Advanced Search
Hits
19256
Tanggal Dimuat: 2009/12/14
Ringkasan Pertanyaan
Apa perbedaan tafsir dengan pendapat pribadi dan tafsir secara intelektual yang merupakan tafsir berdasarkan pendapat seorang terpercaya?
Pertanyaan
Apa perbedaan tafsir dengan pendapat pribadi (yang berdasarkan dugaan dan sangkaan pribadi) dan tafsir secara intelektual yang merupakan tafsir berdasarkan pendapat seorang terpercaya?
Jawaban Global

Hubungan antar ilmu-ilmu dengan tafsir Al-Quran kurang lebih sangat erat sekali, sedemikian sehingga penafsiran Qur'an tidak dapat dilakukan tanpa menggunakan ilmu-ilmu itu. Misalnya, ilmu Sharaf dan Nahwu, Ma'ani, Bayan, Bahasa Arab, dan lain sebagainya... Karena itu, seorang ahli tafsir harus menguasai ilmu-ilmu yang dapat membantunya memahami Al-Quran dengan benar. Dalam Al-Quran, banyak ayat-ayat umum ('âm) dan khusus (khâsh), mutlak (mutlaq) dan tak mutlak (muqayyad), menghapus (nâsikh) dan dihapus (mansukh), sedemikian sehingga untuk melakukan penafsiran yang benar seorang mufasir harus menguasai seluruh ayat-ayat itu.

Oleh itu sebaik-baiknya mufasir Qur'an adalah para Imam Maksum yang memiliki ilmu yang mencakup seluruh kandungan Qur'an; bahkan mereka adalah "Al-Quran hidup" (Qur'ân Nâtiq).

Di sisi lain, dilarangnya tafsir dengan pendapat pribadi (tafsir biray) bukan berarti kita tidak boleh berfikir dalam memahami Al-Quran. Karena justru tidak berfikir dan bertadabur dalam memahami Al-Quran adalah tercela. Allah Swt befirman: "Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya." (Qs. Al-Nisa' [4]:82) Dalam ayat itu, Allah Swt menjelaskan bahwa sebab tersesatnya orang-orang musyrik adalah karena mereka tidak bertadabur terhadap ayat-ayat Al-Quran.

Tafsir dengan pendapat pribadi adalah menafsirkan Al-Quran tanpa memperhatikan ayat-ayat lain yang berkaitan dengannya, dan tak menghiraukan hadis-hadis yang menjelaskannya, serta menafsirkan tanpa memiliki kemampuan dalam ilmu tafsir; yang semata-mata penafsirannya hanya karena pendapat-pendapat pribadi tak berdasar dan berdalil, dengan tujuan membuktikan bahwa pemikirannya didukung oleh Al-Quran (menyandarkan pikirannya kepada Al-Quran).

Jawaban Detil

Pertama-tama kami akan menjelaskan beberapa masalah yang dapat membantu menjawab pertanyaan di atas:

Pertama, kebanyakan ayat-ayat Al-Quran diturunkan untuk dipahami oleh semua orang; oleh karena itu, apa yang difahami oleh semua orang tentang ayat-ayat Al-Quran sedapat mungkin adalah hujjah bagi mereka. Atas dasar inilah para ahli ilmu Ushul meyakini bahwa dhahir (apa yang nampak) dari ayat-ayat Qur'an adalah hujjah.[1]

Kedua, ada juga ayat-ayat khusus dalam Al-Quran yang hanya dapat dipahami oleh nabi dan orang-orang yang betul-betul berilmu, yang mana orang awam tidak dapat memahami ayat-ayat itu tanpa bantuan mereka.

Ketiga, dalam Al-Quran, banyak ayat-ayat umum ('âm) dan khusus (khâsh), mutlak (mutlaq) dan tak mutlak (muqayyad), menghapus (nâsikh) dan dihapus (mansukh), sedemikian sehingga untuk melakukan penafsiran yang benar seorang mufasir harus menguasai seluruh ayat-ayat itu.

Keempat, sebagian ilmu meskipun tidak berkaitan langsung dengan ilmu Tafsir, namun sangat diperlukan karena merupakan syarat dalam memahami Qur'an; yang mana tanpa ilmu-ilmu tersebut kita tidak mungkin dapat memahami Al-Quran dengan benar. Ilmu-ilmu itu misalnya seperti: ilmu Nahwu, Sharaf, Ma'ani dan Bayan, Bahasa Arab, dan seterusnya... Maka seorang mufasir harus menguasai ilmu-ilmu tersebut.

Dengan dijelaskannya poin-poin di atas, tiba saatnya menjawab pertanyaan anda.

 

Tafsir dengan pendapat pribadi dan tidak perlunya berfikir

Dilarangnya penafsiran Al-Quran dengan pendapat pribadi bukan berarti kita tidak boleh berfikir dalam memahami ayat-ayat Allah Swt. Karena justru tidak berfikir dan bertadabur dalam memahami Al-Quran adalah tercela. Allah Swt befirman: "Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?" (Qs. Muhammad [47]:82)

Ia juga memuji orang-orang yang dapat memahami hal-hal baru dari dalam Al-Quran. Allah Swt berfirman: "...tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri)." (Qs. An-Nisa' [4]:83)

Allah Swt juga berfirman: "Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya." (Qs. An-Nisa' [4]:82)

Dalam ayat tersebut, Allah Swt menjelaskan bahwa sebab ketersesatan orang-orang musyrik adalah dikarenakan mereka tidak mau berfikir dan bertadabur terhadap ayat-ayat Al-Quran.

Dalam haji Wada', di Ghadir Khum, Rasulullah Saw bersabda: "Wahai umatku, telitilah dan berfikirlah dalam membaca Al-Quran. Pahamilah ayat-ayat-Nya. Pandanglah ayat-ayat Qur'an yang jelas (muhkamat) dan jangan kalian mencari yang tak jelas (mutasyabihat).[2]

Jadi ayat dan riwayat mendorong umat manusia untuk berfikir dan memahami ayat-ayat Al-Quran dengan pemahaman yang sebenarnya.

Adapun tafsir dengan pendapat pribadi (tafsir bi ra'y), yang mana sangat dicela oleh pemimpin-pemimpin agama kita, adalah penafsiran Al-Quran tanpa memperhatikan hadits-hadits dan metode penafsiran yang benar terkait dengan ayat-ayat Al-Quran. Serta penafsiran suatu ayat tanpa memperhatikan ayat-ayat lain yang berhubungan dengannya. Penafsiran seperti ini hanya bersandar pada dugaan, sangkaan dan pendapat pribadi yang tak berdasar dan berdalil, dengan tujuan menisbatkan pemikirannya kepada Al-Quran serta membuktikan bahwa Al-Quran sejalan dengan pemikiran pribadinya.

Tafsir seperti ini jelas tidak diterima; dan diriwayatkan bahwa orang yang melakukan penafsiran seperti ini bakal mendapatkan tempat di neraka.[3]

Berdasarkan penjelasan ini, orang yang menafsirkan Al-Quran sesuka hatinya tanpa memperhatikan kaidah-kaidah penafsiran serta tanpa menguasai ilmu-ilmu yang perlu dalam tafsir seperti ilmu Ushul, Bahasa Arab, Nahwu, Hadits, dan lain sebagainya, adalah orang yang telah terpisah jauh dari Tuhan dan Rasulullah Saw bersabda bahwa orang seperti itu bakal menempati neraka sebagai tempat tinggalnya.[4]

Sedangkan tafsir secara intelektual yang bertumpu pada kaidah-kaidah yang benar, bukanlah tafsir dengan pendapat pribadi.

Salah satu prinsip penting dalam menafsirkan Al-Quran adalah memperhatikan baik-baik riwayat yang sampai ke tangan kita dari para maksumin. Karena Allah swt telah mensyaratkan kesucian untuk menyentuh Al-Quran.[5] Maksudnya, untuk memahami Al-Quran, dibutuhkan kesucian; dan kesucian itu tak hanya kesucian lahir namun juga batin. Sebagaimana disyaratkan bersuci untuk menyentuh Al-Quran, juga disyaratkan kesucian jiwa dan batin untuk memahami kandungannya. Karena para maksumin memiliki jiwa yang suci,[6] maka mereka adalah orang-orang yang paling berhak menafsirkan Al-Quran dan penafsiran mereka adalah tafsiran terbaik.

Selain para imam maksum dan nabi, juga ada orang-orang yang dapat menafsirkan Al-Quran dengan baik dan benar; namun mereka harus:

Pertama, menguasai ilmu-ilmu tafsir dan segala ilmu yang berkaitan dengannya atau harus difahami untuk memahami tafsir; kedua, tidak bertentangan dengan riwayat-riwayat dan hadits-hadits dari para maksum yang berkenaan dengan penafsiran ayat; dan ketiga, tidak menafsirkan ayat-ayat Al-Quran berdasarkan kecenderungan-kecenderungan dan pendapat pribadi yang telah dimiliki sebelumnya. [iQuest]

 


[1]. Silahkan merujuk ke pertanyaan berikut: Pertanyaan No. 5144 (Site: 5370).

[2]. Thabrasi, Ahmad bin Ali, Al-Ihtijâj, jil. 1, hal. 60, Morteza, Mashhad, 1403 H.

[3]. Syaikh Shaduq, Tauhid, hal. 91, Jamiah Mudarrisin Hauzah Ilmiah Qum, 1357 H.S.

[4]. "Barang siapa menafsirkan Qur'an dengan pendapat pribadinya, maka tempatnya ada di neraka." Fakhruddin Razi, Mafâtih al-Ghaib, jil. 7, hal. 148, Dar Ihya' Turats Arabi, Beirut, Cetakan Ketiga 1420 H.

[5]. "...tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan." (Qs. Al-Waqi'ah [56]:79)

[6]. "Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya." (Qs. Al-Ahzab [33]:33)

 

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Apakah dalam riwayat-riwayat kita dicegah untuk mandi setiap hari, dan apakah hal itu bias menyebabkan penyakit TBC?
    11957 Dirayah al-Hadits 2013/06/22
    Ada riwayat sahih yang dinukil dari Imam Ridha As yang melarang kita untuk mandi setiap hari. Dalam riwayat itu dijelaskan bahwa mandi setiap hari dapat menyebabkan penyakit sill (TBC). Namun dengan berbagai pertimbangan, sebenarnya riwayat itu dapat diartikan begini: bahwa sering mandi setiap hari dapat membuat kurus ...
  • Bagaimana tiadanya ilmu para malaikat terhadap nama-nama Tuhan dan kedudukan tinggi mereka dapat disandingkan?
    12606 Tafsir 2011/01/13
    Alam non-materi di antaranya para malaikat memiliki beberapa tipologi yang ketika diketahui maka akan dapat banyak membantu menjawab banyak pertanyaan yang terkait keberadaan para malaikat. Adapun tipologi tersebut adalah :1.     Entitas mereka adalah entitas aktual ...
  • Bagaimana model ideal manusia dalam sistem dinamis Rahmani?
    12185 Filsafat Islam 2011/10/22
    Pertanyaan ini merupakan penjelasan lain dari masalah negara ideal (madinah fadhilah) atau ideologi pembebasan. Negara ideal Plato merupakan model ideal manusia paling lama dan paling terkenal yang diungkapkan dalam Republika. Dalam kosmos Islam, filosof seperti Farabi dalam Ârâ Ahl al-Madinah al-Fâdhilah
  • Apakah Allah Swt dapat menciptakan sebuah entitas atau makhluk yang Dia sendiri tidak mampu lenyapkan?
    9441 پروردگار. نامها و ویژگی ها 2013/03/09
    Meski kekuasaan dan kodrat Tuhan bersifat umum, namun terkait dengan hal-hal yang memiliki kemungkinan dan kapasitas untuk mewujud; karena itu, seseuatu yang secara esensial sifatnya tercegah (mumtani’) atau meniscayakan absurditas tidak akan terkait dengan kodrat, sementara mustahil Allah Swt menciptakan sesuatu yang Dia sendiri tidak mampu lenyapkan; ...
  • Apakah dalam surga juga terdapat hukum-hukum fikih?
    8639 بیشتر بدانیم 2014/01/27
    Kiranya poin ini perlu diperhatikan bahwa kita tak dapat memperoleh penjelasan lain kecuali melalui wahyu serta ungkapan-ungkapan para maksum yang sampai pada kita terkait dengan mengenai persoalan-persoalan alam akhirat dan keadaan surga neraka. Jawaban atas pertanyaan di atas juga tidak disebutkan secara tegas dalam teks-teks agama. Akan ...
  • Apa hukumnya jika kita menikah dengan anak saudara perempuan seayah?
    16200 Hal-hal Yang Diharamkan Dalam Pernikahan 2013/11/23
    Apabila maksud Anda dengan anak saudara perempuan (anak saudari perempuan yang seayah) adalah seseorang yang sejatinya adalah pamannya sendiri maka pernikahan dengan kemenakan itu batal dan harus segera berpisah. Apabila mereka tidak mengetahui hukum persoalan ini,maka anak-anak yang lahir dari keduanya dihukumi sebagai walad al-syubha dan bukanlah ...
  • Apakah haram mengkonsumsi permen karet-permen karet yang mencantumkan nama Sugar Alcohol dalam kemasannya?
    14381 Hukum dan Yurisprudensi 2012/01/19
    Kantor Ayatullah Agung Khamenei (Mudda Zhilluhu al-‘Ali):Apabila alkohol yang digunakan adalah alkohol yang memabukkan dan aslinya cair, mengikut prinsip ihtiyath, maka alkohol tersebut adalah najis dan apabila (Anda) ragu maka alkohol tersebut dihukum suci. Kantor Ayatullah Agung Siistani (Mudda Zhilluhu al-‘Ali):Tidak ada masalah ...
  • Bagaimana hubungan yang terjalin antara nafs, ruh, jiwa, akal, pikiran dan fitrah?
    39915 Filsafat Islam 2011/06/29
    Terkadang yang dimaksud atas beberapa redaksi dan kalimat ini adalah satu dan seluruhnya menyinggung satu hakikat yaitu entitas dan realitas manusia; terkadang juga dimaksudkan untuk ragam makna dan masing-masing dari redaksi dan kalimat ini menyoroti masalah tingkatan dan derajat-derajat jiwa manusia. ...
  • Apa sisi umum pelbagai pemerintahan dan revolusi agama seperti Mesir dan Tunisia?
    7814 System 2011/05/18
    Sisi umum pelbagai pemerintahan religius adalah penegakan dan realisasi nilai-nilai agama yang merupakan masalah fitrah kemanusiaan. Karena rakyat negara-negara seperti Tunisia dan Mesir menyadari bahwa dengan Islam mereka dapat merealisir segala tuntutan ekonomi dan politik mereka, kemudian mereka bangkit melakukan demonstrasi dan revolusi. Pesan revolusi Islam ...
  • Siapakah nama neneknya Nabi Muhammad??
    75811 Sejarah Para Pembesar 2013/11/23
    Nama nenek Nabi Muhammad Saw dari jalur ayah adalah Fatimah binti Amru bin Aidz bin Imran bin Makhzun.[1] Adapun nama nenek Nabi Saw dari jalur ibu yaitu ibunda Aminah binti Abdul Aziz bin Utsman bin Abdudar bin Qasha.[2] [iQuest]

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    266537 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    248929 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    232097 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    218952 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    178447 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    173163 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    170248 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    161371 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    144046 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    136065 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...