Advanced Search
Hits
7526
Tanggal Dimuat: 2012/04/07
Ringkasan Pertanyaan
Apa makna dan ulasan atas hadis ini, “Tidaklah orang melepaskan sesuatu yang berhubungan dengan agama untuk memperbaiki urusan dunianya, kecuali Allah akan menimpakan kepadanya sesuatu yang lebih merugikan dari itu?”
Pertanyaan
Apa makna dan ulasan hadis ini, “Tidaklah orang melepaskan sesuatu yang berhubungan dengan agama untuk memperbaiki urusan dunianya, kecuali Allah akan menimpakan kepadanya sesuatu yang lebih merugikan dari itu?” Hadis ini adalah hadis yang diriwayatkan dari Imam Ali As.
Jawaban Global

Imam Ali As bersabda dalam Nahj al-Balaghah:

"لَا يَتْرُكِ النَّاسُ شَيْئاً مِنْ دِينِهِمْ لِإِصْلَاحِ دُنْيَاهُمْ إِلَّا فَتَحَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مَا هُوَ أَضَرُّ مِنْهُ"

“Tidaklah orang melepaskan sesuatu yang berhubungan dengan agama untuk memperbaiki urusan dunianya, kecuali Allah akan menimpakan kepadanya sesuatu yang lebih merugikan dari itu.”[1]

Sabda Imam Ali As ini adalah salah satu hikmah-hikmah pendek Nahj al-Balaghah yang mengandung sarat hikmah di dalamnya. Imam Ali As dalam tuturannya ini menyatakan bahwa segala keinginan manusia di dunia tidak akan pernah habis, ketika cinta dunia dan amat menginginkan dunia telah merasuk dalam diri manusia maka  setiap keinginannya terhadap dunia menstimulusnya untuk menuntut lebih banyak dari dunia, bermegah-megahan dan lain sebagainya. Demikian juga, jauhnya manusia dari Tuhan seukuran dengan dekatnya ia kepada dunia dan angan-angan panjang di dunia.

Karena itu, setiap pekerjaan yang memiliki keuntungan dunia dengan tujuan duniawi – dengan menginjak-injak aturan-aturan agama – menjadi media bagi terbukanya sebuah pintu dari pintu-pintu perhiasaan dunia dan kerugian yang akan dipikulnya akan lebih banyak dari yang pertama. Karena semakin kakinya menghujam di dunia maka semakin ia melangkah jauh meninggalkan Tuhan.[2]

Riwayat ini berada pada tataran menjelaskan satu poin penting bahwa apabila manusia ingin mencapai keuntungan dunia dengan mengabaikan perintah-perintah agama maka hasilnya adalah kerugian; yaitu kerugian yang akan diperoleh dari transaksi ini akan lebih banyak ketimbang keuntungannya.

Kurang lebih dengan kandungan yang sama, sebuah riwayat yang dinukil dari Imam Shadiq As, “Perumpamaan dunia adalah laksana air laut. Semakin manusia meminumya maka semakin ia merasakan dahaga hingga dahaga tersebut membunuhnya;[3] artinya seorang yang dahaga dengan meminum air asin ia akan tetap memperoleh manfaat (melepaskan dahaga sejenak), namun sejatinya ia telah merasakan kerugian yang lebih besar karena semakin ia meminumnya maka semakin ia akan kehausan.[iQuest]  .

 


[1]. Nahj al-Balâghah, Hikmah 103.  

[2]. Ibnu Maitsam Bahrani, Syarah Nahj al-Balâghah, Para Penerjemah, Muhammadi Muqaddam, Qurban Ali et. Al, jil. 8, hal. 98, Masyhad, Bunyad Pazyuhesy Islami, Cetakan Pertama, 1385 S.  

[3]. Muhammad Baqir Majlisi, Bihâr al-Anwâr, jil. 70, hal. 125, Bab Hubb al-Dunya wa Dzammuha, Muassasasah al-Wafa, Beirut, 1404 H. 

 

Terjemahan dalam Bahasa Lain
Komentar
Jumlah Komentar 0
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
contoh : Yourname@YourDomane.ext
Silahkan Masukkan Redaksi Pertanyaan Dengan Tepat
<< Libatkan Saya.
Silakan masukkan jumlah yang benar dari Kode Keamanan

Klasifikasi Topik

Pertanyaan-pertanyaan Acak

Populer Hits

  • Ayat-ayat mana saja dalam al-Quran yang menyeru manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya?
    260408 Tafsir 2013/02/03
    Untuk mengkaji makna berpikir dan berasionisasi dalam al-Quran, pertama-tama, kita harus melihat secara global makna “akal” yang disebutkan dalam beberapa literatur Islam dan dengan pendekatan ini kemudian kita dapat meninjau secara lebih akurat pada ayat-ayat al-Quran terkait dengan berpikir dan menggunakan akal dalam al-Quran. Akal dan pikiran ...
  • Apakah Nabi Adam merupakan orang kedelapan yang hidup di muka bumi?
    245939 Teologi Lama 2012/09/10
    Berdasarkan ajaran-ajaran agama, baik al-Quran dan riwayat-riwayat, tidak terdapat keraguan bahwa pertama, seluruh manusia yang ada pada masa sekarang ini adalah berasal dari Nabi Adam dan dialah manusia pertama dari generasi ini. Kedua: Sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia ...
  • Apa hukumnya berzina dengan wanita bersuami? Apakah ada jalan untuk bertaubat baginya?
    229805 Hukum dan Yurisprudensi 2011/01/04
    Berzina khususnya dengan wanita yang telah bersuami (muhshana) merupakan salah satu perbuatan dosa besar dan sangat keji. Namun dengan kebesaran Tuhan dan keluasan rahmat-Nya sedemikian luas sehingga apabila seorang pendosa yang melakukan perbuatan keji dan tercela kemudian menyesali atas apa yang telah ia lakukan dan memutuskan untuk meninggalkan dosa dan ...
  • Ruh manusia setelah kematian akan berbentuk hewan atau berada pada alam barzakh?
    214607 Teologi Lama 2012/07/16
    Perpindahan ruh manusia pasca kematian yang berada dalam kondisi manusia lainnya atau hewan dan lain sebagainya adalah kepercayaan terhadap reinkarnasi. Reinkarnasi adalah sebuah kepercayaan yang batil dan tertolak dalam Islam. Ruh manusia setelah terpisah dari badan di dunia, akan mendiami badan mitsali di alam barzakh dan hingga ...
  • Dalam kondisi bagaimana doa itu pasti dikabulkan dan diijabah?
    175964 Akhlak Teoritis 2009/09/22
    Kata doa bermakna membaca dan meminta hajat serta pertolongan.Dan terkadang yang dimaksud adalah ‘membaca’ secara mutlak. Doa menurut istilah adalah: “memohon hajat atau keperluan kepada Allah Swt”. Kata doa dan kata-kata jadiannya ...
  • Apa hukum melihat gambar-gambar porno non-Muslim di internet?
    171332 Hukum dan Yurisprudensi 2010/01/03
    Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban global. Silahkan Anda pilih jawaban detil ...
  • Apakah praktik onani merupakan dosa besar? Bagaimana jalan keluar darinya?
    167719 Hukum dan Yurisprudensi 2009/11/15
    Memuaskan hawa nafsu dengan cara yang umum disebut sebagai onani (istimna) adalah termasuk sebagai dosa besar, haram[1] dan diancam dengan hukuman berat.Jalan terbaik agar selamat dari pemuasan hawa nafsu dengan cara onani ini adalah menikah secara syar'i, baik ...
  • Siapakah Salahudin al-Ayyubi itu? Bagaimana kisahnya ia menjadi seorang pahlawan? Silsilah nasabnya merunut kemana? Mengapa dia menghancurkan pemerintahan Bani Fatimiyah?
    157774 Sejarah Para Pembesar 2012/03/14
    Salahuddin Yusuf bin Ayyub (Saladin) yang kemudian terkenal sebagai Salahuddin al-Ayyubi adalah salah seorang panglima perang dan penguasa Islam selama beberapa abad di tengah kaum Muslimin. Ia banyak melakukan penaklukan untuk kaum Muslimin dan menjaga tapal batas wilayah-wilayah Islam dalam menghadapi agresi orang-orang Kristen Eropa.
  • Kenapa Nabi Saw pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi?
    140588 Sejarah 2014/09/07
    Rasulullah melakukan dakwah diam-diam dan sembunyi-sembunyi hanya kepada kerabat, keluarga dan beberapa orang-orang pilihan dari kalangan sahabat. Adapun terkait dengan alasan mengapa melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi pada tiga tahun pertama dakwahnya, tidak disebutkan analisa tajam dan terang pada literatur-literatur standar sejarah dan riwayat. Namun apa yang segera ...
  • Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini?
    133788 Sejarah Para Pembesar 2011/09/21
    Perlu ditandaskan di sini bahwa dalam al-Qur’an tidak disebutkan secara tegas nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi, “Seorang hamba diantara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Qs. Al-Kahfi [18]:65) Ayat ini menjelaskan ...