Advanced Search
Hits
13009
Tanggal Dimuat: 2009/06/14
Ringkasan Pertanyaan
Mengapa al-Quran menjelaskan bahwa Anda (suami) dapat memukul wanita (istri) Anda?
Pertanyaan
Mengapa al-Quran menjelaskan bahwa Anda (suami) dapat memukul wanita (istri) Anda?
Jawaban Global

Boleh jadi manusia, dengan sebuah pandangan sederhana terkait dengan taktik ketiga (setelah nasihat dan menjauhi wanita dari tempat tidur) yang dianjurkan dalam al-Quran, berpikir bahwa Islam hendak membukakan peluang bagi kaum pria dan melakukan apa saja kepada wanita dengan memukul, mencambuk dan menendangnya supaya wanita tunduk kepadanya, sementara pada kenyataannya tidak demikian adanya.

Apabila wanita membangkang dan menolak menunaikan tugas-tugas dan tanggung jawabnya demikian juga melanggar aturan-aturan dengan bersikap keras kepala sehingga peringatan tidak lagi berguna, memisahkannya dari tempat tidur tidak lagi bermanfaat atau  mengabaikannya tidak lagi berpengaruh pendeknya tidak tersisa lagi perbuatan kecuali dengan mengeraskan tindakan, untuk memaksa mereka menunaikan tugas-tugas dan tanggung jawabnya, artinya tiada jalan lain kecuali dengan menggunakan kekerasan, maka di sini dibolehkan memakai teknik ketiga sehinga mereka terkondisi untuk menunaikan tugas-tugas dan tanggung jawabnya.

Jawaban Detil

Terapat sebuah ayat dalam al-Quran yang akan kami sebutkan maknanya terlebih dahulu sehubungan dengan masalah ini. Allah Swt berfirman, “Kaum laki-laki itu adalah pengayom bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu, maka wanita yang saleh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara rahasia dan hak-hak suami ketika suaminya tidak ada, lantaran hak-hak yang telah Allah tetapkan bagi mereka. Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuz-nya, maka nasihatilah mereka, berpisahlah dengan mereka di tempat tidur, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Qs. Al-Nisa [4]:34) Di sini mungkin mengemuka sebuah kritikan dan pertanyaan apakah Islam memandang boleh memukul kaum wanita? Jawaban atas pertanyaan ini tidaklah terlalu sulit dengan memperhatikan makna ayat dan riwayat yang menerangkan ayat ini serta penjelasannya dalam kitab-kitab fikih demikian juga penjelasan yang disampaikan oleh para psikolog moderen.

Tujuan “memukul” bukanlah untuk menampakkan kekuatan dan memukul badan wanita yang lemah dan lembut.

Boleh jadi manusia, dengan sebuah pandangan sederhana terkait dengan taktik ketiga (setelah nasihat dan menjauhi wanita dari tempat tidur) yang dianjurkan dalam al-Quran, berpikir bahwa Islam hendak membukakan peluang bagi kaum pria dan melakukan apa saja kepada wanita dengan memukul, mencambuk dan menendangnya supaya wanita tunduk kepadanya, sementara pada kenyataannya tidak demikian adanya.

Jelas bahwa memukul itu memiliki tingkatan. Semenjak pukulan yang ringan dan tidak menyakitkan (fisik) hingga tingkatan pukulan yang membuat seseorang tidak lagi dapat bergerak, meski tidak mati. Kesemua ini termasuk sebagai memukul. Hanya saja tatkala seseorang karena pukulan, hati dan badannya tidak lagi bekerja secara normal, maka hal ini tidak lagi disebut memukul tapi membunuh!

Poin penting yang harus dikemukakan di sini siapa yang menentukan batasan memukul itu? Apakah pria memiliki hak untuk menentukan sendiri batasan memukul, dan badan lembut wanita yang tidak berdaya yang disebut dalam Islam sebagai kuntum penciptaan dan bunga indah serta semerbak taman keberadaan, sedemikian dicambuk, dipukul, ditendang, ditampar, dipukul pakai kayu sehingga tidak berdaya sama sekali!

Dalam hal apa saja memukul itu dibolehkan? Pukulan yang dimaksud seperti apa? Siapa yang harus menentukan batasannya? Suami atau orang lain?

Keharusan taat istri kepada suami sesuai dengan terma al-Quran (qunut) wanita semata-mata terbatas pada hubungan suami istri dan suami tidak memiliki hak untuk memaksa istrinya untuk menyapu, mencuci, memasak dan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga seperti ini. Pekerjaan-pekerjaan ini dapat diselesaikan oleh suami dan istri  dengan saling memahami, gotong royong, dan saling berkorban satu sama lain. Karena itu, istri dalam pekerjaan-pekerjaan seperti ini, tidak memiliki hak untuk menghukum istrinya apatah lagi memukul dan melukainya sehingga harus tunduk di bawah perintah suami.

Suami harus tahu supaya tidak membawa pembantu dan beban ke rumah, ia telah dan tengah membawa seseorang yang dapat diajak berpikir bersama, bekerja sama, saling tolong-menolong untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan rumah. Apa yang diharapkan dari wanita adalah qunut (taat kepada Allah lagi memelihara rahasia) dan hafizh  (menjaga hak-hak suami ketika suaminya tidak ada).[1]

Dengan demikian, tiga model taktik dalam batasan nusyuz wanita dan meninggalkan qunut dan tidak ada kaitannya dengan pekerjaan yang biasanya dilakukan dalam rumah tangga seperti kerja sama, saling berpikir dan saling menaruh simpati.[2]

Apabila wanita membangkang dan menolak menunaikan tugas-tugas dan tanggung jawabnya demikian juga melanggar aturan-aturan dengan bersikap keras kepala sehingga peringatan tidak lagi berguna, memisahkannya dari tempat tidur tidak lagi bermanfaat atau  mengabaikannya tidak lagi berpengaruh pendeknya tidak tersisa lagi perbuatan kecuali dengan mengeraskan tindakan, untuk memaksa mereka menunaikan tugas-tugas dan tanggung jawabnya, artinya tiada jalan lain kecuali dengan menggunakan kekerasan, maka di sini dibolehkan memakai teknik ketiga sehinga mereka terkondisi untuk menunaikan tugas-tugas dan tanggung jawabnya.

Memukul fisik di sini – sebagaimana yang disebutkan dalam kitab-kitab fikih – harus lembut dan ringan yang tidak menyebabkan luka dan patah atau membuat memar badan.[3] Bahkan dalam sebagian riwayat dalam tafsir “memukul” Imam As bersabda, “Yang dimaksud memukul adalah memukul dengan kayu miswak.”[4] Benar! Tujuan memberikan hukuman fisik adalah untuk menghidupkan kembali hubungan suami-istri dan menghangatkan lingkungan rumah tangga.

Dari satu sisi, boleh jadi ayat sedang berada pada tataran mengobati sebuah penyakit. Para psikoanalis modern meyakini bahwa sebagian waniti memiliki kondisi yang disebut mashocisme (suka menyiksa diri) yang apabila kondisi ini semakin tinggi intensitasnya maka satu-satunya jalan untuk memperoleh ketenangan adalah dengan memukul badannya secara ringan.[5]  Pandangan ini tidak dapat kita sandarkan kepada al-Quran dan sebagian orang tidak sepakat dengan pendapat ini.[6] [iQuest]

 


[1]. Yang dinyatakan plural pada ayat, qânitât dan hâfizhât.  

[2]. Disarikan dari Khânewâdeh dar Qur’ân, Dr Ahmad Behesyti, hal. 111.  

[3]. Tafsir Nemune, jil. 3, hal. 415, silahkan lihat, Jawaban No. 1433 (Site: 990), Makna Idhribuhunna.

[4]. Tafsir Nur al-Tsaqalain, jil. 1, hal. 478.  

[5]. Tafsir Nemune, jil. 3, hal. 415.  

[6]. Khânewadeh dar Qur’ân, hal. 111 dan seterusnya.

 

 

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

  • Bagaimana dapat diketahui seseorang mencapai puncak kepuasan seksual?
    1877 Junub Wanita 2021/02/28
    Puncak kepuasan seksual atau orgasme, adalah suatu kondisi kebahagiaan mental dan fisik yang dihasilkan dari gairah seksual. Para dokter percaya bahwa kondisi ini terjadi pada para wanita disertai dengan peningkatan bilangan denyut nadi dan detak jantung serta ukuran tekanan darah. Selain itu, selama orgasme, otot dasar panggul ...
  • Apa kewajiban seorang Muslim terhadap Muslim lainnya? beserta penguatan hadistnya..
    18506 دستور العمل ها 2012/11/17
    Dalam sumber-sumber riwayat, terdapat beberapa pasal dengan judul “hak Mukmin atas saudara-saudara Mukmin lainnya” (Bab Haq al-Mu’min ‘ala Akhihi wa Adai Haqqihi) yang di dalamnya menjelaskan tentang hak-hak saudara-saudara seagama: Menyingkirkan pelbagai problema yang dihadapinya, memenuhi hajat-hajatnya, menutupi aib-aibnya, membayarkan utang-utangnya, menengoknya ketika sakit, tidak ...
  • Apakah Imam Shadiq merupakan pendiri mazhab Syiah?
    9356 Teologi Lama 2012/09/08
    Tiada keraguan bahwa Syiah adalah hakikat Islam yang benar. Yang mendirikan adalah Rasulullah Saw sendiri. Beliau memerintahkan umat Islam untuk mengikuti Ali As dan Ahlulbait As sehingga mereka dapat menemukan jalan pada kota ilmu Muhammadi. Pada masa Imam Shadiq As situasi dan kondisi sedemikian kondusif ...
  • : Apa yang dimaksud dengan hujzah dalam riwayat yang dinukil oleh Muhammad bin Hanafiyah?
    9004 Dirayah al-Hadits 2012/02/16
    Maksud dari “hujzatun” dalam beberapa riwayat adalah berpegang teguh pada sebab-sebab yang telah ditetapkan di dunia antara kita dan Allah Swt, Rasulullah Saw dan para Imam Maksum As. Sebab-sebab tersebut antara lain adalah agama, akhlak, amal saleh. Jika manusia mengikuti agama Islam, berakhlak mulia dan terpuji, ...
  • Apakah salat di Karbala seperti salat di Mekkah dilaksanakan secara sempurna?
    6403 Hukum dan Yurisprudensi 2012/04/03
    Dalam kaitannya dengan salat tamam atau qashar di pusara (haram) Imam Husain As harus dikatakan bahwa seseorang yang tengah mengadakan perjalanan (musafir) dapat mengerjakan salat dengan sempurna (tamam) di Masjid al-Haram dan Masjid Nabawi demikian juga di Masjid Kufah. Namun apabila ia ingin mengerjakan salat yang dulunya ...
  • Apakah Imam ‘Ali As memiliki istri lainnya selagi Sayidah Zahra As masih hidup?
    8029 Sejarah Para Pembesar 2009/08/09
    Sesuai dengan apa yang disebutkan oleh kitab-kitab sejarah bahwa istri pertama Amirul Mukminin Ali As adalah Sayidah Fatimah. Dan pada masa hidup Sayidah Zahra, Imam ‘Ali As tidak menikah dengan wanita lain. Mengingat salah satu wasiat Hadhrat Zahra As adalah bahwa beliau menikah dengan Amamah binti ‘Ash yang pada hakikatnya ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    133790 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...
  • Tolong Anda sebutkan sirah akhlak Imam Sajjad As?
    8638 Para Maksum 2011/07/12
    Pemimpin Keempat adalah seorang manusia sempurna dan terpilih. Beliau adalah seseorang yang telah mencapai puncak kesempurnaan dari segala dimensi moral, ritual, keilmuan. Imam Sajjad As merupakan jelmaan al-Qur’an dan Rasulullah Saw.Pada masa kelam pemerintahan Bani Umayya dimana nilai-nilai kemanusiaan dan keutamaan dilupakan, Imam Sajjad laksana surya terang ...
  • Jalan-jalan mana saja yang harus dilalui untuk mensucikan diri dari dosa?
    25062 Akhlak Praktis 2011/01/08
    Terdapat banyak jalan pengampunan dan pemaafan dosa yang akan kami singgung sebagaimana di bawah ini: 1.     Taubat dan kembali kepada Tuhan dengan menjalankan syarat-syaratnya. 2.     Mengerjakan perbuatan-perbuatan baik secara intens yang ...
  • Bagaimana pandangan Imam Ali As tentang akal kaum lelaki dan kaum perempuan?
    13576 Dirayah al-Hadits 2011/04/19
    Imam Ali As tidak berkata demikian bahwa kaum lelaki lebih tinggi dan lebih unggul dari kaum perempuan baik dari sisi akal juga dari sisi perasaan. Apa yang disebutkan oleh Imam Ali As tentang kurangnya akal perempuan. Apabila penyandaran tuturan Baginda Ali As ini ada benarnya, ...

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    260409 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    245942 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    229808 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    214612 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    175966 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    171332 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    167719 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    157776 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    140589 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    133790 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...