Advanced Search
Hits
13825
Tanggal Dimuat: 2010/01/13
Ringkasan Pertanyaan
Apa yang menjadi sumber kebahagiaan dan penderitaan dalam pandangan Imam Khomeini Ra?
Pertanyaan
Apa yang menjadi sumber kebahagiaan dan penderitaan dalam pandangan Imam Khomeini Ra?
Jawaban Global

Jawaban Global:

Imam Khomeini Ra sebagai seorang pakar Islam dan arif memandang bahwa sumber seluruh kebahagiaan setiap orang dan masyarakat adalah perhatian mereka terhadap Allah Swt dan usaha utuk menjalankan seluruh instruksi Ilahi.

Dan pada titik yang berlawanan, awal penderitaan adalah tatkala manusia alih-alih menyembah Tuhan ia justru menyembah dirinya dan alih-alih menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya ia malah menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya.

Namun Imam Khomeini juga tidak mengabaikan peran determinan pemerintahan dan sistem-sistem pengajaran dan pendidikan dalam mentransformasi ajaran-ajaran agama dan pelembagaannya di tengah masyarakat. Imam Khomeini berulang kali menegaskan hal ini. Ia beranggapan bahwa kesemua ini sangat berpengaruh secara signifikan dalam kebahagiaan dan penderitaan bangsa-bangsa di dunia.

Jawaban Detil

Pertama-tama sebelum menjawab pertanyaan Anda di atas, kami meminta Anda untuk memperhatikan satu poin bahwa dalam kehidupan material untuk hal-hal yang sifatnya universal; seperti kebahagiaan dan penderitaan, keceriaan dan kesedihan, dan lain sebagainya tidak dapat dipandang memiliki sumber tertentu.  

Apabila misalnya Anda jelaskan pada satu hal seluruh kebahagiaan saya bermula semenjak saya dinyatakan lulus UMPTN atau seluruh masalah yang saya hadapi karena saya tidak memiliki rumah, tentu saja tidak menyangkut seluruh realitas, melainkan satu faktor dari beragam faktor kebahagiaan dan kesulitan yang Anda hadapi di dunia ini.

Namun dalam pandangan seorang arif dalam kehidupan spiritualnya, satu-satunya kriteria kebahagiaan adalah mencari keridhaan Allah Swt dan sebagai kebalikannya apa pun yang menjauhkan manusia dari-Nya adalah sumber penderitaan. Meski secara lahir dan dalam pandangan material termasuk sebagai faktor kebahagiaan.

Dengan pendahuluan ini mari kita kembali pada pertanyaan Anda:

Imam Khomeini adalah seorang pemimpin yang tidak menaruh perhatian terhadap gelimang harta dunia dan lebih menekankan pada kemajuan spiritual masyarakatnya. Atas dasar itu lebih banyak tuturannya menyatakan bahwa faktor kebahagiaan dan penderitaan adalah apa yang membuat manusia dekat atau jauh dari Allah Swt.

Sehubungan dengan kebahagiaan dan penderitaan, Imam Khomeini menyatakan, “Alangkah bahagia dan gembiranya mereka yang membelakangi dunia dan melewati usianya dengan zuhud dan takwa…”[1] Atas dasar itu, Imam Khomeini memandang bahwa mengikut orang-orang besar yang membimbing manusia kepada Allah Swt adalah salah satu faktor untuk meraih kebahagiaan; karena  manusia laksana sebuah kumpulan yang membutuhkan segala sesuatu, sehingga para nabi datang kepada manusia untuk menjelaskan seluruh kebutuhan manusia dan apa yang dibutuhkan manusia sedemikian sehingga apabila ia beramal maka ia akan meraih kebahagiaan.”[2]

Sebagai kelanjutan jalur ini adalah menjalankan instruksi-instruksi al-Quran yang menjadi biang kebahagiaan manusia. “Al-Quran apabila merupakan sebuah kitab satu bangsa maka bangsa tersebut akan meraih kebahagiaan. Apabila kita mengamalkan ayat-ayat al-Quran maka kita akan meraih kebahagiaan.”[3]

Sebagai bandingannya, dalam pandangan Imam Khomeini, jauh dari ajaran-ajaran tsaqalain (al-Quran dan itrah) sebagai sumber penderitaan manusia. “Penderitaan bangsa kita tatkala bangsa kita berpisah dari al-Quran, berpisah dari hukum-hukum Allah, berpisah dari Imam Zaman.”[4]

Kita tahu bahwa salah satu ajaran pertama Islam adalah tidak bergantung kepada dunia dan mengabaikan hawa nafsu. Allah Swt berfirman dalam al-Quran, “Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu, dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami. Timbangan pada hari itu ialah benar. Maka barang siapa yang berat timbangan kebaikannya, mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Qs. Yunus [10]:7-8) “Dan pada tempat lain, Allah Swt menganjurkan kepada Rasulullah Saw, Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhan mereka di pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya, janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini, dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan urusannya senantiasa melewati batas.” (Qs. Al-Kahf [18]:28)

Imam Khomeini berusaha menghidupkan dasar-dasar ajaran Islam dan menyodorkan kepada masyarakat nasihat-nasihat yang bersumber dari al-Quran dan riwayat. Beliau dalam sebuah wasiat kepada putranya, mengingatkan untuk tidak menyembah hawa nafsu dan menjadi budak dunia, “Putraku! Apa yang tercela, asas dan modal utama penderitaan dan kecelakaan, akar seluruh kesalahan adalah cinta dunia yang bersumber dari cinta diri.”[5] Dalam sebuah ucapan lainnya, Imam Khomeini mengungkapkan, “Penderitaan seluruh manusia adalah karena bergantung pada dunia. Perhatian dan ketergantungan terhadap dunia membuat manusia tertinggal dari kafilah manusia (menuju kesempurnaan).”[6]

Tentu saja ajaran-ajaran Ilahi ini dapat dipetik dari para guru dan ustad yang layak serta telah menempa dirinya dengan susah-payah sehingga dapat ditransformasi kepada masyarakat dan menjadikannya sebagai budaya.

Atas dasar itu, Imam Khomeini dalam banyak hal, mengingatkan peran pendidikan dan pengajaran serta budaya dalam kebahagiaan dan penderitaan masyarakat. “Seluruh kebahagiaan dan penderitaan bersumber dari madrasah (aliran pemikiran) dan kuncinya berada di tangan para guru” dan “kebudayaan sumber seluruh kebahagiaan dan penderitaan bangsa. Apabila kebudayaannya tidak baik maka anak-anak muda yang dididik dengan kebudayaan buruk ini yang akan merusak di masa akan datang.”[7]

Kita juga harus memperhatikan poin ini bahwa pembudayaan instruksi-instruksi agama di tengah masyarakat akan menjadi mudah tatkala orang-orang yang mengemban tugas untuk mengatur masyarakat atau berada pada pucuk pimpinan memiliki selaksa kelayakan yang diperlukan. Selain itu, meski kita tidak dapat meyakini bahwa konstruksi diri (tahdzib al-nafs) dan kemajuan bagi orang-orang dalam kehidupan personalnya sama sekali tertutup, namun jelas bahwa implementasi hukum-hukum Islam dalam kehidupan sosial akan menghadapi seabrek kesulitan.

Imam Khomeini Ra dalam tuturan-tuturannya terkadang menyinggung peran pemerintahan dan kekuasaan bagi kebahagiaan dan kesengsaraan masyarakat:

  1. Kebahagiaan dan kesengsaraan bangsa bergantung pada beberapa hal di antaranya adalah pemimpinnya memiliki kelayakan memimpin.[8]
  2. Seluruh kesengsaraan yang menimpa bangsa kita bersumber dari Amerika, Soviet dan Inggris.[9]
  3. Seluruh kesengsaraan yang menimpa bangsa kita bersumber dari Syah dan rezim kerajaan.”[10]

 

Atas dasar itu, dapat kita simpulkan bahwa dalam pandangan Imam Khomeini sumber segala kebahagiaan setiap orang dan masyarakat adalah langkah mereka di jalur Ilahi dan awal kesengsaraan mereka adalah tatkala manusia alih-alih menyembah Tuhan ia justru menyembah dirinya dan alih-alih menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya ia malah menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya. Karena itu, pemerintahan disertai dengan sistem-sistem pengajaran dan pendidikan memiliki peran signifikan dalam mentransformasi ajaran-ajaran agama dan pelembagaannya di tengah masyarakat. Imam Khomeini berpandangan bahwa kesemua ini sangat berpengaruh secara signifikan dalam kebahagiaan dan penderitaan bangsa-bangsa di dunia. [iQuest]

 


[1]. Shahifah Imâm, jil. 17, hal. 49.

[2]. Ibid, jil. 4, hal. 190.

[3]. Ibid, jil. 10, hal. 533.

[4]. Ibid, jil. 7, hal. 460.

[5]. Ibid, jil. 16, hal. 213.

[6]. Ibid, jil. 7, hal. 429.

[7]. Ibid, jil. 3, hal. 306.

[8]. Ibid, jil. 5, hal. 314.

[9]. Ibid, jil. 6, hal. 28.

[10]. Ibid, jil. 5, hal. 310.

 

 

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Bercerita tentang apakah ungkapan ayat shaduqâtihinna dan ujurahunna dalam al-Qur’an?
    6360 Tafsir
    Shaduqâtihinna[1] disebutkan dalam konteks pernikahan permanen (dâim) dan mahar atau maskawin disebut sebagai “shadâq.”[2] Ayat yang menyebutkan redaksi kata ini menyinggung tentang salah satu hak-hak pasti kaum wanita dan menegaskan ...
  • Apa saja faktor-faktor yang dapat membantu menguatkan keyakinan sebagai seorang Syiah?
    7088 Garis Besar
    Untuk meningkatkan iman dan keyakinan agama maka keyakinan ini harus dibangun dengan argumentasi di atas fondasi ilmu dam makrifat. Keyakinan tidak boleh disusupi oleh masalah-masalah supertitious dan khurafat. Di samping itu, ia harus mampu menjawab seluruh pelbagai syubhat dan keraguan akidah yang mungkin saja ada. Dalam tataran ...
  • Apa makna klaim orang-orang Syiah bahwa para sahabat telah murtad pasca wafatnya Rasulullah Saw?
    22821 Teologi Lama
    Munculnya penyimpangan, seperti bid’ah dan kemurtadan, di kalangan sebagian sahabat setelah wafatnya Rasulullah, pertama; dalam perspektif sumber-sumber pertama umat Islam, merupakan perkara yang disepakati secara umum (musallam) dan tidak diragukan lagi serta tidak terkhusus pada sumber-sumber mazhab Syiah saja. Riwayat-riwayat mutawatir yang datang ...
  • Bagaimana menetapkan adanya wujud mental atau wujud dzihn?
    5881
    Untuk menetapkan wujud mental dalam aliran filsafat Hikmah terdapat banyak dalil yang ditunjukkan. Pada kesempatan ini kami akan menyebutkan dua di antaranya sebagai berikut: Dalil Pertama Tatkala memperhatikan gambaran-gambaran pikiran kita saksikan sebagian sesuatu yang kita gambarkan tidak ...
  • Apa penafsiran dan pahala (membaca) surah al-Fil (105)?
    13800 Tafsir
    Rasulullah Saw dan umat Muslim di lingkungan Mekkah, hidup dalam kondisi minoritas. Orang-orang Musyrik lantaran keyakinan yang mereka miliki menekan dan mengganggu mereka. Allah Swt dalam kebanyakan ayat disebutkan menolong Rasulullah Saw dan umat Muslim serta memperingatkan orang-orang musyrik atas perbuatan-perbuatan mereka. Surah al-Fil (105) pada hakikatnya ...
  • Apa jalan yang tepat dan benar dalam memilih istri?
    10698 Akhlak Praktis
    Tuhan Maha Pencipta menciptakan wanita untuk pria dan pria untuk wanita. Hubungan di antara keduanya telah dicanangkan oleh Allah Swt dalam frame pernikahan yang berasaskan pengenalan satu dengan yang lain, disertai selaksa kriteria dan syarat-syarat yang sesuai dengan ajaran Islam. Dalam ajaran Islam dijelaskan selaksa kriteria dan pelbagai ...
  • Mengapa dalam agama Islam, orang murtad harus dihukum mati? Apakah hal ini tidak bertentangan dengan kebebasan berakidah?
    36244 Hukum dan Yurisprudensi
    Murtad ialah menampakkan dan menegaskan keluar dasri suatu agama. Orang yang murtad biasanya, mengajak orang lain untuk ikut keluar dari agamanya. Hukuman mati tidak berlaku bagi seseorang yang keluar dari agama, ketika ia tidak menampakkan kemurtadannya dan tidak mengajak orang lain untuk melakukan hal yang sama (murtad). Dengan demikian, hukuman ...
  • Apa saja yang menjadi tanda-tanda zhuhur (kehadiran, kemunculan) Imam Zaman Ajf?
    12712 Kalam Jadid
    Pembahasan mengenai zhuhur (kehadiran, kemunculan) Imam Zaman Ajf memang merupakan pembahasan yang agak rumit sehingga memerlukan penelitian secara seksama atas seluruh riwayat yang berkaitan dengan tema mahdawiyah (Imam Mahdi Ajf). Secara global berbagai riwayat yang menjelaskan tanda-tanda kehadiran Imam Zaman ajf -dari satu dimensi- dapat dibagi menjadi dua bagian:
  • Apakah setelah alam dunia berakhir akan tetap terdapat penciptaan baru?
    51957 معاد و قیامت
    Mengingat bahwa Allah Swt merupakan fayyâdh ‘ala al-ithlaq (Mahapemberi emanasi secara mutlak) dan emanasi-Nya bersifat permanen, maka memberikan emanasi ini adalah tuntutan penciptaan untuk selalu bersifat permanen dan berkelanjutan. Segala sesuatu yang layak untuk diciptakan akan dicipta. Sifat Fayyâdh (Mahapemberi emanasi) dan Jawâd (Mahapemurah) Allah Swt akan ...
  • Apakah arti ajal musamma dan ajal mu’allaq? Apakah apabila umur manusia telah berakhir, kematian manusia tidak akan tertunda ataupun lebih cepat?
    18855 کهنسالی و مرگ
    Ajal manusia dalam al-Quran dibagi menjadi dua: ajal musamma (ditentukan) dan ajal mu’allaq (bergantung). Setiap makhluk hidup berdasarkan sifat natural dan kemampuan fisikaknya, dapat bertahan hingga suatu waktu tertentu yang apabila tidak ada rintangan untuk melanjutkan kehidupannya, ia akan sampai hingga akhir umur natural dan kemampuan fisiknya. ...

Populer Hits