Advanced Search
Hits
10299
Tanggal Dimuat: 2012/02/02
Ringkasan Pertanyaan
Mengingat bahwa dalam doa-doa al-Qur’an yang harus dikedepankan adalah orang itu sendiri kemudian orang lain. Namun demikian terdapat ayat yang menyatakan, “alaikum anfusakum.” (jagalah dirimu) Sementara kita saksikan Sayidah Zahra dalam doa-doanya beliau mendahulukan orang lain. Bagaimana hal ini dapat dijelaskan?
Pertanyaan
Mengingat bahwa dalam doa-doa al-Qur’an yang harus dikedepankan adalah orang itu sendiri kemudian orang lain kemudian terakhir orang-orang mukmin lainnya dan adanya ayat yang menegaskan ‘alaikum anfusakum (jagalah dirimu)! Dari sisi lain, kita saksikan adanya riwayat-riwayat seperti Sayidah Zahra As yang pertama-tama berdoa untuk orang lain dan kemudian untuk dirinya! Bagaimana hal yang sepintas kontradiksi ini dapat dipecahkan? Urutan mana yang harus kami jalankan? Orang lain atau diri sendiri?
Jawaban Global

Pada makam tazkiyah (penyucian jiwa) dan perbaikan diri, manusia harus mendahulukan dirinya atas orang lain. Hal ini merupakan instruksi lugas al-Qur’an dan riwayat; karena tanpa melakukan tazkiyah nafs, maka mustahil ia dapat memberikan petunjuk kepada orang lain.

Namun tatkala ia berada pada makam doa dan bermohon hajat kepada Allah Swt, alangkah baiknya jika manusia mendahulukan orang lain atas dirinya.

Hal ini juga sangat dianjurkan dalam riwayat-riwayat; karena perbuatan ini tidak hanya tidak akan menunda terpenuhinya hajat manusia, melainkan akan segera menyebabkan terpenuhinya hajat manusia itu pun dalam kadar yang lebih banyak.

Jawaban Detil

Tampaknya antara makam tazkiyah dan menjauh dari dosa dengan makam doa dan memohon kepada Allah Swt, telah bercampur baur dalam pertanyaan Anda sehingga menimbulkan kekeliruan dalam menyampaikannya. Karena pada makam pertama; yaitu pada masalah perbaikan diri (tazkiyat al-nafs)  dan menjauh dari dosa, yang dapat disimpulkan dari ayat dan riwayat adalah bahwa manusia harus mendahulukan dirinya atas orang lain.

Al-Qur’an di samping memberikan nasihat untuk menjauh dari api neraka dan menyucikan diri dari akhlak tercela dengan melakukan penyucian diri, juga menyatakan kepada orang-orang beriman, “Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudarat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Qs. Al-Maidah [5]:105) Atau pada ayat lainnya dalam al-Qur’an disebutkan, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah diri dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (Qs. Al-Tahrim [66]:6) Artinya kalian jangan melakukan dosa sehingga terjerembab dalam api neraka seperti ini.

Sebagaimana yang Anda saksikan, di sini yang mengemuka bukanlah masalah doa dan munajat, melainkan kedudukan, makam perbaikan diri dan menjauhi akhlak tercela. Dalam situasi seperti ini manusia harus mendahulukan dirinya sendiri atas orang lain; namun hal ini tidak bermakna meninggalkan amar makruf dan nahi mungkar; karena mengerjakan segala kewajiban merupakan salah satu jalan perbaikan diri dan manusia tidak boleh mengabaikan amar makruf dan nahi mungkar dengan dalih perbaikan diri.

Adapun dalam makam doa dan memohon hajat, pada makam ini, kita berkaca pada riwayat, yang menyinggung banyak tentang persoalan ini, persoalannya menjadi terbalik; karena sesuai dengan anjuran para maksum dalam hal ini, supaya kita lebih baik mendahulukan orang lain atas diri kita, sebagaimana dalam sebuah kisah ketika Imam Mujtaba As menukil tentang perilaku bundanya dan mengemuka dalam pertanyaan Anda, Sayidah Zahra As dalam menjawab pertanyaan Imam Mujtaba As tentang doa, bersabda, “al-jar tsumma al-dar. “Tetangga dulu kemudian diri kita.”[1]

Atau pada tempat lainnya, diriwayatkan dari Imam Sajjad As, “Sesungguhnya para malaikat tatkala mendengar seorang beriman yang mendoakan saudara mukminnya tatkala ia tidak ada atau menyebutnya dengan baik dan berkata kepadanya, “Betapa engkau merupakan saudara baik, engkau mendoakan untuk saudara mukminmu padahal ia tidak berada di sekelilingmu dan menyebutnya dengan baik. Sesungguhnya Allah Swt akan mengaruniamu dua kali lebih banyak atas apa yang engkau inginkan untuk saudaramu.”[2]

Riwayat-riwayat seperti ini banyak disebutkan dalam sebagian litetarur hadis; sebagai contoh, pada kitab Wasâil al-Syiah, terdapat sebuah bab dengan judul “Bab Istihbâb Ikhtiyâr al-Insân al-Du’â lil Mu’min ‘ala al-du’â linafsihi (Anjuran Mendahulukan Doa Bagi Orang Lain Sebelum Berdoa untuk Diri) dan pada bab itu terdapat banyak riwayat dalam kaitannya dengan anjuran mendoakan orang lain sebelum mendoakan diri sendiri.[iQuest]

 

Untuk telaah lebih jauh silahkan lihat indeks, “Doa untuk Istri Yang Tersesat dan Kerabat, Pertanyaan 14799 (Site: 14755).

 



[1]. Syaikh Hurr ‘Amili, Wasâil al-Syiah, jil. 7, hal. 112, Muassaah Ali al-Bait, Qum.  

[2]. Ibid, hal. 111

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    260329 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    245917 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    229784 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    214589 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    175938 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    171311 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    167702 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    157764 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    140575 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    133778 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...