Advanced Search
Hits
8239
Tanggal Dimuat: 2012/03/08
Ringkasan Pertanyaan
Menurut Anda maksud dengan tuturan yang dikutip dari Ayatullah Bahjat bahwa orang-orang tua pada masa ini akan menjumpai zaman kemunculan Imam Mahdi Ajf?
Pertanyaan
Menurut Anda maksud dengan tuturan yang dikutip dari Ayatullah Bahjat bahwa orang-orang tua pada masa ini akan menjumpai zaman kemunculan Imam Mahdi Ajf?
Jawaban Global
Sesuai dengan penelitian yang dilakukan dari kantor beliau diketahui bahwa beliau tidak berkata-kata sepert ini. Tuturan Ayatullah Bahjat Rah adalah “idza asyadd al-amr qaruba al-faraj.” Kapan saja kesulitan dan kesusahan kian banyak maka kemunculannya kian dekat. Ucapan ini tersinspirasi dari beberapa riwayat yang menyatakan, “Sebelum kemuculan Imam Zaman Ajf gelombang fitnah akan merajalela dan dunia akan dipenuhi dengan kezaliman dan angkara murka.”
Di samping itu, dalam beberapa riwayat bukan hanya masa dan zaman tertentu bagi kemunculan Imam Zaman Ajf telah ditentukan, bahkan ada larangan menentukan waktu bagi kemunculan Imam Zaman Ajf. Akan tetapi terdapat penjelasan terkait dengan tanda-tanda tertentu terkait dengan kemunculan Imam Zaman Ajf dimana setelah terealisasinya tanda-tanda ini maka Imam Mahdi Ajf akan muncul.
 
Jawaban Detil
Dalam menjawab pertanyaan ini ada baiknya kita memperhatikan beberapa poin berikut ini:
  1. Tuturan yang dinukil dari Ayatullah Bahjat Rah yaitu “Orang-orang tua pada masa ini juga akan menjumpai masa kemunculan” berdasarkan penelitian yang dilakukan dari kantor beliau diketahui bahwa beliau tidak berkata-kata sepert ini. Ayatullah Bahjat Rah berkata, “idza asyadd al-amr qaruba al-faraj.” Kapan saja kesulitan dan kesusahan kian banyak maka kemunculannya kian dekat. Ucapan ini tersinspirasi dari beberapa riwayat yang menyatakan, “Sebelum kemunculan Imam Zaman Ajf gelombang fitnah akan merajalela dan dunia akan dipenuhi dengan kezaliman dan angkara murka.”
  2. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa bukan hanya masa dan zaman tertentu bagi kemunculan Imam Zaman Ajf tidak ditentukan, bahkan ada larangan menentukan waktu bagi kemunculan Imam Zaman Ajf.
Berikut ini kami akan menyebutkan beberapa riwayat terkait dengan masalah ini:
  1. Fudhail berkata, “Saya bertanya kepada Imam Shadiq As apakah ada waktu tertentu terkait dengan kemunculan Imam Zaman?” Imam Shadiq As berkata tiga kali, “Dusta bagi mereka yang berkata tentang waktu kemunculannya.”[1]
  2. Dalam riwayat lainnya Imam Shadiq As bersabda, “Mereka yang memperkenalkan waktu tertentu bagi kemunculan (Imam Mahdi Ajf) adalah para pendusta. Kami Ahlulbait tidak pernah menentukan waktu kemunculan Imam Zaman Ajf.[2]
  3. Dalam riwayat lainnya Imam Shadiq As bersabda, “Barang siapa yang menentukan waktu bagi kemunculan Imam Zaman Ajf maka ketahuilah ia seorang pendusta lantaran kami Ahlulbait tidak pernah menentukan waktu tertentu (bagi kemunculannya) karena itu ucapan (orang itu) tidak dapat disandarkan kepada kami dan bukan berasal dari kami melainkan ia berkata-kata dari dirinya sendiri dan berdusta.”[3]
  4. Pada sebagian riwayat disebutkan bahwa bahkan Imam Zaman Ajf sendiri tidak mengetahui masa kemunculannya dan Allah Swt akan mengabarkan kepadanya kapan masa kemunculan terjadi dengan perantara tanda-tanda tertentu. Mufaddhal bin Amru bertanya kepada Imam Shadiq As terkait dengan tafsir ayat “wa idza naqara fi al-naqur[4] Imam Shadiq As bersabda, “Sesungguhnya dari kami (Ahlulbait) terdapat seorang imam yang ghaib. Kapan saja Allah Swt menghendakinya keluar dari tirai ghaibat maka  Ia akan meletakkan tanda pada hatinya (untuk keluar) dan  setelah itu ia akan memerintah sesuai dengan perintah Allah Swt.” Dari riwayat ini dapat disimpulkan dengan baik bahwa Imam Zaman Ajf sendiri tidak mengetahui masa kemunculanya dan tatkala tiba masa kemunculannya Allah Sw akan memberi tahukan tanda-tanda kemunculannya kepada Imam Zaman Ajf.[5]
  1. Ulama menjelaskan banyak dalil terkait dengan sebab mengapa masa kemunculan Imam Mahdi Ajf tidak ditentukan:
  1. Apabila orang-orang beriman mengetahui masa kemunculan dan kemudian menyebarkannya maka musuh-musuhnya akan mempersiapkan diri secara total untuk bertempur dengan Imam Mahdi Ajf.
  2. Allah Swt menghendaki penantian para penanti bersifat permanen lantaran apabila waktu telah ditentukan maka orang-orang beriman hanya akan menantikan kemunculan Imam Zaman Ajf pada masa itu dan selain waktu itu mereka akan lalai mengingat Imam Mahdi Ajf.[6]
  3. Salah satu falsafah ghaibat adalah ujian bagi para hamba Allah.[7] Karena itu kemestiannya adalah bahwa apabila masa ghaibat dan kemunculan tidak diketahui maka orang-orang yang beriman sejati akan mengenal satu sama lain. Atas dasar itu, pada sebagian riwayat disebutkan bahwa orang-orang pada masa ghaibat akan meragukan Imam Mahdi Ajf. Boleh jadi sumber dari keraguan dan sangsi orang-orang ini adalah karena tidak ada waktu tertentu yang menentukan masa kemunculan Imam Zaman Ajf. Masa kemunculan dari sudut pandang ini mirip-mirip dengan masalah kematian.
  4. Masa kemunculan sesuai dengan beberapa riwayat merupakan perkara bada yang dapat dimajukan dan diundurkan.[8] Karena itu, apabila waktu tertentu disampaikan kepada orang-orang dan disebabkan karena beberapa kemaslahatan maka orang-orang akan ragu terhadap urusan agama dan imam mereka[9] sebagaimana hal ini disebutkan dalam sebuah riwayat Imam Shadiq As dengan bersandar pada kisah perginya Musa ke Thur mengataka bahwa 30 hari dan ditambah lagi 10 hari dan dengan ditambahnya 10 hari lalu kisah Samirri mengemuka dan banyak orang yang tersesat. Imam Shadiq As bersabda, “Kemunculan Imam Zaman Ajf juga demikian adanya dimana apabila waktu tertentu ditentukan untuknya dan kemudian ditunda maka orang-orang akan ragu dan sangsi terhadap urusan agama. Oleh itu, Allah Swt tidak menentukan waktu tertentu bagi kemunculan Imam Mahdi Ajf.[10]
  1. Pada sebagian riwayat dijelaskan tentang tanda-tanda dan alamat-alamat kemunculan Imam Mahdi dimana sebagian dari tanda-tanda ini disebutkan sebagai tanda-tanda tidak pasti dan sebagian lainnya sebagai tanda-tanda pasti, keluarnya Yamani, keluarnya Sufyani, seruan langit, terbunuhnya Nafs Zakiyah, bumi akan menelan di lembah Baida.”[11] Imam Shadiq As bersabda, “15 hari sebelum kemunculan Imam Zaman Ajf Nafs Zakiyah akan meraih kesyahidan.”[12] Dan juga bersabda, “Sebelum kedatangan dan kemunculan Imam Zaman Ajf terdengar seruan langit yang berseru ihwal kemunculan Imam Mahdi Ajf sedemikian sehingga orang-orang di muka bumi mendengarkan seruan tersebut.”[13] sebagaimana dalam tafsir ayat, “Dan dengarkanlah (seruan) pada hari penyeru (malaikat) menyeru dari tempat yang dekat. (Yaitu) pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar-benarnya. Itulah hari keluar (dari kubur). Sehubungan dengan ayat ini, Imam Shadiq As Berkata, “Pada hari kemunculan Imam Zaman Ajf seruan langit akan terdengar menyebut  Imam Mahdi Ajf dengan namanya dan nama ayahnya serta memberikan berita gembira tentang kemunculan Imam Zaman Ajf.[14] Dalam sebuah riwayat, Rasulullah Saw sembari menyinggung tentang pelbagai peristiwa dan fitnah akhir zaman tentang keluarnya Sufyani dan bumi akan menelan di lembah Baida, dan bersabda, “Sufyani akan keluar dari lembah Yabis dan akan memasuki kota Damaskus kemudian di tempat itu ia akan menyiapkan dua pasukan. Satunya akan dikirim ke Baghdad untuk membunuh dan menjarah. Pasukan lainnya akan datang ke Madinah dan setelah memporak-porandakan kota Madinah, pasukan ini akan pergi ke Mekkah dimana di tengah jalan di suatu daerah Baida, dimana di lembah itu bumi akan menelan mereka.”[15] Keluarnya Yamani pada kebanyakan riwayat diperkenalkan sebagai salah satu tanda kemunculan Imam Zaman Ajf.[16] [iQuest]
 

[1]. Luthfullah Shafi Gulpaigani, Muntakhab al-Âtsâr, hal. 463, Cetakan Ketiga, Markaz Nasyr Kitab Tehran; Syaikh Thusi, al-Ghaibah, hal. 262.  
[2]. Ibid.  
[3]. Ibid.  
[4]. “Apabila sangkakala ditiup.” (Qs. Al-Mudattsir [74]:8),  
[5]. Syaikh Shaduq, Ikmâl al-Din wa Itmâm al-Ni’mah, jil. 2, hal. 349, Hadis 42. Diadaptasi dari Pertanyaan 1856 (Site: 1840), Indeks: Imam Zaman Ajf Dalam Penantian Kemunculannya Sendiri, Pertanyaan 2714 (Site: 2962)
[6]. Majlisi, Bihâr al-Anwâr, jil. 95, hal. 159.  
[7]. Syaikh Thusi, al-Ghaibah, hal. 206.  
[8]. Majlisi, Bihâr al-Anwâr, jil. 51, hal. 86.  
[9]. Muhammad Taqi Musawi Isfahani, Mikyal al-Makârim fi Fawâid al-Duâ’ lil Qâim Ajf, jil. 2, hal. 338, al-Bâb al-Tsâmin fi Takâlif al-‘Ibâd binissbati ilaihi.  
[10]. Syaikh Thusi, al-Ghaibah, hal. 262.  
[11]. Shaduq, Kamâl al-Din, jil .2, hal. 649, hadis 1; Thusi, al-Ghaibah, hal. 267; Muntakahab al-Durrah, hal. 455, hadis 5 dan hal. 442, hadis 16.
[12]. Luthfullah Shafi Gulpaigani, Muntakhab al-Âtsâr, hal. 456, hadis 13 dan hal. 439, hadis 1 dan 2; Thusi, al-Ghaibah, hal. 271; Shaduq, Kamâl al-Din, jil. 2, hal. 649, hadis 2.  
[13]. Thusi, al-Ghaibah, hal. 111.  
[14] . Lutfhullah Shafi Gulpaigani, Muntakahab al-Âtsâr, hal. 447, hadis. 2
[15]. Ibid, hal. 456, hadis 9 dan 11.  
[16]. Thusi, al-Ghaibah, hal. 267.
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Menurut Fikih Islam, apa saja jalan penyaluran sedekah dan apakah bersedekah kepada sayid itu haram hukumnya?
    13447 Hukum dan Yurisprudensi 2013/05/25
    Dalam Fikih Islam, kita dapat menyalurkan zakat (sedekah) di delapan tempat: Pertama: Fakir, yaitu orang yang tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya dalam setahun. Karena itu orang yang memiliki aset dan usaha yang bisa memenuhi kebutuhan hidup setahunnya bukanlah orang fakir. Kedua: Miskin, yaitu orang yang ...
  • Apakah hal ini ada benarnya bahwa buah manis adalah pecinta Ahlulbait dan buah masam musuh Ahlulbait As?
    7118 Dirayah al-Hadits 2014/09/07
    Teks Arab riwayat yang disebutkan pada pertanyaan di atas dikutip dari Syaikh Shaduq Rah sebagaimana berikut: «حَدَّثَنَا حَمْزَةُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْعَلَوِیُّ قَالَ أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْهَمْدَانِیُّ قَال ‏حَدَّثَنَا الْمُنْذِرُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنَا الْحُسَیْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنَا سُلَیْمَانُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنِ الرِّضَا(ع) قَالَ أَخْبَرَنِی ...
  • Bagaimana agama pamungkas dapat ditetapkan bahwa ia merupakan agama sempurna?
    10334 Teologi Lama 2009/07/13
    Pertama-tama kita harus ketahui bahwa redaksi “sempurna” kita maknai bahwa “sempurna” sebagai kebalikan “cacat.” Dan secara umum tatkala kita mengklaim bahwa agama Islam merupakan agama sempurna artinya ia tidak memiliki sebarang cacat pun. Dengan ungkapan yang lebih baik, mempunyai segala yang diperlukan untuk mencapai sebuah kehidupan bahagia duniawi ...
  • Apakah penyebab pengingkaran terhadap Tuhan karena kegagalan dalam memahami dalil-dalil adanya Tuhan?
    15228 Filsafat Islam 2012/03/14
    Sudah merupakan kenyataan bahwa meski para nabi Ilahi, pada masanya, telah berusaha mengajak orang-orang kafir kepada Tuhan, dengan segala hikmah dan argumen-argumennya yang meyakinkan, namun mereka tetap memilih menjadi kaum ingkar kepada Tuhan. Mereka memilih menjadi kaum ingkar yang menolak menerima kebenaran, bukan karena para nabi tidak ...
  • Bagaimanakan hukum niat dalam ibadah dan bersuci?
    7720 Hukum dan Yurisprudensi 2015/04/18
    Yang dimaksud dengan niat adalah keinginan dan kemauan kuat untuk melakukan suatu pekerjaan, entah motif itu Ilahi ataukah materi. Dalam ibadah dan bersuci, niat adalah qashd (maksud) melakukan pekerjaan dan akan berlaku jika pelaksanaan suatu pekerjaan itu didasari dengan qasd qurbat ila llah (demi untuk mendekatkan diri ...
  • Tolong Anda sebutkan pada surah dan ayat mana wilâyah fakih dinyatakan dalam al-Qur’an?
    10634 Hukum dan Yurisprudensi 2011/06/02
    Dalam menetapkan wilâyah fakih, sebagian ulama bersandar pada beberapa ayat al-Qur’an dan menginferensi konsep wilâyah fakih dari keumuman ayat-ayat ini. Ayat-ayat tersebut menyatakan, “Maka putuskanlah perkara mereka menurut ketentuan yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap ...
  • Apakah peran Islam dalam kemajuan peradaban manusia?
    57765 Sejarah Fikih 2012/02/16
    Peradaban pada setiap bangsa merupakan tanda-tanda kemajuan dan perkembangan bangsa tersebut. Histori terbentuknya peradaban di negara-negara Islam adalah bermakna bahwa mereka memiliki produksi pemikiran, kekayaan, saham dan juga kudrat dan kekuasaan. Karena jika selain ini yang terjadi, maka peradaban tidak akan terbentuk. Peradaban adalah dengan makna penerimaan untuk menempati ...
  • Apakah yang dimaksud dengan manusia diuji dengan kekurangan harta (kekurangan hasil panen)?
    22207 Tafsir 2015/07/23
    Sebagian mufassir berkeyakinan bahwa yang dimaksud dengan kekurangan harta adalah hilangnya buah-buahan, kekurangan lahan pertanian dan pohon-pohonan. Kaum Mukminin dikarenakan sibuk dalam berperang dan berjihad dengan musuh maka mereka kewalahan dalam mengurus lahan pertanian dan kebunnya atau karena adanya hama atau bencana alam sehingga menyebabkan tiadanya hasil ...
  • Mengapa manusia tidak boleh melenyapkan nikmat kehidupan bagi dirinya?
    8704 Akhlak Praktis 2010/01/12
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah karâmah (kemuliaan) itu? Bagaimana cara mencapai karâmah? Bagaimana posisi orang-orang yang memiliki karâmah di sisi Allah Swt?
    17595 Al-Quran 2009/02/19
    Karâmah (kemuliaan) ialah jauh dari maksiat dan tidak tunduk kepada hawa nafsu. Setiap jiwa yang agung yang suci dari berbagai kotoran adalah karim (mulia). Karâmah berlawanan dengan kelemahan dan kehinaan.  Untuk dapat mencapai puncak karâmah, seseorang harus senantiasa mengenakan pakaian takwa dan menjauhi segala larangan Allah Swt. Takwa itulah yang ...

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    259977 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    245732 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    229619 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    214424 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    175737 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    171098 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    167519 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    157578 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    140430 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    133623 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...