Advanced Search
Hits
14886
Tanggal Dimuat: 2012/10/13
Ringkasan Pertanyaan
Apabila kita mengajarkan kebajikan kepada orang lain, kemudian mereka mengamalkan kebaikan-kebaikan yang kita ajarkan, apakah kita juga turut memperoleh pahala dalam amal perbuatan baik mereka?
Pertanyaan
Apabila kita mengajarkan kebajikan kepada orang lain, kemudian mereka mengamalkan kebaikan-kebaikan yang kita ajarkan, apakah kita juga turut memperoleh pahala dalam amal perbuatan baik mereka?
Jawaban Global
Ganjaran dan pahala ukhrawi setiap amal perbuatan baik, tergantung kepada niat seseorang. Apabila seseorang melakukan suatu perbuatan terpuji demi mendapatkan keridhaan Allah Swt, jelaslah bahwa Allah Swt akan mencatat pahala baginya dalam buku catatan amal baiknya.
Tapi apabila ia mengerjakan suatu perbuatan bukan karena untuk meraih keridhaan-Nya, terang bahwa ia tidak akan mendapatkan pahala. Yang menjadi kriteria untuk mendapatan ganjaran dan pahala dari sisi Allah Swt adalah niat seseorang. Apabila seseorang mempunyai qasd dan niat untuk mentaati perintah Allah Swt, maka Ia pasti akan memberikan pahala dan ganjaran kepadanya.
 
Jawaban Detil
Ganjaran dan pahala ukhrawi setiap amal perbuatan baik, tergantung kepada niat seseorang. Apabila seseorang melakukan suatu perbuatan terpuji demi mendapatkan keridhaan Allah Swt, jelaslah bahwa Allah Swt akan mencatat pahala baginya dalam buku catatan amal baiknya. Tapi apabila ia mengerjakan suatu perbuatan bukan karena untuk meraih keridhaan-Nya, terang bahwa ia tidak akan mendapatkan pahala, dan apabila ia tidak meniatkan perbuatan baiknya itu untuk mendapat keridaan-Nya, maka tidak akan mendapat pahala dan ganjaran.
Nabi Muhammad Saw bersabda, “Barang siapa yang meninggalkan kebiasaan baik maka baginya pahala itu dan akan memperoleh pahala atas amal perbuatan orang-orang yang melakukan pekerjaan itu sampai hari kiamat tanpa mengurangi pahala orang-orang yang mengamalkan perbuatan itu.”[1]
Demikian juga Imam Ali As dalam surat yang ditujukan kepada Malik Asytar, gubernur Mesir, “Janganlah kau hilangkan cara yang telah ditempuh para pejabat sebelummu dalam mengadakan perbaikan karena di antara mereka sudah ada saling kesepakatan dan kesukaan dan jika cara-cara pada masu lalu mengandung unsur yang bahaya, maka janganlah memakai cara itu karena pahala dan balasan bagi seseorang yang membuat cara secara benar sementara dosa akan hilangnya cara itu berada di pundakmu?”[2]
Jelas bahwa pembahasan ini dimaksudkan bagi orang-orang Mukmin yang percaya kepada Tuhan, hari kiamat, pahala dan dosa, berdasarkan hal itu, mereka mengerjakan sesuatu karena Allah semata, bukan diperuntukkan bagi mereka yang hanya mempunyai tujuan duniawi.
Oleh itu, niat memberi pelajaran, menciptakan sesuatu, penemu dan lain sebagainya adalah penting. Sebagai contoh apabila seseorang mendirikan sebuah yayasan pendidikan hanya dengan niat memperoleh uang dan penghidupan yang layak, atau riya dan ingin menunjukkan diri dalam masyarakat, atau bahkan pekerjaannya merupakan pekerjaan mengajar dan mendidik, maka ia tidak akan turut mendapatkan pahala ukhrawi anak didiknya, walaupun amal perbuatan anak didiknya itu merupakan perbuatan baik, hal ini karena tujuan yang ingin dicapainya adalah duniawi dan memperoleh kekayaaan dan kedudukan, apakah ia sampai ke tujuan yang diinginkan ataupun tidak. Atau seseorang yang memberi pelatihan perang kepada para tentara, mendidiknya untuk terjun ke medan peperangan dan kemudian tentara itu pergi ke medan perang dan memerangi musuh Islam sampai akhirnya ia mendapatkan kesyahidan. Maka pengajar tentara ini tidak akan memperoleh pahala berjuang di jalan Allah kecuali apabila pengajar itu meniatkan pengajarannya hanya untuk menggapai ridha Allah, di mana dalam keadaan ini, maka di sisi Tuhan  pengajar itu akan mendapat pahala sebagaimana pahalanya tentara yang berada pada medan peperangan yang berada di garis terdepan.
Jelaslah bahwa menurut pandangan al-Quran dan riwayat syarat diterima dan dikabulkan sebuah amal perbuatan manusia itu, entah secara personal atau sosial, dengan syarat niat dalam melakukan suatu perbuatan, “Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa.“ (Qs. Al-Maidah [5]:27)
Ayat mulia ini menjelaskan bahwa seseorang yang pantas menerima pahala adalah apabila perbuatannya itu didasarkan atas ketaatannya kepada aturan Allah Swt, bukan untuk maksud yang lain.
Imam Shadiq ditanya, “Pekerjaan mana yang lebih baik dan lebih utama di sisi Tuhan? Beliau menjawab, “Tidak ada suatu amal perbuatan yang diterima kecuali amal perbuatan itu didasari keimanan kepada Allah Swt.”[3]
Pembahasan yang sudah dijelaskan terkait dengan amalan-amalan baik di masyarakat, namun dari sisi bahwa orang-orang yang terlibat dalam perbuatan-perbuatan tidak terpuji, berlawanan dengan hukum-hukum syar’i, dan bertentangan dengan maslahat-maslahat kemasyarakat, apabila ia mengetahui tentang salahnya perbuatan-perbuatan itu, mereka juga akan turut serta mendapat azab atas perbuatan itu. Sebagai contoh, dalam sebuah riwayat yang berasal dari Imam Baqir, beliau meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad Saw melaknat 10 kelompok tentang khamr, beliau bersabda, “Petani yang menanam (anggur), pengair dan tukang kebun, tukang peras anggur, orang yang meminum minuman keras, menuangkan anggur, pembawa anggur, seseorang yang membawakan anggur untuk seseorang, penjual, pembeli dan orang-orang yang menggunakan uang itu.”[4]
Jelaslah bahwa petani yang menanam anggur, atau penjaga kebun anggur pada dasarnya bukanlah orang-orang yang berbuat salah sehingga dilaknat Nabi Muhammad Saw. Di sini sama dengan masalah niat. Apabila niat petani menanam anggur itu dengan niat untuk menggunakan anggur sebagai hal-hal yang dihalalkan, jelaslah bukan hanya tidak bermasalah, namun justru sangat ditekankan dalam agama dan akan diberikan pahala baginya, namun apabila maksud menanam pohon anggur itu untuk membuat minum-minuman keras, jelaslah ia akan dilaknat.
Demikian juga bagi seorang penjaga kebun yang mengetahui bahwa hasil panen dari kebun anggur itu untuk membuat khamar, demikian juga bagi kelompok-kelompok lain (tukang peras anggur dan seterusnya). [iQuest]
 

[1] Kulaini, Muhammad Yakub,  al-Kāfi, Riset dan edit oleh Ghaffari, Ali Akbar dan Akhundi, Muhammad,  jil. 5, hal. 9-10, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Tehran, 1407 H.
«قَالَ رَسُولُ اللَّهِ (ص) مَنْ‏ سَنَ‏ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَ أَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يُنْقَصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْ‏ءٌ».
[2] Syarif Radhi, Muhammad bin Husain, Nahj al Balāghah, (Subhi Salehi) hal. 431, Hijrat, Qum, Cet. 1, 1414
 «...وَ لَا تُحْدِثَنَ‏ سُنَّةً تَضُرُّ بِشَيْ‏ءٍ مِنْ مَاضِي تِلْكَ السُّنَنِ فَيَكُونَ الْأَجْرُ لِمَنْ سَنَّهَا وَ الْوِزْرُ عَلَيْكَ بِمَا نَقَضْتَ مِنْهَا...».
[3] Kāfi, jil. 3, hal. 102
«سَأَلَ رَجُلٌ الْعَالِمَ عليه السلام، فَقَالَ: أَيُّهَا الْعَالِمُ، أَخْبِرْنِي أَيُّ الْأَعْمَالِ أَفْضَلُ عِنْدَ اللَّهِ؟ قَالَ: «مَا لَايُقْبَلُ‏  عَمَلٌ‏ إِلَّا بِهِ» فَقَالَ: وَ مَا ذلِكَ‏ ؟ قَالَ: «الْإِيمَانبِاللَّهِ الَّذِي...».
[4] Ibid, jil. 6, hal. 429
«أَبُو عَلِيٍّ الْأَشْعَرِيُّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سَالِمٍ عَنْ أَحْمَدَ بْنِ النَّضْرِ عَنْ عَمْرِو بْنِ شِمْرٍ عَنْ جَابِرٍ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ ع قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ ص فِي الْخَمْرِ عَشَرَةً غَارِسَهَا وَ حَارِسَهَا وَ بَائِعَهَا وَ مُشْتَرِيَهَا وَ شَارِبَهَا وَ الْآكِلَ ثَمَنَهَا وَ عَاصِرَهَا وَ حَامِلَهَا وَ الْمَحْمُولَةَ إِلَيْهِ وَ سَاقِيَهَا».
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Mengapa udang dihalalkan, sementara kepiting diharamkan?
    28441 Filsafat Hukum 2009/12/12
    Kendati seluruh hukum itu ditetapkan berdasarkan kemaslahatan (masâlih) dan kemudaratan (mafâsid), dan setiap hukum itu memiliki sebuah sebab dan falsafahnya, akan tetapi menjelaskan dan menyingkap sebab sempurna seluruh partikular dan detil hukum-hukumnya adalah sebuah pekerjaan yang amat sukar dilakukan. Paling tidak, yang dapat dijelaskan adalah ...
  • Bagaimana kita menulis surat kepada Imam Zaman Ajf?
    9968 Akhlak Praktis 2011/10/01
    Peran berhubungan dengan Imam Zaman Ajf dan bermohon kepadanya memiliki pengaruh konstruktif baik bagi mental dan spiritual seseorang. Permohonan ini boleh jadi berbentuk bisikan hati atau ucapan lisan dan bahkan tulisan. Menulis surat tertulis kepada Imam Zaman Ajf adalah salah jalan untuk menjalin hubungan dengannya. Pada masa-masa dihimpit kesulitan ...
  • Mengapa Qabil membunuh Habil?
    23212 Dirayah al-Hadits 2010/02/17
    Dari ayat-ayat al-Qur'an dapat disimpulka n bahwa sebab pembunuhan Habil oleh Qabil adalah adanya sifat tercela hasud yang membakar Qabil yang berujung pada terbunuhnya Habil dalam keadaan teraniaya. ...
  • Apakah kita berdosa apabila bermusuhan selama 3 hari ?
    39318 گناه و رذائل اخلاقی 2013/09/17
    Berdasarkan pada apa yang dapat disimpulkan dari beberapa riwayat, sekiranya, apa pun alasannya, terjadi permusuhan di antara dua saudara Muslim, maka permusuhan itu harus segera diakhiri dan kedua pihak yang bersengkat harus segera berdamai. Apabila terdapat kemungkinan untuk berdamai maka berlanjutnya permusuhan tergolong sebagai sebuah dosa. Memaafkan ...
  • Bagaimana hubungan antara kehendak Ilahi dan keinginan manusia?
    25992 Teologi Lama 2009/03/16
    Manusia adalah maujud kontingen yang hakikat wujud dan seluruh dimensi keberadaannya bersumber dari Allah Swt. Allah Swt dengan kehendak takwini-Nya menciptakannya merdeka dan berkehendak. Dengan keistimewaan ini manusia menduduki posisi terunggul di antara seluruh makhluk.Dengan demikian manusia sebagai maujud terunggul ...
  • Bagaimana pandangan Islam terhadap memandang kepada alat kelamin lelaki dan wanita?
    59187 Hukum dan Yurisprudensi 2010/10/12
    Menurut hukum fikih memandang aurat (alat kelamin) selain pasangan (suami-isteri) adalah haram, kecuali untuk tujuan pengobatan yang mau-tidak-mau harus dilakukan dengan memandangnya. Dalam riwayat dijelaskan bahwa pelakunya akan dikenakan berbagai sanksi, antara lain digolongkan ke dalam kelompok orang-orang munafik dan mendapat kutukan dari tujuh puluh ribu malaikat.
  • Apa arti akhlak falsafi itu?
    9081 Teoritis 2016/07/17
    Dalam pembahasan Akhlak Islam, terdapat beberapa pendekatan dan metode yang kemudian melahirkan banyak aliran dan pemikiran akhlak. Salah satu pendekatan dan metode itu adalah akhlak falsafi (moral filosofi [rasional]). Akhlak falsafi dipandang sebagai bagian dari aliran moral yang asas, tujuan, wacana dan pelbagai metodenya berjenis filsafat. Format ...
  • Apakah Syiah meyakini bahwa kekufuran Umar bin Khattab sebanding dengan kekufuran Iblis?
    13086 Teologi Lama 2010/05/20
    Riwayat yang telah disebutkan, pertama dari sisi sanad dan kandungannya merupakan riwayat lemah (dhaif) dan tergolong sebagai riwayat mursal yang tidak dapat dijadikan hujjah; karena sanad dan perantaranya antara Ayyasyi hingga Abu Bashir tidak jelas. Dan apabila juga disebutkan bahwa sebagian mursalatnya itu dapat diterima, maka ...
  • Berapakah anak Abdul Mutholib dan Abdullah ayah Nabi Muhammad Saw merupakan anak yang keberapa?
    23485 Sejarah Para Pembesar 2017/08/09
    Abdul Mutholib memiliki sepuluh anak: 1. Harits 2. Zubair 3. Abbas 4. Hamzah 5. Abu Thalib (Abdu Manaf). 6. Ghaidaq (Hijl) 7. Dhirar 8. Muqawwim 9. Abu Lahab (Abdul Uzzah) 10. Abdullah[1] Harits merupakan anak tertua Abdul Mutthalib[2] dan yang ...
  • Apa yang dimaksud dengan minuman yang suci (syarâban tahûrâ) sebagaimana yang disebut dalam al-Qur’an?
    12462 Teologi Lama 2009/03/12
    “Syarâb” bermakna minuman dan “thahûr” berarti sesuatu yang suci dan mensucikan. Banyak ayat yang menyebutkan bahwa di surga kelak terdapat beragam jenis minuman yang menyegarkan dan suci dengan segala kualitas yang bervariasi. Dalam satu ayat al-Qur’an disebut sebagai “syarâban thahûrâ”, “Tuhan memberikan minuman syarâban thahûrâ kepada ...

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    266628 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    248997 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    232163 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    219059 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    178512 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    173231 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    170319 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    161479 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    144086 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    136112 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...