Advanced Search
Hits
8963
Tanggal Dimuat: 2011/12/19
Ringkasan Pertanyaan
Apakah mandi irtimâsi di kolam renang sah sementara ia mengenakan pakaian renang?
Pertanyaan
Apakah mandi irtimâsi di kolam renang sah sementara ia mengenakan pakaian renang?
Jawaban Global

Mencermati dua masalah dari risalah-risalah amaliah para marja taklid dapat membantu Anda menemukan solusi dan jawaban atas pertanyaan Anda:

1.     Dalam masalah mandi irtimâsi apabila dilaksanakan dengan niat mandi itrimasi kemudian secara perlahan turun ke air (kolam) sampai seluruh badan terendam air maka mandinya sah[1] dan mengikut prinsip kehati-hatian (ihtiyath) ia sekali waktu (menyeburkan) membenamkan dirinya dalam air.

2.     Dalam masalah mandi irtimâsi apabila seluruh badan terendam air[2] dan kemudian setelah niat mandi ia menggerakan badan maka mandinya sah.[3]

Karena itu, apabila pakaian (atau celana) renang tidak menghalangi sampainya air ke badan, maka mandi sah. Namun apabila pakaian (atau celana tersebut) menghalangi sampainya air ke badan maka mandi batal.

Namun, apabila pakaian renang ketat menempel pada badan, dan apabila jenis pakaian renang itu menghalangi sampainya air ke badan, maka ia dapat dengan memisahkan pakaian renang itu dari badan, kemudian secara perlahan menyiram seluruh anggota badan dengan air atau menyelam dan kemudian dengan berniat mandi, ia menggerakan badannya.

Perlu Anda cermati bahwa hanya menyebutkan pandangan dan fatwa Imam Khomeini pada teks jawaban ini dan fatwa sebagian juris dan fakih kami sertakan pada catatan kaki. [iQuest]

 



[1]. Ayatullah Bahjat: Dan mengikut prinsip ihtiyâth bahwa tatkala pertama kali turun ke air ia harus berniat mandi dengan sesuatu yang membuat mandi irtimâsi teralisir. Dan mengikut pendapat yang lebih kuat niat (dilakukan) tatkala seluruh badan terendam dalam air.

Ayatullah Gulpaigani, Ayatullah Khui, Ayatullah Tabrizi, Ayatullah Shafi dan Ayatullah Zanjani: Dalam mandi irtimâsi (harus dilakukan serentak) dan seluruh badan terendam (dalam air). Karena itu, apabila ia berniat mandi irtimâsi dan berendam dalam air apabila kakinya masih menjejak di atas kolam maka ia harus mengangkat kakinya dari kolam (supaya terkena air tatkala telah berniat mandi irtimâsi)

Ayatullah Araki, Ayatullah Fadhil: Dalam mandi irtimâsi, air secara serentak membasahi seluruh badan. Karena itu, apabila ia berniat mandi irtimâsi secara serentak atau secara perlahan-lahan turun ke air sehingga seluruh badannya terendam dalam air maka mandinya sah.

Ayatullah Siistani: Mandi irtimâsi dilakukan dengan dua cara: Secara serentak dan secara perlahan. Dalam mandi irtimâsi secara serentak, air harus secara serentak membasahi seluruh badan, namun tidak menjadi ukuran sebelum memulai mandi seluruh badan berada di luar air melainkan mencukupi seukuran badan berada di luar air dan kemudian dengan niat mandi ia berendam dalam air. Dalam mandi irtimâsi secara perlahan, badan harus diturun ke air dengan niat mandi secara perlahan dengan menjaga kesatuan urf dan dalam bagian ini setiap anggota badan harus berada di luar air sebelum dimandikan.

Ayatullah Makarim: Mandi irtimâsi adalah mandi yang setelah niat, seluruh badan secara serentak harus terendam air, terlepas apakah berada di kolam air dan kolam renang atau berada di bawah guyuran pancuran air, sehingga seluruh badan sekali terkena air. Namun mandi irtimâsi tidak mungkin dilakukan di bawah shower biasa. Taudhih al-Masâil, al-Muhassyâ lil Imâm al-Khomeini, jil. 1, hal. 219, Masalah 367.

[2]. Ayatullah Araki: Dan berniat mandi telah mencukupi dan badan tidak perlu digerakkan.

[3]. Ayatullah Fadhil: Namun mengikut prinsip ihtiyâth (kehati-hatian) mustahab badan lebih dominan di luar air dan kemudian setelah niat ia berendam di bawah air.

Ayatullah Siistani: Silahkan merujuk pada masalah 367.

Ayatullah Gulpaigani: Dalam mandi irtimâsi tidak diwajibkan berniat tatkala seukuran badan masih berada di luar air, bahkan telah memadai (baginya) sekiranya seluruh anggota badan telah berada di bawah air, kemudian ia berniat dan menggerakkan badannya.

Ayatullah Khui, Ayatullah Tabrizi: Dalam mandi irtimâsi, sesuai dengan ihtiyâth wajib, (mukallaf) harus berniat tatkala sebagian anggota badan (masih) berada di luar air.

Ayatullah Zanjani: Dalam mandi irtimâsi, sesuai dengan ihtiyâth mustahab, (mukallaf) harus berniat tatkala sebagian anggota badan (masih) berada di luar air. Dan telah memadai apabila tatkala berada di dalam air, ia menggerakkan badan dengan niat melakukan mandi irtimâsi sehingga air baru mengenai badan atau dengan gerakan air itu sendiri, air baru mengenai badan, kemudian berniat melakukan mandi irtimâsi. Meski berseberangan dengan ihtiyâth mustahab.

Ayatullah Makarim: Telah mencukupi bilamana sebagian anggota badan berada di luar air dan berniat melakukan mandi irtimâsi kemudian berendam di air. Namun bermasalah (isykâl) apabila seluruh badan telah berada di bawah air kemudian ia gerakakan.

Ayatullah Shafi: Dalam mandi irtimâsi, mengikut prinsip ihtiyâth, ia harus berniat tatkala sebagian anggota badan (masih) berada di luar air.

Taudhih al-Masâil, al-Muhassyâ lil Imâm al-Khomeini, jil. 1, hal. 219, Masalah 368.

Jawaban Detil

Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban detil.

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Menurut Fikih Islam, apa saja jalan penyaluran sedekah dan apakah bersedekah kepada sayid itu haram hukumnya?
    13447 Hukum dan Yurisprudensi 2013/05/25
    Dalam Fikih Islam, kita dapat menyalurkan zakat (sedekah) di delapan tempat: Pertama: Fakir, yaitu orang yang tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya dalam setahun. Karena itu orang yang memiliki aset dan usaha yang bisa memenuhi kebutuhan hidup setahunnya bukanlah orang fakir. Kedua: Miskin, yaitu orang yang ...
  • Apakah hal ini ada benarnya bahwa buah manis adalah pecinta Ahlulbait dan buah masam musuh Ahlulbait As?
    7118 Dirayah al-Hadits 2014/09/07
    Teks Arab riwayat yang disebutkan pada pertanyaan di atas dikutip dari Syaikh Shaduq Rah sebagaimana berikut: «حَدَّثَنَا حَمْزَةُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْعَلَوِیُّ قَالَ أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْهَمْدَانِیُّ قَال ‏حَدَّثَنَا الْمُنْذِرُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنَا الْحُسَیْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنَا سُلَیْمَانُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنِ الرِّضَا(ع) قَالَ أَخْبَرَنِی ...
  • Bagaimana agama pamungkas dapat ditetapkan bahwa ia merupakan agama sempurna?
    10334 Teologi Lama 2009/07/13
    Pertama-tama kita harus ketahui bahwa redaksi “sempurna” kita maknai bahwa “sempurna” sebagai kebalikan “cacat.” Dan secara umum tatkala kita mengklaim bahwa agama Islam merupakan agama sempurna artinya ia tidak memiliki sebarang cacat pun. Dengan ungkapan yang lebih baik, mempunyai segala yang diperlukan untuk mencapai sebuah kehidupan bahagia duniawi ...
  • Apakah penyebab pengingkaran terhadap Tuhan karena kegagalan dalam memahami dalil-dalil adanya Tuhan?
    15228 Filsafat Islam 2012/03/14
    Sudah merupakan kenyataan bahwa meski para nabi Ilahi, pada masanya, telah berusaha mengajak orang-orang kafir kepada Tuhan, dengan segala hikmah dan argumen-argumennya yang meyakinkan, namun mereka tetap memilih menjadi kaum ingkar kepada Tuhan. Mereka memilih menjadi kaum ingkar yang menolak menerima kebenaran, bukan karena para nabi tidak ...
  • Bagaimanakan hukum niat dalam ibadah dan bersuci?
    7720 Hukum dan Yurisprudensi 2015/04/18
    Yang dimaksud dengan niat adalah keinginan dan kemauan kuat untuk melakukan suatu pekerjaan, entah motif itu Ilahi ataukah materi. Dalam ibadah dan bersuci, niat adalah qashd (maksud) melakukan pekerjaan dan akan berlaku jika pelaksanaan suatu pekerjaan itu didasari dengan qasd qurbat ila llah (demi untuk mendekatkan diri ...
  • Tolong Anda sebutkan pada surah dan ayat mana wilâyah fakih dinyatakan dalam al-Qur’an?
    10634 Hukum dan Yurisprudensi 2011/06/02
    Dalam menetapkan wilâyah fakih, sebagian ulama bersandar pada beberapa ayat al-Qur’an dan menginferensi konsep wilâyah fakih dari keumuman ayat-ayat ini. Ayat-ayat tersebut menyatakan, “Maka putuskanlah perkara mereka menurut ketentuan yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap ...
  • Apakah peran Islam dalam kemajuan peradaban manusia?
    57765 Sejarah Fikih 2012/02/16
    Peradaban pada setiap bangsa merupakan tanda-tanda kemajuan dan perkembangan bangsa tersebut. Histori terbentuknya peradaban di negara-negara Islam adalah bermakna bahwa mereka memiliki produksi pemikiran, kekayaan, saham dan juga kudrat dan kekuasaan. Karena jika selain ini yang terjadi, maka peradaban tidak akan terbentuk. Peradaban adalah dengan makna penerimaan untuk menempati ...
  • Apakah yang dimaksud dengan manusia diuji dengan kekurangan harta (kekurangan hasil panen)?
    22207 Tafsir 2015/07/23
    Sebagian mufassir berkeyakinan bahwa yang dimaksud dengan kekurangan harta adalah hilangnya buah-buahan, kekurangan lahan pertanian dan pohon-pohonan. Kaum Mukminin dikarenakan sibuk dalam berperang dan berjihad dengan musuh maka mereka kewalahan dalam mengurus lahan pertanian dan kebunnya atau karena adanya hama atau bencana alam sehingga menyebabkan tiadanya hasil ...
  • Mengapa manusia tidak boleh melenyapkan nikmat kehidupan bagi dirinya?
    8704 Akhlak Praktis 2010/01/12
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah karâmah (kemuliaan) itu? Bagaimana cara mencapai karâmah? Bagaimana posisi orang-orang yang memiliki karâmah di sisi Allah Swt?
    17595 Al-Quran 2009/02/19
    Karâmah (kemuliaan) ialah jauh dari maksiat dan tidak tunduk kepada hawa nafsu. Setiap jiwa yang agung yang suci dari berbagai kotoran adalah karim (mulia). Karâmah berlawanan dengan kelemahan dan kehinaan.  Untuk dapat mencapai puncak karâmah, seseorang harus senantiasa mengenakan pakaian takwa dan menjauhi segala larangan Allah Swt. Takwa itulah yang ...

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    259977 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    245732 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    229619 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    214424 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    175737 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    171098 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    167519 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    157578 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    140430 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    133623 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...