Advanced Search
Hits
25470
Tanggal Dimuat: 2011/12/19
Ringkasan Pertanyaan
Apakah tayamum telah memadai apabila tangan kita terkena najis dan kita juga tidak memiliki air untuk menyucikannya?
Pertanyaan
Apakah tayamum telah memadai apabila tangan kita terkena najis dan kita juga tidak memiliki air untuk menyucikannya?
Jawaban Global

Pertanyaan ini masih kabur dan untuk menghilangkan kekaburan itu kita harus mengkaji pertanyaan ini dalam dua bagian:

1.     Apakah tayamum yang dimaksud adalah tayamum sebagai ganti wudhu untuk mengerjakan salat?

2.     Atau dengan bertayamum kita ingin tangan najis kita menjadi suci dan menyingkirkan kenajisannya.

 

Allah Swt menjadikan tayamum sebagai ganti wudhu atau mandi untuk memperoleh kesucian batin sekiranya a tidak memungkinkan bagi mukallaf untuk wudhu atau mandi. Atas dasar itu, apabila mukallaf tidak memiliki akses air (atau tidak memiliki air) maka tayamum telah memadai (baginya) sebagai ganti wudhu atau mandi.

Adapun untuk memperoleh kesucian lahir (menyucikan segala sesuatu yang najis) tayamum tidak memadai. Oleh itu, apabila badan terkena najis, najis tersebut harus disucikan dengan air supaya mukallaf dapat mengerjakan salat. Dalam hal ini, tayamum tidak dapat menggantikan air sehingga dapat menyucikan badan. Dan kita tahu bahwa salat tidak dapat dikerjakan (batil) dengan badan najis kecuali hingga akhir waktu air tetap tidak dijumpai dan mukallaf terpaksa harus menunaikan salat dengan badan yang masih terkena najis.[1] [iQuest]

 



[1]. Silahkan lihat, Taudhih al-Masâil (al-Muhassyâ lil Imâm al-Khomeini), jil. 1, hal. 469, Masalah 848: Masalah ini dinyatakan dalam tiga bentuk yang rinciannya akan dibahas kemudian, meski badan atau pakaian orang yang melakukan salat (mushalli) terkena najis, salatnya akan tetap sah: Pertama, terkena najis melalui luka atau luka dalam atau kutil yang terdapat pada badannya, pakaian atau badannya yang ternodai najis. Kedua, badan atau pakaianya ternoda darah kurang dari kepingan Dirham (seukuran uang logam kecil). Ketiga, ia terpaksa mengerjakan salat dengan pakaian atau badan yang terkena najis. Pada dua bentuk, apabila hanya pakaian orang salat yang terkena najis, (namun) salatnya tetap sah: Pertama, pakaian-pakaian kecilnya seperti kaos kaki dan penyeka keringat yang terkena najis. Kedua, pakaian suster perawat bayi yang terkena najis.

Jawaban Detil

Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban detil.

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    259647 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    245500 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    229402 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    214166 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    175501 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    170866 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    167243 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    157351 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    140181 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    133457 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...