Advanced Search
Hits
13630
Tanggal Dimuat: 2010/06/20
Ringkasan Pertanyaan
Apakah meminta pertolongan dari selain Tuhan sejalan dengan konsep tauhid?
Pertanyaan
Pada kebanyakan tempat ditulis atau disebutkan Ya Allah!, Ya Muhammad!, Ya Ali!, Ya Husain! Dan sebagainya. Sebagian orang berkata bahwa selain “Ya Allah!, penggunaan redaksi “Ya” (seruan) tidak dibenarkan karena hal itu bermakna menyeru dan meminta pertolongan dari selain Tuhan. Apakah perkataan sebagian orang ini ada benarnya?
Jawaban Global

Apabila meminta pertolongan dari selain Tuhan dengan keyakinan bahwa para pembesar dan wali Allah ini secara langsung memenuhi hajat dan tidak membutuhkan Tuhan dalam memenuhi hajat maka keyakinan seperti ini adalah syirik dan tidak dibenarkan.

Akan tetapi apabila dasar keyakinan ini adalah bahwa para pembesar dan wali Allah ini memenuhi pelbagai hajat dengan izin Allah dan terlaksana dengan kekuasaan (kudrat) Tuhan maka hal ini tidak saja bukan syirik melainkan berpijak pada pokok tauhid dan tidak bermasalah.

Jawaban Detil

Apa yang dimaksud dengan Syirik?

Yang dimaksud dengan syirik adalah bahwa manusia memandang seseorang sebagai serupa dengan Tuhan dalam zat, penciptaan (khaliqiyyah), kepemilikan (malikiyyah), pengaturan (rububiyah), ibadah dan memandang Tuhan memiliki sekutu dan mitra dalam urusan-urusan ini. Karena itu, apabila meminta pertolongan dari selain Tuhan sedemikian sehingga konsekuensinya adalah menempatkan sekutu bagi Tuhan; misalnya kita meyakini bahwa selain Tuhan memiliki kekuasaan dan kekuatan mandiri selain dari Tuhan  dalam melaksanakan hajat-hajat maka hal ini adalah syirik dan haram hukumnya.

Akan tetapi apabila dalam meminta pertolongan dari selain Tuhan kita tidak meyakini adanya kekuasaan mandiri pada selain Tuhan bahkan berada secara vertikal dari kekuasaan Tuhan dan pemenuhan hajat-hajat tersebut berlaku dengan izin Tuhan makah hal tidak hanya bukan syirik melainkan mendapat sokongan dan penegasan dari al-Qur’an, Sunnah dan kebiasaan masyarakat.

Karena itu, apabila kita memohon pertolongan dalam urusan tertentu kepada Rasulullah Saw dan hamba-hamba saleh lainnya sehingga mereka dengan izin Tuhan melaksanakan urusan tersebut maka hal ini bukanlah syirik lantaran mereka dalam wilayah kekuasaan Tuhan dan tidak menempatkan mereka sejajar dengan Tuhan dan mandiri dalam efek pemenuhan tersebut. Dan tentu saja, meminta pertolongan dari yang lain itu (selain Tuhan) tidak bermakna beribadah kepadanya.

 

Konsep Doa dalam Al-Qur’an

Kesalahan dalam memahami makna doa dalam al-Qur’an telah menjadi sebab sebagian permohonan kepada selain Tuhan dan menyeru selain-Nya dipandang sebagai syirik dan orang-orang seperti ini disebut kafir dan halal darahnya. Orang-orang seperti ini bersandar pada ayat-ayat al-Qur’an, seperti ayat: “Wa Inna Masâjidalillâh fala Tad’u ma’alLlâhi ahadan.” (Dan bahwasanya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorang pun di dalamnya di samping (menyembah) Allah, Qs. Al-Jin [72]:18) Padahal redaksi doa dalam al-Qur’an digunakan untuk ragam makna:

1.     Doa bermakna ibadah seperti pada ayat yang disebutkan di atas, Qs. Al-Jin (72):18

2.     Doa bermakna mengajak dan mengundang kepada sesuatu; seperti tuturan Nabi Nuh As yang bersabda, “Qala Rabbi Inni Da’awtu qaumi lailan wa nahara. Falam yazidhum dua’i illa firara.” Nuh berkata, “Ya Tuhan-ku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang. Tetapi seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran), Qs. Nuh [71]:5-6). Doa ini adalah seruan kepada iman dan jenis doa ini bukan hanya tidak syirik melainkan pancaran iman dan pelaksanaannya wajib bagi para nabi.

3.     Doa bermakna permohonan hajat yang terkadang melalui jalan biasa dan normal seperti ayat “Wala ya’ba al-Syuhadah idza ma du’u.”  (Janganlah para saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil, Qs. Al-Baqarah [2]:2828) Doa ini terkait dengan urusan biasa sehingga dengan yakin orang tidak akan menjadi kafir dengan melakukan doa seperti ini. Dan juga terkadang melalui jalan mukjizat dan adikodrati yang juga terbagi menjadi dua bagian:

  1. Terkadang dengan keyakinan adanya kemandirian pada selain Tuhan dalam memberikan pengaruh atas doa yang dipanjatkan. Doa jenis ini termasuk syirik karena hanya Tuhan yang mandiri dalam memberikan pengaruh dan selain-Nya bahkan sebab-sebab normal juga apapun yang dimilikinya bersumber dari Tuhan dan sesuai dengan izin-Nya dapat memberikan pengaruh. Al-Qur’an dalam hal ini menandaskan, “Qul Ud’ulladzina za’amtum min dunihi fala yamlikuna kasyfa al-dhurr ‘ankum wala tahwila.” (Katakanlah, “Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Allah. Maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya darimu dan tidak pula mengubahnya, Qs. Al-Isra [17]:56).” Tentu saja tidak seorang pun mukmin yang sadar dan penuh iman yang memiliki keyakinan seperti ini tidak terhadap para nabi juga para pembesar Ilahi.

  2. Terkadang kita menginginkan seseorang untuk memintakan sesuatu kepada Tuhan bagi kita. Jenis permintaan ini adalah jenis permintaan tauhid manusia sempurna. Orang seperti ini yang menjadikan seorang pembesar sebagai media (wasilah) dan penolong di hadapan Tuhan dan memandang bahwa Penyebab segala sebab, Sebab sejati dan pemberi pengaruh hakiki adalah Tuhan. Namun dengan berperantara kepada para wali Allah kita meminta kepada mereka untuk memohon hajat baginya di hadapan Tuhan. Hal ini tidak berseberangan dengan tauhid bahkan inti tauhid adalah demikian. Al-Qur’an menegaskan, “Dan (ingatlah) ketika Bani Israel berkata, “Wahai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Oleh sebab itu, mohonlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia mengeluarkan bagi kami segala yang tumbuh dari bumi, seperti sayur-mayur, mentimun, bawang putih, kacang adas dan bawang merah.” Musa menjawab, “Maukah kamu mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah ke suatu kota, niscaya kamu akan memperoleh apa yang kamu minta.” (Qs. Al-Baqarah [2]:60) Musa sekali-kali tidak pernah berkata kepada bahwa kalian jangan memanggilku dengan kata Ya Musa! Atau Musa berkata, Mengapa kalian tidak secara langsung meminta kepada Tuhan. Apa yang kalian lakukan ini adalah syirik dan kufur. Tidak Musa tidak menyampaikan demikian. Malah, Musa menyampaikan permohonan mereka di sisi Tuhan dan supaya hajat mereka dipenuhi.

Keyakinan terhadap peran makhluk dalam proses pengaruh dan mempengaruhi, aksi dan reaksi, sebab dan musabab bukanlah syirik. Keniscayaan tauhid itu tidak bermakna bahwa kita harus mengingkari mekanisme sebab dan akibat yang berlaku di alam semesta. Dan memandang bahwa setiap efek (akibat) secara langsung dan tanpa perantara bersumber dari Tuhan dan bagi sebab-sebab tidak memiliki peran bahkan secara vertikal; misalnya kita meyakini bahwa api tidak memiliki peran dalam membakar atau air tidak memiliki peran dalam melepaskan dahaga atau hujan dalam menghidupkan, Tuhanlah yang secara langsung membakar, secara langsung melepaskan dahaga dan secara langsung menghidupkan.  Karena itu, sebagaimana keyakinan terhadap adanya makhluk tidak sepadan dengan syirik zati dan keyakinan terhadap tuhan kedua melainkan pelengkap dan komplementer keyakinan terhadap adanya Tuhan Yang Mahaesa, terhadap adanya pengaruh dan kausalitas serta adanya peran makhluk di alam semesta ini.

Karena itu, batas demarkasi tauhid dan syirik masalahnya tidak terletak pada apakah kita meyakini atau tidak meyakini adanya peran dan pengaruh bagi selain Tuhan. Kita berlaku syirik tatkala kita meletakkan sebab-sebab yang lain sejejeran secara horizontal dan berada di samping Tuhan serta meyakini sebab-sebab itu memiliki kemandirian dalam memberikan pengaruh.

Dengan kata lain, keyakinan terhadap kekuasaan dan pengaruh metafisis untuk satu entitas seperti malaikat atau nabi atau imam juga seperti keyakinan terhadap pengaruh sebab-sebab normal bukanlah syirik dan adanya peran di atas faktor-faktor normal, tidak meniscayakan adanya kekuasaan mandiri di hadapan Tuhan.

Entitas yang seluruh identitasnya bergantung pada kehendak Ilahi dan sama sekali tidak memiliki kemandirian pada dirinya. Pengaruh metafisis yang diberikannya terlebih dahulu disandarkan kepada Tuhan sebelum disandarkan kepada dirinya. Ia semata-mata bagian dari pelaksana terimplementasinya emanasi Tuhan terhadap sesuatu sebagaimana perantara emanasi wahyu dan ilmu agama pada Jibril dan perantara rizki pada Mikail dan perantara menghidupkan pada Israfil dan perantara emanasi ruh-ruh pada Malaikat Maut bukan syirik.

 

Untuk lebih jelasnya pembahasan ini kami akan menyebutkan dua contoh dari ayat-ayat sebagai berikut:

  1. Al-Qur’an melalui tuturan Nabi Isa As menyatakan, “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhan-mu, yaitu aku membuat untukmu dari tanah seperti bentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku memberitahukan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.” (Qs. Ali Imran [3]:49)

  2. Anak-anak Ya’qub setelah mereka menyesal, mereka datang menghadap ayahnya, “Mereka berkata, “Hai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa).” Ya‘qub berkata, “Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Yusuf [12]:97-98)

Kita perhatikan bahwa anak-anak Ya’qub menggunakan redaksi “Wahai Ayah Kami (Ya Abana) dan Nabi Ya’qub tidak melarang mereka menggunakan redaksi ini dan tidak bersabda bahwa kalian sendiri yang secara langsung meminta kepada Tuhan. Karena itu menjadi jelas bahwa menggunakan redaksi Ya (seruan pada selain Allah) sama sekali tidak berseberangan dengan konsep tauhid. [IQuest]

 

Untuk telaah lebih jauh silakan Anda lihat beberapa indeks dan literatur terkait berikut ini:

  1. Tawassul dan Hubungan tanpa Perantara dengan Tuhan, Pertanyaan 542 (Site: 590)

  2. Tawassul dalam al-Qur’an dan Sunnah, Pertanyaan 2032 (Site: 2265)

  3. Falsafah Tawassul kepada Ahlulbait As, Pertanyaan 1321 (Site: 1316)

  4. Murtadha Muthahhari, Jahan Bini-ye Tauhid, Teheran, Shadra, Cetakan Keduapuluh Satu, 1384 S.

  5. Makarim Syirazi, Wahabiyat bar Sar-e Du Rahi, Qum, Madrasah Imam Ali bin Abi Thalib As, Cetakan Pertama, 1384 S.

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Bagaimana hubungan antara ruh dan badan?
    24109 Filsafat Islam 2011/07/16
    Sekaitan dengan hubungan antara ruh dan badan harus dikatakan bahwa badan merupakan salah satu tingkatan dari beberapa tingkatan nafs dan ruh. Atas dasar itu, pada hakikatnya, badan berada pada jiwa dan ruh bukan ruh yang terdapat pada badan; karena berdasarkan Filsafat Hikmah, dengan ...
  • Apakah sah hukumnya menggunakan dua turbah untuk sujud?
    7668 Hukum dan Yurisprudensi 2011/11/21
    Tempat sujud bagi orang yang mengerjakan salat tidak boleh lebih di atas atau lebih di bawah dari empat jari tertutup dari tempat kedua lututnya...”[1] Karena itu apabila ketinggian dua turbah tidak lebih dari empat jari tertutup maka orang yang mengerjakan salat dapat sujud di atas dua ...
  • Apakah Anda punya tips bagaimana caranya untuk menghindar supaya tidak banyak tertawa khususnya pada bulan Muharram dan Shafar?
    9050 Majelis Duka dan Ziarah 2012/05/10
    Menangis dan tertawa adalah sejenis luapan perasaan dan afeksi batin manusia. Hal ini merupakan tanda-tanda natural dan proses keseimbangan mental manusia. Karena itu, setiap orang harus sampai pada tingkatan matang dan mempelajari adab-adab tertawa dan mengekspresikan kebahagian sehingga tertawa dan luapan kegembiraan menjadi sebuah sifat mulia bagi ...
  • Apa saja kemiripan-kemiripan yang dimiliki oleh Imam Zaman dengan para nabi menurut kitab Mikyâl al-Makârim?
    15576 Tipologi dan Keunggulan Sifat 2012/09/19
    Dalam riwayat-riwayat Islam disebutkan tentang terdapatnya banyak kemiripan-kemiripan fisik dan spiritual yang dimiliki oleh Imam Mahdi Ajf dengan sebagian dari para nabi. Sebagian dari kemiripan-kemiripan ini telah dikumpulkan dalam kitab Mikyâl al-Makârim sebagaimana berikut: Sejumlah dari kemiripan-kemiripan tersebut terdapat pada kitab Mikyâl al-Makârim dan sebagiannya ...
  • Mengapa kita membantu Irak padahal kita sendiri sangat membutuhkan. Masyarakat kita sendiri kesusahan menghadapi harga-harga mahal dan barang-barang langka di pasar?
    7825 Filsafat Politik 2011/05/18
    Pertama: Asas pelbagai bantuan Republik Islam Iran ke negara-negara Muslim adalah bantuan-bantuan moril bukan bantuan-bantuan material dan finansial. Kedua: Apabila terdapat juga bantuan-bantuan materil dan finansial ke negara-negara Muslim lainnya maka hal itu memiliki banyak pengaruh dan manfaat material dan spritual sebagaimana berikut: ...
  • Tolong sebutkan bagi saya sebuah doa untuk menemukan pasangan yang cocok dan bertakwa.
    15542 دعا 2012/09/10
    Allah Swt menjadikan setiap pekerjaan memiliki sebab-sebab tertentu sedemikian sehingga setiap pekerjaan hanya akan memperoleh hasil apabila dikerjakan melalui kanal-kanal sebabnya. Untuk memperoleh jodoh dan pasangan idaman juga demikian caranya. Cara untuk mendapatkan istri idaman memerlukan penelitian dan pengenalan yang tepat dan akurat. Tentu saja ...
  • Apa saja yang menjadi syarat-syarat nikah Mut’ah?
    30335 Hukum dan Yurisprudensi 2010/06/20
    Dalam pandangan Islam, pernikahan, baik pernikahan itu permanen atau temporer (mut’ah) dilangsungkan berdasarkan keridhaan kedua belah pihak. Demikian juga pernikahan temporer seperti pernikahan permanen, hukumnya mubah dan dianjurkan. Namun hal ini tidak bermakna harus dan wajib dilakukan. Atas dasar itu, apabila seorang putri menolak lamaran seorang pria untuk pernikahan ...
  • Shalat Tahiyyat Masjid Jamkaran
    7479 Hukum dan Yurisprudensi 2011/08/10
    Ibadah dan doa-doa adalah bersifat tauqifi (sudah dari sananya). Artinya bahwa masing-masing dari ibadah dan doa-doa ini memiliki efek yang bersandar padanya. Seluruh amalan dan doa yang dikerjakan sesuai dengan apa yang diinginkan sebagaimana dokter yang memformulasikan obat bagi pasiennya dan berkata kepadanya bahwa Anda harus meminum obat ...
  • Apa dasar-dasar teologi Mahdawiyat?
    8252 Teologi Lama 2009/09/22
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah orang-orang beriman akan mendapatkan kenikmatan alam kubur dan orang-orang kafir akan dihajar dengan azab kubur?
    21065 Teologi Lama 2009/12/08
    Syaikh Mufid dalam kitab Awâil al-Maqâlat-nya, membagi manusia menjadi empat bagian berdasarkan keyakinan dan amal-perbuatan mereka:1.     Orang-orang beriman yang bertakwa2.

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    267536 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    249185 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    232312 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    219291 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    178671 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    173369 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    170496 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    161750 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    144192 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    136237 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...