Advanced Search
Hits
8784
Tanggal Dimuat: 2010/03/08
Ringkasan Pertanyaan
Siapakah yang memakamkan jenazah suci Imam Husein As?
Pertanyaan
Siapakah yang memakamkan jenazah suci Imam Husein As setelah kesyahidan beliau? Mengingat bahwa Imam Maksum harus dimakamkan oleh Imam Maksum lainnya?
Jawaban Global
Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil
Jawaban Detil

Sehubungan dengan masalah ini terdapat berbagai pandangan ulama yang berbeda-beda. Satu di antara pandangan yang telah dilontarkan dan yang sesuai dengan kandungan sebagian riwayat dan kitab-kitab sejarah adalah bahwa jenazah suci Imam Husein As itu dikebumikan oleh putera beliau sendiri yang bernama Imam Ali Zainal Abidin As di tanah Karbala. Guna menentukan dan mengebumikan para syuhada Karbala, terutama jenazah ayahanda beliau yang maksum, Imam Sajjad As –berdasarkan ungkapan bahwa Imam maksum itu tidak dimandikan, dikafani dan dimakamkan kecuali oleh Imam maksum lainnya- melalui jalan mukjizat (theiy al-ardh) dari kota Kufah dan penjara Ibnu Ziyad, pergi menuju ke Karbala. Dan setibanya di sana beliau mengebumikan jenazah suci ayahandanya dan para syuhada Karbala.

Imam Ridha As ketika melakukan dialog dengan putera Abu Hamzah berkata:

Imam Ridha: "Katakanlah kepadaku, apakah Husein bin Ali itu sebagai imam ataukah bukan?"

Ibnu Hamzah: "Ya, beliau sebagai imam?"

Imam Ridha: "Jika demikian, siapakah yang bertanggung jawab untuk mengurusi pemakamannya?"

Ibnu Hamzah: "Ali bin Husein As".

Imam Ridha: "Ketika itu Ali bin Husein ada di mana?"

Ibnu Hamzah: "Beliau ada di Kufah, di dalam penjara putera Ziyad. Dan tanpa sepengetahuan mereka, beliau pergi ke Karbala untuk mengurusi jenazah suci ayah beliau, kemudian kembali lagi ke dalam penjara."

Imam Ridha: "Zat (Allah Swt) yang telah memberikan kemampuan kepada Ali bin Husein As pergi ke Karbala untuk memakamkan ayahandanya kemudian kembali lagi ke penjara, Dia pun mampu membawaku ke Baghdad untuk mengkafani dan mengebumikan ayahandaku. Padahal aku tidak di dalam penjara dan tidak juga dalam tawanan"[1].

Berdasarkan hadis ini dapat kami simpulkan bahwa Imam Sajjad As telah mengebumikan jenazah suci ayahandanya yang mulia di tanah Karbala, Irak. [IQuest]



[1] .Musawi Muqaddam, Abdu al-Razaq, Zendegani Imâm Zainal Abidin As, terj. Habib Ruhani, hal. 578; Syarif Qurasyi, Baqir, Tahlil az Zendegâni Imâm Sajjad As, terj. Muhammad Ridha Athai, jilid 1, hal.243.

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    259995 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    245748 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    229633 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    214440 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    175752 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    171112 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    167529 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    157586 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    140439 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    133633 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...