Advanced Search
Hits
23875
Tanggal Dimuat: 2013/02/17
Ringkasan Pertanyaan
Apa tafsiran atas redaksi ayat, “tanah yang subur” yang disebutkan pada surah al-A’raf ayat 58?
Pertanyaan
Apa arti dari “tanah yang subur” dalam surah Al-A\'raf ayat 58 itu?
Jawaban Global
Ayat  “Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur” tanpa memperhatkan hubungannya dengan ayat-ayat sebelumnya, dalam sebuah contoh universal yang menyatakan amalan-amalan baik dan pengaruhnya yang positif bersumber dari mutiara suci. Sementara amalan-amalan buruk bertitik tolak dari batin yang kotor dan penuh noda.
Namun apabila ayat di atas kita cermati dengan memperhatikan ayat sebelumnya sebagai satu kesatuan ayat di atas pada tataran menjelaskan makna bahwa manusia meski berbeda dalam menerima emanasi Ilahi, namun perbedaan ini bersumber dari diri manusia sendiri, kalau tidak demikian rahmat Ilahi bersifat umum dan mutlak. Dengan kata lain, ayat ini pada hakikatnya tengah menyinggung sebuah masalah penting yang menjelma di seluruh tempat, baik di dunia atau di dunia lainnya dan masalah penting itu adalah kepelakuan pelaku (fâ’iliyat fâ’il) tidak mencukupi untuk terealisirnya satu persoalan, melainkan potensi, kapabilitas dan penerimaan penerima (qâbiliyat qabil) juga mutlak diperlukan. Sebagai contoh, tidak ada yang lebih subtil melebihi butiran-butiran air hujan yang dapat digambarkan di sini, namun titik-titik hujan ini, yang memang secara natural bersifat subtil, pada satu tempat dapat menumbuhkan bunga dan pohon sementara di tempat lain kering dan mengeringkan![1]
Pada ayat ini, dengan menyebutkan tumbuhnya buah-buahan berkat curahan hujan sejatinya ingin menyampaikan bahwa tanah-tanah terdiri dari dua jenis: tanah yang suci (baik lagi subur) dan siap menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dengan turunnya hujan sesuai dengan perintah Allah Swt dan tanah yang kotor (tidak baik dan kering) yang bahkan dengan turunnya hujan tidak akan menumbuhkan sesuatu kecuali ilalang saja.
Hujan rahmat Ilahi turun tercurah di seluruh tempat, namun tanah-tanah yang subur yang siap mengeksplorasi curahan hujan tersebut dan bunga-bunga, tumbuh-tumbuhan dan pepohonan tumbuh di atasnya. Adapun tanah-tanah yang tidak siap dan tidak mendapatkan manfaat dari curahan hujan tidak mengalami pertumbuhan dan perkembangan di atasnya.
Karena itu, dapat dikatakan bahwa ayat ini merupakan sebuah perumpamaan bagi orang-orang beriman dan orang-orang kafir.[2] Penyerupaan tanah suci untuk orang dan tanah nakid (merana)[3] bagi orang kafir disebabkan oleh karena orang-orang beriman memiliki kesiapan untuk menerima pesan Ilahi; mereka akan tumbuh berkembang dan bersemi dengan perantara al-Quran. Namun orang-orang kafir disebabkan oleh jauhnya mereka dari Tuhan, membenci kebenaran dan melakukan dosa dan maksiat, tidak memiliki kesiapan ini dan tidak mampu memperoleh manfaat dari petunjuk al-Quran sebagai media baginya untuk tumbuh berkembang.
Sebagaimana tanah yang baik tanaman-tanamannya tumbuh subur maka orang beriman pada hari kiamat akan berpindah dari padang barzakh ke padang masyhar dengan cahaya iman, yakin, amalan-amalan saleh dan terpuji. Sementara orang-orang kafir akan keluar dari bumi dengan wajah pucat pasi, legam yang tidak nampak padanya sifat-sifat baik juga amalan-amalan saleh; hasil wujudnya tidak lain kecuali penderitaan, kehinaan, dan kerendahan. 
Akan tetapi harap diperhatikan bahwa tanah hati orang-orang kafir disebabkan oleh amalan-amalan mereka sendiri berubah menjadi tanah yang buruk dan tercela. Mereka dapat dengan menghindari permusuhan dan sikap keras kepala, menciptakan perubahan universal pada dirinya dan mempersiapkan hatinya untuk menerima petunjuk-petunjuk Ilahi, sebagaimana tanah-tanah yang tidak siap dengan perubahan asasi dan menambahkan pupuk-pupuk sehingga dapat dikelolah menjadi tanah yang subur.[4] [iQuest]
 

[1]. Sayid Muhammad Husain Thabathabai, al-Mizân fi Tafsir al-Qur’ân, jil. 8, hal. 161, Daftar Intisyarat Islam, Qum, 1417 H; Makarim Syirazi, Tafsir Nemune, jil. 6, hal. 215, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Teheran, 1374 S.
[2]. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Mujahid dan Hasan; perumpamaan ini dimana Allah Swt memberikan perumpamaan tntang orang beriman dan orang kafir, (Allah Swt) mengabarkan bahwa seluruh tanah berasal dari jenis yang sama, kecuali sebagian dari tanah tersebut suci, dan akan menjadi lembut disebabkan air hujan, tumbuh-tumbuhan yang berguna akan tumbuh di atasnya dan hasil bumi akan dapat banyak disemai. Namun sebagian tanah keras dan tidak subur, tiada yang akan tumbuh di atasnya dan apabila tumbuh maka tidak akan memberikan manfaat. Demikianlah hati-hati manusia, semuanya dari daging dan darah. Sebagian dapat mendengarkan nasihat namun sebagian lainnya rusak dan menolak nasihat yang disampaikan kepadanya. Fadhl Hasan Thabarsi, Majma’ al-Bayân fi Tafsir al-Qur’ân, jil. 4, hal. 666, Muhammad Jawad Balaghi, Nasir Khusruw, Teheran, 1372 S.  
[3]. Tidak ada kegunaan, tiada manfaat, kurang kebaikan.  
[4]. Silahkan lihat, Ya’qub Ja’fari, Kautsar, jil. 4, hal. 111, Tanpa Tempat, Tanpa Tahun; Sayidah Nusrat Amin, Banu Isfahani, Makhzân al-Irfân fi Tafsir al-Qur’ân, jil. 5, hal. 225, Nahdhat Zanan Muslimin, Teheran, 1361 S.
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Mengapa udang dihalalkan, sementara kepiting diharamkan?
    28441 Filsafat Hukum 2009/12/12
    Kendati seluruh hukum itu ditetapkan berdasarkan kemaslahatan (masâlih) dan kemudaratan (mafâsid), dan setiap hukum itu memiliki sebuah sebab dan falsafahnya, akan tetapi menjelaskan dan menyingkap sebab sempurna seluruh partikular dan detil hukum-hukumnya adalah sebuah pekerjaan yang amat sukar dilakukan. Paling tidak, yang dapat dijelaskan adalah ...
  • Bagaimana kita menulis surat kepada Imam Zaman Ajf?
    9968 Akhlak Praktis 2011/10/01
    Peran berhubungan dengan Imam Zaman Ajf dan bermohon kepadanya memiliki pengaruh konstruktif baik bagi mental dan spiritual seseorang. Permohonan ini boleh jadi berbentuk bisikan hati atau ucapan lisan dan bahkan tulisan. Menulis surat tertulis kepada Imam Zaman Ajf adalah salah jalan untuk menjalin hubungan dengannya. Pada masa-masa dihimpit kesulitan ...
  • Mengapa Qabil membunuh Habil?
    23212 Dirayah al-Hadits 2010/02/17
    Dari ayat-ayat al-Qur'an dapat disimpulka n bahwa sebab pembunuhan Habil oleh Qabil adalah adanya sifat tercela hasud yang membakar Qabil yang berujung pada terbunuhnya Habil dalam keadaan teraniaya. ...
  • Apakah kita berdosa apabila bermusuhan selama 3 hari ?
    39318 گناه و رذائل اخلاقی 2013/09/17
    Berdasarkan pada apa yang dapat disimpulkan dari beberapa riwayat, sekiranya, apa pun alasannya, terjadi permusuhan di antara dua saudara Muslim, maka permusuhan itu harus segera diakhiri dan kedua pihak yang bersengkat harus segera berdamai. Apabila terdapat kemungkinan untuk berdamai maka berlanjutnya permusuhan tergolong sebagai sebuah dosa. Memaafkan ...
  • Bagaimana hubungan antara kehendak Ilahi dan keinginan manusia?
    25992 Teologi Lama 2009/03/16
    Manusia adalah maujud kontingen yang hakikat wujud dan seluruh dimensi keberadaannya bersumber dari Allah Swt. Allah Swt dengan kehendak takwini-Nya menciptakannya merdeka dan berkehendak. Dengan keistimewaan ini manusia menduduki posisi terunggul di antara seluruh makhluk.Dengan demikian manusia sebagai maujud terunggul ...
  • Bagaimana pandangan Islam terhadap memandang kepada alat kelamin lelaki dan wanita?
    59187 Hukum dan Yurisprudensi 2010/10/12
    Menurut hukum fikih memandang aurat (alat kelamin) selain pasangan (suami-isteri) adalah haram, kecuali untuk tujuan pengobatan yang mau-tidak-mau harus dilakukan dengan memandangnya. Dalam riwayat dijelaskan bahwa pelakunya akan dikenakan berbagai sanksi, antara lain digolongkan ke dalam kelompok orang-orang munafik dan mendapat kutukan dari tujuh puluh ribu malaikat.
  • Apa arti akhlak falsafi itu?
    9081 Teoritis 2016/07/17
    Dalam pembahasan Akhlak Islam, terdapat beberapa pendekatan dan metode yang kemudian melahirkan banyak aliran dan pemikiran akhlak. Salah satu pendekatan dan metode itu adalah akhlak falsafi (moral filosofi [rasional]). Akhlak falsafi dipandang sebagai bagian dari aliran moral yang asas, tujuan, wacana dan pelbagai metodenya berjenis filsafat. Format ...
  • Apakah Syiah meyakini bahwa kekufuran Umar bin Khattab sebanding dengan kekufuran Iblis?
    13086 Teologi Lama 2010/05/20
    Riwayat yang telah disebutkan, pertama dari sisi sanad dan kandungannya merupakan riwayat lemah (dhaif) dan tergolong sebagai riwayat mursal yang tidak dapat dijadikan hujjah; karena sanad dan perantaranya antara Ayyasyi hingga Abu Bashir tidak jelas. Dan apabila juga disebutkan bahwa sebagian mursalatnya itu dapat diterima, maka ...
  • Berapakah anak Abdul Mutholib dan Abdullah ayah Nabi Muhammad Saw merupakan anak yang keberapa?
    23485 Sejarah Para Pembesar 2017/08/09
    Abdul Mutholib memiliki sepuluh anak: 1. Harits 2. Zubair 3. Abbas 4. Hamzah 5. Abu Thalib (Abdu Manaf). 6. Ghaidaq (Hijl) 7. Dhirar 8. Muqawwim 9. Abu Lahab (Abdul Uzzah) 10. Abdullah[1] Harits merupakan anak tertua Abdul Mutthalib[2] dan yang ...
  • Apa yang dimaksud dengan minuman yang suci (syarâban tahûrâ) sebagaimana yang disebut dalam al-Qur’an?
    12462 Teologi Lama 2009/03/12
    “Syarâb” bermakna minuman dan “thahûr” berarti sesuatu yang suci dan mensucikan. Banyak ayat yang menyebutkan bahwa di surga kelak terdapat beragam jenis minuman yang menyegarkan dan suci dengan segala kualitas yang bervariasi. Dalam satu ayat al-Qur’an disebut sebagai “syarâban thahûrâ”, “Tuhan memberikan minuman syarâban thahûrâ kepada ...

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    266628 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    248997 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    232163 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    219059 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    178512 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    173231 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    170319 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    161479 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    144086 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    136112 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...