Advanced Search
Hits
36258
Tanggal Dimuat: 2013/03/06
Ringkasan Pertanyaan
Bagaimana cara yang terbaik menyatakan syukur kepada Allah Swt?
Pertanyaan
Bagaimana cara yang terbaik menyatakan syukur kepada Allah Swt?
Jawaban Global
Menyatakan syukur dengan perbuatan[1] merupakan syukur sempurna dan yang terbaik dalam menyatakan syukur kepada Allah Swt. Syukur seperti ini merupakan hasil dari dua tingkatan syukur yang terbetik dalam hati dan terucap dalam lisan. Dengan kata lain, tatkala manusia, dengan perantara hatinya memahami kenikmatan sebuah anugerah dan menyatakannya dengan lisan maka ia telah bersyukur kepada sang Pemberi Nikmat. Tentu saja sudah pada tempatnya dan selayaknya apabila ia juga menampakan rasa syukur itu pada tataran perbuatan. Karena itu, orang yang benar-benar bersyukur akan menggunakan segala nikmat Ilahi untuk memperoleh keridhaan dan tujuan Sang Pemberi nikmat (Mun’im) serta senantiasa tahu dengan baik bagaimana menggunakan segala nikmat itu supaya tidak tergolong sebagai orang-orang yang mengkufuri nikmat-nikmat Allah Swt.
Imam Shadiq As bersabda, “Mensyukuri nikmat dilakukan dengan menjauhi perbuatan-perbuatan haram dan keseluruhan rasa bersyukur itu tatkala seseorang berkata, “Segala puji bagi Allah Swt Tuhan seru sekalian alam.”[2]
Secara pasti maksud dari ucapan “Alhamdulillah” bukanlah semata-mata lipstik dan penghias bibir saja melainkan bersumber dari kedalaman hati dan lubuk jiwa. Alangkah banyaknya orang yang menyatakan syukur kepada Allah dengan lisan namun kufur dalam perbuatan. Karena itu, tatkala Allah Swt berfirman: “Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.” (Qs. Saba [34]:13) sejatinya tengah menyoroti dan menekankan pernyataan syukur dengan perbuatan.[3]
Apa pun yang diupayakan dan diusahakan manusia untuk menunaikan syukur secara sempurna pada hakikatnya ia tidak akan mampu melakukan hal itu. Karena itu, bagian syukur yang terbaik adalah mengakui secara totalitas atas ketidakmampuan dan ketidakberdayaan dalam menunaikan kesyukuran dan membenarkan bahwa taufik untuk bersyukur itu sendiri merupakan salah satu nikmat Ilahi.[4]
Adapun syukur yang dinyatakan dengan perbuatan memiliki beberapa contoh yang akan dijelaskan sebagai berikut sebagai contoh dengan bersandar pada beberapa riwayat:
  1. Sujud syukur, melaksanakan salat syukur dan berbuat baik merupakan beberapa contoh dari syukur yang dinyatakan dengan perbuatan.[5] Diriwayatkan bahwa “Tatkala Rasulullah Saw mengalami kegembiraan atau bahkan kerisauan maka Rasulullah Saw melakukan sujud untuk menyatakan syukur kepada Allah Swt.”[6]
  2. Memaafkan dan melupakan (kesalahan) sebagai bentuk kesyukuran atas kemenangan melawan musuh. Tindakan memaafkan seperti ini merupakan salah satu contoh bentuk syukur yang dinyatakan dalam perbuatan sebagaimana Amirul Mukminin Ali As bersabda, “Tatkala engkau mengalahkan musuhmu maka jadikanlah maaf sebagai tanda syukurmu atas kemenangan ini.”[7]
  3. Menginfakkan sebagian harta di jalan Allah Swt merupakan salah satu contoh dari pernyataan syukur dengan perbuatan. Imam Ali As bersabda, “Sebaik-baik syukur atas nikmat-nikmat yang diperoleh adalah menginfakkanya.”[8]
  4. Ibadah dan bermunajat di hadapan Allah Swt juga merupakan salah satu cara untuk menyatakan syukur kepada Allah Swt dengan perbuatan sebagaimana yang dituturkan oleh Imam Ali As bahwa ibadah dengan motivasi syukur dinyatakan sebagai ibadahnya orang-orang merdeka dan sebaik-baik amalan.”[9]
  5. Mengajarkan ilmu kepada orang lain dan beramal atasnya; syukur atas nikmat ilmu yang dianugerahkan Allah Swt kepada alam semesta. Amirul Mukminin Ali As dalam hal ini bersabda, “Pernyataan syukur seorang alim atas ilmu yang diperoleh adalah mengamalkannya dan mengajarkannya kepada orang lain.”[10]
Pernyataan syukur yang dilakukan oleh para hamba itu berbeda-beda sesuai dengan kedudukan dan stratanya sebagaimana yang dinyatakan oleh Imam Ali As dalam sebuah hadis singkat, “Pernyataan syukur kepada Tuhanmu adalah senantiasa engkau memuji-Nya, syukur kepada atasan kalian adalah engkau senantisa berlaku jujur, syukur kepada sesama adalah menunaikan persaudaraan dengan baik, syukur kepada bawahan adalah tidak mempersulitnya.”[11]
 

[1] Silahkan lihat, Perbedaan antara Hamd, Madh dan Syukr, Pertanyaan 18086.
[2] Kulaini, Muhammad bin Ya’qub, al-Kāfi, Riset dan edit oleh, Ghaffari, Ali Akbar & Akhundi, Muhammad, jil. 2, hal. 95, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Tehran, Cetakan Keempat, 1407 H.  
«شُكْرُ النِّعْمَةِ  اجْتِنَابُ الْمَحَارِمِ‏، وَ تَمَامُ الشُّكْرِ قَوْلُ الرَّجُلِ: الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ»
[3] Qarasyi, Sayid Ali Akbar, Qāmus Qur’ān, jil. 4, hal. 63, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Tehran, Cetakan Keenam, 1371 S.
[4] Gulistane, Sayid ‘Alauddin Muhammad, Minhāj al-Yaqin (Syarh Nāme Imām Shādiq As be Syia’ayān,  Surat Imam Shadiq kepada Kaum Syiah), Riset dan edit oleh Shahfi, Mujtaba, Shadrai Khui, Ali, hal. 54, Dar al-Hadits, Qum, Cetakan Pertama, 1429 H. 
[5] Ibid.
[6] Allamah Hilli, Hasan bin Yusuf, Nahj al-Haq wa Kasyf al-Shidq, hal. 432, Dar al-Kitab al-Lubnani, Beirut, Cetakan Pertama, 1982 M.
[7] Hurr Amili, Muhammad bin Hasan, Wasāil al-Syi’ah, jil. 12, hal. 171, Muassasah Alu al-Bait As, Qum, Cetakan Pertama, 1409 H.
«اِذا قَدَرْتَ عَلى عَدُوِّكَ فَاجْعَلِ الْعَفْوَ عَنْهُ شُكْراً لِلْقُدْرَةِ عَلَيْهِ»
[8] Tamimi Amadi, Abdul-Wahid bin Muhammad, Ghurar al-Hikam wa Durar al-Kalim, Riset dan edit oleh Rajai, Sayid Mahdi, hal. 195, Dar al-Kitab al-Islami, Qum, Cetakan Kedua, 1410 H.
«اَحْسَنُ شُكْرِ النِّعَمِ اَلانعامُ بِها»
[9] Ibnu Syu’bah al-Harrani, Hasan bin Ali, Tuhaf al-‘Uqul ‘an Āli al-Rasul (Shallallahu ‘alaihi wa Alihi wa al-Salam), Riset dan edit oleh, Ghaffari, Ali Akbar, hal. 246, Daftar Intisyarat Islami, Qum, Cetakan Kedua, 1404 H.
.«اِنَّ قَوْمَاً عَبَدوُهُ شُكْرَاً فَتِلْكَ عِبادَةُ الاحْرارِ ِ وَ هِيَ أَفْضَلُ الْعِبَادَةِ.»
[10] Ghurar al-Hikam wa Durar al-Kalim, hal. 407.
«شُكْرُ الْعالِمِ عَلى عِلْمِهِ، عَمَلُهُ بِهِ وَ بَذْلُهُ لِمُسْتَحَقِّهِ»
[11] Ghurar al-Hikam wa Durar al-Kalim, hal. 406.
«شُكْرُ اِلهِكَ بِطوُلِ الثَّناءِ، شُكْرُ مَنْ قَوْقَكَ بِصِدْقِ الْوَلاءِ، شُكْرُ نَظيرِكَ بِحُسْنِ الاخاءِ، شُكْرُ مَنْ دوُنَكَ بِسَيْبِ الْعَطاءِ»
Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apakah Imam Shadiq As memilih putranya Ismail melalui jalur nash sebagai penggantinya?
    9179 Sejarah Para Pembesar 2011/12/21
    Imam Shadiq As tidak mengeluarkan nash sehubungan dengan imâmah (kepemimpinan) dua putranya, Ismail dan Abdullah. Namun mengingat kondisi yang berkembang pada masa itu sedemikian peliknya sehingga Imam Shadiq As tidak dapat memperkenalkan Imam Musa Kazhim As di hadapan khalayak sebagai penggantinya. Karena setiap detik terdapat kemungkinan terbunuhnya Imam ...
  • Bagaimana kedudukan Abdullah bin Abbas dalam masyarakat Islam dan bagaimana pula hubungannya dengan Imam Ali As?
    10762 Sejarah 2017/08/09
    Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthalib lahir ketika Kaum Muslimin dikepung di Syi’ib Abu Thalib. Ia bersama ayahandanya, masuk Islam beberapa waktu sebelum Fathu Makkah. Sebagian literatur menyebutkan tentang doa-doa yang dipanjatkan Nabi Muhammad Saw untuk Abdullah bin Abbas. Bagaimanapun, ia adalah sosok penting dalam sejarah Islam. ...
  • Apa yang dimaksud dengan pernyataan bahwa para Imam Maksum As tidak memiliki kemandirian eksistensial?
    8317 دانش، مقام و توانایی های معصومان 2012/09/15
    Pembahasan ini biasanya mengemuka sehubungan dengan pembahasan makam dan kedudukan para Imam Maksum As. Inti dari pembahasan ini adalah bahwa kita meyakini bahwa para Imam Maksum As, dengan bersandar pada beberapa riwayat, memiliki makam-makam dalam bidang ilmu, kekuasaan, wilayah dan lain sebagainya yang akibatnya boleh jadi menimbulkan ...
  • Apa maksud dari ucapan Allah yang menghapuskan yang batil dan membenarkan yang hak dengan kalimat-kalimat?
    11228 Sifat Dzatiyah 2014/02/06
    Allah Swt, pada ayat 24 surah al-Syura (42) dalam kaitannya dengan kekuatan kalimat-Nya, berfirman: «أَمْ یَقُولُونَ افْتَرى‏ عَلَى اللَّهِ کَذِباً فَإِنْ یَشَإِ اللَّهُ یَخْتِمْ عَلى‏ قَلْبِک و یَمْحُ ...
  • Apakah arti dan hakikat Ramadhan itu?
    8290 روزه و رمضان 2015/05/03
    Ramadhan secara leksikal berarti panas yang menyengat, panasnya batu, intensitas sinar matahari. Juga dikatakan bahwa ramadhan diambil dari asal kata “harr” yang artinya adalah kembali dari gurun menuju kota. Secara teknis ramadhan adalah nama bulan ke-9 bulan Hijriah, bulan-bulan Islam dan bulan turunnya al-Quran. Imam Sajjad As ...
  • Apa hukum merayakan acara perceraian dalam pandangan Islam?
    2262 Talak 2021/06/23
  • Apakah derajat kredibilitas ayat-ayat al-Qur’an lebih tinggi atau riwayat-riwayat muktabar?
    12042 Ulumul Quran 2011/04/07
    Al-Qur’an dan riwayat-riwayat muktabar keduanya merupakan literatur utama agama dan memiliki tingkat kredibilitas dan otoritas (hujjiyah) utama (dapat dijadikan sebagai sandaran argumentasi). Sekaitan dengan al-Qur’an tidak lagi mengemuka pembahasan tentang sanad dan periwayatannya. Karena ayat-ayat al-Qur’an bersifat eksak (madhbuth) dan jelas serta diturunkan ...
  • Pada tahun berapa nuzul al-Quran berakhir?
    18960 Ulumul Quran 2015/04/18
    Terdapat perbedaan dalam riwayat-riwayat yang menerangkan tentang surat terakhir yang turun kepada Nabi Muhammad Saw. Dalam sebagian riwayat, surat yang terakhir turun bagi Nabi Saw adalah surahl-Nashr dan dalam riwayat yang lain surah Baraat (surah al-Taubah) merupakan surah terakhir. Dan pada sebagian riwayat yang lainnya lagi ayat 281 surah ...
  • Apakah Rasulullah Saw bermuka masam ketika melihat seorang fakir di antara para orang kaya?
    15497 Kemaksuman 2012/12/16
    Empat ayat pendahuluan surah ‘Abasa secara umum merupakan penjelas bahwa Allah Swt tengah menegur dan menyalahkan seseorang pada ayat-ayat ini; berdasarkan kronologi ayat ini, di sini orang atau orang-orang kaya dan hartawan lebih memiliki prioritas atas seorang buta yang mencari kebenaran, namun siapakah orang yang tengah dicela dan ...

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    266521 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    248912 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    232076 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    218910 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    178431 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    173149 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    170232 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    161350 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    144035 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    136052 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...