Advanced Search
Hits
16204
Tanggal Dimuat: 2009/08/06
Ringkasan Pertanyaan
Bagaimanakah alam imaginal (alam ide) itu menurut pandangan Ibnu Sina, Syaikh Isyraq dan Mulla Sadra?
Pertanyaan
Tolong Anda jelaskan tentang alam imaginal (alam ide) menurut pandangan Ibnu Sina, Syaikh Isyraq dan Mulla Sadra?
Jawaban Global

Syaikh Isyraq meyakini bahwa alam imaginal (alam ide) atau mitsal merupakan sebuah tingkatan dari alam eksistensi yang berasal dari bahan non-material namun tidak berefek. Artinya bahwa alam imaginasi terletak pada sebuah tingkatan antara alam empirik dan alam rasional, atau antara alam non-materi dan alam materi. Atas dasar itu alam imaginasi memiliki tipologi dari dua alam non-materi dan alam materi.

Mulla Sadra meyakini bahwa alam imaginasi adalah alam yang terdiri dari substansi non-material badan dan alam ini (materi) namun ia bukan non-material yang bersifat rasional, melainkan sebuah entitas dalam alam pencerapan partikular dan sebuah domain substansial yang tidak berdiri pada materi dan penampakan yang lain; bahkan ia merupakan sebuah alam eksternal yang mandiri yang wujud eksternalnya, identik dengan intelegensi, pencerapan dan bentuk imaginal yang tidak membutuhkan keberadaan materi jasmani untuk kehadiran dan kekekalannya, melainkan hanya laksana seperti cermin khusus yang menyediakan jiwa untuk merefleksikan bentuk-bentuk pada alam khusus pencerapan dan menjadi ruang yang menyediakan gambaran ini bagi jiwa.

Syaikh al-Rais Ibnu Sina menampik dan mengingkari keberadaan alam imaginal (alam ide). Ia meyakini bahwa mustahil bentuk, forma, ukuran dapat terwujud dan terealisir tanpa adanya materi.

Jawaban Detil

Alam imaginal (mundus imaginalis) bukanlah fakultas imaginasi (yang merupakan salah satu tingkatan indra dan pencerapan empirik). Tidak terdapat perbedaan di antara para filosof dalam mendefinisikan fakultas imaginasi ini; namun terkait dengan definisi alam imaginal terdapat perbedaan di antara filosof Peripatetik dan filosof Iluminasionis. Artinya bahwa sejatinya para filosof berkata-kata tentang sesuatu yang lain bernama alam imaginal, alam ide atau alam khayal, di samping forma-forma imaginal dan fakultas imaginasi yang merupakan salah satu fakultas intrinsik yang diterima oleh seluruh filosof.

Dengan pendahuluan ini, kita akan membahas secara selintasan tentang alam imaginal dalam perspektif Syaikh Isyraq, Ibnu Sina dan Mulla Sadra.

 

Alam Imaginal dalam Perspektif Syaikh Isyraq:

Syaikh Isyraq (Syihabuddin Suhrawardi) meyakini bahwa dalam sistem eksistensi, di samping alam-alam akal, jiwa dan materi yang juga diyakini oleh para filosof Peripatetik, terdapat alam lainnya yang disebut sebagai alam imaginal atau alam khayal atau mutsul (forma-forma) mu’allaqah (bergantung).

Syaikh Isyraq berkata, “Alam imaginal (alam ide) atau mitsal merupakan salah satu tingkatan dari alam eksistensi yang berasal dari bahan non-material namun tidak memiliki efek. Artinya alam imaginal terletak pada sebuah tingkatan antara alam empirik dan alam rasional, atau antara alam non-materi dan alam materi. Atas dasar itu alam imaginal memiliki tipologi dari dua alam non-materi dan alam materi. Satu entitas disebut entitas imaginalis atau mitsali adalah sebuah entitas, selagi ia memiliki kualitas, kuantitas demikian juga wadah dan aksiden-aksiden lainnya, serta berbahan non-materi.[1]

Syaikh Isyraq meyakini bahwa melintasi dan melewati alam fisikal (empirik) menuju alam rasional tidak mungkin dapat terwujud tanpa adanya perantara. Karena itu, harus terbentang sebuah alam di antara dua alam ini yang di samping memiliki tipologi empirik dan indrawi juga memiliki tipologi-tipologi rasional. Syaikh Isyraq menyebut alam terminal ini sebagai mitsal atau khayal (imaginalis) yang pada tingkat kognisi, sesuai dengan pencerapan imaginalis, terletak antara pencerapan empirik dan pencerapan rasional; artinya Syaikh Isyraq forma-forma imaginalis adalah forma-forma yang berdiri sendiri dan memandangnya tidak mendiami ruang dan waktu, melainkan forma-forma ini terdapat pada alam eksternal di luar jiwa.

Menurut Syaikh Isyraq, forma-forma imaginalis tidak terdapat pada alam mental (internal, benak) juga tidak terdapat pada alam eksternal, melainkan terletak pada alam imaginalis atau khiyâl munfasil.[2] Dengan kata lain, forma-forma imaginalis ada dan terealisir namun bukan pada alam ekstrenal dan alam internal (pikiran). Forma ini juga tidak memiliki eksistensi pada alam ‘uqul (plural akal); karena pada alam ‘uqul mustahil terdapat dimensi, kuantitas dan kualitas. Karena itu harus dikatakan bahwa forma-forma imaginalis memiliki tempat pada alam lainnya yaitu alam imaginalis atau khiyâl munfasil.

Syaikh Isyraq menilai adanya alam imaginal disebabkan oleh sebagian ‘uqul mutakaifah yang disebut sebagai ‘uqul ‘ardhiyah. Pada alam imaginal, diterima adanya tamattsul (kesamaan) forma-forma substansial dan nampak dalam pelbagai bentuk yang beragam; karena perbedaan bentuk dan corak pada alam imaginal atau mitsal tidak akan menciderai kesatuan syakhshiyah (personal) sebuah akivitas substansi. Misalnya tatkala sekelompok orang mengkaji sosok yang bersejarah, gambaran-gambaran mereka terhadap sosok yang bersejarah ini tidak sama dan tidak ekual, namun masalah ini juga merupakan masalah pasti bahwa seluruh orang ini berbicara tentang seseorang yang bersejarah tertentu dan gambaran-gambaran beragam mereka tidak akan menciderai sosok pribadi yang bersejarah ini.

Karena itu bentuk-bentuk beragam dan format-format yang variatif sesuatu tidak bertentangan dengan kesatuan substansinya dan sesuatu dapat menjelma dalam beberapa forma yang beragam.[3]

 

Alam Imaginalis dalam Perspektif Mulla Sadra

Sadra berkata khayal berada di luar common sense (indra bersama); karena khayalan merupakan penjaga forma-forma sedangkan common sense adalah fakultas penerima forma-forma.

Menurut Mulla Sadra alam imaginal adalah substansi non-materi dari badan dan alam ini namun ia bukan non-materi yang bersifat rasional melainkan sebuah entitas yang terdapat pada alam pencerapan partikular dan satu domain substansial yang tidak berdiri pada materi dan penampakan lainnya, melainkan terletak pada satu alam eksternal yang mandiri yang wujud eksternalnya identik dengan intelegensi, pencerapan dan forma-forma imaginalis yang tidak membutuhkan keberadaan materi jasmani untuk kehadiran dan kekekalannya, melainkan hanya seperti cermin khusus yang menyediakan jiwa untuk merefleksikan bentuk-bentuk pada alam khusus pencerapan dan menjadi ruang yang menyediakan gambaran ini bagi jiwa.[4]

Karena itu, terdapat alam lain selain alam natural dan gerakan yang dalam pandangan Sadra kondisi-kondisi pahala, ganjaran, hukuman, barzakh urusannya kembali pada alam ini.

Dalam pandangan Mulla Sadra khiyal munfashil dengan satu ungkapan dapat disebut sebagai alam mitsal sebagai bandingan dari khiyal muttashil (dalam pandangan Syaikh Isyraq).[5]

 

Alam Imaginalis dalam Perspektif Ibnu Sina (Peripatetik):

Di antara filosof Islam, para filosof aliran Peripatetik, khususnya Ibnu Sina menolak dan mengingkari adanya alam imaginalis. Ia meyakini bahwa mustahil bentuk, forma, ukuran dapat terwujud tanpa adanya materi.

Ibnu Sina dalam Ilahiyyât al-Najat berkata, “Bentuk-bentuk jasmani qua bentuk-bentuk jasmani tidak menerima adanya perbedaan. Karena itu tidak boleh sebagiannya berdiri pada materi dan sebagian lainya tidak berdiri pada materi; karena mustahil tabiat sesuatu tidak menerima perbedaan apa pun dari sisi kuiditasnya namun pada wadah eksistensinya menerima perbedaan; karena keberadaan satu tabiat juga adalah satu. Dari sisi lain, keberadaan tunggal tabiat ini dan bentuk jasmani ini tidak keluar dari tiga kondisi: apakah ia harus berada pada materi atau di luar materi, atau sebagiannya pada materi dan sebagian lainnya bukan pada materi; adapun sebagiannya pada materi dan sebagian lainnya tidak pada materi tidak mungkin dapat terwudju; karena kita memandangnya sebagai sebuah hakikat tunggal tanpa adanya sedikit pun perbedaan. Karena itu seluruh hakikat harus berdiri pada materi atau kesemuanya tidak membutuhkan materi, karena seluruh hakikat ini membutuhkan materi maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa seluruhnya berdiri pada materi.[6] [iQuest]

 


[1]. Ghulam Husain Ibrahimi Dinani, Syu’âh Andisyeh wa Syuhud dar Falsafeh Suhrawardi, hal. 363, Intisyarat-e Hikmat, Teheran, Cetakan Kelima, 1379 S.

[2]. Quthbuddin Syirazi, Mahmud bin Mas’ud Kazruni, Syarh Hikmat al-Isyraq Suhrawardi, disusun oleh Abdullah Nurani dan Mahdi Muhaqqiq, hal. 450, Anjuman-e Atsar wa Mafakhir Farhanggi, Teheran, Cetakan Pertama, 1383 S.

[3]. Syu’âh Andisyeh wa Syuhud dar Falsafeh Suhrawardi, hal. 364.

[4]. Mulla Sadra, al-Hâsyiah ‘ala al-Ilahiyyât, jil. 1, hal. 138.

[5]. Sayid Ja’far Farhanggi, Farhang Isthilâhât  Falsafi Mullâ Sadra, hal. 232 dan 233, Wizarat-e Farhang wa Irsyad Islami, 1379 S; Mulla Sadra, Mabdâ wa Ma’âd, Terjemahan Persia oleh Muhammad Husain Ardakani, Cetakan Teheran, hal. 474 – 476.

[6]. Syaikh al-Rais Ibnu Sina, al-Ilahiyyat Najat, Maqalah Awwal, Fashl Panjum, Terjemahan Persia oleh Dr. Yatsrabi, hal. 39 dan 40.

 

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apakah dalam riwayat-riwayat kita dicegah untuk mandi setiap hari, dan apakah hal itu bias menyebabkan penyakit TBC?
    11957 Dirayah al-Hadits 2013/06/22
    Ada riwayat sahih yang dinukil dari Imam Ridha As yang melarang kita untuk mandi setiap hari. Dalam riwayat itu dijelaskan bahwa mandi setiap hari dapat menyebabkan penyakit sill (TBC). Namun dengan berbagai pertimbangan, sebenarnya riwayat itu dapat diartikan begini: bahwa sering mandi setiap hari dapat membuat kurus ...
  • Bagaimana tiadanya ilmu para malaikat terhadap nama-nama Tuhan dan kedudukan tinggi mereka dapat disandingkan?
    12606 Tafsir 2011/01/13
    Alam non-materi di antaranya para malaikat memiliki beberapa tipologi yang ketika diketahui maka akan dapat banyak membantu menjawab banyak pertanyaan yang terkait keberadaan para malaikat. Adapun tipologi tersebut adalah :1.     Entitas mereka adalah entitas aktual ...
  • Bagaimana model ideal manusia dalam sistem dinamis Rahmani?
    12185 Filsafat Islam 2011/10/22
    Pertanyaan ini merupakan penjelasan lain dari masalah negara ideal (madinah fadhilah) atau ideologi pembebasan. Negara ideal Plato merupakan model ideal manusia paling lama dan paling terkenal yang diungkapkan dalam Republika. Dalam kosmos Islam, filosof seperti Farabi dalam Ârâ Ahl al-Madinah al-Fâdhilah
  • Apakah Allah Swt dapat menciptakan sebuah entitas atau makhluk yang Dia sendiri tidak mampu lenyapkan?
    9441 پروردگار. نامها و ویژگی ها 2013/03/09
    Meski kekuasaan dan kodrat Tuhan bersifat umum, namun terkait dengan hal-hal yang memiliki kemungkinan dan kapasitas untuk mewujud; karena itu, seseuatu yang secara esensial sifatnya tercegah (mumtani’) atau meniscayakan absurditas tidak akan terkait dengan kodrat, sementara mustahil Allah Swt menciptakan sesuatu yang Dia sendiri tidak mampu lenyapkan; ...
  • Apakah dalam surga juga terdapat hukum-hukum fikih?
    8639 بیشتر بدانیم 2014/01/27
    Kiranya poin ini perlu diperhatikan bahwa kita tak dapat memperoleh penjelasan lain kecuali melalui wahyu serta ungkapan-ungkapan para maksum yang sampai pada kita terkait dengan mengenai persoalan-persoalan alam akhirat dan keadaan surga neraka. Jawaban atas pertanyaan di atas juga tidak disebutkan secara tegas dalam teks-teks agama. Akan ...
  • Apa hukumnya jika kita menikah dengan anak saudara perempuan seayah?
    16200 Hal-hal Yang Diharamkan Dalam Pernikahan 2013/11/23
    Apabila maksud Anda dengan anak saudara perempuan (anak saudari perempuan yang seayah) adalah seseorang yang sejatinya adalah pamannya sendiri maka pernikahan dengan kemenakan itu batal dan harus segera berpisah. Apabila mereka tidak mengetahui hukum persoalan ini,maka anak-anak yang lahir dari keduanya dihukumi sebagai walad al-syubha dan bukanlah ...
  • Apakah haram mengkonsumsi permen karet-permen karet yang mencantumkan nama Sugar Alcohol dalam kemasannya?
    14381 Hukum dan Yurisprudensi 2012/01/19
    Kantor Ayatullah Agung Khamenei (Mudda Zhilluhu al-‘Ali):Apabila alkohol yang digunakan adalah alkohol yang memabukkan dan aslinya cair, mengikut prinsip ihtiyath, maka alkohol tersebut adalah najis dan apabila (Anda) ragu maka alkohol tersebut dihukum suci. Kantor Ayatullah Agung Siistani (Mudda Zhilluhu al-‘Ali):Tidak ada masalah ...
  • Bagaimana hubungan yang terjalin antara nafs, ruh, jiwa, akal, pikiran dan fitrah?
    39915 Filsafat Islam 2011/06/29
    Terkadang yang dimaksud atas beberapa redaksi dan kalimat ini adalah satu dan seluruhnya menyinggung satu hakikat yaitu entitas dan realitas manusia; terkadang juga dimaksudkan untuk ragam makna dan masing-masing dari redaksi dan kalimat ini menyoroti masalah tingkatan dan derajat-derajat jiwa manusia. ...
  • Apa sisi umum pelbagai pemerintahan dan revolusi agama seperti Mesir dan Tunisia?
    7814 System 2011/05/18
    Sisi umum pelbagai pemerintahan religius adalah penegakan dan realisasi nilai-nilai agama yang merupakan masalah fitrah kemanusiaan. Karena rakyat negara-negara seperti Tunisia dan Mesir menyadari bahwa dengan Islam mereka dapat merealisir segala tuntutan ekonomi dan politik mereka, kemudian mereka bangkit melakukan demonstrasi dan revolusi. Pesan revolusi Islam ...
  • Siapakah nama neneknya Nabi Muhammad??
    75811 Sejarah Para Pembesar 2013/11/23
    Nama nenek Nabi Muhammad Saw dari jalur ayah adalah Fatimah binti Amru bin Aidz bin Imran bin Makhzun.[1] Adapun nama nenek Nabi Saw dari jalur ibu yaitu ibunda Aminah binti Abdul Aziz bin Utsman bin Abdudar bin Qasha.[2] [iQuest]

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    266537 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    248929 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    232097 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    218952 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    178447 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    173163 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    170248 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    161371 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    144046 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    136065 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...