Advanced Search
Hits
20708
Tanggal Dimuat: 2012/03/05
Ringkasan Pertanyaan
Apakah ada hubungan antara akhlak dan kecerdasan?
Pertanyaan
Apakah ada hubungan antara akhlak dan kecerdasan?
Jawaban Global

Akhlak seperti kebanyakan ilmu terbagi menjadi dua bagian:

  1. Akhlak teoritis (nazhari)
  2. Akhlak praktis (‘amali)

Mengetahui pelbagai hal dan kaidah-kaidah moral berhubungan langsung dengan kecerdasan manusia. Artinya semakin tinggi tingkat kecerdasan seseorang maka peluangnya untuk mempelajari ilmu semakin besar. Dan sebaliknya, semakin rendah tingkat kecerdasan seseorang maka semakin kecil peluangnya meraih ilmu.

Adapun pada masalah menjalankan kaidah-kaidah dan instruksi-instruksi moral yang nampaknya juga ada memiliki relevansi dengan pertanyaan Anda memerlukan penjelasan lebih jauh dan bukan tempatnya di sini untuk menelisiknya secara jeluk.

Sehubungan dengan definisi akhlak, para guru akhlak mengatakan, “Akhlak adalah kata jamak dari “khu-l-q” dan khulq adalah adalah sebuah kondisi mental yang menyeru manusia untuk mengerjakan perbuatan-perbuatan tanpa perlu berpikir dan bertafakkur.”

Karena itu, akhlak merupakan sifat inheren yang menghujam kokoh dalam jiwa yang mendorong manusia melakukan pelbagai perbuatan dengan mudah. Dengan demikian, setiap perbuatan baik yang dikerjakan dengan berpikir dan berhitung akibat-akibatnya, bukanlah akhlak mulia. Meski perbuatan ini patut mendapat pujian sebagai sebuah kondisi moral dalam diri manusia.

Seseorang yang berakhlak adalah seseorang yang sedemikian melakukan perbuatan-perbuatan luhur dan baik sehingga telah menjadi kebiasaannya tanpa menunda-nunda perbuatan tersebut. Misalnya seorang penyelam atau perenang tanpa berpikir meloncat ke dalam air dan langsung berenang. Namun seseorang yang pertama-tama berpikir dulu tentang air dan kemudian memasuki kolam dengan hati-hati bukanlah seorang perenang.

Masalah-masalah moral juga demikian adanya. Apabila seseorang kebiasannya melakukan perbuatan-perbuatan mulia sedemikian sehingga tatkala ia melakukannya ia tidak lagi berpikir dalam melakukannya dan akhlak mulia telah menjadi sifat inheren dalam dirinya. Adapun seseorang yang berpikir terlebih dahulu dan kemudian setelah berpikir sampai pada sebuah kesimpulan bahwa harus bertindak adil dan mulia, tidak memiliki sifat inheren keadilan dalam dirinya dan dari sudut pandang moral, karena itu ia tidak dapat dipandang sebagai orang yang memiliki akhlak budiman. Meski ia telah melakukan sebuah perbuatan moral.[1]

Kesimpulannya, kecerdasan hanya berkaitan dengan mempelajari prinsip-prinsip moral dan ilmu akhlak, dan akan membantu kita dalam memahami konsep-konsep moral, namun pada ranah perbuatan dan praktik mengamalkan prinsip-prinsip moral, yang terpenting adalah mengamalkan dan menjalankan instruksi-instruksi moral. [iQuest]

 


[1]. Syaikh Thabarsi, al-Âdâb al-Diniyah lil Khazanât al-Mu’iniyah, Ahmad Abidi, hal. 194 dan 195, dengan sedikit perubahan, Zair, Cetakan Pertama, Qum, 1380 S.

 

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    260319 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    245903 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    229776 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    214581 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    175927 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    171300 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    167695 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    157760 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    140568 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    133771 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...