Advanced Search
Hits
28756
Tanggal Dimuat: 2012/04/03
Ringkasan Pertanyaan
Orang-orang yang tidak mengerjakan shalat apakah pasti mereka akan memasuki neraka? Meski apabila ia banyak melakukan perbuatan-perbuatan baik?
Pertanyaan
Orang-orang yang tidak mengerjakan shalat apakah pasti mereka akan memasuki neraka? Meski apabila ia banyak melakukan perbuatan-perbuatan baik?
Jawaban Global

Sesuai dengan ajaran-ajaran Islam, shalat merupakan aktivitas ritual pertama dan utama di antara amalan-amalan agama. Apabila manusia diterima shalatnya, maka amalan-amalan ibadah lainnya juga akan diterima.

Dari satu sisi, sesuai dengan ungkapan lugas ayat-ayat al-Qur’an, barang siapa yang mengerjakan sebiji atom amal kebaikan maka ia akan memperoleh ganjaran amalannya. Jelas bahwa sesuai dengan ayat-ayat ini, apabila timbangan kebaikannya lebih berat, meski ia tidak mengerjakan shalat, maka ia tergolong sebagai orang yang selamat.

Disebutkan bahwa orang yang meninggalkan shalat memiliki dua dalil. Pertama, mengingakari shalat sebagai salah satu amalan ibadah dimana orang yang mengingkari dan meninggalkan shalat tentu saja akan mendapatkan azab neraka. Kedua, apabila meninggalkan shalat bukan karena ingkar melainkan karena malas dan memandang enteng, hal ini merupakan obyek bahasan yang akan kita bahas pada jawaban detil pada site ini.

Jawaban Detil

Penjelasan dan jawaban atas pertanyaan di atas membutuhkan kajian beberapa masalah yang dengan menjelaskan masalah-masalah tersebut kita berharap Anda dapat memperoleh jawaban yang Anda inginkan.

  1. Sebagaimana kita semua tahu bahwa sesuai dengan ajaran-ajaran agama kita, shalat merupakan aktivitas ritual pertama di antara amalan-amalan agama. Artinya setelah prinsip-prinsip akidah (ushuluddin), pada tingkatan selanjutnya yang kerap disebut sebagai cabang-cabang agama, amalan pertama yang harus dikerjakan adalah shalat yang dipandang sebagai tiang dan pilar agama. Juga disebutkan bahwa apabila manusia diterima shalatnya, maka amalan-amalan ibadah lainnya juga akan diterima.[1]

Dalam hukum-hukum ibadah, shalat memiliki beberapa kedudukan yang tidak satu waktu pun dapat ditinggalkkan kecuali dalam kondisi koma dan tidak sadar. Shalat merupakan kristalisasi dan simbol ketundukan dan kepasrahan di hadapan Kebenaran dan setan juga mengalami hantaman yang kuat ketika seseorang mengerjakan shalat. Karena ia tidak mau tunduk dan sujud di hadapan firman Ilahi.

  1. Dari sisi lain, sesuai dengan penegasan ayat-ayat al-Qur’an, barang siapa yang mengerjakan sebiji atom kebaikan maka ia akan menerima ganjaran pahalanya dan barang siapa yang mengerjakan sebiji atom keburukan maka ia akan memperoleh hukuman dari perbuatannya. Jelas bahwa sesuai dengan ayat-ayat ini, apabila kadar kebaikan lebih berat pada timbangan amal, meski manusia tidak mengerjakan shalat, tentu saja akan menjadi orang yang selamat.
  2. Al-Qur’an menyatakan, “Kemudian Kami kembalikan dia ke tingkat yang serendah-rendahnya. Kecuali  orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.” (Qs. Al-Tin [95]:5-6)  Mencermati bahwa pada ayat ini disebutkan amal saleh, salah satu amal saleh adalah shalat, boleh jadi terdapat amalan-amalan saleh lainnya dimana manusia layak memperoleh ganjaran atasnya.
  3. Dalam mengerjakan amal saleh, yang menjadi kriteria dan standar penerimaan adalah niat tulus ikhlas semata-mata untuk Allah Swt; artinya bahwa apabila manusia mengerjakan sebaik-baik amalan ibadah dan kemanusiaan, bahkan termasuk shalat dan lain sebagainya tanpa niat dikerjakan semata-mata untuk Allah Swt dan tanpa niat untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt, melainkan dikerjakan dengan noda syirik dan riya’, maka amalan tersebut tidak akan diterima di sisi Allah dan pelakunya tidak akan menerima ganjaran dari Allah Swt.

Dengan penjelasan pendahuluan ini dapat disimpulkan bahwa kendati shalat memiliki efek dan keberkahan yang melimpah di antaranya adalah kedekatan kepada Allah Swt dan manusia yang tidak mengerjakan shalat tidak dapat memperoleh kemurahan dan anugerah Ilahi ini. Shalat merupakan zikir dan media untuk mengingat Allah Swt. Seseorang yang tidak mengerjakan shalat, tidak akan memperoleh tipologi shalat ini, namun mengingat bahwa Allah Swt sendiri berfirman bahwa seluruh dosa akan Aku ampuni bahkan dosa syirik setelah taubat dan memohon ampunan dari Allah Swt; karena itu, secara pasti kita tidak dapat mengatakan bahwa apakah standar untuk masuk surga adalah shalat dan seluruh manusia yang tidak mengerjakan shalat meski dengan ribuan amal saleh akan masuk neraka.

Apa yang harus dijelaskan di sini adalah bahwa orang yang meninggalkan shalat memiliki dua dalil. Pertama, mengingakari shalat sebagai salah satu amalan ibadah dimana orang yang mengingkari dan meninggalkan shalat tentu saja akan mendapatkan azab neraka. Kedua, apabila meninggalkan shalat bukan karena ingkar melainkan karena malas dan memandang enteng. Hal ini menjadi obyek bahasan lain dan kami persilakan Anda untuk merujuk pada jawaban 375 pada site ini. [iQuest]

 

 


[1]. Kulaini, al-Kâfi, jil. 2, hal. 268, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Teheran, 1365 S.  

"...إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ الصَّلَاةُ فَإِنْ قُبِلَتْ قُبِلَ مَا سِوَاهَا..."

 

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    259662 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    245502 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    229405 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    214169 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    175503 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    170870 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    167248 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    157353 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    140190 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    133457 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...