Advanced Search
Hits
19739
Tanggal Dimuat: 2012/02/02
Ringkasan Pertanyaan
Mengapa manusia takut mati?
Pertanyaan
Mengapa manusia takut mati?
Jawaban Global

Takut mati boleh jadi disebabkan oleh pelbagai faktor dan unsur yang beragam. Sebagian faktor tersebut akan disinggung secara ringkas sebagaimana berikut ini:

1.     Kebanyakan manusia menafsirkan kematian sebagai kesirnaan, kebinasaan dan ketiadaan. Jelas dan suatu hal yang wajar apabila manusia takut dari kebinasaan dan ketiadaan. Apabila manusia menafsirkan kematian dengan makna seperti ini, tentu saja mereka akan lari dan merasa takut darinya; karena itu, manusia bahkan dalam kondisi-kondisi terbaiknya dalam hidup, berpikir tentang kematian saja telah membuyarkan kesenangan hidup mereka dan senantiasa merasa takut darinya.

2.     Terdapat manusia yang tidak memandang kematian sebagai akhir dan ujung kehidupan. Namun tatkala ia meyakini hari Kiamat dan karena perbuatan-perbuatan tercela yang dilakukannya membuat ia takut mati dan merasa ngeri dengan kematian; karena ia memandang kematian sebagai permulaan untuk menuai hasil-hasil perbuatan buruknya di dunia. Karena itu, untuk lari dari perhitungan Ilahi dan hukuman perbuatan-perbuatan yang telah dilakukan, manusia ingin supaya kematian baginya ditunda sampai waktu-waktu berikutnya.

Seseorang bertanya kepada Rasulullah Saw, “Mengapa saya tidak menyukai kematian?” Rasulullah bertanya, “Apakah engkau memiliki harta?” Saya menjawab, “Iya.” Rasulullah Saw bertanya lagi, “Apakah hartamu telah engkau kirimkan untuk hari esokmu?” Saya menjawab, “Tidak.” Rasulullah Saw bersabda, “Karena itulah mengapa engkau tidak menyukai kematian.”[1]

Hal ini sama dengan apa yang disampaikan oleh Imam Ali As secara lirih dalam tuturan mutiara hikmanya dan mengingatkan, “Oh.. Kurangnya bekal akhirat . Panjangnya dan jauhnya perjalanan. Agungnya tempat yang dituju.”[2]

 

3.     Imam Shadiq As bersabda, “Seseorang bertanya kepada Abu Dzar, “Mengapa kita takut mati?” Abu Dzar menjawab, “Karena engkau membangun dunia dan merusak akhiratmu. Jelas engkau tidak suka berpindah dari tempat yang engkau bangun menuju tempat yang engkau telah rusak.”[3]

Sebagaimana yang dapat disimpulkan dari riwayat ini bahwa sebab manusia takut mati karena tidak berusaha dan bekerja untuk akhirat, melainkan tidak mengindahkannya dan berpaling kepada dunia; hal ini telah menyebabkan runtuh dan rusaknya akhirat.

 

Manusia harus meyakini bahwa kematian adalah menjejakkan kaki di alam akhirat dan menikmati segala usaha yang pernah dilakukan di dunia ini. Keyakinan ini menuntut supaya manusia menunaikan tugas-tugas syariat dan kemanusiaannya dan berharap lebih pada rahmat Ilahi yang mahaluas. Dalam kondisi seperti ini, manusia tidak hanya tidak takut mati namun juga akan merindukan pertemuan dengan Allah Swt.

Rasulullah Saw bersabda, “Kematian adalah hadiah bagi orang beriman.”[4] Amirul Mukminin Ali As bersabda, “Demi Allah! Putra Abu Thalib lebih mencintai kematian melebihi cintanya bayi terhadap dada (ASI) ibunya.”[5]

Dengan demikian, cara supaya tidak takut mati adalah menaruh perhatian kepada akhirat; karena tiadanya keyakinan terhadap Allah Swt dan hari Kiamat, melupakan akhirat dan tiadanya perbekalan yang disiapkan merupakan di antara faktor-faktor yang membuat manusia takut mati. [iQuest]

 

 

Pertanyaan ini Tidak Memiliki Jawaban Detil

 



[1]. Syaikh Shaduq, al-Khishâl, Penerjemah Kumrei, jil. 1, hal. 69, Kitabci, Cetakan Pertama, Teheran, 1377 S.

[2]. Abdul Wahid Tamimi Amadi, Ghurar al-Hikam wa Durar al-Kilam, hal. 144, Daftar Tablighat Islami, Qum, 1366 S.

«آه مِنْ قِلَّةِ الزّادِ وَ طُولِ الطَّریقِ وَ بُعْدِ السَّفَرِ وَ عَظیمِ الْمُورِدِ»

 

[3]. Muhammad bin Ya’qub Kulaini, al-Kâfi, Riset dan Koreksi oleh Ali Akbar Ghaffari; Muhammad Akhundi, jil. 2, hal. 458, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Teheran, Cetakan Keempat, 1407 H.

«عَنْ أَبِی عَبْدِ اللَّهِ (ع) قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى أَبِی ذَرٍّ فَقَالَ یَا أَبَا ذَرٍّ مَا لَنَا نَکْرَهُ الْمَوْتَ فَقَالَ لِأَنَّکُمْ عَمَرْتُمُ الدُّنْیَا وَ أَخْرَبْتُمُ الْآخِرَةَ فَتَکْرَهُونَ أَنْ تُنْقَلُوا مِنْ عُمْرَانٍ إِلَى خَرَابٍ»؛

[4]. Muhammad Baqir Majlisi, Bihâr al-Anwâr, jil. 70, hal. 171, Muassasah al-Wafa, Beirut, 1409 H.

[5]. Nahj al-Balâgha, hal. 52, Khutbah 5.

Jawaban Detil

Pertanyaan ini Tidak Memiliki Jawaban Detil

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    259990 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    245741 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    229625 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    214435 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    175748 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    171107 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    167525 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    157581 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    140437 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    133631 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...