Advanced Search
Hits
23384
Tanggal Dimuat: 2014/02/06
Ringkasan Pertanyaan
Apa perbedaaan antara mukjizat nabi muhammad dengan mukjizat nabi lain dilihat dari segi sosial dan budaya?
Pertanyaan
Apa perbedaaan antara mukjizat nabi muhammad dengan mukjizat nabi lain dilihat dari segi sosial dan budaya?
Jawaban Global
Mukjizat-mukjizat yang didemonstrasikan oleh para nabi Ilahi merupakan perintah Allah Swt kepada mereka. Melalui perantara mukjizat ini, mereka dapat menetapkan keabsahan klaim kenabian mereka, dalam kaitannya dengan tugas dan  risalah untuk memberikan petunjuk dan keselamatan bagi umat manusia.
Dengan memperhatikan pada kondisi-kondisi sosial dan budaya masyarakat yang berbeda-beda pada setiap komunitas, karena itu, perbedaan kondisi sosial dan budaya ini juga menuntut adanya perbedaan dalam mukjizat ini pada setiap masyarakat dengan memperhatikan tipologi-tipologi pemikiran dan budaya yang berkembang pada masayarakat itu.
Riwayat dalam hal ini menyatakan, “Ibnu Sikkit menukil dari Imam Hadi As yang bertanya, ‘Mengapa Allah Swt mengutus Nabi Musa As dengan tongkat, tangan putih dan alat-alat untuk membatalkan sihir? Nabi Isa As dengan terapi kedokteran sementara Nabi Muhammad Saw dengan tuturan dan pidato??’ Imam Hadi As menjawab, “Masa ketika Allah Swt mengutus Nabi Musa As, perbuatan sihir merajalela dan menyebar di tengah masyarakat sehingga ia membawa sesuatu dari sisi Tuhan yang serupa dan berada di luar kemampuan mereka sehingga dengan perantara mukjizat tersebut, Nabi Musa dapat menggugurkan sihiri mereka dan menetapkan hujjah bagi mereka. Nabi Isa As diutus tatkala kelumpuhan menjadi epidemi yang akut di tengah masyarakat sehingga membutuhkan pengobatan dan kedokteran. Karena itu Nabi Isa As diutus dari sisi Allah Swt untuk membawakan sesuatu yang tidak dapat mereka lakukan. Dengan izin Allah Swt, Nabi Isa dapat menghidupkan orang mati dan menyembuhkan orang buta semenjak lahir serta mengobati penyakit kusta sehingga dengan demikian beliau menetapkan hujjah bagi mereka.  Nabi Muhammad Saw diutus pada masa ketika orasi dan pidato yang menjadi kegemaran masyarakat setempat – menurutku (perawi) beliau juga menyinggung tentang puisi. Karena itu, Nabi Muhammad Saw diutus dari sisi Allah Swt dengan membawa nasihat-nasihat dan aturan-aturan jelas yang menguggurkan ucapan-ucapan mereka sehingga dengan demikian beliau menetapkan hujjah bagi mereka.” Ibnu Sikkit berkata, “Demi Allah! Saya belum pernah melihat orang seperti Anda. Tolong Anda sebutkan hujjah apa yang ada bagi manusia pada masa sekarang ini?” “Akal yang dengan bantuannya orang yang berkata benar dan yang berkata dusta dapat dikenali. Perkataan benar dibenarkan dan perkataan dusta didustakan.” Pungkas Imam Hadi As. Ibnu Sikkit pun mengomentari, “Demi Allah! Demikianlah jawaban yang benar.”[1] [iQuest]
 

[1] . Muhammad Yakub Kulaini, al-Kâfi, Riset dan edit oleh Ali Akbar Ghaffari dan Muhammad Akhundi, jil. 1, hal. 544, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Tehran, Cetakan Keempat, 1407 H.
«قَالَ ابْنُ السِّکِّیتِ لِأَبِی الْحَسَنِ (ع) لِمَا ذَا بَعَثَ اللَّهُ مُوسَى بْنَ عِمْرَانَ (ع) بِالْعَصَا وَ یَدِهِ الْبَیْضَاءِ وَ آلَةِ السِّحْرِ وَ بَعَثَ عِیسَى بِآلَةِ الطِّبِ وَ بَعَثَ مُحَمَّداً صَلَّى اللَّهُ عَلَیْهِ وَ آلِهِ وَ عَلَى جَمِیعِ الْأَنْبِیَاءِ بِالْکَلَامِ وَ الْخُطَبِ فَقَالَ أَبُو الْحَسَنِ (ع) إِنَّ اللَّهَ لَمَّا بَعَثَ مُوسَى (ع) کَانَ الْغَالِبُ عَلَى أَهْلِ عَصْرِهِ السِّحْرَ فَأَتَاهُمْ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ بِمَا لَمْ یَکُنْ فِی وُسْعِهِمْ مِثْلُهُ وَ مَا أَبْطَلَ بِهِ سِحْرَهُمْ وَ أَثْبَتَ بِهِ الْحُجَّةَ عَلَیْهِمْ وَ إِنَّ اللَّهَ بَعَثَ عِیسَى (ع) فِی وَقْتٍ قَدْ ظَهَرَتْ فِیهِ الزَّمَانَاتُ وَ احْتَاجَ النَّاسُ إِلَى الطِّبِ فَأَتَاهُمْ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ بِمَا لَمْ یَکُنْ عِنْدَهُمْ مِثْلُهُ وَ بِمَا أَحْیَا لَهُمُ الْمَوْتَى وَ أَبْرَأَ الْأَکْمَهَ وَ الْأَبْرَصَ بِإِذْنِ اللَّهِ وَ أَثْبَتَ بِهِ الْحُجَّةَ عَلَیْهِمْ وَ إِنَّ اللَّهَ بَعَثَ مُحَمَّداً (ص) فِی وَقْتٍ کَانَ الْغَالِبُ عَلَى أَهْلِ عَصْرِهِ الْخُطَبَ وَ الْکَلَام وَ أَظُنُّهُ قَالَ الشِّعْرَ فَأَتَاهُمْ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مِنْ مَوَاعِظِهِ وَ حِکَمِهِ مَا أَبْطَلَ بِهِ قَوْلَهُمْ وَ أَثْبَتَ بِهِ الْحُجَّةَ عَلَیْهِمْ قَالَ فَقَالَ ابْنُ السِّکِّیتِ تَاللَّهِ مَا رَأَیْتُ مِثْلَکَ قَطُّ فَمَا الْحُجَّةُ عَلَى الْخَلْقِ الْیَوْمَ قَالَ فَقَالَ (ع) الْعَقْلُ یُعْرَفُ بِهِ الصَّادِقُ عَلَى اللَّهِ فَیُصَدِّقُهُ وَ الْکَاذِبُ عَلَى اللَّهِ فَیُکَذِّبُهُ قَالَ فَقَالَ ابْنُ السِّکِّیتِ هَذَا وَ اللَّهِ هُوَ الْجَوَابُ»
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    260167 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    245846 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    229722 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    214511 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    175854 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    171229 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    167620 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    157683 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    140514 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    133690 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...