Advanced Search
Hits
22748
Tanggal Dimuat: 2011/06/20
Ringkasan Pertanyaan
Mengapa Abdul Mutthalib memberikan nama anaknya dengan nama Abdul Uzza?
Pertanyaan
Mengapa Abdul Mutthalib memberikan nama anaknya Abu Lahab dengan nama Abdul Uzza? Padahal kita ketahui bahwa ia adalah orang yang meyakini agama yang lurus?
Jawaban Global

Abu Lahab bin Abdul Mutthalib (Abdul ‘Uzza bin Abdul Mutthalib bin Hasyim) adalah orang yang memiliki julukan sebagai Aba ‘Atbah yang merupakan paman Rasulullah Saw dan termasuk sebagai musuh bebuyutannya

Ibunya adalah Lubna berasal dari Bani Khuza’a dan istrinya Arwi atau ‘Aura yang lebih dikenal dengan nama Ummu Jamil binti Harb bin Umayyah dan saudari Abu Sufyan.

Terdapat perbedaan pendapat terkait dengan mengapa ia dipanggil dengan nama Abu Lahab. Ibnu Sa’ad berpandangan bahwa Abdul Mutthalib, karena ketampanan dan kegagahan wajahnya menamai ia dengan nama seperti ini. Dan sebagian berpandangan bahwa Abu Lahab memiliki seorang anak yang bernama Lahab sehingga ia dipanggil sebagai Abu Lahab. Namun berdasarkan sebuah riwayat, Allah Swt menyerunya dengan panggilan ini; karena suratan nasibnya berakhir dengan api. Nampaknya di kalangan masyarakat pada masa itu, ia lebih banyak dipanggil dengan nama “Abu ‘Atbah.[1]

Menurut Dekhoda julukan ini diberikan oleh kaum Muslimin kepadanya[2] dan sesuai dengan Zirkili dalam al-I’lâm, ia telah berjulukan Abu Lahab pada masa jahiliyyah dan sebelum Islam.[3]

Tidak satu pun literatur-literatur sejarah yang secara tegas dan lugas menyebutkan bahwa Abdul Mutthalib menamai anaknya dengan nama Abdul ‘Uzza. Bahkan kita bisa menyuguhkan sebuah dalil yang berlawanan dengan dalil tersebut. Dalam sebagian literatur disebutkan, “Aflah bin Nadhr Syaibani” pengurus uzza (sebuah berhala pada masa jahiliyah) ketika dalam keadaan sekarat menjelang kematiannya, mengungkapkan kerisauannya. Abu Lahab menghiburnya dan berjanji untuk tidak melepaskan Uzza. Janji tersebut dipenuhi dengan jalan memikul tanggung jawab untuk mengurus Uzza untuk beberapa lama. Dalam masa ini, siapa pun yang datang ke tempat Uzza tersimpan, Abu Lahab berkata, “Apabila Uzza menang, aku dengan pelayanan yang aku lakukan untuknya akan berada dalam kondisi aman. Apabila Muhammad menang (dan tentu ia tidak akan menang) maka sesungguhnya ia adalah keponakanku!” Meski kenyataan ini tidak dapat dijadikan alasan penamaan ini. Namun adanya nama ini tidak berseberangan dengan sikap Abdul Mutthalib yang merupakan pengikut agama yang lurus; karena penamaan dilakukan dengan ragam metodologi dan cara. Atau bahkan seseorang tanpa adanya penamaan (lantaran beberapa sebab) maka ia akan masyhur dengan tanpa nama tersebut.[4] [IQuest]



[1]. Dairât al-Ma’ârif Islâmi, jil. 2, terkait dengan redaksi Abu Thalib.  

[2]. Lughat Nâme Dekhoda, redaksi Abu Thalib, jil. 2, hal. 789, tanpa tempat dan tanpa tahun.

[3]. Khairuddin Zirkili, al-I’lâm, jil. 4, hal. 12, redaksi Abdul ‘Uzza, Dar al-‘Ilm lil Malayiin, 1979 M.  

[4]. Dairat al-Ma’arif Islami, jil. 2, terkait dengan redaksi Abu Thalib. Untuk telaah lebih jauh, silahkan lihat, Pertanyaan 1349 (Site: 2472), Indeks: Ali As dan Penamaan Anak-anak

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    259959 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    245714 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    229605 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    214413 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    175719 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    171087 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    167508 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    157564 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    140418 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    133616 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...