Advanced Search
Hits
13537
Tanggal Dimuat: 2011/04/19
Ringkasan Pertanyaan
Apa yang menjadi tujuan Barat dalam melontarkan penghinaan terhadap Nabi Muhammad Saw?
Pertanyaan
Apa yang menjadi tujuan Barat dalam melontarkan penghinaan terhadap Nabi Muhammad Saw? Negara mana saja yang mendapatkan keuntungan dari penghinaan ini?
Jawaban Global
Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda memilih jawaban detil.
Jawaban Detil

Untuk menjelaskan jawaban atas pertanyaan ini kiranya kita perlu menyebutkan beberapa poin penting sebagai berikut:

1.     Pengalaman sejarah terhadap pelbagai jenis penghinaan:

Penghinaan terhadap para nabi As dan Nabi Islam Muhammad Saw bukan merupakan yang baru, melainkan memiliki rentetan pengalaman sejarah yang panjang sebagaimana yang diungkapkan al-Qur’an dengan pelbagai penjelasan:

A.    Penghinaan yang termasuk jenis pelecehan dan olok-olok: Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tidak datang seorang rasul pun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya. (Qs. Yasin [36]:30)[1]

B.    Penghinaan yang termasuk jenis tudingan dan tuduhan: Demikianlah, tidak seorang rasul pun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan, “Ia adalah seorang tukang sihir atau orang gila. Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu? Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas.” (Qs. Al-Dzariyat [51]:52-53)[2]

C.    Memandang perbuatan nabi sebagai sihir, dusta, tidak berakal.[3]

Akan tetapi protes dan penghinaan terhadap para nabi As dan Nabi Muhammad Saw tidak terkhusus terkait dengan hal-hal yang telah disebutkan di atas dan dalam bentuk yang lain juga telah dijelaskan. Misalnya mengapa Tuhan tidak berkata-kata dengan kami? Mengapa mukjizat tidak terjadi di tangan kita? Mengapa Tuhan tidak mengutus malaikat kepada kami? Mengapa nabi sebagaimana manusia tetap mencari mata pencarian hidup pasar? Dan sebagainya.[4]

 

2.     Faktor-faktor Pemikiran dan Kejiwaan yang melatari Pelbagai Penghinaan ini:

Al-Qur’an menyandarkan penghinaan para nabi As dan Nabi Muhammad Saw ini pada orang-orang kafir, orang-orang ingkar, para penjahat dan orang-orang bodoh.[5] Dan demikianlah yang disaksikan dewasa ini. Yaitu apabila kita menyaksikan penghinaan terhadap Nabi Muhammad Saw pada masyarakat Barat dewasa ini, perbuatan ini dilontarkan oleh media-media yang dikelolah oleh kaum arogan dunia dan Zionis. Dalil-dalil adanya jenis penghinaan ini, dengan melongok sejenak pada kehidupan para nabi As dan Nabi Muhammad Saw serta kehidupan orang-orang kafir, para tiran dan tuan-tuannya akan menjadi jelas dengan memperhatikan beberapa poin berikut ini:

A.    Para nabi As menyeru orang-orang untuk menyembah Allah Swt, mengenal kebenaran, mencari kebenaran dan menyembah kebenaran,[6] sementara para pemimpin kafir, orang-orang yang menyombongkan diri dan para tiran mengajak masyarakat kepadanya hingga pada batasan memandang diri mereka sebagai tuhan.[7]

B.    Para nabi As senantiasa berada pada tataran menyebarkan keadilan,[8] namun para pemimpin kafir dan para tiran memberikan izin kepada diri mereka sendiri untuk menguasai dan memanfaatkan hak-hak dan harta kepunyaan masyarakat.[9]

C.    Para nabi As merupakan teladan nilai-nilai agama dan kemanusiaan. Mereka berada pada tataran untuk menghidupkan nilai-nilai tersebut,[10] namun para pemimpin kafir dan para tiran berada pada tataran menyebarkan kezaliman dan kejahatan di tengah masyarakat.[11]

D.    Para nabi As senantiasa merasa risau, menginginkan kebaikan dan bersimpati terhadap masyarakat serta berusaha untuk melayani masyarakat[12] namun para pemimpin kafir dan para tiran berada pada tataran supaya masyarakat tetap terbelakang dan melayani kepentingan pemimpin kafir dan para tiran.[13]

E.    Para nabi As adalah orang-orang yang penuh toleransi dan mengajak masyarakat pada persatuan, dan pada saat yang sama penentang dominasi dan menolak untuk didominasi. Penentang tirani dan menolak untuk ditirani.[14] Namun para pemimpin kafir dan para tiran, senantiasa menyebarkan perpecahan di tengah masyarakat, memberangus para penentang dengan pelbagai jenis propaganda, tuduhan, ancaman, kekerasan, pembunuhan dan menyelewengkan agama untuk keperluan dirinya.[15]

3.     Dengan menyimak hal-hal yang telah disampaikan dapat dikatakan bahwa yang menjadi tujuan para pemimpin kafir dan para tiran dewasa ini dapat disimpulkan dalam beberapa hal sebagaimana berikut ini:

A.    Melawan Islam dan mengantisipasi tersebarnya kecintaan masyarakat terhadap Islam dan nabinya serta berupaya semaksimal mungkin tidak tumbuhnya kecondongan masyarakat terhadap Islam sehingga pelbagai kepentingan mereka tidak berada dalam bahaya.

Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut bahwa kendati iman terhadap seluruh nabi As sebagiamana iman terhadap Nabi Muhammad Saw sebagai nabi pamungkas dalam agama Islam merupakan sebuah hal yang harus, namun Nabi Muhammad Saw memiliki tipologi unggul sebagai nabi pamungkas yang membawa agama sempurna, sebagai penghimpun seluruh agama-agama Ilahi. Di samping itu, agama yang dibawanya adalah agama yang tidak ternodai dan tidak terkontaminasi dengan pelbagai kotoran dan penyimpangan. Agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw tidak hanya merupakan sebuah agama hidup tetapi juga merupakan agama yang menghidupkan seluruh nabi dan agama-agama sebelumnya.

Jelas bahwa apabila beriman dan mengamalkan seluruh dimensi agama Nabi Pamungkas di dunia Islam atau dunia kemanusiaan, muncul maka tidak tersisa lagi ruang bagi penjajahan dan kejahatan di muka bumi. Dengan demikian, para tiran dewasa ini berupaya untuk memadamkan cahaya ini padahal sejarah merupakan sebaik-baik saksi atas kenyataan bahwa meski dengan segala upaya pemadaman ini berlangsung namun orang yang paling dicintai oleh seluruh manusia adalah Nabi Muhammad Saw. Katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan dapat memulai dan tidak (pula) akan dapat memperbaharui (sesuatu).” (Qs. Saba [34]:49); Dan katakanlah, “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.”(Qs. Al-Isra [17]:81)

B.    Penyimpangan pikiran masyarakat dan umat dari kekalahan proyek politik dan militer di Timur-Tengah khususnya di hadapan perlawanan masyarakat Palestina dan Hizbullah Libanon dan upaya untuk menutup-nutupi kekalahan ini, konspirasi dan plot politik ini.. sehingga sebagai akibat dari penyimpangan pikiran umum ini, mereka dapat lebih leluasa dan bebas melanjutkan politik-politik licik dan jahat mereka.

C.    Ruang bagi pikiran masyarakat dunia untuk menghadapi secara totalitas pemerintahan Republik Islam Iran yang merupakan Ummu al-Qurâ dunia Islam. [IQuest]



[1]. Demikian juga silahkan lihat, “Dan tidak seorang nabi pun datang kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.” (Qs. Al-Zukhruf [43]:7); “Dan tidak datang seorang rasul pun kepada mereka, melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.” (Qs. Al-Hijr [15]:11); “Dan apabila orang-orang kafir itu melihatmu, mereka hanya membuat kamu menjadi bahan olokan. (Qs. Al-Anbiya [21]:36); “Dan apabila mereka melihat kamu (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan kamu sebagai bahan ejekan (dengan mengatakan), “Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai rasul?” (Qs. Al-Furqan [25]:41)  

[2]. Demikian juga silahkan lihat, (Qs. Al-Qashash [28]:25); (Qs. Al-Mukminun [23]:25); (Qs. Al-A’raf [7]:6 & 27); (Qs. Al-Syu’ara [26]:39); (Qs. Al-Dzariyat [51]:66); (Qs. Al-Hijr [15]:51); (Qs. Al-Qalam [68]:14); (Qs. Al-Dukhan [44]:36); (Qs. Shaffat [37]:36); (Qs. Al-Anbiya [21]:30); (Qs. Thur [52]:29 & 47); (Qs. Al-Isra [17]:47); (Qs. Al-Haqqah [69]:40-41); (Qs. Yasin [36]:69) dan banyak ayat-ayat lainnya.  

[3]. Katakanlah, “Sesungguhnya telah datang kepadamu beberapa orang rasul sebelumku, membawa keterangan-keterangan yang nyata dan membawa apa yang kamu sebutkan, maka mengapa kamu membunuh mereka jika kamu orang-orang yang benar?” (Qs. Ali Imran [3]:183); “Atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya harta melimpah (dari langit), atau (mengapa) ia tidak memiliki kebun, yang ia dapat makan dari (hasil)nya?” Dan orang-orang yang zalim itu berkata, “Kamu sekalian tidak lain hanyalah mengikuti seorang lelaki yang kena sihir.” (Qs. Al-Furqan [25]:8)

[4]. (Qs. Al-Furqan [25]:8, 21 dan 32); (Qs. Ali Imran [3]:183); (Qs. Al-Nisa [4]:153); (Qs. Al-An’am [6]:8 & 124);  (Qs. Al-Zukhruf [43]:31 & 118); (Qs. Al-Hijr [15]:7); (Qs. Hud [11]:12); (Qs. Al-Ra’ad [13]:21); (Qs. Al-Ankabut [29]:50); (Qs. Yunus [10]:15); (Qs. Furqan [25]:32); (Qs. Al-Dukhan [44]:14); (Qs. Al-Isra [17]:90-93).

[5]. (Qs. Al-Furqan [25]:21-33); (Qs. Al-Anbiya [21]:36); (Qs. Al-Muthaffifin [83]:29); (Qs. Al-An’am [6]:23); (Qs. Al-Isra [17]:47); (Qs. Luqman [31]:23)  

[6]. Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya al-Kitab, hikmah, dan kenabian, lalu ia berkata kepada manusia, “Hendaklah kamu menjadi hamba-hambaku, bukan hamba Allah.” Akan tetapi (sewajarnya ia berkata), “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, sebagaimana kamu selalu mengajarkan al-Kitab dan mempelajarinya” Dan (tidak wajar pula ia) menyuruhmu menjadikan malaikat dan para nabi sebagai tuhan. Apakah (patut) ia menyuruhmu berbuat kekafiran setelah kamu (menganut agama) Islam?” (Qs. Ali Imran [3]:79-80); Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, “Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia, ‘Jadikanlah aku dan ibuku dua tuhan selain Allah.’ Isa menjawab, “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya, maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang telah Engkau perintahkan kepadaku, yaitu, ‘Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu’, dan aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. (Qs. Al-Maidah [5]:116-117)

[7]. “Dan Fira‘un berkata, “Hai para pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah, hai Haman, untukku tanah liat, kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta.” (Qs. Al-Qashash [28]:38); “Kepada Fira‘un dan pembesar-pembesar kaumnya, maka mereka ini takabur dan mereka adalah orang-orang yang sombong. Dan mereka berkata, “Apakah (patut) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita (juga), padahal kaum mereka (Bani Isra’il) adalah orang-orang yang menghambakan diri kepada kita?” (Qs. Al-Mukminun [23]:46-47)

[8]. “Sesungguhnya Kami telah mengutus para rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka kitab samawi dan neraca (pemisah yang hak dan yang batil dan hukum yang adil) supaya manusia bertindak adil. Dan Kami menciptakan besi. Pada besi ini terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia (supaya mereka memanfaatkannya) dan (juga) supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama) dan para rasul-Nya padahal ia tidak melihat-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (Qs. Al-Hadid [57]:25)  

[9]. “Dan Fira‘un berseru kepada kaumnya (seraya) berkata, “Hai kaumku, bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku; maka apakah kamu tidak melihat(nya)?” (Qs. Al-Zukhruf [43]:51)

[10]. (Qs. Al-Ahzab [33]:21); (Qs. Al-Hujurat [49]:93); (Qs. Al-Zumar [35]:9); (Qs. Al-Nisa [4]:95); (Qs. Al-Hadid [57]:10); (Qs. Al-Mumtahanah [60]:40)

[11]. (Qs. Al-Naml [27]:36); (Qs. Al-Baqarah [2]:205-206 & 49); (Qs. Ibrahim [14]:6

 [12]. (Qs. Al-Taubah [9]:128); (Qs. Al-Jumu’ah [62]:2); (Qs. Al-Hud [11]:88); (Qs. Al-Kahf [18]:6); (Qs. Al-A’raf [7]:62, 68 dan 79).  

[13]. “Dan Fira‘un berseru kepada kaumnya (seraya) berkata, “Hai kaumku, bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku; maka apakah kamu tidak melihat(nya)? Bukankah aku lebih baik daripada orang yang hina dan yang tidak dapat berbicara dengan fasih ini? (Jika ia benar), mengapa tidak dipakaikan kepadanya gelang dari emas atau malaikat datang bersama-sama dia untuk mengiringkannya (demi membenarkan ucapannya)? Maka Fira‘un meremehkan kaumnya (dengan perkataan itu) lalu mereka patuh kepadanya. Karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik.”  (Qs. Al-Zukhruf [43]:51-54); “Maka mereka ditimpa oleh (akibat) kejahatan perbuatan mereka dan mereka diliputi oleh azab yang selalu mereka perolok-olokkan.” (Qs. Al-Nahl [16]:34)

[14]. (Qs. Al-Syu’ara [26]:215); (Qs. Ali Imran [3]:103 & 159); (Qs. Al-Nahl [16]:125); (Qs. Al-Nisa [4]:141); (Qs. Al-Baqarah [2]:190)

[15]. (Qs. Al-Qashash [28]:4); (Qs. Thaha [20]:63-64 dan 70-71); (Qs. Al-A’raf [7]:120-124); (Qs. Al-Syu’ara [26]:46-49)  

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Mengapa udang dihalalkan, sementara kepiting diharamkan?
    28441 Filsafat Hukum 2009/12/12
    Kendati seluruh hukum itu ditetapkan berdasarkan kemaslahatan (masâlih) dan kemudaratan (mafâsid), dan setiap hukum itu memiliki sebuah sebab dan falsafahnya, akan tetapi menjelaskan dan menyingkap sebab sempurna seluruh partikular dan detil hukum-hukumnya adalah sebuah pekerjaan yang amat sukar dilakukan. Paling tidak, yang dapat dijelaskan adalah ...
  • Bagaimana kita menulis surat kepada Imam Zaman Ajf?
    9968 Akhlak Praktis 2011/10/01
    Peran berhubungan dengan Imam Zaman Ajf dan bermohon kepadanya memiliki pengaruh konstruktif baik bagi mental dan spiritual seseorang. Permohonan ini boleh jadi berbentuk bisikan hati atau ucapan lisan dan bahkan tulisan. Menulis surat tertulis kepada Imam Zaman Ajf adalah salah jalan untuk menjalin hubungan dengannya. Pada masa-masa dihimpit kesulitan ...
  • Mengapa Qabil membunuh Habil?
    23212 Dirayah al-Hadits 2010/02/17
    Dari ayat-ayat al-Qur'an dapat disimpulka n bahwa sebab pembunuhan Habil oleh Qabil adalah adanya sifat tercela hasud yang membakar Qabil yang berujung pada terbunuhnya Habil dalam keadaan teraniaya. ...
  • Apakah kita berdosa apabila bermusuhan selama 3 hari ?
    39318 گناه و رذائل اخلاقی 2013/09/17
    Berdasarkan pada apa yang dapat disimpulkan dari beberapa riwayat, sekiranya, apa pun alasannya, terjadi permusuhan di antara dua saudara Muslim, maka permusuhan itu harus segera diakhiri dan kedua pihak yang bersengkat harus segera berdamai. Apabila terdapat kemungkinan untuk berdamai maka berlanjutnya permusuhan tergolong sebagai sebuah dosa. Memaafkan ...
  • Bagaimana hubungan antara kehendak Ilahi dan keinginan manusia?
    25992 Teologi Lama 2009/03/16
    Manusia adalah maujud kontingen yang hakikat wujud dan seluruh dimensi keberadaannya bersumber dari Allah Swt. Allah Swt dengan kehendak takwini-Nya menciptakannya merdeka dan berkehendak. Dengan keistimewaan ini manusia menduduki posisi terunggul di antara seluruh makhluk.Dengan demikian manusia sebagai maujud terunggul ...
  • Bagaimana pandangan Islam terhadap memandang kepada alat kelamin lelaki dan wanita?
    59187 Hukum dan Yurisprudensi 2010/10/12
    Menurut hukum fikih memandang aurat (alat kelamin) selain pasangan (suami-isteri) adalah haram, kecuali untuk tujuan pengobatan yang mau-tidak-mau harus dilakukan dengan memandangnya. Dalam riwayat dijelaskan bahwa pelakunya akan dikenakan berbagai sanksi, antara lain digolongkan ke dalam kelompok orang-orang munafik dan mendapat kutukan dari tujuh puluh ribu malaikat.
  • Apa arti akhlak falsafi itu?
    9081 Teoritis 2016/07/17
    Dalam pembahasan Akhlak Islam, terdapat beberapa pendekatan dan metode yang kemudian melahirkan banyak aliran dan pemikiran akhlak. Salah satu pendekatan dan metode itu adalah akhlak falsafi (moral filosofi [rasional]). Akhlak falsafi dipandang sebagai bagian dari aliran moral yang asas, tujuan, wacana dan pelbagai metodenya berjenis filsafat. Format ...
  • Apakah Syiah meyakini bahwa kekufuran Umar bin Khattab sebanding dengan kekufuran Iblis?
    13086 Teologi Lama 2010/05/20
    Riwayat yang telah disebutkan, pertama dari sisi sanad dan kandungannya merupakan riwayat lemah (dhaif) dan tergolong sebagai riwayat mursal yang tidak dapat dijadikan hujjah; karena sanad dan perantaranya antara Ayyasyi hingga Abu Bashir tidak jelas. Dan apabila juga disebutkan bahwa sebagian mursalatnya itu dapat diterima, maka ...
  • Berapakah anak Abdul Mutholib dan Abdullah ayah Nabi Muhammad Saw merupakan anak yang keberapa?
    23485 Sejarah Para Pembesar 2017/08/09
    Abdul Mutholib memiliki sepuluh anak: 1. Harits 2. Zubair 3. Abbas 4. Hamzah 5. Abu Thalib (Abdu Manaf). 6. Ghaidaq (Hijl) 7. Dhirar 8. Muqawwim 9. Abu Lahab (Abdul Uzzah) 10. Abdullah[1] Harits merupakan anak tertua Abdul Mutthalib[2] dan yang ...
  • Apa yang dimaksud dengan minuman yang suci (syarâban tahûrâ) sebagaimana yang disebut dalam al-Qur’an?
    12462 Teologi Lama 2009/03/12
    “Syarâb” bermakna minuman dan “thahûr” berarti sesuatu yang suci dan mensucikan. Banyak ayat yang menyebutkan bahwa di surga kelak terdapat beragam jenis minuman yang menyegarkan dan suci dengan segala kualitas yang bervariasi. Dalam satu ayat al-Qur’an disebut sebagai “syarâban thahûrâ”, “Tuhan memberikan minuman syarâban thahûrâ kepada ...

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    266628 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    248997 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    232163 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    219059 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    178512 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    173231 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    170319 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    161479 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    144086 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    136112 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...