Advanced Search
Hits
11340
Tanggal Dimuat: 2013/11/27
Ringkasan Pertanyaan
Bagaimana penafsiran irfani ayat 12 surah al-Fusshilat itu?
Pertanyaan
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu. Saya mohon penjelasan tafsir secara mendalam surah Fussilat (41) ayat 12 berdasarkan Irfan dan dengan referensi Ahlulbait. Terimakasih.
Jawaban Global
Pada ayat yang menjadi obyek pertanyaan kita membaca,
«فَقَضاهُنَّ سَبْعَ سَماواتٍ فی‏ یَوْمَیْنِ وَ أَوْحى‏ فی‏ کُلِّ سَماءٍ أَمْرَها
وَ زَیَّنَّا السَّماءَ الدُّنْیا بِمَصابیحَ وَ حِفْظاً ذلِکَ تَقْدیرُ الْعَزیزِ الْعَلیم»
 
 “Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan (batu-batu meteor dari kejahatan setan). Demikianlah ketentuan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.”
Di samping makna lahir ayat yang tentu saja tetap patut mendapat perhatian, juga terdapat penafsiran batin atau irfani atas ayat di atas:
  1. Faqadhâhunna sab’a samâwât (Maka Dia menjadikannya tujuh langit): Yang dimaksud dengan tujuh langit adalah tingkatan langit manusia atau lathaif tujuh jenis hati manusia.[1] Terkait dengan hati tujuh lapisan sedemikian diyakini sehingga tingkatan ketujuhnya, hubb al-qalb yaitu batin qalbu yang merupakan lokus tajalli, penyingkapan dan tempat rahasia-rahasia dan turunnya cahaya-cahaya spiritual.[2] Namun sebagian ahli tafsir menafsirkan bahwa tujuh langit itu sebagai batin tujuh jenis dan batin tujuh jenis itu adalah fakultas batin, nafs, qalb, sir, ruh, khafa dan haq.” Mereka berkata bahwa ketujuh jenis batin ini adalah identitas setiap orang.[3]
  2. Fi yaumain (dalam dua masa): Terdapat beberapa makna irfani yang telah dijelaskan terkait dengan redaksi ayat ini:
  1. Hari pembentukan, pengadaan dan penjadian atau hari pengaturan-pengaturan (mudabirrat)  dan hari mujarradat.[4]
  2. Yaumain artinya adalah hari terpancarnya cahaya primordial Ilahi atas langit-langit dan hari terbitnya matahari atas langit-langit tersebut.[5]
  3. Dengan memperhatikan penafsiran tujuh langit sebagai tujuh tingkatan batin manusia maka yang dimaksud dengan dua hari ini adalah dua bulan terakhir masa kehamilan.[6]
 
  1. Wa awha fi kulli samain amrahâ (Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya): Mewahyukan bermakna memberikan emanasi ilmu baik dengan perantara atau tanpa perantara malaikat. Namun karena berkaitan dengan hal-hal non material, ilmu adalah identik dengan zat, maka arti dari emanasi ini adalah penciptaan non materi tersebut dengan sifat ilmu.[7] Hal-hal yang diwahyukan ini adalah khazanah-khazanah rahasia dan lathâif cahaya-cahaya Ilahi serta hakikat-hakikat takdirnya yang tidak diketahui semua orang dan hanya orang-orang seperti malaikat, para nabi dan wali Ilahi mengetahui sebagian darinya.[8] Demikian juga disebutkan bahwa urusan-urusan yang telah diwahyukan ke pelbagai tingkatan langit batin manusia adalah amalan-amalan (a’mâl), pemahaman-pemahaman (idrâkât), penyingkapan-penyingkapan (mukasyafât), penyaksian-penyaksian (musyahâdat), hubungan-hubungan lekat (muwâshalât), cengkerama-cengkerama penuh kemesraan (munaghiyât) dan manifestasi-manifestasi (tajalliyât).[9]
  2. Wa zayyannâ al-samâ al-dunyâ bimashâbih wa hifzhan (Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan (batu-batu meteor dari kejahatan setan).
Terkait dengan redaksi ayat mulia ini juga terdapat penafsiran irfani yang telah dijelaskan sebagaimana berikut:
Pertama: Sebagaimana Allah Swt menghiasi bumi dengan para nabi dan wali, Allah Swt juga menghiasi langit-langit dengan bintang-bintang cemerlang. Demikian juga hati para arif dengan cahaya surya tajalli sifat Ilahi dan dengan bintang-bintang rahasia-rahasia malakut dan jabarut.[10]
Kedua:  Dalam menjelaskan ayat ini terdapat sebuah penafsiran yang disandarkan kepada Imam Shadiq As, “Panca indra dan anggota batin orang-orang beriman kami indahkan dengan pelayanan mereka terhadap sesama.”[11]
Ketiga: Ibnu Atha dalam menjelaskan ayat ini berkata, “Hati orang-orang beriman kami hiasi dengan cahaya makrifat dan menjadikannya sebagai pelita hidayah dan cahaya tauhid (bagi semesta).[12]
Keempat: Allah Swt menghiasi hati-hati dengan cahaya-cahaya dimana cahaya-cahaya itu adalah: cahaya akal, cahaya pemahaman, cahaya ilmu, cahaya yakin,cahaya makrifat dan cahaya tauhid.[13]
Kelima: Langit dunia ini dipandang sebagai akal yang merupakan bagian batin terdekat dengan hati manusia yang terjaga dengan perantara cahaya-cahaya argumentasi dan demonstrasi dari setan-setan fantasi dan ilusi.[14]
 
  1. “Dzalika taqdir al-‘aziz al-‘alim (Demikianlah ketentuan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui): Dia adalah Tuhan yang Mahaperkasa yang tiada seorang pun dapat menaklukkannya dan menjadi penghalang pelbagai pengaturan-Nya. Demikian juga Dia adalah Tuhan yang Mahamengetahui dan tiada sesuatu apa pun yang tidak diketahuinya khususnya hal-hal yang berkaitan dengan pelbagai kemaslahatan kerajaan-Nya.[15] [iQuest]
 

[1]. Sultan Muhammad Gunabadi, Tafsir Bayân al-Sa’âdah fi Maqâmât al-‘Ibâdah, jil. 4, hal. 33, Muassasah al-A’lami Mathbu’at, Beirut, Cetakan Kedua, 1408 H.  
[2]. Ismai Haqqi Buruswi, Tafsir Ruh al-Bayân, jil. 8, hal. 238, Dar al-Fikr, Beirut, Cetakan Beirut, Tanpa Tahun.  
[3]. Ibnu ‘Arabi, Tafsir Ibnu ‘Arabi, Ta’wilât Abdurrazzaq, Riset Samir Mustafa Rubab, jil. 2, hal. 220, Dar Ihya al-Turats al-‘Arabi, Beirut, Cetakan Pertama, 1422 H.  
[4]. Tafsir Bayân al-Sa’âdah fi Maqâmât al-‘Ibâdah, jil.4, hal. 33.  
[5].  Ruzbihan Baqli Syirazi, Tafsir ‘Arâis al-Bayân fi Haqâiq al-Qur’ân, Riset oleh Ahmad Farid al-Mazidi, jil. 3, hal. 245, Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, Beirut, Cetakan Pertama, 2008 M.
[6].  Tafsir Ibnu ‘Arabi, jil. 2, hal. 221.  
[7]. Tafsir Bayân al-Sa’âdah fi Maqâmât al-‘Ibâdah, jil. 4, hal. 33.  
[8]. Tafsir ‘Arâis al-Bayân fi Haqâiq al-Qur’ân, jil. 3, hal. 245.   
[9]. Tafsir Ibnu ‘Arabi, jil. 2, hal. 221.  
[10]. Tafsir ‘Arâis al-Bayân fi Haqâiq al-Qur’ân, jil. 3, hal. 245.  
[11]. Tafsir yang disandarkan kepada Imam Ja’far Shadiq, Tafsir Imam Ja’f’ar al-Shadiq As,  jil. 1, hal. 53, Markaz Nasyr Danesygahi, Teheran, Cetakan Pertama, 1369 S.
[12]. Ibid, hal. 177.  
[13]. Abu al-Qasim  Abdul Karim Qusyairi, Lathâif al-Isyârat, Riset oleh Ibrahim Busaini, jil. 2, hal. 611, al-Haiat al-Mishriyyah al-Ammah lil Kitab, Mesir, Cetakan Ketiga, 1981 M.  
[14]. Tafsir Ibnu ‘Arabi, jil. 2, hal. 220-221.  
[15]. Sayid Muhammad Husain Thabathabai, al-Mizân fi Tafsir al-Qur’ân, jil.7, hal. 288, Daftar Intisyarat Islami, Qum, Cetakan Kelima, 1417 H.
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apa yang di maksud hal-hal yg fana didunia?
    7760 فنا
    Kata “fani” akar katanya dari kata “fana” yang bermakna sirna dan lawan katanya adalah baqa (lestari).[1] Berdasarkan pandangan tauhid yang baqa dan lestari secara esensial dan zati hanyalah Allah Swt sebagaimana yang dinyatakan dalam firman Allah Swt: کُلُّ مَنْ
  • Mengapa Islam menolak konsep dosa asal? Dalam beberapa riwayat dan penjelasan ulama telah disinggung tentang dosa Nabi Adam As?
    10707 Teologi Lama
    Riwayat yang dijadikan sebagai bahan argumentasi Imam Khomeini tentang sebab kewajiban wudhu adalah perbuatan Nabi Adam yang dipandang sebab dan tidak ada penegasan bahwa perbuatan Nabi Adam ini dipandang sebagai dosa; karena Islam memandang perbuatan Nabi Adam sebagai tark aula (meninggalkan yang utama) yang apabila bersumber dari para wali ...
  • Apa hukumnnya menaikkan istri dan kerabat di atas kendaraan milik pemertinah tatkala menjalankan tugas kantor atau selainnya, pada saat-saat kantor atau di luar kantor?
    4467 Hukum dan Yurisprudensi
    Kantor Ayatullah Agung Khamenei (Mudda Zhilluhu al-‘Ali):Tidak dibenarkan berdasarkan asumsi pertanyaan. Kantor Ayatullah Agung Siistani (Mudda Zhilluhu al-‘Ali):Tidak ada masalah apabila mendapatkan izin dari atasannya. Kantor Ayatullah Agung Makarim Syirazi (Mudda Zhilluhu al-‘Ali):Perbuatan ini tidak dibenarkan, kecuali sesuai dengan ...
  • Apakah Rasulullah semasa hidupnya pernah bernubuat?
    7400 Serba-serbi
    Apabila Allah Swt memandang sesuatu itu maslahat, maka Dia akan menyingkapkan tirai alam gaib bagi rasul-Nya Saw. Dalam hal ini, Rasulullah Saw semasa hidupnya yang penuh keberkahan menjelaskan tentang peristiwa-peristiwa dan masalah-masalah gaib – dengan momentum yang berbeda-beda, kepada para sahabatnya yang akan kita sebutkan beberapa di ...
  • Tolong ceritakan sejarah lengkap Abdullah bin Yaqthar?
    3816 Sejarah
    Meski sahabat-sahabat Imam Husain As merupakan para penolong terbaik bagi para maksum, buktinya adalah tuturan Imam Husain As pada malam Asyura yang bersabda, “Saya tidak mengenal sahabat yang lebih setia dan lebih baik dari sahabat-sahabatku.”[1] Hanya saja, kita tidak memiliki akses literatur yang memadai ...
  • Apa hubungan yang terajut di antara agama dan kebudayaan?
    19009 Kalam Jadid
    Menjelaskan hubungan yang terjalin di antar agama dan kebudayan dapat dilakukan dengan mengenal secara utuh esensi, tujuan dan peran agama dan kebudayaan dalam masyarakat.Meski sebagian orang mengingkari adanya hubungan antara agama dan kebudayaan namun sejatinya pandangan ini tidak memiliki dasar dan pijakan. Adapun perkara bahwa sebagian unsur dari kebudayaan ...
  • Apakah kita berdosa apabila bermusuhan selama 3 hari ?
    37054 گناه و رذائل اخلاقی
    Berdasarkan pada apa yang dapat disimpulkan dari beberapa riwayat, sekiranya, apa pun alasannya, terjadi permusuhan di antara dua saudara Muslim, maka permusuhan itu harus segera diakhiri dan kedua pihak yang bersengkat harus segera berdamai. Apabila terdapat kemungkinan untuk berdamai maka berlanjutnya permusuhan tergolong sebagai sebuah dosa. Memaafkan ...
  • : Apakah dalam pandangan ajaran-ajaran Islam juga menyoroti masalah hak-hak makhluk-makhluk lainnya selain manusia?
    7066 Dirayah al-Hadits
    Dalam literatur-literatur agama, terdapat banyak riwayat yang dapat disimpulkan bahwa hak-hak tidak semata-mata menyangkut manusia, melainkan juga mencakup makhluk-makhluk Tuhan lainnya. Hak-hak tersebut harus dipenuhi sebagaimana hak-hak yang berhubungan dengan manusia. Sebagai contoh, pada “Man La Yahdhuruhu al-Faqih” dalam sebuah bagian dengan judul “Haq al-Dâbba ‘ala Shahibihi” (Hak-hak hewan ...
  • Apakah melakukan bunuh-diri meski sekedar mengancam pun sesuai dengan qadha dan qadar Ilahi?
    43943 Teologi Lama
    Agar masalah ini menjadi jelas, pertama ada beberapa redaksi yang harus dipahami dengan baik, yaitu: "qadha", "qadar", "takdir" dan "qada Ilahi". Selanjutnya kami akan menjelaskan masalah qadha dan qadar. Qadar  artinya adalah ukuran, takdir bermakna mengukur (menakar) dan qadha berarti menetapkan ...
  • Apa saja yang menjadi ketentuan dan syarat-syarat talak khulu\' (gugat cerai) itu?
    30647 Talak
    Istri mengajukan gugatan cerai kepada suami karena tidak lagi tertarik dan tidak lagi menyukainya. Talak ini dapat diberlakukan setelah sang istri menyerahkan mahar atau harta lainnya kepada sang suami untuk menceraikannya. Talak seperti ini dalam fikih disebut sebagai talak khulu'.[1] Dengan ungkapan yang lebih ...

Populer Hits