh hajat yang dimiliki dipenuhi oleh Allah Swt.

Di hadapan Imam Maksum dan atmosfer spiritual pusara suci dan setelah pelbagai persiapan ruh dan spirit maka kedua tangan harus ditengadahkan menghadap ke langit – tempat turunnya rahmat Ilahi – dan sedemikian berdoa sehingga tidak menggangu orang lain, seluruh permintaan dan hajat yang dimiliki diungkapkan di haribaan Allah Swt dan Imam Maksum As. Karena ruang turunnya kemurahan dan rahmat Ilahi dalam suasana spiritual seperti ini tersedia.

 

  1. Berikrar jujur dan menghamba di haribaan Allah Swt

Di antara beberapa faktor yang dapat berpengaruh atas dikabulkannya doa-doa para peziarah adalah mengikat janji dengan Allah Swt di hadapan Imam Maksum untuk menjalankan seluruh kewajiban dan menjauhi segala dosa, memenuhi hak-hak orang lain dan berdoa supaya Imam Zaman segera muncul dan kaum Muslimin dapat meraih kemenangan di seluruh dunia.

Setiap peziarah mengetahui pada bidang keagamaan apa yang ia merasa kurang, misalnya ia mengentengkan salat, yang lainnya puasa dan ketiga dalam masalah hijab, kemuliaan dan keempat terkait dengan hak ayah, ibu, suami, anak-anak dan lain sebagainya…[1]

Barang siapa yang menjalankan adab-adab seperti ini di hadapan pusara suci Imam Maksum dan memandang dirinya memerlukan perhatian dan kepedulian Imam Maksum maka tentu saja air matanya akan luruh dan tumpah. Air mata dan tangisan pada waktu ziarah merupakan salah satu tanda perhatian sempurna pada makam Imam Maksum. Meski tidak mengalirnya air mata tidak dapat dijadikan sebagai dalil bahwa ziarah tidak diterima. [iQuest]

 

 


[1]. Diadaptasi dari Adab-adab Ziarah Imam Ridha As.

 

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Bagaimana hubungan antara ruh dan badan?
    24109 Filsafat Islam 2011/07/16
    Sekaitan dengan hubungan antara ruh dan badan harus dikatakan bahwa badan merupakan salah satu tingkatan dari beberapa tingkatan nafs dan ruh. Atas dasar itu, pada hakikatnya, badan berada pada jiwa dan ruh bukan ruh yang terdapat pada badan; karena berdasarkan Filsafat Hikmah, dengan ...
  • Apakah sah hukumnya menggunakan dua turbah untuk sujud?
    7668 Hukum dan Yurisprudensi 2011/11/21
    Tempat sujud bagi orang yang mengerjakan salat tidak boleh lebih di atas atau lebih di bawah dari empat jari tertutup dari tempat kedua lututnya...”[1] Karena itu apabila ketinggian dua turbah tidak lebih dari empat jari tertutup maka orang yang mengerjakan salat dapat sujud di atas dua ...
  • Apakah Anda punya tips bagaimana caranya untuk menghindar supaya tidak banyak tertawa khususnya pada bulan Muharram dan Shafar?
    9050 Majelis Duka dan Ziarah 2012/05/10
    Menangis dan tertawa adalah sejenis luapan perasaan dan afeksi batin manusia. Hal ini merupakan tanda-tanda natural dan proses keseimbangan mental manusia. Karena itu, setiap orang harus sampai pada tingkatan matang dan mempelajari adab-adab tertawa dan mengekspresikan kebahagian sehingga tertawa dan luapan kegembiraan menjadi sebuah sifat mulia bagi ...
  • Apa saja kemiripan-kemiripan yang dimiliki oleh Imam Zaman dengan para nabi menurut kitab Mikyâl al-Makârim?
    15576 Tipologi dan Keunggulan Sifat 2012/09/19
    Dalam riwayat-riwayat Islam disebutkan tentang terdapatnya banyak kemiripan-kemiripan fisik dan spiritual yang dimiliki oleh Imam Mahdi Ajf dengan sebagian dari para nabi. Sebagian dari kemiripan-kemiripan ini telah dikumpulkan dalam kitab Mikyâl al-Makârim sebagaimana berikut: Sejumlah dari kemiripan-kemiripan tersebut terdapat pada kitab Mikyâl al-Makârim dan sebagiannya ...
  • Mengapa kita membantu Irak padahal kita sendiri sangat membutuhkan. Masyarakat kita sendiri kesusahan menghadapi harga-harga mahal dan barang-barang langka di pasar?
    7825 Filsafat Politik 2011/05/18
    Pertama: Asas pelbagai bantuan Republik Islam Iran ke negara-negara Muslim adalah bantuan-bantuan moril bukan bantuan-bantuan material dan finansial. Kedua: Apabila terdapat juga bantuan-bantuan materil dan finansial ke negara-negara Muslim lainnya maka hal itu memiliki banyak pengaruh dan manfaat material dan spritual sebagaimana berikut: ...
  • Tolong sebutkan bagi saya sebuah doa untuk menemukan pasangan yang cocok dan bertakwa.
    15542 دعا 2012/09/10
    Allah Swt menjadikan setiap pekerjaan memiliki sebab-sebab tertentu sedemikian sehingga setiap pekerjaan hanya akan memperoleh hasil apabila dikerjakan melalui kanal-kanal sebabnya. Untuk memperoleh jodoh dan pasangan idaman juga demikian caranya. Cara untuk mendapatkan istri idaman memerlukan penelitian dan pengenalan yang tepat dan akurat. Tentu saja ...
  • Apa saja yang menjadi syarat-syarat nikah Mut’ah?
    30335 Hukum dan Yurisprudensi 2010/06/20
    Dalam pandangan Islam, pernikahan, baik pernikahan itu permanen atau temporer (mut’ah) dilangsungkan berdasarkan keridhaan kedua belah pihak. Demikian juga pernikahan temporer seperti pernikahan permanen, hukumnya mubah dan dianjurkan. Namun hal ini tidak bermakna harus dan wajib dilakukan. Atas dasar itu, apabila seorang putri menolak lamaran seorang pria untuk pernikahan ...
  • Shalat Tahiyyat Masjid Jamkaran
    7479 Hukum dan Yurisprudensi 2011/08/10
    Ibadah dan doa-doa adalah bersifat tauqifi (sudah dari sananya). Artinya bahwa masing-masing dari ibadah dan doa-doa ini memiliki efek yang bersandar padanya. Seluruh amalan dan doa yang dikerjakan sesuai dengan apa yang diinginkan sebagaimana dokter yang memformulasikan obat bagi pasiennya dan berkata kepadanya bahwa Anda harus meminum obat ...
  • Apa dasar-dasar teologi Mahdawiyat?
    8252 Teologi Lama 2009/09/22
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah orang-orang beriman akan mendapatkan kenikmatan alam kubur dan orang-orang kafir akan dihajar dengan azab kubur?
    21065 Teologi Lama 2009/12/08
    Syaikh Mufid dalam kitab Awâil al-Maqâlat-nya, membagi manusia menjadi empat bagian berdasarkan keyakinan dan amal-perbuatan mereka:1.     Orang-orang beriman yang bertakwa2.

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    267536 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    249185 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    232312 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    219291 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    178671 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    173369 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    170496 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    161750 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    144192 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    136237 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...