Advanced Search
Hits
14944
Tanggal Dimuat: 2014/01/18
Ringkasan Pertanyaan
Jelaskan cara mengindari dan mengantisipasi terjadinya bencana alam?
Pertanyaan
Jelaskan cara mengindari dan mengantisipasi terjadinya bencana alam yang di anjurkan
Jawaban Global
Gempa bumi dan semisalnya merupakan bencana alam yang menyisakan banyak pengaruh dimana keseluruhannya sebenarnya mengandung kebaikan bagi umat manusia. Kebaikan yang terpendam di balik bencana alam yang menimpa manusia seperti supaya masyarakat tidak lalai dan menjadi mengerti akan kelemahan dan ketidakberdayaannya sehingga tidak lagi berbuat dosa dan kerusakan.
Berdasarkan beberapa riwayat, sebagai ganti apa yang telah hilang akibat bencana alam ini, di akhirat kelak ia akan menerima banyak ganjaran yang tidak dapat dibandingkan dengan segala apa yang ada di dunia.
Meski tidak dapat dikatakan terdapat beberapa cara yang dapat mencegah secara sempurna terjadinya gempa bumi; karena inti kejadiannya boleh jadi diperlukan untuk kelanjutan dan kelangsungan hidup di muka bumi. Namun manusia memiliki beberapa tugas dalam menghadapi beberapa peristiwa berupa bencana alam:
  1. Menggunakan media yang diperlukan dari ilmu dan teknologi serta melaksanakan aturan-aturan teknik sipil dan arstitektur dalam pembangunan rumah, jembatan dan jalan sehingga dapat meminimalisir resiko dan kerugian yang ditimbulkan.
  2. Memperhatikan dan menjalankan hal-hal maknawiah; seperti menghindari hal-hal yang menurut teks-teks agama sebagai salah satu penyebab maknawi terjadinya gempa bumi.
Jawaban Detil
Terkait dengan gempa bumi dan bencana alam lainnya, kiranya kita perlu menyebutkan beberapa masalah penting sebagai berikut:
  1. Gempa bumi dan semisalnya merupakan bencana alam yang menyisakan banyak pengaruh dimana keseluruhannya sebenarnya mengandung kebaikan bagi umat manusia. Imam Shadiq As bersabda, “Gempa bumi dan semisalnya terjadi supaya masyarakat tidak (lagi) lalai dan menjadi mengerti akan kelemahan dan ketidakberdayaannya serta supaya ia menjadi takut dan (dengan merasakan kelemahannya dan kekuatan Sang Pencipta) tidak lagi berbuat dosa dan kerusakan. Seluruh bencana dan penderitaan yang menimpa badan dan harta manusia adalah untuk urusan ini. Sejatinya bencana itu adalah demi kepentingan, kemaslahatan dan ketegaran manusia menghadapi semua ini. Sebagai ganti dari kehilangan yang ditimbulkan, di akhirat sedemikian cadangan disediakan untuknya sehingga tidak dapat dibandingkan dengan nikmat apa pun di dunia. Karena itu terkadang kebaikan dan kemaslahatan umum dan khusus yang terpendam di dalamnya sehingga turunnya bencana-bencana di dunia harus disegerakan.”[1]
  2. Boleh jadi hal-hal ini mengandung sebab-sebab beragam material dan non-material.
  3. Inti sebab-sebab maknawiah pada pelbagai peristiwa di dunia merupakan hal yang pasti; satu dalil nyatanya adalah ayat-ayat al-Quran yang pada satu tempat menyebutkan “
«ظَهَرَ الْفَسادُ فِی الْبَرِّ وَ الْبَحْرِ بِما کَسَبَتْ أَیْدِی النَّاسِ لِیُذیقَهُمْ بَعْضَ الَّذی عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ یَرْجِعُونَ»
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (Qs al-Rum [30]:41)
Pada ayat lainnya, kita membaca:
«وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرى‏ آمَنُوا وَ اتَّقَوْا لَفَتَحْنا عَلَیْهِمْ بَرَکاتٍ مِنَ السَّماءِ وَ الْأَرْضِ وَ لکِنْ کَذَّبُوا فَأَخَذْناهُمْ بِما کانُوا یَکْسِبُونَ»          
“Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Tetapi, mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (Qs. al-A’raf [7]:96)
  1. Menentukan secara akurat obyek-obyek sebab-sebab maknawi tidak mungkin dapat dilakukan oleh orang-orang biasa; melainkan hanya para wali Allah Swt yang dapat menjelaskan gerangan apa yang menjadi sebab maknawi pelbagai peristiwa material yang terjadi.
  2. Sebab-sebab maknawi dalam urusan-urusan material terjadi secara vertikal bukan horizontal. Artinya boleh jadi satu perkara maknawiah dalam tingkatan yang lebih tinggi dan metafisis yang menjadi sebab terjadinya gempa bumi; namun terjadinya gempa bumi di alam luaran dan alam tabiat terjadi berdasarkan sebab-sebab material.[2]
  3. Dengan memperhatikan beberapa hal yang telah dijelaskan di atasnya menjadi jelas bahwa pertama, tidak dapat disebutkan bahwa terdapat beberapa cara yang dapat mencegah dan mengantisipasi secara sempurna terjadinya gempa bumi. Karena inti kejadian gempa bumi boleh jadi diperlukan bagi kelangsungan hidup planet bumi. Kedua: Manusia memiliki beberapa tugas dalam menghadapi beberapa peristiwa berupa bencana alam:
  1. Menggunakan media yang diperlukan dari ilmu dan teknologi serta menjalankan aturan-aturan teknik sipil dan arstitektur dalam pembangunan rumah, jembatan dan jalan sehingga dapat meminimalisir resiko dan kerugian yang ditimbulkan.
  2. Memperhatikan dan menjalankan hal-hal maknawiah; seperti menghindari hal-hal yang menurut teks-teks agama sebagai salah satu penyebab maknawi terjadinya gempa bumi seperti berdasarkan beberapa riwayat, menyebarnya zina merupakan salah satu faktor terjadinya gempa bumi. Imam Shadiq As bersabda, “Setelah menyebarnya empat hal (susulannya) akan muncul empat hal lainnya: Kapan saja zina menyebar maka gempa bumi juga akan terjadi. Kapan saja hukum tidak berdasarkan kebenaran dikeluarkan maka hujan tidak akan turun. Kapan saja perjanjian dengan orang-orang kafir yang hidup dalam tanggungan Islam dilanggar (dan mereka diperlakukan tidak sesuai dengan ketentuan) maka pemerintahan akan jatuh di tangan orang-orang musyrik dan memerintah atas kaum Muslim.  Kapan saja zakat tidak dikeluarkan maka kemiskinan akan merajalela.”[3] Nampaknya maksud dari perbuatan-perbuatan ini (zina dan seterusnya) dilakukan berdasarkan kesadaran dan ikhtiar serta merajelala di tengah masyarkat, dapat menjadi sebab terjadinya gempa bumi.
Hal lain yang berkaitan dengan urusan maknawi yang harus diperhatikan adalah amalan-amalan yang dapat meminimalisir intensitas atau volume gempa bumi. Ali bin Mahziyar berkata, “Saya menulis surat kepaa Imam Muhammad Taqi As dan mengeluhkan banyaknya terjadi gempa bumi di Ahwaz. Saya katakan apakah menurut Anda maslahat apabila kami pindah ke tempat lain? Imam Taqi al-Jawad, dalam menjawab surat itu, berkata, “Janganlah pindah dari tempat itu. Berpuasalah pada hari Rabu, Kami dan Jumat. Kemudian mandilah dan kenakan pakaian-pakaian bersih lalu keluarlah dari rumah kalian pada hari Jumat  dan berdoalah kepada Allah Swt maka pasti Allah Swt akan menyelesaikan masalah itu.” Periwayat berkata, “Kami melakukan apa yang disarankan oleh Imam Jawad dan kemudian gempa bumi tidak terjadi lagi. Demikian juga Imam Taqi al-Jawad As bersabda, “Barang siapa dari kalian yang melakukan dosa maka segeralah bertaubat dan memohonlah kebaikan.”[4]
Pada hadis lainnya, Muhammad bin Sulaiman Dailami meriwayatkan, “Saya bertanya kepada Imam Shadiq As, “Apakah gempa bumi itu?” Imam Shadiq As menjawab, “Ayat dan sebuah tanda.” “Apa gerangan yang menjadi sebab terjadinya gempa bumi?” Tanyaku lagi. “Allah Swt mewakilkan seorang malaikat pada buhul-buhul bumi dan bilamana Allah Swt ingin menguncangkan bumi maka Dia mewahyukan kepada malaikat itu untuk menggerakan buhul ini dan buhul itu. Kemudian malaikat itu berdasarkan perintah Allah Swt menggerakan buhul di bumi kemudian bumi dan penduduknya pun terguncang.” Jawab Imam Shadiq As. “Apa yang harus dilakukan jika terjadi seperti ini?” Tanyaku lagi. Imam Shadiq As bersabda, “Kerjakanlah salat Kusuf (ayat) dan tatkala engkau telah selesai mengerjakan salat, sujudlah dan dalam sujudmu bacalah doa ini:
«یَا مَنْ یُمْسِکُ السَّماواتِ وَ الْأَرْضَ أَنْ تَزُولا وَ لَئِنْ زالَتا إِنْ أَمْسَکَهُما مِنْ أَحَدٍ مِنْ بَعْدِهِ
 إِنَّهُ کانَ حَلِیماً غَفُوراً أَمْسِکْ عَنَّا السُّوءَ إِنَّکَ عَلى‏ کُلِّ شَیْ‏ءٍ قَدِیر».
“Wahai yang menahan langit dan bumi supaya tidak menyimpang (dari rotasinya); dan sungguh jika keduanya menyimpang, tidak ada seorang pun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. Jauhkanlah dari kami keburukan dan kejahatan sesunggurhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”[5] [iQuest]
 

[1]. Mufaddhal bin Umar, Tauhid al-Mufaddhal, Riset dan edit oleh Kazhim Muzhaffar, hal. 144, Nasyr Dawari, Qum, Cetakan Ketiga, Tanpa Tahun.
[2]. Silahkan lihat, Bencana-bencana Alam (Banjir, Gempa Bumi dan....) dan Azab Ilahi, Pertanyaan 288.   
[3]. Muhammad Yakub Kulaini, al-Kâfi, Riset dan edit olehh Ali Akbar Ghaffari dan Muhammad Akhundi, jil. 2, hal. 448, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Tehran, Cetakan Keempat, 1407 H.  
[4]. Syaikh Shaduq, ‘Ilal al-Syarâ’i, jil. 2, hal. 555-556, Kitabpurusyi Dawari, Qum, Cetakan Pertama, 1385 S.
[5]. Ibid.
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    260123 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    245819 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    229690 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    214485 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    175818 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    171179 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    167594 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    157641 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    140489 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    133674 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...