Advanced Search
Hits
16603
Tanggal Dimuat: 2012/04/14
Ringkasan Pertanyaan
Mengapa orang-orang yang ibunya adalah syarifah tidak termasuk sayid sementara seluruh anak-anak Bunda Fatimah Zahra Sa termasuk sebagai sayid?
Pertanyaan
Mengapa orang-orang yang ibunya adalah syarifah tidak termasuk sayid sementara seluruh anak-anak Bunda Fatimah Zahra Sa termasuk sebagai sayid? Terima kasih.
Jawaban Global

Redaksi kata sayid dalam Islam digunakan untuk orang-orang yang memiliki garis keturunan dari pihak ayah sampai pada Hasyim datuk Rasulullah Saw, meski ia bukan merupakan anak-anak Fatimah Zahra Sa.

Dengan kata lain, yang dimaksud dengan sadat (plural sayid) adalah orang-orang yang garis keturunannya berujung pada Hasyim dan tidak mesti ia merupakan keturunan dari Bunda Zahra Sa.

Karena itu, anak-anak Bunda Zahra bukan karena sandaran kepada beliau disebut sebagai sayid, melainkan dari sisi ayah dan juga dari sisi ibu yang berujung pada Hasyim disebut sebagai sayid.

Jawaban Detil

Orang-orang yang ibunya adalah syarifah (sayidah) dan dari sisi kesayidan disandarkan kepada Bunda Zahra. Namun harap diperhatikan bahwa terma sayid tidak terbatas pada putra-putra Fatimah Zahra Sa, melainkan mencakup orang-orang yang dari sisi garis keturunan berujung pada Hasyim dan anak-anaknya. Orang-orang yang garis keturunannya berujung pada Hasyim ini disebut sebagai sayid.

Seluruh ulama sepakat dalam masalah ini. Perbedaan mereka hanya terletak pada sebagian hukum berkaitan dengan sayid ini; seperti penyerahan khumus  yang dalam pandangan mayoritas juris tidak dibenarkan.

Dari sini, menjadi jelas, orang-orang yang ibunya adalah seorang syarifah (sayyidah), tentu berasal dari keturunan Rasulullah Saw, sebagaimana para Imam Maksum As juga, dengan dalil ini, adalah  termasuk sebagai keturunan Rasulullah Saw.  Bukti dari pertanyaan ini adalah sebuah riwayat yang mengisahkan Imam Ridha As dalam menyanggah Makmun Khalifah Dinasti Abbasiyah, bersabda:

“Makmun berkata kepada Imam Ridha As: Berdasarkan beberapa penelitian yang telah saya lakukan, saya sampai pada kesimpulan bahwa kita tidak memiliki perbedaan dari sisi nasab (garis keturunan) dan kita sederajat dari sudut pandang kemuliaan dan keutamaan. Dan perbedaan yang dikatakna para pengikut kita adalah bersumber dari hawa nafsu dan sikap fanatik.”

Imam Ridha As bersabda, “Apabila Anda mengizinkan saya akan menjawab pertanyaan Anda. Apabila Anda tidak sudi mendengarnya tidak akan saya jawab.” Makmun berkata, “Saya mengemukakan pertanyaan ini supaya mendengar jawaban dari Anda.” Imam Ridha As berkata, “Apabila Rasulullah Saw keluar dari semak-semak ini dan melamar putri Anda untuk dirinya, apa yang akan Anda lakukan?“

Makmun menjawab, “Maha suci Allah! Apakah akan ditemukan seseorang yang tidak bergembira dengan pernikahan ini?”

Imam Ridha As bersabda lagi, “Apakah saya juga dapat bergembira dengan pernikahan ini?” Dengan berpikir sejenak, Makmun menjawab, Demi Allah! Kekerabatan Anda melekat pada Rasulullah .”[1]

Dari riwayat ini dapat ditarik kesimpulan bahwa anak-anak dan cucu-cucu putri Rasulullah Saw juga merupakan keturunan beliau dan Rasulullah Saw tidak dibenarkan menikah dengan mereka. 

Namun penyandaran bangsa dan suku dari pihak ayah merupakan perkara yang umum dipraktikkan di beberapa tempat. Di negara kita, seperti pada umumnya negara-negara di dunia dewasa ini, garis keturunan orang-orang dicatat dengan nama ayahnya, meski penyandaran kepada ibu juga merupakan perkara yang biasa terjadi di tengah masyarakat, namun poin yang harus diperhatikan adalah bahwa sebagian dari urusan tradisi masyarakat di tengah bangsa-bangsa dalam Islam juga dipandang sebagai salah satu prinsip yang diterima. Dalil atas masalah ini juga adalah ta’abbudi (sudah dari sananya) dan disinggung dalam beberapa riwayat.

Terkait dengan masalah yang menjadi obyek pertanyaan, Imam Kazhim As, setelah menjelaskan orang-orang yang berhak menerima khumus, bersabda, “Seseorang yang ibunya berasal dari Bani Hasyim dan ayahnya dari klan lain dapat memanfaatkan sedekah-sedekah dan keuntungan khumus bukan untuk mereka. Karena Allah Swt berfirman dalam al-Qur’an, “Ud’uhum li Abaihim.” (Panggilah orang-orang dengan nama ayah-ayahnya) (Qs. Al-Ahzab [33]:5)[2] [iQuest]

 

 

 


[1]. Muhammad Baqir Majlisi, Bihâr al-Anwâr, jil. 10, hal. 349, Hadis 9, Muassasah al-Wafa, Beirut, 1404 H.

[2]. Muhammad bin Ya’qub Kulaini, al-Kâfi, jil. 1, hal. 539, Hadis 4, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Teheran, 1365 S.

 

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    260153 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    245836 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    229715 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    214502 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    175846 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    171213 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    167612 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    157674 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    140507 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    133680 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...