Advanced Search
Hits
8220
Tanggal Dimuat: 2012/02/14
Ringkasan Pertanyaan
Apabila sudut karpet terkena najis, apakah bermasalah salat di atas seluruh karpet tersebut atau hanya pada bagian yang terkena najis saja? Apakah saya dapat mengerjakan salat dengan pakaian yang tadinya terkena darah namun setelah dicuci warnanya masih membekas dan tetap tersisa?
Pertanyaan
Saya memiliki dua pertanyaan fikih. Pertama, apabila sudut karpet telah terkena najis, apakah bermasalah salat di atas seluruh karpet atau hanya pada bagian yang terkena najis saja? Kedua, apakah saya dapat mengerjakan salat dengan pakaian yang tadinya terkena darah namun setelah dicuci warnanya masih membekas dan tetap tersisa?
Jawaban Global

1.             Salah satu syarat tempat bagi orang yang mengerjakan salat (mushalli) adalah tempatnya harus suci. Namun apabila tempat salat terkena najis maka tempat itu tidak sedemikian basah sehingga basahannya mengenai badan atau pakaian (yang dapat membatalkan salat karena badan atau pakaian terkena najis). Bagaimanapun, salat  tidak akan sah apabila tempat sujudnya yang  terkena najis meski tempat tersebut kering. Namun mengikut prinsip ihtiyath mustahab tempat salat tidak boleh terkena najis.[1] Karena itu, tidak ada masalah mengerjakan salat di atas karpet najis dengan syarat yang telah disebutkan.

2.             Setiap benda yang terkena najis, tidak akan suci sepanjang benda najis itu sendiri (ain najasah) belum disingkirkan. Meski  tidak ada masalah apabila bau atau warna najis masih tersisa di tempat itu. Oleh itu, apabila darah telah disingkirkan dari pakaian dan pakaian tersebut telah disirami dengan air namun warna darah masih membekas dan tetap tersisa, maka pakaian tersebut suci.[2] Dengan demikian, apabila pakaian yang terkena najis, telah dicuci dengan baik, maka tidak ada masalah apabila warna darah masih membekas dan tersisa pada pakaian tersebut dan ia dapat mengerjakan salat dengan pakaian tersebut. [iQuest]

 

Pertanyaan ini Tidak Memiliki Jawaban Detil

 



[1]. Imam Khomeini, Taudhih al-Masâil (al-Muhassyâ), Koreksi dan Riset oleh Sayid Muhammad Hasan Bani Hasyim Khomeini, jil. 1, hal. 494, Daftar Intisyarat-e Islami, Qum, Cetakan Kedelapan, 1424 H.  

[2]. Ibid, hal. 110, Masalah 170.

 

Jawaban Detil

Pertanyaan ini Tidak Memiliki Jawaban Detil

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    259662 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    245501 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    229405 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    214168 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    175503 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    170870 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    167248 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    157353 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    140188 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    133457 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...